Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Batakarang

PENGARUH KESULITAN BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA POGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN: THE EFFECT OF LEARNING DIFFICULTIES AND LEARNING MOTIVATION ON THE IMPLEMENTATION OF NETWORK LEARNING IN PANDEMIC TIMES COVID-19 IN BUILDING ENGINEERING EDUCATION STUDY PGRAMS Wilhelmina Maure; Tetty Setiawaty; Jakobis J. Messakh
BATAKARANG Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.75 KB)

Abstract

Di masa pandemi covid-19 model pembelajaran yang digunakan Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan adalah pembelajaran dalam jaringan. Pembelajaran dalam jaringan dipengaruhi oleh beberapa faktor diataranya kesulitan dan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan: (1) Mendapatkan data tentang besarnya pengaruh kesulitan belajar terhadap pelaksanaan belajar dalam jaringan. (2) Mendapatkan data tentang besarnya pengaruh motivasi belajar terhadap pelaksanaan belajar dalam jaringan. (3) Mendapatkan data tentang besarnya pengaruh kesulitan belajar dan motivasi belajar secara besama-sama terhadap pelaksanaan belajar dalam jaringan pada Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi spss versi18. Tahapan dan hasil pengujian: (1) Uji normalitas data, didapatkan data berdistribusi normal dengan asumsi signifikan 0,339 > 0,05. (2) Uji Linearitas bedasarkan F tabel X1 dengan nilai Df 35 terhadap 72 = 1,626 < 1,903, artinya ada hubungan signifikan, X2 dengan nilai Df 28 terhadap 79 = 0,612< 1,186, artinya ada hubungan. (3) Uji Multikolinearitas X1 dan X2 dilihat dari nilai tolence yaitu 1,130 > 0,01 < 0,05, maka tidak terjadi multikolinearitas dan dapat dilanjutkan uji regresi linera berganda, artinya penelitian baik. (4) Uji Heterokedastisitasan menunjukkan bahwa scatterplot model regresi tidak ada kesamaan varians, nilai koefisien determinasi (R Square) = 0,156 < 0,05, artinya ada penggaruh secara simultan antara X1 dan X2 = 0,156 atau 15,6 % sedangkan sisanya 84,4 % dipengaruhi oleh factor lain dan hasil. (5) Uji Hipotesis, berdasarkan tabel anova nilai X1 dan X2 adalah 0,000 < 0,005 artinya nilai X1 dan X2 secara simultan diterima, tabel anova F hitung Y = 9,770 > 3,084, maka hipotesis H3 diterima artinya ada pengaruh antara X1 dan X2 terhadap Y, berdasatkan t tabel nilai signifikan X1 = 0,590 > 0,05, maka H1 ditolak karena tidak ada pengaruh dan niali signifikan X2 = 0,039 < 0,05, maka hipotesis H2 diterima. (6) Uji Regresi linear berganda didapatkan persamaan yaitu: Y= 28,591- 0,151 X1+ 0,676 X2 dari persamaan ini dijelaskan bahwa nilai kostanta (28,591), artinya jika X1 dan X2 nilainya nol maka Y=28,591, nilai X1 (-0,151), artinya tanda negatif berakibat bila X1 rendah maka Y akan meningkat, nila X2 (0,676), artinya bahwa tanda positif berarti apabila X2 meningkat maka Y akan mengalami peningkatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk meningkat pelaksanaan pembelajaran dalam jaringan maka dibutuhkan motivasi belajar yang tinggi, semakin tinggi motivasi belajar maka semakin rendah kesulitan belajar dan perlu adanya kerja sama antara mahasiswa untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan pemebelajaran dalam jaringan.
ANALISIS KESIAPAN DAN POLA BELAJAR MAHASISWA MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19: ANALYSIS OF STUDENT READINESS AND LEARNING PATTERNS IMPLEMENTING ONLINE LEARNING IN THE COVID-19 PANDEMIC Tetty Setiawaty; Paul G. Tamelan
BATAKARANG Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis kesiapan dan pola belajar mahasiswa melaksanakan pembelajaran daring di masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus menggunakan analisis data model interaktif (Miles dan Huberman, 2007), yaitu mengumpulkan data, mereduksi data, memaparkan data, dan mengambil kesimpulan. Hasil penelitian mampu menjawab rumusan masalah penelitian, yaitu: 1) persiapan mahasiswa dalam melaksanakan pembelajaran daring, dilakukan dalam bentuk persiapan mental, persiapan fisik, persiapan saran dan prasarana pembelajaran, manajemen waktu, aktif dalam forum diskusi dan memiliki komitmen dalam belajar; 2) bentuk pola belajar mahasiswa adalah: belajar mandiri dan kelompok, disiplin mengatur waktu belajar, fokus dan selalu mengulang mater, memotivasi diri sendiri, memanfaatkan waktu antara kuliah, belajar, bersantai dan membantu pekerjaan orang tua.
PROBLEMATIKA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN DALAM MENGHADAPI PROSES PEMBELAJARAN DARING DIMASA PANDEMI COVID-19: PROBLEMS OF STUDENTS IN THE BUILDING ENGINEERING STUDY PROGRAM IN DEALING WITH THE ONLINE LEARNING PROCESS DURING THE COVID-19 PANDEMIC Mariana Kristin; Tetty Setiawaty; Paul G. Tamelan
BATAKARANG Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mendapatkan data tentang permasalahan: 1) pembelajaran daring yang dihadapi mahasiswa berdasarkan letak geografis; 2) kreativitas dan keaktifan mahasiswa dalam melaksanakan proses pembelajaran daring; dan 3) kesiapan mahasiswa dalam melaksanakan proses pembelajaran daring. penelitian ini menggunakan analisis regresi ganda menggunakan langkah-langkah, uji normalitas, uji linieritas, uji multikolineritas, uji heterokeasitas, dan syarat-syarat regresi berganda. Penelitian dilakukan di Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan menggunakan jumblah sampel 158 orang. Hasil penelitian ini menunjukan persamaan regersi Y = 13,516 + 0,100X1 + 0,117X2 + 0,756X3, yang berarti jika Nilai konstanta sebesar 13,516 menunjukkan bahwa variable letak gografis, keaktifan dan kreativitas mahasiswa, kesiapan mahasiswa jika nilainya 0 maka pembelajaran daring meningkat sebesar 13,516 jika letak geografis (X1) sebesar 0,100 dengan nilai positif berati meningkat sebesar 1 kali maka pembelajaran daring meningkat sebesar 0,063, keaktifan dan kreatifitas (X2) sebesar 0117 sebesar 1 kali maka pembelajaran daring meningkat sebesar 0,019 kesiapan (X3) sebesar 0,756 dengan nilai positif. Hal ini berarti bahwa jika variabel kesiapan meningkat sebesar 1 kali maka pembelajaran daring meningkat sebesar 0,756.