Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH METODE DAN DOSIS APLIKASI VERMIKOMPOS PADA BUDIDAYA TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae L.) SECARA HIDROGANIK Qonaiza Gilang Wisang; Anis Sholihah; Nurhidayati Nurhidayati
Jurnal Agroteknologi Vol 12, No 2 (2022): Februari 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ja.v12i2.9492

Abstract

Dengan semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat tentang produk pangan sehat, mendorong berkembangnya budidaya tanaman sayuran secara hidroponik kultur substrat khususnya di wilayah perkotaan. Penggunaan pupuk organik pada sistem budidaya hidroponik masih jarang digunakan. Penelitian ini merupakan percobaan pot di rumah plastik yang menggunakan kultur substrat berupa campuran cocopeat, biochar sekam dan pasir dengan sumber nutrisi berasal dari pupuk vermikompos. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh metode aplikasi dan dosis vermikompos padat maupun vermikompos cair terhadap pertumbuhan, dan hasil tanaman kailan. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan kontrol. Faktor I adalah cara aplikasi vermikompos terdiri dari tiga taraf yaitu M1= Vermikompos padat, M2= kombinasi vermikompos padat dan cair, M3 = Vermikompos cair.  Faktor II adalah Dosis Vermikompos yang terdiri dari lima taraf yaitu V1= 100 gram, V2= 200 gram, V3= 300 gram, V4= 400 gram, dan V5= 500 gram per pot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi vermikompos padat pada dosis 300-500 g/pot memberikan rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman  (10,25 cm), jumlah daun (7,80) dan luas daun tanaman (295,73 cm2) yang nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.  Berat segar total biomassa dan berat segar hasil yang bernilai ekonomis tertinggi terdapat  pada perlakuan vermikompos padat pada dosis 500 g/pot  masing-masing sebesar 62,14 gram dan 58,33 g,  tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan control yaitu sebesar 66,54 gram  dan 61,84 gram. Hasil penelitian ini menyarankan bahwa untk mendapatkan hasil kailan yang tinggi,  penggunaan vermikompos padat dengan  dosis 500 g/pot direkomendasikan pada budidaya tanaman kailan secara hidroganik.
Pemanfaatan Tanaman Paitan yang Berlimpah Sebagai POC (Pupuk Organik Cair) Guna Mendukung Pertanian Ramah Lingkungan Anis Sholihah; Muchtar Abdul Latif; Rizaldi Al Ayubi; Diana Yusuf Adi Prasetyo; Herdian Irwansyah; Ida Uswatun Hasanah; Rifdha Hasna’ Rohadatul Aisy; Nindya Febri Setyo Utami; Maesaroh Maesaroh; Addelia Shakila; Zuhanid Zamarudah; Dhea Alief Rahmasari
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol 1, No 4 (2020): Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v1i4.8790

Abstract

POC (pupuk organik cair) adalah pupuk yang tersedia dalam bentuk cair dan dibuat secara alami melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan larutan hasil pembusukan dari sisa tanaman, maupun kotoran hewan atau manusia. Teknologi pembuatan POC sendiri kurang dikuasai petani, sehingga kelompok KKN 46 berinisiatif perlu melakukan pelatihan pembuatan POC bagi petani di Desa Glanggang Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang dengan memanfaatkan tanaman paitan. Tanaman paitan sendiri di desa Glanggang dianggap gulma oleh masyarakat setempat yang tumbuh liar dan berlimpah di desa tersebut.  Disamping memanfaatkan tanaman liar tujuan dari pembuatan POC ini adalah untuk mengurangi kebiasaan petani desa Glanggang dalam penggunaan pupuk kimia ke pupuk organik cair ramah lingkungan. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari beberapa tahapan; tahap pertama yaitu survey lokasi tanaman paitan yang tumbuh liar dan berlimpah, tahap kedua berkoordinasi dengan ketua kelompok tani “Dewi Sri” di desa Glanggang, tahap ketiga persiapan pelaksanaan pelatihan dan tahap terakhir yaitu tahap keempat adalah pelaksanaan kegiatan pembuatan POC.
Pengaruh Metode Pembibitan Dan Berat Substrat Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Agus Sugianto; Anis Sholihah
Folium : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 2 (2018): Folium : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.678 KB) | DOI: 10.33474/folium.v2i2.1015

Abstract

Perkembangan budidaya jamur yang pesat saat ini ternyata tidak diikuti dengan perkembangan teknologi pembibitan dan budidayanya. Ketersediaan bibit yang langka menyebabkan keberadaan bibit menjadi faktor pembatas dalam budidaya jamur tiram yang berakibat pada mahalnya harga bibit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pertumbuhan dan produksi jamur tiram putih yang berasal dari metode Tanam Eksplan Langsung (TEL) dan metode Biakan Murni Miselium (BMM) yang dikombinasi dengan berat substrat tanam berbeda. Penelitian dilaksanakan di laboratorium terpadu dan rumah jamur Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang pada bulan Oktober 2016 – Pebruari 2017. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah metode pembibitan (M) terdiri dari dua level yaitu m1 = metode TEL dan m2 = metode BMM. Faktor kedua adalah berat substrat (B) terdiri dari b1 (1 kg) , b2 (1,5 kg), b3 (2 kg), dan b4 (2,5 kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode TEL dapat dipakai sebagai metode alternatif dibanding metode BMM yang lebih rumit. Metode TEL menghasilkan produksi bobot segar total badan buah jamur yang lebih tinggi dari metode BMM, dengan bobot segar total badan buah berturut- turut sebesar . 951,5 g dan 919,5 g (rata-rata dua kali periode panen). Efesiensi biologi tertinggi justru terdapat pada berat substrat 1 kg (b1) sebesar 63,1% pada panen dua kali. Kata Kunci: jamur tiram putih, pembibitan, berat substrat,  efesiensi biologi
Pengaruh Substrat Afkir Jamur Kayu Dan Metode Pembuatan Bibit Yang Berbeda Pada Pertumbuhan Dan Produksi Jamur Merang (Volvariella Volvaceae) Dengan Sistem Nampan Bersusun Agus Sugianto; Anis Sholihah; Siti Muslikah
Folium : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 2 (2019): Folium : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.283 KB) | DOI: 10.33474/folium.v3i2.2053

Abstract

Jamur merang merupakan salah satu jenis jamur yang banyak digunakan sebagai olahan makanan, permintaan jamur merang terus meningkat menyebabkan nilai ekonominya juga terus meningkat. Selama ini budidaya jamur merang membutuhkan tempat yang luas sehingga perlu dilakukan terobosan inovasi budidaya dengan sistem nampan. Kandungan  mineral limbah media jamur kayu yang tersisa dapat digunakan sebagai campuran media tumbuh jamur merang. Pembuatan bibit metode tanam eksplan langsung baru sebatas bibit jamur kayu dan belum pernah digunakan pada jamur merang maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi jamur merang serta mengetahui analisis nilai usaha tani. Rancangan yang digunakan RAL faktorial dua faktor, faktor pertama yaitu penambahan substrat afkir jamur kayu dan faktor kedua adalah metode pembuatan bibit yang berbeda. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan secara umum tidak banyak terjadi interaksi antar perlakuan, namun secara terpisah perlakuan metode pembuatan bibit yang berbeda memiliki masa pertumbuhan yang berbeda, pada metode bibit TEL (tanam eksplan lagsung) memiliki periode masa panen total selama 20 hari dan metode BMM (biakan murni mieselum) 24 hari. Hasil analisis usaha tani penggunaan limbah jamur 40% memiliki nilai usaha tani paling tinggi dalam 11 periode tanam. Kata Kunci : Jamur Merang, Limbah Baglog Afkir, Sistem Nampan Bersusun.
Kaji Banding Pertumbuhan dan Kadar Hara N,P dan K Tanaman Jagung (Zea mays L). pada Tiga Macam Pupuk Organik Berbeda Kualitas M.Rizky Romadhoni; Anis Sholihah; N. Nurhidayati
Folium : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 2 (2019): Folium : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.627 KB) | DOI: 10.33474/folium.v3i2.1004

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan komoditas tanaman pangan yang berperan penting dan strategis dalam pembangunan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kadar hara N,P,K akibat interaksi macam pupuk organik dengan dosis aplikasinya. Penelitian ini merupakan percobaan pot yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan Kontrol, faktor pertama adalah macam pupuk organik (vermikompos, pupuk kotoran sapi dan kompos seresah daun bambu) dan faktor kedua adalah dosis aplikasinya (5, 10, 15 dan 20 ton.ha-1).  Dari dua faktor tersebut diperoleh 12 kombinasi perlakuan dan ditambah satu perlakuan kontrol. Tiap-tiap perlakuan diulang 3 kali. Ada dua variabel pengamatan yang dilakukan yaitu variabel tumbuh dan variabel kadar hara. Data yang diamati dianalisis dengan uji F pada taraf 5%. Jika terdapat pengaruh nyata maka dilanjut dengan uji BNJ 5% dan uji Dunnet pada taraf 5%. Dilakukan uji regresi untuk menentukan dosis optimum masing-masing pupuk organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman terbaik adalah aplikasi vermikompos dengan dosis 15-20 ton.ha-1 dan pupuk kotoran sapi 10-20 ton.ha-1. Sedangkan perlakuan yang memberikan kadar hara tertinggi adalah aplikasi vermikompos dengan dosis 20 ton.ha-1. Keywords: Jagung, Vermikompos, Pupuk Kotoran Sapi, Kompos Daun Bambu
Peningkatan Produksi Jamur Tiram Putih (Pleoratus ostreatus L.) dan Jamur Kuping (Auricularia auricula L.) Melalui Variasi Berat Substrat Maratus Sholihah; Agus Sugianto; Anis Sholihah
Folium : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2018): Folium : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.342 KB) | DOI: 10.33474/folium.v2i1.999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi jamur tiram putih dan jamur kuping pada berat substrat yang bervariasi serta nilai R/C rasio analisis usaha taninya. Penelitian dilakukan rumah jamur Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang pada bulan Maret sampai bulan Agustus 2017. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial yang terdiridari dua faktor. Faktor pertama adalah jenis jamur (J) terdiri dari J1(jamur tiram putih) dan J2 (jamur kuping). Faktor kedua adalah berat substrat (B) terdiri dari B1 (1 kg) , B2 (1,5 kg), B3 (2 kg), dan B4 (2,5 kg). Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan dan produksi jamur tiram putih dan jamur kuping  terbaik pada perlakuan B4 (berat substrat 2,5 kg) dengan hasil bobot segar total badan buah jamur tiram putih sebesar 372,43 g dan jumlah badan buah sebesar 31,14 buah. Pada jamur kuping bobot segar total badan buah sebesar 136,86 g dan jumlah badan buah 10,17 buah. Pada nilai efisiensi biologi (EB) menunjukkan berat substrat 1 kg memiliki nilai tertinggi yaitu 11,05 %. Analisis usaha tani pada perlakuan B4 (berat substrat 2,5 kg) memiliki nilai penerimaan usaha tani dan nilai R/C rasio tertinggi yakni sebesar Rp.365.000,00,- dan 0,31. Kata kunci: jamur tiram putih, jamur kuping, variasi berat substrat, produksi
Pengaruh Aplikasi Vermikompos Berbahan Aditif Pestisida Nabati Terhadap Pertumbuhan, Hasil Dan Serapan Hara N, P Dan K Tanaman Brokoli (Brassica oleracea L.) Yang Terinfeksi Hama Plutella xylostella Prayoga Gumilar Geri Winarno; Anis Sholihah; N Nurhidayati
Folium : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 2 (2019): Folium : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.743 KB) | DOI: 10.33474/folium.v3i2.2057

Abstract

Untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia terhadap lingkungan dalam sistem budidaya konvensional, perlu adanya teknik pengendalian alternatif secara organik dengan menggunakan pupuk organik dan pestisida nabati.  Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan pengaruh aplikasi vermikompos berbahan aditif pestisida nabati terhadap pertumbuhan, hasil dan serapan hara tanaman brokoli (Brassica oleracea L.) yang terinfeksi hama Plutella xylostella. Penelitian merupakan percobaan pot menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) sederhana yang terdiri atas 14 perlakuan yaitu P0 (kontrol), P1 (pupuk dan pestisida kimia) P2 – P13 (menggunakan vermikompos berbahan aditif pestisida nabati dengan cara aplikasi yang berbeda). Variabel yang diamati adalah variabel tumbuh, hasil serapan N, P dan K tanaman.  Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P4 dan P6 memberikan pertumbuhan tanaman terbaik, perlakuan P4, P6 dan P8 memberikan berat segar total biomassa tertinggi berturut-turut dengan nilai 257,85 gram, 257,31 gram dan 250,64 gram, perlakuan P7 memberikan berat kering total biomassa tertinggi dengan nilai 37,32 gram, perlakuan P6 memberikan diameter floret terbesar dengan nilai 8,76 cm dan perlakuan P9 memberikan hasil indeks panen tertinggi dengan nilai 26,96 %. Perlakuan P4 memberikan serapan hara N dan P tertinggi dengan nilai berturut-turut  1,24  dan 0,16 gram tan.-1.   Serapan hara K tertinggi pada perlakuan P8 dengan nilai 1,36 gram tan.-1. Hasil penelitian ini menyarankan bahwa untuk pengendalian hama ulat Plutella xylostella secara organik, perlu aplikasi vermikompos dengan  bahan aditif daun mimba + daun pepaya dan  daun mimba + daun paitan yang dibenamkan Kata Kunci: Vermikompos, pestisida nabati, serapan hara, pertumbuhan dan hasil tanaman, brokoli (Brassica oleracea L.), hama (Plutella xylostella) 
Mineralisasi Nitrogen Kompos Campuran Residu Kedelai Dan Jerami Padi Berbagai Komposisi Anis Sholihah; Agus Sugianto; M. Taqiudin Alawy
Folium : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5, No 1 (2021): Folium : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/folium.v5i1.10360

Abstract

This study aims to determine the quality of the compost and the amount of nitrogenrelease resulting from mineralization from the compost mixture of soybean residuesand rice straw. The research was conducted in two stages; Stage 1. Making a compostmixture of soybean residue and rice straw with 5 mixed compositions, namely; D1 =100% soybean residue; D2 = 75% soybean residue + 25% rice straw; D3 = 50%soybean residue + 50% rice straw; D4 = 25% soybean residue + 75% rice straw; D5 =100% rice straw. Stage 2.The unwashed incubation experiment aims to determine theamount of nitrogen mineralization from the results of the compost mixture of stage 1 bymeasuring the amount of nitrogen released into the soil, the experiment uses acompletely randomized design (CRD) with the same mixed compost treatment withstage 1 plus 2 comparative treatments, namely control treatment and NPK treatment(D6). The results showed that the mixture of organic matter with different residualqualities of soybean and rice straw gave the same dynamics of N mineralization wherethe cumulative N mineral increased with the increase of soybean residue in the mixtureduring the incubation period (1,2,4 and 8 weeks). Treatment D1 (100% soybeanresidue) showed the highest rate of mineralization and the amount of N released(mineral N) of 0.0602 mg week -1 and 1225.39 mg kg-1, respectively.
Pengaruh Pemberian Kompos Limbah Pertanian Terhadap Pertumbuhan dan Serapan Nitrogen Tanaman Jagung (Zea mays L.) Roudhotul Chasanah; Anis Sholihah; Agus Sugianto
Folium : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2020): Folium : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.874 KB) | DOI: 10.33474/folium.v4i1.6426

Abstract

Corn is one of the most cultivated cereals that plays an important role in meeting food needs so that the production of corn plants is increasing every year. To increase the production of corn, farmers usually use inorganic fertilizer, but in the long run, the use of inorganic fertilizer is not effective, especially in soil fertility. This study aims to determine the effect of different compost and dosages on growth and N uptake of corn plants and to obtain the optimum dosage of each compost to increase N uptake of corn plants. This research was placed in a plastic house in Losari village, Singosari, Malang with a factorial RAK experimental design with Control, where there were two factors, each factor there were four levels, namely the first factor: P1 = straw compost, P2 = soybean compost, P3 = bean compost soil, and P4 = sugarcane compost, whereas the second factor is D1 = 5 tons / ha, D2 = 10 tons / ha, D3 = 15 tons/ha, and D1 = 20 tons / ha. There are 16 combinations plus control = 17 treatments, 17x 3 replications x 3 samples = 153 experimental units. Data analysis used 5% Anova if it was tested further using a 5% BNJ and to determine the optimum dose regression analysis was performed. The results showed that separately the P3 treatment gave the best results on parameters of plant height, stem diameter, number of leaves, and leaf area. P3 treatment gives the best optimum dosage results on N-total uptake with a determination value of 94.46%; the optimum dose obtained is 11.44 tons/ha.
Variasi Campuran Brangkasan Kedelai Dan Jerami Padi Terhadap Serapan N Dan Efesiensi Penggunaan N, Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi Gogo (Oryza sativa L.) Anis Sholihah; Agus Sugianto; Taqijuddin Alawiy
Folium : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2019): Folium : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.873 KB) | DOI: 10.33474/folium.v3i1.1912

Abstract

Brangkasan kedelai merupakan bahan organik yang mampu menyediakan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, Brangkasan Kedelai sendiri merupakan bahan organik berkualitas tinggi karena proses dekomposisinya yang relatif cepat sehingga unsur yang dibutuhkan oleh tanaman dapat tersedia dan dapat diserap ketika tanaman membutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serapan unsur hara N yang dihasilkan dari kompos brangkasan kedelai dan jerami padi pada tanaman padi gogo serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo. Rancangan yang digunakan adalah RAKsederhana dengan 5 perlakuankompos ditambah kontrol dan pembanding pupuk NPK. Pencampuran bahan organik berbeda kualitas brangkasan kedelai dan jerami padi pada komposisi D4 (25% brangkasan kedelai dan 75% jerami) dengan berbagai komposisi dapat meningkatkan serapan N 16,44% dan efisiensi penggunaan N sebesar 33,88% pada tanaman padi dibandingkan menggunakan komposisi 100% jerami. Hasil tanaman padi campuran dengan komposisi 100% brangkasan kedelai menghasilkan gabah 6,91 ton ha-1yang memberikan pengaruh terbaik dan tidak berbeda nyata dengan dengan komposisi 75% : 25% brangkasan kedelai dan jerami padi menghasilkan (6,31 ton ha-1)  dan 50% : 50%  brangkasan kedelai dan jerami padi menghasilkan (6,20 ton ha-1). Kata kunci :brangkasan kedelai, serapan N,  efesiensi N, jerami padi, padi