Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Optimasi Konsentrasi Kinetin dan Benzyl Amino Purine Pada Kultur Tunas Vanili (Vanilla planifolia) Dyah Nuning Erawati; Yusriatul Mawaddah; Siti Humaida; Irma Wardati
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 21 No 1 (2021): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v21i1.2636

Abstract

Vanili berpotensi untuk dikembangkan melalui teknik kultur jaringan untuk mengantisipasi keterbatasan tanaman induk sebagai sumber bahan tanam. Kemampuan perbanyakan tunas vanili secara in vitro perlu dikendalikan dengan pengaturan Kinetin dan Benzil Amino Purin. Kepentingan penelitian ini adalah 1) analisis respon eksplan vanili pada beberapa konsentrasi Kinetin; 2) analisis respon eksplan vanili pada beberapa konsentrasi BAP dan 3) analisis interaksi Kinetin dan BAP terhadap respon eksplan vanili terhadap perbanyakan tunas. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember pada bulan Juni sampai Desember 2020 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor 1 adalah konsentrasi Kinetin 0,0, 1,0, 2,0 mg.L-1 dan faktor kedua adalah konsentrasi BAP 0,5, 1,5, 2,5 mg.L-1. Hasil penelitian membuktikan bahwa perbanyakan tunas paling cepat terjadi pada media MS + Kinetin 2 mg.L-1 dengan rerata 8,7 hari setelah inokulasi. Rerata jumlah pucuk 7,6 pucuk/eksplan dengan berat basah rata-rata tertinggi 0,9 gram/eksplan pada penambahan BAP 1,5 mg. L-1 pada pengukuran 70 hari setelah inokulasi.
PENINGKATAN KUALITAS PENGOLAHAN HASIL KOPI ROBUSTA PADA KELOMPOK TANI SANGKURIANG DESA GARAHAN KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER Usken Fisdiana; Dyah Nuning Erawati; Titien Fatimah; Ramadhan Taufika; Siti Humaida
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i2.8381

Abstract

ABSTRAKMitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah kelompok tani Sangkuriang Desa Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember yang memiliki potensi ketersediaan hasil panen kopi robusta cukup banyak tetapi belum diupayakan pengolahan hasil kopi robusta secara optimal sehingga perlu adanya transfer teknologi tepat guna yang mudah diterapkan untuk meningkatkan kualitas produk melalui pembuatan kopi instan. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani mitra kopi dalam meningkatkan kualitas pengolahan hasil kopi robusta, transfer teknologi tepat guna yang baru sehingga dapat meningkatkan efisiensi penanganan pasca panen kopi robusta dan membuka peluang calon wirausaha baru dengan produk kopi robusta instan. Metode kegiatan yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi untuk menjamin transfer pengetahuan dan teknologi berjalan sesuai target dan sasaran sehingga petani mitra berhasil mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 1) Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan mitra tercapai dengan tanggapan yang baik dan antusias yang tinggi dari mitra; 2) Efisiensi penanganan pascapanen kopi mitra tercapai melalui pengembangan produk kopi instan yang dibuat dengan teknologi yang sederhana dan dengan bahan baku yang tersedia di lapang; 3) Peluang wirausaha baru bagi mitra dengan produk kopi robusta instan kemasan. Kata kunci: kopi instan; kualitas; produk; robusta ABSTRACTPartners for community service activities are the Sangkuriang Farmers Group, Garahan Village, Silo District, Jember Regency which has the potential for the availability of Robusta coffee in large quantities but has not tried to process Robusta coffee products optimally so that proper handling is needed. transfer. easy-to-apply technology to improve quality. products through instant coffee making. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of partner coffee farmers in improving the quality of robusta coffee processing, transfer of appropriate new technologies to improve post-harvest handling efficiency of robusta coffee and open up new opportunities. for prospective entrepreneurs with instant robusta coffee products. The method of activity used includes counseling, training, mentoring, and evaluation to ensure the transfer of knowledge and technology goes according to targets and targets so that partner farmers succeed independently. The results of the activity show that 1) Increased knowledge and skills of partners are achieved with a good response and high enthusiasm from partners; 2) Efficiency of post-harvest handling of partner coffee is achieved through the development of instant coffee products made with simple technology and with raw materials available in the field; 3) New entrepreneurial opportunities for partners with packaged instant robusta coffee products. Keywords: instant coffe; product; robusta; quality
Analisis Usaha Budidaya Bibit Tanaman Mint dan Lidah Buaya Pada Lahan Pekarangan di Kecamatan Sumbersari Jember Siti Humaida; Dyah Nuning Erawati; Titien Fatimah; Samsul Hadi
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v7i2.3359

Abstract

Mitra kegiatan adalah 5 orang ibu yang mewakili kelompok PKK RW 27 Kelurahan Tegal Boto Lor yang bertempat tinggal di wilayah Kecamatan Sumbersari Jember. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah lahan pekarangan yang terbatas di lokasi mitra belum dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan sistem pertanian pekarangan. Permasalahan mitra diselesaikan melalui solusi berupa transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dalam upaya pengembangan sistem pertanian pekarangan untuk budidaya tanaman mint dan tanaman lidah buaya dengan memanfaatkan penggunaan kembali (re-use) limbah sampah plastik sebagai pengganti polibag. Pemanfaatan limbah plastik akan menekan biaya produksi sehingga keuntungan yang akan diperoleh mitra akan berpotensi meningkatkan kesejahteraan keluarga di tengah masa pandemi dan endemi Covid-19.  Analisis usaha memperlihatkan bahwa budidaya bibit mint memiliki nilai R/C ratio sebesar 2.98 dan nilai R/C ratio budidaya bibit lidah buaya sebesar 2.32. Nilai R/C ratio lebih besar daripada nilai 1 menunjukkan bahwa budidaya bibit mint dan budidaya bibit lidah buaya sangat layak untuk dijalankan atau dikembangkan. Semakin besar nilai R/C semakin besar pula tingkat keuntungan yang akan diperoleh dari usaha tersebut.
Edukasi budidaya kelapa (Cocos nucifera L.) menggunakan teknik good agriculture practice di kecamatan Gumukmas kabupaten Jember Ramadhan Taufika; Usken Fisdiana; Siti Humaida; Dwi Rahmawati; Dyah Nuning Erawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21619

Abstract

Abstrak Produksi kelapa di Kabupaten Jember setiap tahun mengalami fluktuasi karena beberapa faktor. Salah satu penyebab yaitu mayoritas petani di Indonesia belum melakukan teknik budidaya kelapa menggunakan aplikasi Good Agriculture Practice (GAP). Kecamatan Gumukmas merupakan salah satu daerah dengan penghasil kelapa yang rendah dibandingkan dengan daerah lain di Kabupaten Jember. Hasil analisis situasi melalui wawancara dengan Ketua Gapoktan Jaya Makmur di Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas diketahui permasalahan yang terjadi terkait produksi kelapa yang rendah adalah mitra memiliki pengetahuan yang rendah terkait budidaya kelapa. Informasi lain yang diperoleh dari mitra Gapoktan Jaya Makmur Desa Menampu Kecamatan Gumukmas, mulai dari tahun 1990 sejak introduksi kelapa di Kecamatan Gumukmas, budidaya kelapa yang dilakukan oleh mitra secara mandiri dan tidak ada edukasi dari pihak terkait. Solusi untuk menyelesaikan permasalahan mitra antara lain memberikan informasi dan pengetahuan kepada mitra. Langkah tersebut dilaksanakan oleh tim pengabdi dengan memberikan edukasi tentang budidaya Kelapa Dalam menggunakan aplikasi GAP mulai dari tahap persemaian benih, pembibitan, serta pemeliharaan kelapa pada fase Tanaman Menghasilkan. Tahap kegiatan meliputi koordinasi rencana kegiatan, edukasi budidaya kelapa menggunakan teknik GAP, serta evaluasi. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah pengetahuan mitra mengenai budidaya kelapa meningkat. Hal ini dilihat dari sesi tanya jawab serta hasil pretest dan post test mitra pada saat pengabdian. Hasil akhir pengabdian ini mitra berkeinginan untuk budidaya kelapa dengan teknik GAP. Kata kunci: budidaya; edukasi; kelapa; pengetahuan; permasalahan Abstract Coconut production in Jember Regency fluctuates every year due to several factors. One of the reasons is that the majority of farmers in Indonesia have not implemented coconut cultivation techniques using the Good Agriculture Practice (GAP) application. Gumukmas District is one of the areas with low coconut production compared to other areas in Jember Regency. The results of the situation analysis through interviews with the Chair of Gapoktan Jaya Makmur in Menampu Village, Gumukmas District revealed that the problem that occurs related to low coconut production is that partners have low knowledge regarding coconut cultivation. Other information obtained from partners of Gapoktan Jaya Makmur, Menampu Village, Gumukmas District, starting from 1990 since the introduction of coconut in Gumukmas District, coconut cultivation was carried out by partners independently and there was no education from related parties. Solutions to resolve partner problems include providing information and knowledge to partners. This step was carried out by the service team by providing education about Deep Coconut cultivation using the GAP application starting from the seed sowing, nursery and coconut maintenance stages in the Producing Plants phase. The activity stage includes coordination of activity plans, education on coconut cultivation using the GAP technique, and evaluation. The result of implementing community service activities is that partners' knowledge regarding coconut cultivation increases. This can be seen from the question and answer session as well as the results of the partners' pretest and posttest during the service. The final result of this service is that partners wish to cultivate coconuts using the GAP technique. Keywords: cultivation; coconuts; education; knowledge; problems