Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Sungkai

UJI POTENSI BIOHERBISIDA EKSTRAK DAUN MAHONI (Swietenia mahagoni (L.) ( Jacq ) TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA BABANDOTAN (Ageratum conyzoides L) Rizal Hambali; Lufita Nur Alfiah
SUNGKAI Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.627 KB) | DOI: 10.30606/sungkai.v10i1.917

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan yang tidak dikenhendaki keberadaannya. Keberadaan gulma disekitar tanaman budidaya dapat menimbulkan kerugian baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Tumbuhan gulma memiliki senyawa alelopati yang dikeluarkan melalui organ yang berada diatas maupun yang berada dibawah tanah. Pelepasan senyawa tersebut dapat terjadi melalui penguapan, eksudat akar, pencucian, dan pembusukan bagian bagian yang mati. Salah satu alternative usah dalam pengendalian gulma yang ramah lingkungan adalah dengan menggunakan bioherbisida alami. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi bioherbisida ekstrak daun mahoni(Swietenia mahagoni (L). (Jack) terhadap pertumbuhan gulma babandotan (Ageratum conizoides L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 0%, 30%, 40%, 50%, 60% dengan 3 ulangan. Parameter pada penelitian ini adalah tinggi gulma, jumlah helai daun, bobot segar, bobot kering, warna daun gulma. Hasil penelitian menunjukkan dengan konsentrasi 40% efektif menghambat pertumbuhan tinggi gulma babandotan, sedangkan pada konsentrasi 60% dapat menghambat pertumbuhan daun, bobot segar dan bobot kering pada gulma babandotan. Semakin tinggi konsentrasi yang digunakan maka semakin efektif ekstrak daun mahoni menghambat pertumbuhan gulma babandotan. Ekstrak daun mahoni belum mempengaruhi warna daun dari gulma babandotan.
IDENTIFIKASI FORMALIN PADA TAHU PUTIH DI PASAR TRADISIONAL KABUPATEN ROKAN HULU Desi Afriani; Al Muzafri; Lufita Nur Alfiah
SUNGKAI Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.634 KB) | DOI: 10.30606/sungkai.v10i1.918

Abstract

Pengawet sintetis merupakan bahan pengawet berbahaya yang dilarang untuk makanan dan dinyatakan sebagai bahan berbahaya menurut peraturan Menteri Kesehatan (Menkes) Nomor. 1168/Menkes/Per/X/1999. Salah satu senyawa berbahaya yang sering digunakan adalah formalin. Penggunaan formalin sudah marak di kalangan penjual tahu putih, karena formalin dianggap paling efektif untuk mengawetkan tahu putih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya kandungan formalin pada tahu putih yang dijual di Pasar Tradisional Kabupaten Rokan Hulu. Lokasi pengambilan sampel tahu putih adalah 16 pasar di Kabupaten Rokan Hulu yaitu Pasar Desa Sei Kandis Kecamatan Pendalian IV Koto, Pasar Tangun, Pasar Kamis, Pasar Dk 1. C, Pasar Dk 2. C Kecamatan Bangun Purba, Pasar Rokan, Pasar Lubuk Bendahara Kecamatan Rokan IV Koto, Pasar Aliantan Kecamatan Kabun, Pasar Pemda Kecamatatan Pagarantapah Darussalam, Pasar Boter, Pasar Pasir Utama, Pasar Pasir Jaya, Pasar Rambah Muda Kecamatan Rambah Hilir, Pasar Baru Kota Lama, Pasar Minggu Kecamatan Kunto Darussalam dan Pasar Kamis Kota Tengah Kecamatan Kepenuhan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pemeriksaan metode kualitatif yang dilakukan pada bulan April sampai bulan Juni 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 32 sampel tahu putih yang diuji dinyatakan 12 sampel positif mengandung formalin (+) dan 20 negatif (-) tidak mengandung formalin, hal ini dibuktikan pada pengamatan warna sampel hasil pengujian adanya perubahan warna ungu pada tahu putih.
DETEKSI KEHADIRAN MIKROBA INDIKATOR COLIFORM PADA AIR MINUM ISI ULANG DI KELURAHAN TAMBUSAI TENGAH, KECAMATAN TAMBUSAI KABUPATEN ROKAN HULU Al Muzafri; Lufita Nur Alfiah
SUNGKAI Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.53 KB)

Abstract

Air merupakan kebutuhan manusia yang paling penting. Jumlah air yang terdapat pada tubuh manusia mencapai 68% dan untuk tetap hidup kadar air dalam tubuh harus dipertahankan. Kebutuhan air minum setiap orang bervariasi mulai dari 2,1 liter hingga 2,8 liter perhari. Semakin hari jumlah penduduk semakin bertambah, begitu juga dengan keubutuhan air, termasuk air minum. Pertumbuhan penduduk yang semakin padat menyebabkan rendahnya kemampuan tanah untuk menyerap air karena perubahan tata guna tanah yang tidak terkendali sebagai dampak kepadatan penduduk. Air minum yang sehat dan aman untuk dikonsumsi harus memenuhi persyaratan yang meliputi syarat fisik, kimia dan bakteriologis. Syarat fisik kualitas air minum meliputi warna, rasa, kekeruhan dan bau. Syarat kimia kualitas air minum dengan melihat keberadaan senyawa yang membahayakan yaitu timbal, tembaga, raksa, perak, kobalt, sedangkan syarat bakteriologis kualitas air minum ini dapat dilihat dari ada tidaknya bakteri coliform pada Air. Air minum harus aman diminum yang artinya bebas mikroba patogen dan zat berbahaya dan diterima dari segi warna, rasa, bau dan kekeruhannya .Syarat bakteriologis air minum menurut peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/Menkes/SK/IV/2010 adalah air minum tidak boleh mengandung bakteri patogen. Bakteri patogen adalah bakteri yang dapat menyebabkan penyakit terutama penyakit saluran pencernaan. Salah satunya yaitu bakteri coliform. Sehingga perlu diadakan peneltian mengenai kemungkinan cemaran mikroorganisme pathogen pada air minum isi ulang tersebut. Keberadaan bakteri Coliform tertinggi di temukan pada sample ST2 dengan 2,3 x 104 , sedangkan Keberadaan bakteri Coliform terendah pada sample ST1 dengan 1,3 x 103 Departemen kesehatan R.I. 2004 angka tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan, karena masih dibawah total koloni maksimum yaitu 5 x 105 cfu/ml.
RESPON PEMBERIAN KOMPOS DAUN KELAPA SAWIT DAN NPK 16.16.16 TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Khusnu Abdillah Siregar; Lufita Nur Alfiah; Al Muzafri
SUNGKAI Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.383 KB) | DOI: 10.30606/sungkai.v10i1.1165

Abstract

ABSTRACT Response to Composting Palm Leaves and NPK 16.16.16 in Improving Growth and Production of Shallots (Allium ascalonicum L.). The purpose of this study was to determine the interaction effect and the main growth and production of shallots given oil palm leaf compost and NPK 16.16.16. This research was carried out at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Pasir Pengaraian University, Rokan Hulu Regency. This research will be carried out for three months starting from October 2021 to December 2022. This study used a factorial completely randomized design (CRD) consisting of two factors. The first factor was the provision of Palm Leaves Compost (K) consisting of 4 levels and the second factor was NPK 16.16.16 (G) fertilizer which consisted of 4 levels so that 16 treatment combinations were obtained with 3 replications, so there were 48 experimental units. Each unit consisted of 6 plants per plot and all plants were observed as samples so that the total plants were 288 plants. The parameters observed were the relative growth rate of plants, plant height, harvest age, number of tubers per clump, wet weight per clump, dry weight per clump, and tuber weight loss. The data were statistically analyzed and presented with the Honest Significant Difference Test (BNJ) at the 5% level. The results of the study can be concluded as follows: The interaction of oil palm leaf compost and NPK 16.16.16 fertilizer had a significant effect on: plant height, harvest age, number of tubers per clump, wet weight of tubers per clump, dry weight of tubers per clump and tuber weight loss. The best treatment was a combination of oil palm leaf compost treatment of 45 grams/polybag (K3) and NPK fertilizer 16.16.16 1.55 grams/polybag (G2). The main effect of oil palm leaf compost was significant on all observation parameters. The best treatment is a dose of 45 grams/polybag (K3). The main effect of the dose of NPK fertilizer 16.16.16 was significant on all observation parameters. The best treatment is a dose of 1.55 grams/polybag (G2).
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KASCING DAN NPK MUTIARA 16:16:16 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Siregar, Khusnu Abdillah; Lufita Nur Alfiah; Almuzafri
SUNGKAI Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/sungkai.v11i2.1979

Abstract

Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Adapun faktor perlakuan yaitu sebagai berikut: Faktor K adalah dosis pemberian Pupuk Kascing, terdiri dari 4 taraf yaitu: K0 = Tanpa pemberian Pupuk Kascing, K1 = Dosis Pupuk Kascing 15 g/polybag (2 ton/ha), K2 = Dosis Pupuk Kascing 30 g/ polybag (4 ton/ha), K3 = Dosis Pupuk Kascing 45 g/polybag (6 ton/ha). Faktor N adalah dosis pemberian NPK 16.16.16, terdiri dari 4 taraf yaitu: N0 = Tanpa pemberian NPK Mutiara 16.16.16, N1 = Dosis NPK Mutiara 16.16.16 37,5 g/polybag (5 ton/ha), N2 = Dosis NPK Mutiara 16.16.16 75 g/polybag (10 ton/ha), N3 = Dosis NPK Mutiara 16.16.16 112,5 g/polybag (15 ton/ha). Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, umur muncul bunga, jumlah cabang produktif, umur panen, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, berat buah perbuah, dan jumlah buah sisa. Data pengamatan dianalisis secara statistik dan dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut, interaksi pemberian pupuk kascing dan pupuk NPK 16.16.16 memberikan pengaruh nyata parameter tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, jumlah polong, berat kering biji per tanaman dan berat kering 100 biji. Perlakuan terbaik adalah pupuk kascing sebanyak 600 g/plot dan pupuk NPK sebanyak 30 g/plot (K3N3). Pengaruh utama pemberian pupuk kascing nyata terhadap semua parameter pengamatan Perlakuan terbaik adalah pupuk kascing sebanyak 600 g/plot (K3). Pengaruh utama pupuk NPK 16.16.16 nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan terbaik adalah sebanyak 30 g/plot (N3).
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata Sturt) DENGAN PEMBERIAN BEBERAPA JENIS BAHAN ORGANIK Sitorus, Ramli; Lufita Nur Alfiah; Rizah Rizwana Wahyuni
SUNGKAI Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/sungkai.v11i2.2058

Abstract

Sweet corn Zea mays Saccharata Sturt is a food crop commodity that is in high demand because it contains carbohydrates The most important factor in increasing sweet corn production is improving soil nutrients by fertilizing The purpose of this study was to determine the effect of several types of organic matter on the growth and production of sweet corn This research was conducted at the Kassa House of the Faculty of Agriculture University of Pasir Pengaraian in Rokan Hulu Regency Riau Province from March to May 2022 This research was carried out using a Completely Randomized Design CRD method with 4 treatments P0 Without Addition of Organic Materials P1 75g solid plant P2 75g empty oil palm bunches tankos plant P3 75g rice husk plant The parameters in this observation were plant height number of leaves leaf width leaf length corn weight and level of sweetness sweetness but significant effect on corn weight parameters The P2 treatment 75 g of tankos plant tended to give the highest value on the parameters of the number of leaves leaf width and corn weight.
Pengaruh Arang Sekam Padi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascolanicum.L) Handayani, Rizky; Lufita Nur Alfiah; Rizah Rizwana Wahyuni
SUNGKAI Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/sungkai.v12i1.2313

Abstract

RIZKI HANDAYANI, NIM 1827028. "The Effect of Giving Rice Husk Charcoal on the Growth and Production of Shallot Plants (Allium ascolanicum. L)". Supervised by Lufita Nur Alfiah, SP., M.Si and Rizah Rizwana Wahyuni, S.TP., M.Sc.Onion (Allium ascalonicum L) is a horticultural plant belonging to the vegetable and spice group as a food flavoring. Shallots are one of the leading vegetable commodities that have been intensively cultivated by farmers for a long time. Acidic soil is soil that has a low pH, generally acidic soil will reduce the level of land productivity for some plants. Soil conditions with low productivity levels require the addition of ameliorant. The ameliorant that can be used is rice husk charcoal. Rice husk charcoal can be used to improve the place where a plant grows and can function as a builder of soil fertility. This research was conducted to determine the effect of giving various doses of rice husk charcoal on the growth and production of shallot plants. This research was carried out at the Kassa House of the Faculty of Agriculture, Pasir Pengaraian University from May to August 2022. The design used in the study was a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments, namely R0 = 0 g/polybag, R1 = 20 g/polybag , R2 = 40 g/polybag, R3 = 60 g/polybag, and R4 = 80 g/polybag. The results showed that the results were not significantly different with the administration of several doses of rice husk charcoal on all observation parameters. Parameters of plant height and fresh weight of tubers tended to be higher by administering a dose of rice husk charcoal 80 g/polybag. While administration at a dose of 40 g/polybag tends to be higher for the number of tubers planted compared to other doses.