Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pendidikan Karakter dalam Kearifan Lokal Masyarakat Cisarua Nurjanah Nurjanah; Ira Miranti; Nina Dwiastuty
Jurnal PkM Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 01 (2018): Jurnal PkM Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v1i01.2358

Abstract

Di Cisarua, Bogor dapat kita temukan turis-turis asing yang berasal dari Timur Tengah yang tinggal sementara maupun menetap. Kehadiran mereka di desa Choblong membuat masyarakat khawatir, karena para turis tersebut juga membawa budaya asli mereka yang mungkin dapat memengaruhi budaya lokal masyarakat. Ternyata masyarakat Choblong yang beragama Islam telah menerapkan kekuatan karakter pada masyarakatnya walaupun mereka tidak menyadari kondisi, hal ini dapat dilihat pada aktivitas keagamaan rutin dan tertentu, seperti pengkajian Al Qur’an. Berdasarkan situasi ini, tujuan artikel ini ditulis adalah untuk mendeskripsikan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat dan pendidikan karakter yang mewakili setiap aktivitas.Kata kunci: Pendidikan Karakter, Kearifan Lokal
A TRANSLATION OF BORROWING WORDS IN STEPHENIE MEYER’ S ‘ECLIPSE’ INTO INDONESIA Ira Miranti
Deiksis Vol 3, No 02 (2011): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.677 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v3i02.424

Abstract

The purpose of this study is describing translation using borrowing strategy in the novel Eclipse by Stephenie Meyer that is translated into Indonesia. Data in this research are quoted and classified based on the strategy which is used by the translator in translating from SL to RL using Borrowing strategy which is stated by Vinay and Darbelnet (2000:84) and Molina and Albir (2002:520). In this research, the writer finds the borrowing strategy which is used by the translator; use two techniques such as: (1) Naturalized Borrowing shows themodification of spelling and/or pronunciation (referred to EYD), (2) applying borrowing without intentionally modification (pure borrowing). Based on the research, the researcher found 330 data. It is concluded that the total number of pure borrowing (115 words/35%) and naturalized borrowing (215 words/65%).Keywords: Translation, Pure and Naturalized Borrowing
EVALUASI NILAI- NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM FILM FROZEN PRODUKSI WALT DISNEY Ira Miranti; Nurul Frijuniarsi
Deiksis Vol 6, No 02 (2014): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.246 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v6i02.520

Abstract

Tujuan dari resesearch ini adalah untuk menganalisis nilai-nilai dan pembangunan karakter di "Frozen", sebuah film animasi box office yang sangat populer saat ini, terutama di kalangan anak-anak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan berbasis sastra. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa film ini memiliki beberapa nilai-nilai yang baik yang sesuai dengan pembangunan karakter anak-anak empasized dalam Kurikulum Pendidikan Nasional.Kata Kunci: Nilai-nilai, Pendidikan Karakter, Film.
EVALUASI DAN PENGEMBANGAN ENGLISH PHONOLOGY MATA KULIAH WAJIB DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI Ira Miranti; Mayang Pipit; La Ode Hampu
Deiksis Vol 7, No 01 (2015): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.627 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v7i01.534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengembangkan mata kuliah English Phonology sebagai upaya peningkatan mutu pengajaran di lingkungan Unindra. Luaran penelitian ini berupa silabus dan satuan pengajaran mata kuliah English Phonology yang lebih tepat dan efisien karena pengembangannya didasarkan pada analisis kebutuhan yang cermat dari semua pihak terkait di Unindra, khususnya Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner, wawancara, observasi, dan analisis dokumen tertulis. Hasil penelitian diketahui bahwa silabus dan SAP yang digunakan selama ini belum memenuhi standar. Semua unsur yang ada perlu ditinjau kembali, diperbaiki, dan ditingkatkan, seperti materi pokok, metode, dan buku acuan. Termasuk pula mutu soal ujian yang diujikan untuk UTS dan UAS.Kata Kunci: Evaluasi, Pengembangan, English Phonology
PELATIHAN PENINGKATAN KOMPETENSI MENGENAI MODEL-MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF BAGI PENDIDIK SEKOLAH DASAR Merry Lapasau; Mamik Suendarti; Hasbullah Hasbullah; Virgana Virgana; Acep Musliman; Andri Suryana; Rina Hidayati Pratiwi; Fitri Damayanti; Ira Miranti
JURNAL CEMERLANG : Pengabdian pada Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v5i2.2132

Abstract

This activity is a collaboration between the community service team of the University of Indraprasta Graduate School (Unindra) and the Centre for the Development of Educational Competence, Education and Research (P2KPTK2) in West Jakarta. Pkm activities were carried out online through zoom meetings on 1-5 August 2022 and expected to provide insight to low-level elementary school teachers in the work area of P2KPTK2 West Jakarta in terms of the use of innovative learning models in thematic learning in schools. The methods used in this activity are lectures, questions and answers and practice making educational games based on the Internet. After the community service, there is an increase in the value of the post-test results or a change between the lowest, highest, and rare values in general. At the lowest level there is a decrease of 10 points while at the highest there is no increase. The ratio increased by 32.97 points. Generally speaking, the rate of improvement in competence after the community service was 27.45%. The school is expected to provide guidance on the importance of this activity for teachers to improve competence. In addition, teachers should also be aware of the importance of improving themselves through such training to adapt to the demands of the implementation of education in the era of technology as it is now.
Keterampilan Guru Dalam Membuka Dan Menutup Pelajaran Pada SD Swasta Di Kota Depok Lilis Badriah; Syahfitri Purnama; Ira Miranti
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 13 No. 1 (2026): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/esjurnal.v13i1.4621

Abstract

Keterampilan membuka dan menutup pelajaran merupakan salah satu aspek keterampilan dasar mengajar yang penting untuk dikuasai oleh guru. Tujuan penelitian untuk memberikan gambaran implementasi keterampilan dasar mengajar guru khususnya dalam membuka dan menutup pelajaran pada guru SD Swasta di Kota Depok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui angket dan wawancara dengan sampel 8 orang guru pada SD Swasta di Kota Depok yang menjadi nara sumber dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian keterampilan membuka dan menutup pelajaran terhadap guru SD Swasta di Kota Depok dapat diketahui bahwa keterampilan guru dalam membuka pelajaran mendapat kriteria sangat baik dengan rata rata nilai 96,87% dan dalam keterampilan menutup dengan rata rata nilai 94,75%. Guru sudah berusaha melaksanakan kegiatan membuka dan menutup pelajaran sesuai dengan  standar yang sudah ditentukan oleh sekolah meskipun masih menghadapi kendala seperti pengkondisian siswa diawal untuk siap belajar dan adanya keterlambatan siswa saat akan dimulainya pembelajaran. Sedangkan kendala dalam menutup yaitu menyiapkan siswa untuk duduk rapi mengikuti sesi penutupan. Dalam hal ini solusi yang dilakukan guru yaitu dengan mengingatkan atau mengarahkan siswa dan melakukan game bermain tepuk atau yang lainnya.   
Exploring the links between technology acceptance, self-efficacy, attitude, and self-directed learning: a systematic review and synthesis Widyaninggar, Anggi Ajeng; Widodo Widodo; Merry Lapasau; Tatan Zenal Mutakin; Ira Miranti; Nurjanah Nurjanah
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 4 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1190100

Abstract

This systematic review synthesizes recent empirical evidence on how the Technology Acceptance Model (TAM) and its extensions explain technology-based self-directed learning (SDL), with particular attention to the roles of technological self-efficacy, attitude, and key psychological mediators. Unlike prior TAM-based reviews that primarily focus on technology adoption or usage intention, this review specifically integrates SDL as a learning outcome and maps the psychological mechanisms that bridge technology acceptance and autonomous learning behaviour. Following PRISMA 2020 guidelines, sixteen quantitative and mixed-method empirical studies published between 2020 and 2025 were systematically selected and analyzed. The review focused on studies applying TAM or extended TAM frameworks in educational contexts, including e-learning systems, AI-based tools, online tutoring, and simulation-based learning. The synthesis reveals a consistent pattern across contexts: perceived usefulness and perceived ease of use indirectly influence SDL primarily through attitude and technological self-efficacy rather than through direct pathways. Technological self-efficacy emerges as the most robust and consistent predictor, exerting both direct effects on SDL and indirect effects via mediators such as learning motivation, positive emotions, and reduced technology-related anxiety, particularly in AI-supported learning environments. These relationships are observed across higher education, secondary education, and professional training settings, with most evidence originating from Asian contexts. This review advances TAM-based scholarship by clarifying SDL as a distinct educational outcome and by consolidating psychological mediation pathways that explain how technology acceptance translates into sustained autonomous learning. The findings highlight the importance of designing educational interventions that strengthen technological self-efficacy and supportive affective conditions to promote effective and equitable technology-enhanced self-directed learning.