Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Visual Branding Kemasan Produk Olahan Belimbing Khas Depok: Studi Kasus Merek Rasa Dewa Listya, Ariefika
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 1 No. 02 (2017): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v1i02.12

Abstract

This research focuses on visual branding study of superior featured product of local area which produce by SMEs in Depok. Depok has a featured product which is starfruit called “belimbing Dewa”. Rasa Dewa is one of many brands of Depok’s proccessed product of starfruit which have lot of variants among others brand. This qualitative research uses aesthetic approach (form, function, meaning) and marketing science approach. Data are collected by observation and literature study. it was done by observed the visual branding elements on the packaging. The Packaging of Rasa Dewa were analyzed according to the regional branding concept whereby the use of geographic indicators on brand identity may involve associations of unique characteristic qualities with specific locations or quality images based on the history, tradition and folklore of an area. The purposes of this study are to determine the form, function and meaning of the elements of Visual Branding of Rasa Dewa that exist on the packaging of starfruit processed products which produces by SMEs Depok associated to brand identity and brand image as a featured product of the local area. Result of this research indicate that Packaging of Rasa Dewa not yet represent Depok featured product.
KAJIAN ESTETIKA PADA MOTIF BATIK SEKAR JAGAD YOGYAKARTA Ferdy Ferdiaz; Ariefika Listya; Puji Anto
Jurnal Desain Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v11i3.20439

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengkaji nilai estetika yang terdapat pada motif batik sekar jagad yang memiliki banyak ragam hias pada kainnya. Ragam hias di Yogyakarta dan Surakarta mengandung filosofi di dalamnya seperti keberuntungan, kekayaan, kebaikan, kemakmuran, kesehatan, dan lain- lain. Penelitian ini menggunakan metode penelitian jenis kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian difokuskan pada motif batik sekar jagad Yogyakarta. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selain itu penelitian ini menggunakan pendekatan estetika yang diusung oleh A.A.M. Djelantik yang menyatakan bahwa estetika merupakan ilmu yang mempelajari tentang keindahan. Dalam ilmu estetika terdapat dua aspek yaitu aspek ilmiah dan aspek filosofi. Ilmu estetika memiliki tiga unsur mendasar yaitu: (1) wujud atau rupa; (2) bobot atau isi; (3) penampilan, penyajian. Hasil penelitian yang didapat menunjukan bahwa pada batik sekar jagad Yogyakarta memiliki tiga unsur estetika yang dicapai dengan: (1) keutuhan dengan perpaduan prinsip keseimbangan serta kontras dalam penyusunannya; (2) penonjolan yang dicapai dengan penggunaan kontras pada warna dan skala bidang; (3) keseimbangan dengan perpaduan simetris dan a-simetris yang tersusun secara harmoni.
Perancangan Logo Organisasi Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Difabel (FKMPD) Klaten Ariefika Listya; Angga Kusuma Dawami
Jurnal Desain Vol 5, No 02 (2018): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.513 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v5i02.2195

Abstract

Tidak hanya organisasi berorientasi profit, organisasi non profit juga memerlukan logo, agar dapat membedakan dirinya dengan entitas organisasi yang lain. Ketidakadaan identitas visual salah satu organisasi difabel di Klaten Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Difabel (FKMPD), menyebabkan persepsi masyarakat kepada organisasi tersebut hanya sebatas ada kegiatan, namun tidak terposisikan dengan baik dalam benak komunitas lain yang lebih luas. Studi ini membahas tentang bagaimana merancang logo dan implementasinya pada beberapa media secara konsisten sesuai dengan identitas dari entitas Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Difabel (FKMPD) Klaten. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, tulisan ini memberikan gambaran bahwa merancang logo organisasi non profit terkait difabel khususnya FKMPD memerlukan proses yang sama dengan merancang logo organisasi berorientasi profit pada umumnya. Penelitian berbasis perancangan ini menghasilkan logo FKMPD Klaten yang bertipe logotype guna menekankan nama FKMPD dimana huruf K merupakan representasi ikon orang yang bersemangat dan penuh harapan serta huruf M yang merupakan penggabungan dari simbol hati merepresentasikan wujud kepedulian terhadap kesetaraan difabel dengan non difabel.
Konsep dan Pengunaan Warna dalam Infografis Ariefika Listya
Jurnal Desain Vol 6, No 01 (2018): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.506 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v6i01.2837

Abstract

Perancangan Infografis Hirudoterapi sebagai Pengobatan untuk Memperlancar Sirkulasi Darah Hadiansyah; Puri Kurniasih; Ariefika Listya
Jurnal Desain Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.88 KB) | DOI: 10.30998/jd.v9i2.11987

Abstract

Tujuan penelitian adalah merancang infografik hirudoterapi sebagai pengobatan untuk memperlancar sirkulasi darah. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif deskriptif dengan studi literatur, observasi dan wawancara. Hasil yang dicapai dari observasi adalah gambaran terkini tentang terapi lintah dan data-data yang didapat berupa perkembangan pengobatan terapi lintah dan kelebihan yang terdapat pada air liur lintah, bertolakbelakang dengan hal tersebut yakni persepsi pengobatan hirudoterapi masih rendah. Melalui studi literatur diperoleh sejarah terapi lintah dan jenis-jenis lintah tertentu yang bisa dipakai dalam melakukan terapi. hasil wawancara adalah cara melakukan pengobatan terapi lintah dengan prosedur yang baik dan benar yang belum terdapat pada teknik pengumpulan data lainnya. Konsep desain komunikasi visual diterapkan guna merancang infografik yang tepat mengkomunikasikan hirudoterapi kepada target khalayak usia 17-25 tahun, tinggal di perkotaan dan peduli terhadap kesehatan. Jenis huruf yang diipilih yakni Sofia Pro Reguler berkesan kuat dan bersih sesuai pesan yang ingin disampaikan yakni solusi alternatif dalam bidang kesehatan, ilustrasi yang digunakan adalah flat design sebagai gaya desain yang sering dipakai pada banyak infografik, dan skema warna yang digunakan adalah warna-warna alami bersaturasi rendah dikombinasikan dengan nilai terang-gelapnya, termasuk warna asli hewan lintah. Diharapkan melalui infografik ini khalayak memahami manfaat hirudoterapi, sehingga dapat menjadi solusi alternatif mengobati penyakit yang mempengaruhi sirkulasi darah
Branding Produk UMKM Pempek Gersang Ahmad Faiz Muntazori; Ariefika Listya; Muhammad Iqbal Qeis
Jurnal Desain Vol 6, No 03 (2019): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.265 KB) | DOI: 10.30998/jd.v6i3.4252

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meredesain logo yang tepat bagi produk UMKM sebagai bagian dari branding berdasarkan hasil penelitian ilmiah. Produk tersebut adalah pempek Palembang yang memiliki inovasi yakni tanpa kuah. Metode kualitatif deskriptif dipakai dalam penelitian ini dengan pendekatan estetika, pendekatan ilmu komunikasi dan ilmu pemasaran. Teknik pengumpulan data yakni studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain logo yang paling sesuai merepresentasikan brand Pempek Gersang adalah mengangkat mengenai inovasi produknya dalam hal cara memakan pempek yang menjadi kelebihan brand Pempek Gersang dibanding pempek lainnya. Tahapan perancangannya adalah mengevaluasi desain sebelumnya, menggali informasi, merumuskan creative brief, riset, eksplorasi ide dan membangun konsep, memvisualisasikan keyword, membuat alternatif desain, serta menyempurnakan desain akhir. Desain logonya menampilkan ikon karakter yang nampak antusias hendak mengkonsumsi pempek dengan mudahnya sesuai dengan konsep produknya. Diharapkan melalui logo baru, brand UMKM ini dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang sesuai dengan tujuan branding.