Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Maarif

Hijrah Milenial: Antara Kesalehan dan Populism Annisa, Firly
MAARIF Vol 13 No 1 (2018): Islam dan Media: Kontestasi Ideologi di Era Revolusi Digital
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.06 KB) | DOI: 10.47651/mrf.v13i1.11

Abstract

Publik Islam yang pada rezim sebelumnya dikontrol dalam ruang keagamaan formal agar mudah dikendalikan oleh negara, pada era Reformasi mulai menyebar pada kepemimpinan organisasi masyarakat dan politik praktis. Hadirnya berbagai partai politik yang menggunakan Islam sebagai basis dan simbol politik menjadi petanda “kebangkitan” Islam dalam ruang demokrasi. Apabila dihubungkan dengan tumbuhnya media sosial dan jaringan internet di Indonesia, micro celebritiesmenjadi komponen penting menghadirkan identitas Islam dalam budaya populer. Dengan menarik pengikut di media sosial Instagram, para micro-celebritiesMuslim, dapat berpotensi membentuk "Publik Islam" mereka sendiri. Dengan mengelola wacana kesalehan melalui performativitas tubuh yang di unggah secara terus menerus di media sosial, publik Islam dapat terbentuk dengan berbagai tujuan seperti menggaet popularitas yang berujung pada keuntungan ekonomi dan popularitas. Penyebaran otoritas pengetahuan semakin terjadi dalam segmen-segmen kecil, yang justru sulit dikontrol dan justru dapat menjadi embrio radikalisme, fanatisme dan intoleransi karena hanya menghadirkan hitam putih agama yang sekali lagi miskin argumentasi dan kontemplasi.