Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Berbagai Media Tanam Berbasis Limbah Kelapa Sawit terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis jacg) Pre Nursery lucky handy ardiansyah; Siti Asmaniyah Mardiyani; Anis Sholihah
Folium : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 1 (2023): Folium : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/folium.v7i1.18520

Abstract

Oil palm (Elaeis guineensis Jacg.) is the top row of the largest plantation commodities and benefits from various things such as supporting the country's foreign exchange and also absorbing labor. This study aims to determine the effect of various planting media based on palm waste on the growth of pre nursery oil palm seedlings. This study used a simple randomized block design, consisting of 5 treatments which were repeated 3 times and each replicate contained 3 plant samples to obtain 45 polybags of plant samples. Observational data for each parameter were analyzed using the ANOVA test with a significant level of 5%. If there is a significant effect between the treatments, a further test will be carried out with a level of 5%. Parameters observed were plant height, stem diameter, number of leaves, leaf area, total fresh weight of roots, total dry weight of roots, and dry weight of roots. The results showed that the T3 treatment gave better results on the variable growth parameters: plant height 20.57 cm, stem diameter 7.53 mm, number of leaves 4.56 and leaf area 122.15 cm2 at 12 WAP observations. The results showed that the T3 treatment gave better results on the variable parameter observations total fresh weight of 11.09 grams, fresh root weight of 3.89 grams, total dry weight of 3.62 grams and root dry weight of 1.18 grams.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kangkung (Ipomoea reptans Poir.) Akibat Pemberian Dosis Pupuk Urea dan Cara Pemberian yang Berbeda Mila Sa'diyah Rohmah; Mahayu Woro Lestari; Anis Sholihah
Folium : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 1 (2023): Folium : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/folium.v7i1.19239

Abstract

It is necessary to increase the production of water spinach in Malang City because it has decreased. One way to do this is to apply urea fertilizer because it contains a lot of N elements, so it is good for the growth process of kale because it is harvested during the vegetative period. The purpose of this study was to find out the appropriate dose of urea fertilizer and how to apply the appropriate urea fertilizer to the growth and yield of watercress plants. This research was conducted in the research area of ​​the Islamic University of Malang. The study used a factorial randomized block design (RAK) with control. The first factor was the dose of urea fertilizer: D1 = 50 kg/ha, D2 = 100 kg/ha, and D3 = 150 kg/ha. The second factor was the method of administration: C_1 = by immersion and C_2 = by dilution and control = without urea fertilizer. The observed data were analyzed for variance (F test) and continued with the 5% BNJ test. To find out the optimal dose, a regression test was carried out. The results showed that there was an interaction with the combination of 150 kg/ha fertilizer dose by pouring (D3C2) with a plant height of 32.06 cm. A Fertilizer dose of 50 kg/ha by immersion method (D1C1) gave the best effect on total plant fresh weight (106.08 g) and total plant dry weight (19.43 g). Giving a dose of 100 kg/ha increased the total fresh weight of plants with a weight of 107.62 g. Based on the results of the regression test, the optimum dose of urea fertilizer was 97.05 kg/ha. The addition of urea fertilizer using by immersion method increased the leaf area index (4.30) and stover dry weight (7.44 g).
PEMBUATAN KERIPIK JAMUR TIRAM PUTIH PADA KELOMPOK TANI JAMUR DI DESA BLAYU, WAJAK, MALANG Agus Sugianto; Anis Sholihah
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2021
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sudah hampir lima tahun komoditas alternatif yang telah diusahakan oleh masyarakat yang tergabung dalam Kelompok tani Guyub Makmur I di dusun Krajan dan Guyub Makmur II di dusun Sumber Suko desa Blayu, Wajak Kabupaten Malang adalah budidaya jamur Tiram Putih. Penentuan sumber inspirasi berasal dari permasalahan prioritas mitra pada kelompok tani jamur yang telah disepakati bersama adalah: 1).  Permasalahan pembuatan jamur siap saji yang dapat di kemas dan tahan dalam rentang waktu tertentu; 2). Masalah yang berikutnya adalah masalah pengemasan dan manajemen kelembagaan yang ada pada kelompok petani jamur di Blayu.Program Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada Tgl. 27-30 Maret 2019 di Desa Blayu Kecamatan Wajak Kabupaten Malang.Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Hasil dari kegiatan dapat disimpulkan antara lain: Hasil kegiatan Program Pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan: 1). Petani jamur tiram putih yang tergabung pada kelompok tani Guyub Makmur telah menguasai teknologi pembuatan keripik jamur tiram putih mencapai 100% dari seluruh peserta yang dilatih. 2). Telah memiliki desain kemasan untuk keripik jamur dan telah dipamerkan ke masyarakat luas. 3). Telah dilatih tentang manajemen pemasaran sehingga jangkauan pemasaran keripik jamur yang dibuat dapat lebih luas
PEMBUATAN ANEKA KERAJINAN DARI TAMPAR MENDONG PADA MASYARAKAT DESA BLAYU, WAJAK, MALANG Agus Sugianto; Anis Sholihah
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajinan anyaman tampar mendong telah menjadi tradisi turun-temurun di Desa Blayu. Sebagian besar pengrajin adalah masyarakat lokal yang telah mempelajari teknik  membuat tampar mendong dari generasi sebelumnya yang diwariskan dalam keluarga dan komunitas, sehingga keahlian mengolah mendong menjadi tampar mendong dan kerajinan lainnya sudah terasah dengan baik, namun variasi produknya masih sangat minim sebagian hanya sebatas tikar dan topi. Tujuan pengabdian ini memberikan pengetahuan manfaat tanaman mendong dan pelatihan ketrampilan pembuatan aneka kerajinan dari tampar mendong agar lebih bervariatif dan berinovasi kepada kelompok masyarakat pengrajin tampar mendong. Permasalahan prioritas mitra kelompok pengrajin tampar mendong disepakati bersama adalah: 1).   Permasalahan pembuatan desain kerajinan yang dibuat dari tampar mendong; 2). Masalah yang berikutnya adalah masalah pemasaran produk hiasan yang telah berhasil dibuat.  Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan program pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan:  Kelompok pengrajin tampar mendong di desa Blayu, Wajak telah menguasai teknologi pembuatan hiasan dari tampar mendong mencapai 100% dari seluruh peserta yang dilatih. Dan 75% telah menuasai manajemen pemasaran sehingga jangkauan pemasaran hiasan dari tampar mendong  yang dibuat dapat lebih luas