This Author published in this journals
All Journal Borobudur
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

SINTESIS LITIUM SILIKAT (Li4SiO4) DARI ABU SEKAM PADI UNTUK KONSOLIDAN BATA Rizka Rahma Sakti; Riyanto Riyanto; Nahar Cahyandaru
Borobudur Vol. 12 No. 2 (2018): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur
Publisher : Balai Konservasi Borobudur Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v12i2.186

Abstract

Sintesis litium silikat telah dilakukan sebagai bahan konsolidasi untuk bata. Prekursor yang digunakan adalah litium hidroksida (LiOH.H2O), dan SiO2 yang dihasilkan dari abu sekam padi setelah pencucian menggunakan asam sitrat. Abu sekam padi yang dihasilkan dianalisis kadar unsurnya dengan alat XRF. Litium silikat diujikan sebagai bahan konsolidasi mortar bata dengan konsentrasi larutan 10% b/v. Mortar dicetak dan dikeringkan selama 28 hari, kemudian mortar diuji kekerasan, porositas, permeabilitas dan kapilaritasnya. Hasil karakterisasi dengan XRF menyatakan bahwa semakin tinggi suhu pembakaran, maka kadar silika yang dihasilkan semakin tinggi. Hasil uji mortar paling baik ditunjukkan pada penggunaan abu sekam padi dari pembakaran 500oC dengan kandungan SiO2 83,60%, nilai kekerasan 178,50 HL, nilai porositas 26,61% dengan koefisien kapilaritas 6,37 g.cm-2.s1/2 dan permeailitas 1,61 cm/s.
STUDI KEANEKARAGAMAN KAPANG PADA PROSES BIODETERIORASI BATUAN CANDI MENDUT Fellary Pangesti; Bernadetta Octavia; Nahar Cahyandaru
Borobudur Vol. 16 No. 1 (2022): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur
Publisher : Balai Konservasi Borobudur Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v16i1.269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genus kapang yang berpotensi menyebabkan kerusakan serta mengetahui jenis biodeteriorasi yang terjadi pada batuan Candi Mendut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian diawali dengan survey sampling yang dilakukan berdasarkan pada syarat : kenampakan miselium, spora, bercak warna, dan kerusakan substrat. Identifikasi kapang dilakukan secara konvensional berdasarkan pengamatan makroskopik dan mikroskopik pada kapang. Hasil dari karakterisasi dan identifikasi kemudian diidentifikasi dengan metode profile matching. Hasil penelitian menunjukkan kapang kontaminan yang berpotensi sebagai penyebab kerusakan pada batuan Candi Mendut adalah Penicillium (37,5%), Aspergillus (21,25%), Acremonium (28,75%), Scopulariopsis (15,3%), Chrysonilia (3,75 %), Mucor (1,25 %) dan Arthrinium (1,25 %). Genus Acremonium, Mucor dan Arthrinium berpotensi dalam kerusakan biologis yang terjadi pada batuan, serta genus Aspergillus, Penicillium, dan Scopulariopsis memicu terjadinya biofilm hitam pada batuan dan membentuk noda hitam pada batuan. Sedangkan genus Chrysonilia tidak berpotensi menyebabkan kerusakan pada batuan candi