Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

UPAYA MEMPERBAIKI KONSTRUKSI BUBU YANG DIGUNAKAN PADA PERAIRAN BOLOK KUPANG Yohanes B. Yokasing; Antonius Pangalinan; Januario M. da Luz
PROTON Vol. 5 No. 2: Oktober 2013
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jp.v5i2.185

Abstract

Bubu yang digunakan nelayan Bolok Kupang terbuat dari bambu dan jenis bubu yang digunakan bubu dasar. Bubu ini memiliki berat jenis lebih rendah dari air laut, sehingga menyulitkan untuk menempatkan dalam air laut. Untuk menempatkan bubu ini dibutuhkan ± 0,5m3 terumbu karang. Pengambilan terumbu karang merupakan perbuatan merusak rumah ikan, kerusakan ini akan mempengaruhi perkembangbiakan dan pertumbuhan ikan. Disisi lain pemanfaatan bambu sebagai bahan pembuatan bubu, untuk sebuah bubu menyerap ¾ -1 m3 bambu, hal ini juga merusak ekosistim darat. Untuk itu dibuatkan alternatif desain yang berbahan baku logam. Hasil kajian untuk bubu alternatif ini yang berbahan baku logam ini dengan rancangan kajian RAK pola faktorial dengan beberapa variabel dikaji, didapatkan bahwa dimensi bubu terhadap kemampuan tangkapan. Untuk tahun 2012, dibuat bubu, dengan dimensi panjang 100 cm, lebar 70 cm dan tinggi 35 cm. dan dilakukan kajian lanjut pada tahun 2013 untuk dimensi yang lainnya. Pemasangan bubu pada kedalaman 10 meter, rata-rata hasil tangkapan mencapai 0.68 kg, sedangkan kedalaman 15 meter, tangkapan mencapai 0,83 kg ikan, dan kedalaman 20 meter hasil tangkap 0,964 kg ikan. Sedangkan ketahanan bahan khusus pelapisan permukaan bahan dengan cat, telah mulai terjadi pengelupasan pada pengamatan atau penempatan ketiga pada tiap-tiap kedalaman air 10, 15 dan 20 meter. Kemampuan tangkap bubu yang dikembangkan 8.95 prosen meningkat, jika dibandingkan bubu bambu milik nelayan. Prosentase terkelupasnya semakin meningkat seiring bertambah dalamnya tempat pemasangan. Ketahanan struktur bahan bubu sangat tergantung pada kesempurnaan pelapisan permukaan, pada permukaan yang dilapisi sempurna tidak tumbuh korosi, dan sebaliknya pada permukaan yang tidak dilapisi sempurna, terkupasnya pelapisan tumbuh korosi. Kata kunci ; Konstruksi, bubu, Ikan
Pengembangan dan Optimasi Sistem Kemudi Power Steering sebagai Media Pembelajaran Interaktif pada Mata Kuliah Body & Chassis Antonius Pangalinan; , Dedy Nataniel Ully; Laka, Agustinus; Bernadus S. Wuwur
JURNAL FLYWHEEL Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v17i1.16701

Abstract

Dalam pendidikan vokasi teknik otomotif, pembelajaran praktik sangat penting untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan industri. Mata kuliah Body & Chassis memerlukan pendekatan praktik intensif, terutama dalam memahami sistem kemudi seperti power steering yang merupakan komponen vital pada kendaraan modern. Efektivitas pembelajaran bergantung pada ketersediaan alat peraga yang merepresentasikan sistem kerja nyata. Alat peraga ideal harus interaktif dan mendukung pengamatan, analisis, serta simulasi. Namun, banyak institusi masih kesulitan menyediakan alat peraga yang memenuhi kriteria tersebut. Alat peraga sistem kemudi power steering di Program Studi D-III Mesin Otomotif belum optimal. Masalahnya meliputi minimnya visualisasi kerja, terbatasnya interaksi dengan komponen, dan desain yang tidak sesuai kondisi lapangan, sehingga menghambat pemahaman mahasiswa. Urgensi penelitian ini muncul dari keterbatasan fasilitas pembelajaran modern pada mata kuliah Body & Chasis, yang berdampak pada kurang optimalnya pemahaman mahasiswa terhadap sistem kerja komponen kendaraan. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan alat peraga yang lebih relevan, interaktif, dan sesuai kebutuhan industri, sehingga kegiatan pembelajaran praktis dapat berlangsung lebih efektif dan mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa secara nyata. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental nyata (true experimental) yaitu melakukan pengamatan langsung di lapangan untuk mencari data sebab akibat dalam suatu proses melalui eksperimen sehingga dapat ditahui berapa besar tekanan yang dihasilkan ketika setir itu diputar ke kiri atau ke kanan. Selain itu dapat diketahui pula akselerasi ketika sistem kemudi bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan fluida dan getaran mekanik yang dihasilkan oleh Mobil Kijang lebih besar jika disbandingkan dengan desain alat peraga yang dibuat.