Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI E-GOVERNMENT DALAM MENINGKATAN KINERJA PELAYANAN PUBLIK PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN CIAMIS Ahmad Juliarso
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol 10 No 1 (2019): Vol.10 No1 Januari 2019
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v10i1.1417

Abstract

Implementasi e-government dalam pelayanan publik pada Pemerintah Daerah diharapkan dapat menghasilkan pelayanan publik yang lebih cepat, lebih baik, dan lebih efisien, serta dapat meningkatkan penerapan prinsip -prinsip tata kepemerintahan yang baik (good governance). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi e-government dalam hal pelayanan publik di Kabupaten Ciamis, yang didasarkan pada evaluasi pemeringkatan e-government Indonesia, analisis indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik berbasis e-government, dan evaluasi implementasi e-government. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan deskriptif analisis. Berdasarkan hasil penelitian, kemajuan penerapan e-government di Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis adalah telah banyak menggunakan perangkat lunak aplikasi pada situs web www.ciamiskab.go.id dan sistem informasi lainnya yang menunjang pelaksanaan tugas kantor maupun pelayanan kepada masyarakat. Adapun kelemahannya adalah terbatasnya sumber daya manusia yang mampu untuk mengoperasikan dan mengelola aplikasi tersebut. Maka dari itu, guna meningkatkan pengelolaan e-governemnt diberikan rekomendasi untuk dilakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola aplikasi dan mengintegrasikan sistem informasi dalam pengelolaan e-government tersebut dalam rangka peningkatan kinerja pelayanan publik di Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis.
PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DI DESA WANASIGRA KECAMATAN SINDANGKASIH KABUPATEN CIAMIS Ahmad Juliarso; R. Didi Djadjuli; Evi Noviawati
Abdimas Galuh Vol 4, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v4i2.7606

Abstract

Tujuan dalam kegiatan ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis kondisi pemberdayaan UMKM Sentra home industri dan wisata di Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan antara lain metode ceramah dan metode demonstrasi. Adapun hasil yang diperoleh dari pengabdian ini antara lain (1) Peningkatan pengetahuan mitra tentang usaha pengolahan makanan ringan serta motivasi dan kewirausahaan melalui evaluasi awal dan kegiatan penyuluhan dengan metode ceramah. (2) Peningkatan keterampilan mitra dengan metode demonstrasi dan latihan. (3) Pelatihan Inovasi Pemasaran dengan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi, dimana materi-materi yang diberikan kepada mitra Laksana disesuaikan dengan kebutuhan peserta dan pengetahuan peserta. (4) Bimbingan Manajemen Usaha dilakukan dengan metode pendampingan terhadap mitra mengenai cara mengelola usaha (5) Hasil evaluasi akhir menunjukan tingginya  motivasi pelaku usaha dengan adanya penaikan pendapatan dan pengembangan promosi di berbagai media online.
Policy implementation for community-based territorial development and empowerment: The 2019 PIPPK program in Cijawura, Bandung City Ahmad Juliarso; Ginanjar Wira Saputra; R. Didi Djadjuli; Sahadi
Interdisciplinary International Journal of Conservation and Culture Vol 1 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/iijcc.v1i1.6286

Abstract

This study examines the implementation of the 2019 Regional Development and Empowerment Innovation Program (PIPPK), a territorial development and community empowerment innovation program, in Cijawura Urban Village, Buahbatu District, Bandung City. The program was designed to decentralize neighborhood-scale development, strengthen community institutions, and combine public funding with participatory planning. A qualitative descriptive case-study design was used, drawing on field observations, semi-structured interviews with government and community actors, and policy and administrative documents. Data were interpreted through Edwards III’s policy implementation framework, focusing on communication, resources, disposition, and bureaucratic structure, and analyzed through reduction, display, and conclusion verification. The findings show a pattern of partial effectiveness. Bureaucratic arrangements and formal responsibility were relatively clear, while human-resource capacity, technical understanding, steering-team performance, and cross-level communication remained uneven. Budget realization reached 92.60%, but high absorption did not automatically indicate optimal empowerment outcomes. Misunderstandings about the nature of PIPPK allocations, limited monitoring intensity, and a stronger emphasis on physical activities than local economic empowerment constrained program effectiveness. The study concludes that community-based decentralization requires not only funding and formal structures but also sustained communication, implementation capacity, collaborative monitoring, and clearer technical guidance.
Developing Curug Batu Kasur through environmental conservation and community-based tourism: A qualitative study in Ciamis, Indonesia Ari Kusumah Wardani; Ginanjar Wira Saputra; Ahmad Juliarso; Silvi Zahratun Nisa; Jeni Sriyanti
Interdisciplinary International Journal of Conservation and Culture Vol 2 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/iijcc.v2i1.6292

Abstract

Curug Batu Kasur is a small-scale nature tourism destination in Sindangkasih Village, Cikoneng District, Ciamis Regency, West Java, whose appeal rests on a clear mountain stream, a waterfall, rural scenery, and locally embedded social values. This study examines how the site can be developed through environmental conservation and community-based tourism while preserving its ecological and cultural character. A descriptive qualitative design was employed through field observation, open-ended interviews with relevant local informants, and literature review; data were interpreted through thematic comparison and triangulation. The findings indicate five interconnected development assets: relatively well-preserved natural features, a strong place identity linked to local history, community participation in tourism operations, opportunities for local economic diversification, and potential for environmental education. At the same time, limited access infrastructure, weak digital promotion, uneven managerial capacity, waste-management risks, and the absence of more systematic visitor management constrain sustainable growth. The study concludes that Curug Batu Kasur should not be developed through mass-tourism expansion, but through incremental, community-led improvements supported by collaborative governance, digital communication, conservation rules, and capacity building. This approach can strengthen local livelihoods while maintaining the natural and socio-cultural values on which the destination depends.