Nursalim Nursalim
Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

MEMPERKUAT PELEMBAGAAN MODEL PENGEMBANGAN ANAK USIA DINI HOLISTIK INTEGRATIF (PAUD HI) Di KABUPATEN SORONG DAN KABUPATEN RAJA AMPAT Nursalim Nursalim; Surya Putra Raharja
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2019): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.35 KB)

Abstract

Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh kesiapan generasi penerus sebagai pelaksana pembangunan. Persiapan tersebut harus diupayakan sejak anak masih berusia dini, yaitu sejak anak di kandungan sampai dengan usia 6 tahun. Karena 90% otak manusia berkembang sebelum usia 5 tahun, terutama pada anak usia 4 tahun pertama kehidupan anak. Periode ini merupakan masa paling penting dalam perkembangan otak, kognitif, dan psikososial anak, sehingga kebutuhan kesehatan dasar, gizi dan pengembangan emosi serta intelektual anak harus dipenuhi secara baik untuk menjamin pertumbuhan dan perkembangannya di kemudian hari. (Data: The Economis, Tecnology and Neuroscience of Human Capbility Formation, PNAS, August, 2007). Pengembangan pendidikan anak usia dini merupakan salahsatu pendekatan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan sumber daya manusia yang berkesinambungan. enelitian Prof James Heckman, Peraih Nobel Ekonomi, mengungkapkan bahwa investasi pada pendidikan anak usia dini lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan dan kualitas SDM dibandingan dengan investasi serupa di usia sekolah dan dewasa Dengan dana pendidikan anak usia dini yang relatif terjangkau, negara dapat mengoptimalkan pertumbuhan anak dengan meningkatkan asupan gizi anak dan memastikan anak mendapatkan stimulasi-stimulasi positif yang membantu tumbuh kembangnya. Khususnya investasi bagi anak-anak yang kurang beruntung akan menghasilkan manfaat besar bagi individu dan masyarakat dengan memperoleh pendidikan yang lebihg baik, kesehatan, dampak hasil ekonomi dan sosial, tidak hanya menghemat uang pembayar pajak tetapi juga meningkatkan produktivitas ekonomi bangsa.(Data: The Economis of Child Well-Being. Gabriella Conti James J. Heckman, 2012). UNIMUDA Sorong bermitra dengan UNICEF dalam upaya mendukung pemerintah untuk meningkatkan kualitas PAUD sebagai suatu program prioritas pembangunan pendidikan nasional dalam mengembangkan program PAUD HI di Papua Barat (Sorong dan Raja Ampat) sejak 2017 hingga sekarang. Jumlah PAUD yang selama ini diintervensi sebanyak 26 PAUD. Melalui Program Sekolah Penggerak, UNIMUDA Sorong berharap dapat menambah jumlah intervensi menjadi 125 PAUD di Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Raja Ampat. Tujuan Utama program adalah membantu pemerintah mewujudkan pemenuhan kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan anak usia dini di Papua Barat secara menyeluruh dan terintegrasi sehingga mampu membentuk kualitas kesehatan, kecerdasan, dan kematangan sosial di tahap berikutnya.
Pemberdayaan Masyarakat Otimalisasi Kampung Klasmelek Mandiri Nursalim Nursalim; Nesya Pramudia Andini
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2020): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam rangka Melakukan Pemberdayaan Masyarakat Optimalisasi Kampung Klasmelek Mandiri bertujuan untuk meningkatkan martabat masyarakat kampong Klasmelek dalam bidang kesehatan dan pendidikan agar terus menjadi kampung yang dapat menjadi contoh dan terus mampu bersaing dengan kampung lainnya di daerah yang lebih maju. Kegiatan pengabdian ini dimulai pada tanggal 17 – 18 Desember bertempat di Kampung Klasmelek, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Papua Barat. Kegiatan yang telah dilakukan adalah Penyuluhan Pola Hidup Sehat dan bersih yang diawali dengan kegiatan senam jantung sehat serta diakhiri dengan makan bubur kacang hijau bersama. Kegiatan lainnya adalah program pembiasaan jumat bersih dengan pembersihan sampah dengan pola Bhakti Sosial dan pemberian nama papan jalan. Pengabdian ini memberikan dampak yang positif sehingga Kampung Klasmelek mampu dalam optimalisasi menjadi lebih mandiri.
Gerakan Sekolah Maju di SD Muhammadiyah Rawa Sugi Kabupaten Sorong Abdul Hafid; Sholehun Sholehun; Nursalim Nursalim; Isni Irna Jaya; Febrianto Febrianto
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2021): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SD Muhammadiyah Rawa Sugi adalah salah satu sekolah yang berada di pelosok Kabupaten Sorong, dengan segala keterbatasannya sekolah ini memiliki eksistensi yang fundamental untuk keberlanjutan pendidikan dan masa depan anak bangsa yang tinggal di Kampung Rawa Sugi Distrik Salawati Kabupaten Sorong. Permasalahan utama di SD Muhammadiyah Rawa Sugi adalah kurangnya sarana dan prasarana pendidikan, sehingga motivasi siswa ke sekolah masih rendah karena belajar secara tekstual. Kemudian adminstrasi sekolah yang tidak terarsip dengan baik, dan sekolah yang belum terakreditasi, ditambah dengan kondisi Covid-19 yang tidak mengungkin adanya pembelajaran tatap muka. Dalam penerapannya Gerakan Sekolah Maju dibagi menjadi empat kegiatan, pelatihan dan pendampingan pendidikan kecakapan hidup sehat (sekolah sekolah sehat), pelatihan dan pendampingan penulisan surat dan pengarsipan, pelatihan dan pendampingan pembuatan media pembelajaran kontekstual bagi semua guru kelas, serta pelatihan persiapan akreditasi. Selain itu juga pemberian bantuan bagi guru (sembako), serta beberapa sarana kepada sekolah, pemberian bibit pohon, Alquran dan Iqro. Dampak kegiatan dari keterampilan pendidikan kecakapan hidup sehat adalah perubahan paradigrama guru, terkait kecakapan hidup sehat, dan pemanfaatan lahan sekolah. Dampak kegiatan pelatihan dan pendampingan akreditasi sekolah adalah bertambahnya pengetahuan dan wawasan guru tentang akreditasi sekolah, termasuk pemahaman tentang pentingnya akreditasi. Sekolah dapat mengetahui posisi (kekuatan dan kelemahan) sekolah untuk persiapan akreditasi. Dampak dari kegiatan pelatihan dan pembinaan administrasi bagi sekolah mitra adalah, bertambahnya pengetahuan guru tentang penulisan surat dan pengarsipan, sekolah sudah membuat beberapa pengarsipan sekolah. Dampak pemberian bantuan bagi guru meringankan beban guru pada masa Covid-19, dampak bantuan bagi sekolah mempermudah dan mempercepat pelayanan pendidikan di sekolah.
Peran Kegiatan Literasi Baca Tulis dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Kelas Awal di Wilayah Pinggiran Kab. Sorong (Kemitraan Unicef dan Unimuda Sorong) Nursalim Nursalim; Surya Putra Raharja
Journal of Language Learning and Research (JOLLAR) Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Department of Indonesian Language Education, Graduate School, University of Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jollar.v3i2.5773

Abstract

Penelitian ini membahas literasi baca tulis kelas awal di wilayah pinggiran Kabupaten Sorong. Tujuan penelitian mendeskripsikan peran kegiatan literasi baca tulis dalam meningkatkan kemampuan membaca kelas awal di wilayah pinggiran Kab. Sorong kemitraan Unicef dengan Kampus Unimuda Sorong. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan instrument EGRA. Untuk mempertahankan tingkat kesalahan 5% dengan tingkat kepercayaan 95%, jumlah sekolah yang menjadi sampel dalam studi EGRA ini adalah 406, yang dipilih secara acak dari 21 sekolah yang berpartisipasi dalam studi baseline. Di tiap sekolah, 18 murid kelas awal (kelas dua dan tiga) dipilih secara acak. Untuk membandingkan dengan adil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan membaca para siswa kelas awal di sekolah intervensi, untuk model A , telah meningkat secara signifikan. Peningkatan ini terlihat jelas di ketujuh sub-tugas EGRA, yaitu mengenali bunyi huruf, membaca kata yang tidak bermakna, kelancaran membaca lisan, pemahaman bacaan, pemahaman menyimak, kosa kata Bahasa Indonesia, dan dikte. Pada sekolah model B tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan baca siswa meskipun demikian di beberapa sub-tugas EGRA di terdapat peningkatan dibandingkan dari hasil baseline, sedangkan pada sekolah replikasi mendapatkan hasil yang baik dimasing-masing sub-tugas jika dibandingkan nilai baseline pada sekolah intervensi.
Peran Kegiatan Literasi Baca Tulis dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Kelas Awal di Wilayah Pinggiran Kab. Sorong (Kemitraan Unicef dan Unimuda Sorong) Nursalim Nursalim; Surya Putra Raharja
Journal of Language Learning and Research (JOLLAR) Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Department of Indonesian Language Education, Graduate School, University of Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.254 KB) | DOI: 10.22236/jollar.v3i2.5773

Abstract

Penelitian ini membahas literasi baca tulis kelas awal di wilayah pinggiran Kabupaten Sorong. Tujuan penelitian mendeskripsikan peran kegiatan literasi baca tulis dalam meningkatkan kemampuan membaca kelas awal di wilayah pinggiran Kab. Sorong kemitraan Unicef dengan Kampus Unimuda Sorong. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan instrument EGRA. Untuk mempertahankan tingkat kesalahan 5% dengan tingkat kepercayaan 95%, jumlah sekolah yang menjadi sampel dalam studi EGRA ini adalah 406, yang dipilih secara acak dari 21 sekolah yang berpartisipasi dalam studi baseline. Di tiap sekolah, 18 murid kelas awal (kelas dua dan tiga) dipilih secara acak. Untuk membandingkan dengan adil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan membaca para siswa kelas awal di sekolah intervensi, untuk model A , telah meningkat secara signifikan. Peningkatan ini terlihat jelas di ketujuh sub-tugas EGRA, yaitu mengenali bunyi huruf, membaca kata yang tidak bermakna, kelancaran membaca lisan, pemahaman bacaan, pemahaman menyimak, kosa kata Bahasa Indonesia, dan dikte. Pada sekolah model B tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan baca siswa meskipun demikian di beberapa sub-tugas EGRA di terdapat peningkatan dibandingkan dari hasil baseline, sedangkan pada sekolah replikasi mendapatkan hasil yang baik dimasing-masing sub-tugas jika dibandingkan nilai baseline pada sekolah intervensi.
The Impact of Cue Card Media on the Secondary School Students’ Speaking Anxiety Nursalim Nursalim; Nurmas Jihad Fahrurrozi
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 9 No 2 (2022): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpendidikanbahasa.v9i2.3045

Abstract

The objective of this research is to find out whether a cue card media given impact or not in reducing speaking anxiety at grade in MTs Az-Zikra Kota Sorong. Related to the objective of the researcher used pre-experimental qualitative research design. The design of this research is pre-experimental research. The population of this research was eighth grades students with total of the sample was 34 students, based on purposive sampling. In the collecting the data, the researcher used 32 items questionnaire for pre-test and posttest. In analyzed the data, the researcher used SPSS 20 program to calculation the data. The result of the research showed that, there is a difference in the scale between the before treatment and after treatment because T-value (6.258) > T-table (1.703) and P value (0.000) < α (0,05). It also indicates that the H0 was rejected and Ha which said Cue card media give impact on the student speaking anxiety was accepted. It can be seen from the mean score from the pre-test questionnaire was 76,4 decreased on post-test questionnaire was 53,6. It can be concluded that cue card media can reduce the students’ speaking anxiety.
Pelatihan Literasi Baca Tulis Dan Numerasi Kelas Awal Berbasis Pendidikan Inklusif Dan Disiplin Positif Bagi 7 Perguruan Tinggi Di Papua Dan Papua Barat Nursalim Nursalim; Yeni Witdianti; Desti Rahayu
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2023): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan literasi baca tulis dan numerasi kelas awal berbasis pendidikan inklusif dan disiplin positif bagi 7 perguruan tinggi di Papua dan Papua Barat dimaksudkan untuk melatih 14 dosen calon pengampu mata kuliah literasi baca tulis dan literasi numerasi dari 7 perguruan tinggi di Papua dan Papua Barat. Adapun 7 perguruan tinggi tersebut diantaranya; UNBN (Universitas Nani Billi Nusantara), IAIN Sorong (Institut Agama Islam Negeri), UNAMIN Sorong (Universitas Muhammadiyah Sorong), STKIP Muhammadiyah Manokwari, STKIP Biak, UNCEN Jayapura (Universitas Cendrawasih Jayapura), dan USWIM (Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire). Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah dibagi tiga tahap, yaitu pengondisian, pelaksanaan, dan pendampingan. Dalam kegiatan pelatihan ini para dosen diberikan pemahaman secara teoretis tentang literasi baca tulis dan literasi numerasi, diberikan pemodelan bagaimana cara mengajar setiap komponen dalam literasi baca tulis dan literasi numerasi. Dan kemudian secara bergantian peserta mempraktikan pengajaran setiap komponen literasi baca tulis dan literasi numerasi. Setelah mengikuti pelatihan terdapat perubahan antara nilai pre-test dan post-test peserta pelatihan literasi baca tulis dan numerasi kelas awal berbasis pendidikan inklusif dan disiplin positif.
Kilir Lidah Dalam Pidato Persuasif Siswa Kelas IX MTs. Al-Maarif 1 Aimas Kabupaten Sorong Yeni Witdianti; Nursalim Nursalim
Jurnal Pendidikan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/pendidikan.v11i1.3043

Abstract

Penelitian kilir lidah ini bertujuan untuk mendeskripsikan kekeliruan atau fenomena kilir lidah yang terjadi dalam pembelajaran pidato persuasif siswa kelas IX MTs. Al-Ma’arif 1 Aimas berdasarkan jenis-jenis kilir lidah. Data dalam penelitian ini bersumber dari video-video pidato persuasif siswa kelas IX MTs. Al-Ma’arif 1 Aimas. Jumlah siswa kelas IX MTs. Al-Ma’arif 1 Aimas adalah 96 siswa, namun yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 32 siswa (IXC) tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan simak-catat. Teknik simak merupakan teknik yang digunakan untuk menyimak penggunaan suatu bahasa (Sunarni dalam Lestari, 2020). Dalam penelitian ini kegiatan menyimak berulang-ulang dilakukan melalui rekaman video pidato persuasif siswa. Melalui analisis yang dilakukan ditemukan bahwa siswa sering mengalami gejala kilir lidah malaproprisme yaitu sebanyak tiga kali. Siswa juga mengalami kekeliruan asembling antisipasi sebanyak dua kali dan kekeliruan asembling perseverasi sebanyak satu kali. Jika dibandingkan dengan jumlah siswa yang berpidato persuasif maka presentase kilir lidah yang terjadi pada siswa hanya berkisar 18, 75%.
Exploring English Reading Challenges in Southwest Papua EFL Classrooms: The Role of Virtual Learning Nursalim Nursalim; Nurteteng Nurteteng; Galuh Novita Sari; Puteri Nafdila Ayuningtyas; Elisabeth Yanwarin
Journal of English Culture, Language, Literature and Education Vol. 12 No. 2 (2024): E CLUE: Journal of English Culture Language Literature and Education
Publisher : English Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/eclue.v12i2.10023

Abstract

This research explores the obstacles students encounter during English reading instruction through virtual learning in Southwest Papua s English as a Foreign Language EFL classrooms The study was conducted at UNIMUDA Sorong utilizing both offline and online methods for data collection The researcher recruited 20 participants through convenient sampling Qualitative data was collected and analysed thematically revealing that students perceive virtual learning as highly beneficial for improving their English reading skills They find it user friendly and hold a positive attitude towards its integration into learning Consequently it is asserted that students favorable perceptions of virtual learning s value in enhancing EFL classrooms in Papua correspond to their adeptness in utilizing virtual learning for reading comprehension The findings suggest that virtual learning can effectively support EFL instruction highlighting its potential to overcome traditional learning barriers in this context Additionally the study emphasizes the need for adequate technological infrastructure and continuous training for both students and teachers to maximize the benefits of virtual learning < p>
Overcoming Initial Deficiencies in Confidence and Classroom Management of English Education Students at Teaching Practicum Nurteteng Nurteteng; Nursalim Nursalim; Fergina Lengkoan
Journal of English Culture, Language, Literature and Education Vol. 12 No. 1 (2024): E CLUE: Journal of English Culture Language Literature and Education
Publisher : English Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/eclue.v12i1.10067

Abstract

This study investigates the challenges faced by English Education students at Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong due to deficiencies in foundational English skills focusing on their confidence and classroom management during teaching practicums The research has three primary objectives: to identify specific challenges analyze the impact of these deficiencies on students confidence and classroom management abilities and propose effective interventions Utilizing a quantitative research design data were collected from sixth semester students through structured surveys and self report questionnaires which assessed perceived challenges confidence levels and classroom management skills The findings revealed significant difficulties in vocabulary 72 grammar 65 pronunciation 58 listening comprehension 60 and speaking fluency 70 compounded by limited exposure to English speaking environments A strong correlation was found between low English proficiency and decreased self confidence with 68 of respondents feeling unprepared to manage classrooms effectively To address these challenges the study proposes targeted interventions including enhanced language support programs peer mentoring simulation activities regular feedback mechanisms and workshops on classroom management These recommendations aim to improve the teaching practicum experience for English Education students ultimately fostering their professional development and effectiveness as future educators < p>