Claim Missing Document
Check
Articles

Kearifan Lokal Masyarakat Kampung Naga Dalam Pelestarian Lingkungan Hidup Syintia Bella; Muhammad Jiddan Amrullah; Trio Wahyuono; Ully Amalia Tobing; Annastasya Putri; Huni Farida; Miqbas Ferdiansyah; Fahmi Arif Kurnianto
MAJALAH PEMBELAJARAN GEOGRAFI Vol 5 No 2 (2022): Majalah Pembelajaran Geografi
Publisher : DEPARTMENT OF GEOGRAPHY EDUCATION, UNIVERSITY OF JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.816 KB) | DOI: 10.19184/pgeo.v5i2.35620

Abstract

Di era gempuran kehidupan modern Kampung Naga masih mempertahankan kehidupan yang serba sederhana dengan memegang teguh adat istiadatnya, sehingga Kampung Naga memiliki suatu kearifan lokal yang terikat dengan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kearifan lokal masyarakat setempat dalam pemeliharaan alam. Adapun penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif kualitatif dengan pendekatan sinetik atau holistik. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif Miles dan Huberman. Sedangkan teknik pengumpulan datanya bersumber dari data sekunder dan data primer. Hasil penelitian menunjukan bahwa kearifan lokal di Kampung Naga ini tidak terlepas dari nilai-nilai leluhur yang terkandung dalam sistem religi atau kepercayaan. Selain itu dari bangunan rumahnya terbuat dari bahan tradisional, seperti kayu dan ijuk. Bentuk bangunan berupa rumah panggung yang mana dibawahnya digunakan sebagai kandang ayam guna mencegah kerusakan bangunan akibat rayap. Kampung Naga memiliki pembagian tata lahan yang terstruktur serta perlindungan terhadap fungsi ekologis yang dibagi menjadi 4 jenis hutan. Tidak hanya itu saja masyarakatnya masih menggunakan alat tradisional dalam mengelola lahan pertanian serta menggunakan kayu sebagai bahan bakar untuk memasak. Hal tersebut dapat membuktikan bahwa Kampung Naga memiliki kearifan lokal yang mampu menjaga kelestarian lingkungannya.
The Development of Android-Based Pocket Learning Media on Earthquake Disaster Mitigation Materials To Improve Spatial Thinking of Sma Students in The Era of The Industrial Revolution 4.0 Elan Artono Nurdin; Fahmi Arif Kurnianto; Era Iswara Pangastuti; Muhammad Zaid Nuriyanto; Syintia Bella
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.395 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i4.68975

Abstract

Dalam proses pembelajaran pada saat observasi awal di beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jember, masih banyak guru yang menggunakan model tradisional, sedangkan guru jarang menggunakan berbagai media pembelajaran terutama yang inovatif. Guru lebih sering menggunakan media berbasis power point, sehingga penyajian materi terasa tumpul dan membosankan. Oleh sebab itu, memerlukan adanya varian media pembelajaran lain yang dapat menggabungkan materi dari buku teks dengan gambar, video, dan game edukasi berbasis Android untuk membantu siswa mempelajari materi tersebut.pada media pembelajaran ini berbasis buku saku yang dikemas dalam aplikasi android dengan menggunakan model ADDIE tentang materi mitigasi bencana gempa bumi bagi siswa SMA. Hasilnya berbentuk produk terkait pengembangan media pembelajaran saku berbasis android untuk siswa SMA pada materi mitigasi bencana gempa bumi, cocok digunakan dalam pembelajaran, dan respon siswa setelah menggunakan media pembelajaran.
Application of Project-Based Learning in Developing Environmental-Based Spatial Thinking Skills Era Iswara Pangastuti; Elan Artono Nurdin; Fahmi Arif Kurnianto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.376 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i4.68937

Abstract

Pembelajaran abad ke-21 menekankan pada kemampuan kolaboratif, salah satunya kemampuan berpikir spasial. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan berpikir spasial dengan menerapkan model pembelajaran berbasis proyek, dimana mahasiswa mengeksplorasi permasalahan dan menyusun kerangka solusi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran project based learning dalam mengembangkan kemampuan berpikir spasial berbasis lingkungan. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian menggunakan one group time series design, yaitu menggunakan 1 kelas eksperimen tanpa kelas kontrol. Kelas eksperimen yaitu mahasiswa yang menempuh mata kuliah Penginderaan Jauh untuk Kewilayahan pada Tahun Akademik 2021-2022 Genap. Kelas eksperimen diberi permasalahan dan proyek yang terjadi di lingkungan sekitar. Setiap kelompok kecil dalam kelas eksperimen menggunakan data spasial seperti citra penginderaan jauh untuk mengembangkan kemampuan berpikir spasial. Hasil penelitian menunjukkan penerapan project based learning mampu menstimulasi mahasiswa untuk menyusun kerangka solusi pada proyek berbasis lingkungan dan mengembangkan kemampuan berpikir spasial.
Pemetaan Daerah Rawan Bencana Tanah Longsor dengan Metode Weighted Overlay di Kecamatan Silo Kabupaten Jember Miftachurroifah Miftachurroifah; Sri Astutik; Fahmi Arif Kurnianto; Muhammad Asyroful Mujib; Era Iswara Pangastuti
MAJALAH PEMBELAJARAN GEOGRAFI Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : DEPARTMENT OF GEOGRAPHY EDUCATION, UNIVERSITY OF JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2102.571 KB) | DOI: 10.19184/pgeo.v6i1.38407

Abstract

Kecamatan Silo memiliki jenis topografi pegunungan yaitu pegunungan gumitir. Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Jember menyatakan bahwa di wilayah Kecamatan Silo selama 5 tahun terakhir telah mengalami 29 kali terjadi bencana tanah longsor. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji pemetaan daerah rawan bencana tanah longsor dengan metode Weighted Overlay dan persebaran tipe longsoran yang terjadi di Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Pemetaan kerawanan tanah longsor menggunakan metode Weighted Overlay, sedangkan analisis penentuan tipe longsoran menggunakan rumus Indeks klasifikasi. Hasil pada penelitian ini menunjukkan kelas kerawanan rendah memiliki luas 7 Km², kerawanan sedang 151 Km², kerawanan tinggi 124 Km², dan kerawanan sangat tinggi 57 Km². Sebaran tipe longsoran di Kecamatan Silo terdiri dari 7 titik sampel dengan terdapat 4 hasil tipe longsoran yaitu Tipe longsoran Rotasional Slide terdapat pada lokasi 3, 5, 6, dan 7. Slide Flow terdapat pada lokasi 2. Planar Slide terdapat pada lokasi 1. Rock Fall terdapat pada lokasi 4.
Integrasi Keterampilan Abad 21 dan Keterampilan Berpikir Spasial pada Buku Teks Geografi Hofidhotul Aulia; Sri Kantun; Fahmi Arif Kurnianto
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v10i1.14528

Abstract

Buku teks geografi yang menjadi pegangan utama bagi peserta didik dalam proses pembelajaran harus menyesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang tertuang dalam kurikulum yang sedang berlaku dengan mengintegrasikan keterampilan abad 21 dan keterampilan berpikir spasial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi keterampilan abad 21 dan keterampilan berpikir spasial pada buku teks geografi kelas X SMA/MA. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian berupa buku teks geografi kelas X SMA/MA terbitan Erlangga karangan Yasinto Sindhu P. tahun 2016. Analisis data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks mengintegrasikan keterampilan abad 21 sebesar 83% dengan kriteria sangat baik, dan mengintegrasikan keterampilan berpikir spasial dengan kriteria rendah. Sebanyak 50% soal pada buku teks terintegrasi sebagai soal non-spatial, 95% soal dalam buku teks tidak menggunakan alat representasi serta 55% soal termasuk dalam proses penalaran input.
Pemetaan Daerah Rawan Bencana Tanah Longsor di Wilayah Kecamatan Silo Kabupaten Jember Jaduk Arief Susetyo; Sri Astutik; Fahmi Arif Kurnianto; Elan Artono Nurdin; Era Iswara Pangastuti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 4 (2023): October 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.4.861-869

Abstract

Silo District, Jember Regency is an area with a mountainous topography dominated by relatively steep slopes. Many landslides occurred in the Silo District area. Based on the results of observations, in 2022 to July there have been 8 landslides in the Silo District area. Landslide disasters can be minimized by mapping landslide-prone areas. The mapping method used is a weighted overlay method for each parameter. The landslide parameters used in this study are: parameters of soil depth, rainfall, slope, soil type and land use. The final results of data processing for each parameter in this study will produce a map of landslide-prone areas in Silo District, Jember Regency. . Based on the research results, the landslide vulnerability classes are grouped into four classifications, namely low, medium, high and very high. The results showed that the Silo District was an area with high vulnerability (54%), medium vulnerability (37%), very high vulnerability (9%) and low vulnerability (1%). Mulyorejo Village is the village with the widest very high vulnerability classification in Silo District.
PEMETAAN JENIS TANAMAN (CROP TYPES MAPPING) DI WILAYAH PANJI DAN KAPONGAN : APLIKASI CITRA SENTINEL-2 Indarto Indarto; Fahmi Arif Kurnianto; Dini Retno Widyaningsih; Dimas Ahmad Naufal
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.2.229-238.2023

Abstract

Citra penginderaan jauh dapat digunakan untuk pemetaan jenis tanaman atau Crop Type Mapping.  Penelitian ini bertujuan untuk memetakan jenis tanaman pada musim kemarau I dan musim kemarau II. Dua citra pada waktu yang berbeda digunakan untuk memetakan jenis tanaman pada musim kemarau I dan II. Metode klasifikasi terbimbing (supervised) dan training area yang memadai digunakan untuk memetakan jenis tanaman yang ada pada wilayah tersebut. Prosedur penelitian mencakup: (1) pengambilan data lapang; pengambilan 43 titik GCP; (2) inventarisasi data citra sentinel-2; (3) pra pengolahan (mencakup komposit dan clipping); (4) pengolahan citra (mencakup penentuan kelas, pembuatan training area, dan klasifikasi citra); (5) uji akurasi; dan (6) pembuatan  peta tematik. Uji akurasi menghasilkan nilai overall dan kappa akurasi sebesar 67.85% dan 59.93% (untuk MK I) serta sebesar 71.39% dan 64.58% (untuk MK II). Secara umum, citra sentinel dapat digunakan untuk memetakan jenis tanaman pada musim kemarau I dan II.
APPLICATION OF DISCOVERY LEARNING TO INCREASE ACTIVITY AND STUDENT LEARNING RESULTS IN UNDERSTANDING THE LIFE ENVIRONMENT IN SMP NEGERI 2 SUKODONO: Bejo Apriyanto, Elan Artono Nurdin, Fahrudi Ahwan Ikhsan, Fahmi Arif Kurnianto Bejo Apriyanto; Elan Artono Nurdin; Fahrudi Ahwan Ikhsan; Fahmi Arif Kurnianto
Geosfera Indonesia Vol. 1 No. 1 (2017): GEOSFERA INDONESIA
Publisher : Department of Geography Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/geosi.v1i1.6187

Abstract

Abstract The purpose of this study is to analyze the main problem in the classroom and improve student learning outcomes in environmental material in SMP Negeri 2 Sukodono. This research is a classroom action research carried out in 2 action cycles. In this study the data obtained in the form of student learning activities, the value of the discussion, and the value of student learning outcomes. The results showed that with the implementation of discovery learning could be improved the activities and learning outcomes of the students in understanding the environmental problems material. Its indicated by the increase of student learning activities from 65.07% (enough) in the first cycle increased to 76.67 % (good) in cycle II. key words : Discovery Learning, Learning Activity, Learning Outcomes. References Budiningsih, Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka. Cipta. Hamalik, Oemar. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Sinar Grafika. Hosnan, M. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21: Ghalia Indonesia Kurniasih, Imas & Sani, Berlin. 2014. Implementasi Kurikulum 2013 Konsep & Penerapan. Surabaya: Kata Pena Mulyasa. 2008. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. Roestiyah .2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Copyright (c) 2017 Geosfera Indonesia Journal and Department of Geography Education, University of Jember Copyright Notice This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share A like 4.0 International License
APPLICATION OF CONTEXTUAL TEACHING LEARNING TO LEARNING RESULTS IN UNDERSTANDING THE LIFE ENVIRONMENT IN SMP NEGERI 2 SUKODONO: Elan Artono Nurdin, Fahrudi Ahwan Ikhsan, Fahmi Arif Kurnianto, Bejo Apriyanto Elan Artono Nurdin; Fahrudi Ahwan Ikhsan; Fahmi Arif Kurnianto; Bejo Apriyanto
Geosfera Indonesia Vol. 1 No. 1 (2017): GEOSFERA INDONESIA
Publisher : Department of Geography Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/geosi.v1i1.6189

Abstract

This study aims to determine the improvement of learning outcomes geography by applying Contextual Teaching and Learning (CTL) on the concept of environmental pollution. This research was conducted at SMPN 2 Sukodono, Lumajang. The method used in this study is the method Classroom Action Research (CAR), PTK is implemented as an effort to overcome problems that arise in certain classes. This method is done with four stages, namely planning, action, observation, and reflection. The four stages are cycles that take place repeatedly and carried out with the same steps and focused on learning Contextual Teaching and Learning (CTL). Based on the results research that has been done shows that student learning outcomes increased. This increase can be seen through the cycle have been done. In the first cycle the average student learning outcomes were 54.76 at the time of the pretest and 77.46 at the time of post-test. While in the second cycle the average student learning outcomes 48.33 at pretest and 78.28 at posttest. key words : Contextual Teaching and Learning, Learning Outcomes, SMPN 2 Sukodono References Hamalik, Oemar. 2004. Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara. Jakarta. Mulyasa. 2009. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Rosdakarya Nasution. 2004. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta. Sanjaya, Wina. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses. Pendidikan. Prenada : Jakarta. Sardiman. 2010. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo. Sukardi. 2009. Metodologi Penelitian Pendidikan(Kompetensi dan Praktiknya). Jakarta: Bumi Aksara Copyright (c) 2017 Geosfera Indonesia Journal and Department of Geography Education, University of Jember Copyright Notice This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share A like 4.0 International License
LEVEL OF KNOWLEDGE OF SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS TO MANGROVE CONSERVATION: Fahmi Arif Kurnianto, Bejo Apriyanto , Elan Artono Nurdin , Fahrudi Ahwan Ikhsan Fahmi Arif Kurnianto; Bejo Apriyanto; Elan Artono Nurdin; Fahrudi Ahwan Ikhsan
Geosfera Indonesia Vol. 1 No. 1 (2017): GEOSFERA INDONESIA
Publisher : Department of Geography Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/geosi.v1i1.6190

Abstract

Geography Learning in XI Social Science Classes still dominated by conventional teaching methods that make students become unmotivated in learning. Therefore, it is necessary to apply a model of learning that can foster activity and student’s level of knowledge. The Group Investigation Learning model (GI) has several advantages. Advantages of Group Investigation Learning model among others: (1) increase the ability to think critically, (2) creating a learning environment that is democratic, (3) enhance the development of soft skills, (4) may improve social solidarity, dan (5) improve student’s level of knowledge to learn. The purpose of this study to analyze the influence of group investigation learning model towards the level of mangrove knowledge of students in senior high school. The type of research is the quasi-experimental study with non equivalent control group posttest only design. The subject of the study consisted of class XI Social Science are selected based on the score of Middle Semester Exam (UTS) 2 on 2014-2015 teachings year that had an average of almost the same (homogeneous).The results of this study are showed significant influence of GI models on Geography level of knowledge to learn of students. It was based on the results of the Independent Sample T-Test analysis showed a p-value of 0.000 level. P-level value is smaller than 0.05 (p <0.05). The average score student’s level of knowledge to learn geography experimental class is higher with a score of 208, while the control class w ith a score of 177. That's because the investigations conducted the mangrove forest, teachers simply deliver early learning problems, frequent interaction between students during learning, and students investigate different sub-themes. Keywords: Group Investigation Learning, Level of knowledge, mangrove Copyright (c) 2017 Geosfera Indonesia Journal and Department of Geography Education, University of Jember Copyright Notice This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share A like 4.0 International License