Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERMINTAAN KARTU KREDIT BERBASIS SYARIAH Pahmi Nur Utami; Anwar Rahim; Abdullah Fathoni
Kasaba Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Univ Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.776 KB) | DOI: 10.32832/kasaba.v11i1.2419

Abstract

Kompromi Rasionalitas Pemikiran Ekonomi Koperasi dan Ekonomi Syariah Fathoni, Abdullah
Eligible : Journal of Social Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): ELIGIBLE : Journal of Social Sciences
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53276/eligible.v1i1.6

Abstract

Latar belakang berdirinya setiap negara di dunia ini berbeda-beda, perbedaan tata nilai, perbedaan sumber daya alam dan lain-lain. Untuk itu pendekatan yang digunakan guna mengelaborasi setiap masalahnya juga berbeda, dan setiap negara mempunyai caranya sendiri dalam merespon globalisasi ekonomi. Kompromi rasionalitas pemikiran ekonomi koperasi dan ekonomi syariah adalah salah satu cara untuk mencari titik keseimbangan baru antara kearifan lokal, cita-cita nasional dan tata nilai bangsa Indonesia dalam merespon globalisasi ekonomi. Ada dua pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini, yaitu field study dan librarian study. Sistematika yang digunakan dalam penulisan adalah, Pertama; merumuskan kajian secara akademis tentang problematika seputaran pembangunan ekonomi bangsa Indonesia dan merumuskan tantangan ekonomi kontemporer, Kedua; hasil rumusan tersebut menjadi bahan diskusi di kampus pada kelas strata sarjana dan pascasarjana, Ketiga; hasil diskusi di kampus dijadikan bahan untuk pembicaraan dan kajian dengan para pakar ekonomi koperasi dan ekonomi syariah. Dari hasil kajian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa bangsa Indonesia harus merumuskan tersendiri langkah-langkah kedepan guna menghadapi era globalisasi ekonomi yang berdasarkan jati diri bangsa sendiri sebagaimana dirumuskan pada nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila dan pasal 33 UUD 1945.
JOINT VENTURE EDUCATION Fathoni, Abdullah; Yosepha, Sri Yanthy
Jurnal Ilmiah Manajemen SURYA PASCA SCIENTIA Vol 13 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Manajemen SURYA PASCA SCIENTIA
Publisher : Prodi Magister Manajemen Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jimspc.v13i2.1302

Abstract

Empirical research shows that one of the problems of Unsurya students is the cost aspect and one of the operational problems at Halim Airport is organizational staffing or the HR aspect. Systematic writing, first an empirical study with objects such as the Solar Elements and Halim Airport. Second, analysis in the field or field study. Third, library Study. Fourth, study of solutions and study of script writing. The big conclusion of this text is that there is a joint solution between Unsurya and Halim Airport with a mutualistic relationship based on the concept of "Joint Venture Education"
Sosialisasi Coretax System Membantu Meningkatkan Pemahaman Kepada Dosen Anggota AFEBSI Jakarta Dewi Dyah Widyastuti; Juhaeti; Rita Intan Permatasari; Novita Damayanti; Sipon Al Munir; Rio Afrianda; Abdullah Fathoni; Siska Ardini; Raka Arbian Fallah; Firna Julia Salim
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/74xsjk67

Abstract

Pembayaran pajak kepada negara sifatnya wajib baik bagi wajib pajak orang pribadi maupun wajib pajak badan yang harus dilaporkan setiap tahun. Sejak diberlakukannya coretax system (CTAS) yang baru pada Januari 2025, wajib pajak mengalami kendala dalam pengisian SPT sehingga menghambat dalam melaporkan pajak (SPT). Oleh karena itu, maka dilakukan sosialisasi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM). Peserta sosialisasi ini adalah para dosen dari anggota Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) Jakarta. Tujuan dari kegiatan PKM yaitu memberikan pemahaman tentang CTAS, sehingga tidak mengalami hambatan dalam pelaporan. Metode yang digunakan dalam sosialisasi ini yaitu pelatihan dan pendampingan. Hasil dari sosialisasi menunjukkan bahwa pertama, sebelum diberikan sosialisasi rata-rata peserta belum paham tentang CTAS (47%), setelah sosialisasi menunjukkan perubahan peningkatan pemahaman, rata-rata peserta sudah paham (97%). Hal ini membuktikan bahwa dengan adanya sosialisasi yang diberikan melalui pelatihan dan pendampingan telah memberikan perubahan positif atau peningkatan pemahaman pada peserta. Kedua, tanggapan peserta terhadap  narasumber menyatakan bahwa narasumber memiliki kemampuan dalam memberikan penjelasan (75%). Narasumber memiliki pemahaman yang luas dan mendalam dan mampu menyampaikan informasi dengan jelas, serta mudah dipahami. Ketiga, peserta menyatakan sangat puas (58%) dan puas (40%), yang artinya bahwa secara umum penyelenggaraan PKM telah memberikan pelayanan yang baik.    Paying taxes to the state is mandatory for individual taxpayers and corporate taxpayers and must be reported annually. Since the implementation of the new coretax system (CTAS) in January 2025, taxpayers have experienced obstacles in filling out their SPT, thus hampering their tax reporting (SPT). The obstacles faced are not yet understanding the coretax system so that they experience difficulties and hinder tax reporting (SPT). Therefore, socialization is carried out through Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) activities. Participants in this socialization are lecturers from members of the Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) Jakarta. The purpose of the PKM is to provide an understanding of CTAS, so as not to experience obstacles in reporting. The methods used in this socialization are training and mentoring. The results were that firstly, before the socialization, the average participant did not understand about CTAS (47%). After the socialization, there was a change in understanding, the average participant understood (97%). This proves that the socialization provided through training and mentoring has provided positive changes or increased understanding for participants. Second, the participants' responses to the resource person stated that the resource person had the ability to provide explanations (75%). The resource person had a broad and deep understanding and was able to convey information clearly and easily understood. Third, the participants stated that they were very satisfied (58%) and satisfied (40%), which means that in general the implementation of PKM has provided good service.