Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Gema Wiralodra

Penyebab Tingginya Angka Penderita Influenza Like Ilness (ILI) pada Anak: Studi Kasus di Salah Satu Wilayah Kerja UPTD Kabupaten Indramayu Tating Nuraeni; Siti Pangarsi Dyah Kusuma Wardani; Purbaningrum Dwi Nur; Mardiah Laesya Nurhayatul; Maryansah Santoso; Ilham Febriyan
Gema Wiralodra Vol. 12 No. 2 (2021): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v12i2.164

Abstract

Influenza Like Illness (ILI) merupakan suatu penyakit virus akut yang menyerang saluran pernafasan ditandai dengan timbulnya demam, sakit kepala, mialgia, lesi, coryza, sakit tenggorokan dan batuk. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan tingginya angka penderita Influenza di Kabupaten Indramayu. Penelitian dilakukan selama enam bulan di salah satu puskesmas yang ada di Indramayu tepatnya di Puskesmas Lohbener. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasi dan wawancara secara mendalam, proses pengumpulan data didapat dari data sekunder yang diberi oleh pihak puskesmas untuk kepentingan pengamatan. Hasil penelitian menemukan bahwa penderita ILI di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lohbener memiliki angka yang cukup tinggi setiap bulannya. Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan tingginya angka penderita ILI di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lohbener pada bulan Juli sampai dengan Desember 2020, seperti musim hujan, daya tahan tubuh seseorang, usia dan jenis kelamin turut mempengaruhi tingginya angka penderita ILI di wilayah tersebut.
Faktor Risiko Penyakit Diare di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sindang, Kabupaten Indramayu Tating Nuraeni; Siti Pangarsi Dyah Kusuma Wardani
Gema Wiralodra Vol. 13 No. 1 (2022): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v13i1.243

Abstract

Diare adalah salah satu penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat dari berbagai kalangan usia. Karena banyak diderita sering kali diare ini diabaikan oleh banyak orang. Padahal diare jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan dehidrasi, dan diare dengan dehidrasi dapat menyebabkan kematian terutama pada balita. Diare merupakan suatu kondisi dimana individu mengalami buang air dengan frekuensi sebanyak 3 atau lebih per hari dengan konsistensi tinja dalam bentuk cair. Ini biasanya merupakan gejala infeksi saluran pencernaan. Menurut Ayu Putri Ariani, (2016: 12) diare adalah Buang Air Besar (BAB) encer atau bahkan padat berupa air saja (mencret) biasanya lebih dari 3 kali dalam sehari. Diare (Diarrheal Disease) berasal dari bahasa yunani yaitu Diarroi yang artinya mengalir terus, adalah keadaan abnormal dari pengeluaran tinja yang frekuensinya meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko penyakit diare di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sindang Kabupaten Indramayu Tahun 2020. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sindang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasi dan wawancara secara mendalam. Berdasarkan penelitian yang didapat dihasilkan bahwa yang menjadi faktor risiko dari penyakit diare di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sindang adalah usia, jenis kelamin, daya tahan tubuh, perilaku atau kebiasaan masyarakat, sanitasi lingkungan, dan pemberian ASI ekslusif. Kata kunci: Faktor Risiko, Penyakit Diare, Puskesmas.
Pengaruh Kelas Persiapan Persalinan dengan Kecemasan Menjelang Persalinan pada Ibu Hamil Trimester III di Salah Satu Klinik di Indramayu Siti Pangarsi Dyah Kusumah Wardani; Tating Nuraeni; Roifatun Nisa
Gema Wiralodra Vol. 13 No. 2 (2022): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v13i2.295

Abstract

kehamilan dan persalinan. Semua kematian ibu, 94% terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah. Selain itu, mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin merupakan masalah besar di negara berkembang. Beberapa faktor yang berkontribusi terjadinya persalinan lama antara lain power atau kekuatan ibu saat melahirkan tidak efektif dan psikologis ibu yang tidak siap menghadapi persalinan. Berdasarkan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengaruh kelas persiapan persalinan dengan kecemasan menjelang persalinan pada ibu hamil trimester III di salah satu Klinik di ndramayu Penelitian tentang kelas persiapan persalinan ini akan dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Cantigi. Lokasi ini dipilih karena angka kematian ibu di Jawa Barat masih tinggi, yang dialami pada saat kehamilan, persalinan dan pasca persalinan. Metode penelitian ini adalah metode quasi eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan skala pengukuran yang digunakan adalah uji t test. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa (1) bu hamil trimester III yang melakukan pemeriksaan di Klinik Putra Remaja Indramayu mayoritas berusia antara 20 – 35 tahun, mayoritas merupakan primigravida dan separuh lebih berpendidikan antara SD dan SMP. (2) Setelah dilakukan kelas persiapan persalinan sebanyak dua kali, maka tampak hasil bahwa terdapat pengaruh kelas persiapan persalinan terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan. Hal ini tampak dari penurunan skor kecemasan ibu hamil sebelum dilakukan kelas persiapan persalinan dan setelah dilakukan kelas persiapan persalinan.
Dominant Factors Affecting HIV AIDS Prevention In The Village “X” Bongas District Of Indramayu In 2023 Wardani, Siti Pangarsi Dyah Kusuma; Astuti, Nur Mega; Nuraeni, Tating
Gema Wiralodra Vol. 15 No. 3 (2024): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v15i3.704

Abstract

Data from the health service of Indramayu district in 2021 showed that the number of cases of HIV AIDS was 4,849 per incidence in Indramayu district, with the highest cases in Bongas district being 392. The research was conducted in the village "X" in Bongas district. This study aims to identify the factors that most influence HIV AIDS prevention attitudes. The subject of the research was the entire village community "X", consisting of 5,553 people with a sample of 100 people, and using a cross-sectional research design and continued with multivariate modeling. Data collection method using a questionnaire. Multivariate data analysis with double logistic regression, univariate with chi square and fisher exact tests, and bivariate tests. Based on the results obtained from respondents with an environmental culture of good HIV/AIDS prevention attitude 38 (32.2), p-value (0.018), respondents who have good social communications related to AIDS HIV prevention stance 60 (58.9) with p-valu (0.279), respondents whose friendship related to HIV AIDS prevention posture is good 49 (42.2) with a p- value (0,003), respondents having knowledge related to a good AIDS HIV-prevention stance 56 (48.4) with a P-valure (0,000), respondants who are exposed to media information about HIV/aids preventive stance 50 (49.0) with the p- value (0.606), respondents have experience with a good HIV-AIDS preventative attitude 50 (44.0) with p -value ( 0,007). There is an influence of environmental culture, friendships, knowledge, and experience on the attitude of HIV AIDS prevention, there is no influence on social communications on the approach of AIDS HIV prevention. Environmental cultural factors are the most dominant factors. Other research is expected to further refine the social capital approach to HIV/AIDS.