Enggar Dhian Pratamanti
Universitas Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLIKATUR PADA MEME ISLAM DI INSTAGRAM SEBAGAI WUJUD DIGITALISASI MEDIA DAKWAH: KAJIAN PRAGMATIK Enggar Dhian Pratamanti; Daryono Daryono; M Dliya Ulami
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 23, No 1 (2021): Juni (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i1.3484

Abstract

Instagram dinilai dapat memenuhi kebutuhan komunikasi sosialmasyarakat Indonesia di era digital karena memiliki fitur yang praktis,unik, menarik, dan komunikatif. Hal yang menarik yang dapat ditemukandi Instagram adalah banyaknya gambar, video, atau caption Instagramyang bernilai implikatif yang ditujukan untuk masyarakat luas. Gambarimplikatif ini berwujud komik dan meme. Salah satu meme yang menarikdan menjamur adalah meme bermuatan Islam yang dapat ditemukan dalambeberapa akun Instagram. Meme bermuatan Islam ini berisi dakwah ajaranIslam yang diimplikasikan dalam tuturan yang unik, baik dengan kata-kataatau gambar yang dikemas sedemikian rupa. Guna memahami maknatersirat ini, perlu dilakukan kajian yang mendalam agar pesan dan nilaiyang akan disampaikan dapat diketahui dengan baik. Tim peneliti tertarikmengkaji dan meneliti bentuk implikatur yang ditemukan pada memebermuatan Islam dalam akun Instagram dan faktor penyebab kemunculanmeme bermuatan Islam dalam akun Instagram berkaitan dengan dakwahdi era digital. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metodedescriptive research nonhypothesis (deskriptif tanpa menguji hipotesis).Hasil penelitian ini menemukan beberapa akun Instagram bermuatanIslami yang mencoba menanamkan ideologi, paham, dan ajaran Islami.Akun-akun Islami tersebut menggunakan meme dan menyampaikaninformasi serta ideologi dalam bentuk bahasa implikatur. Bentuk-bentukimplikatur yang ditemukan dalam penelitian ini berupa implikatur bentukwacana verbal (berupa lambang bunyi), implikatur bentuk wacananonverbal (tidak berupa lambang bunyi melainkan gambar), sertaimplikatur bentuk gabungan wacana verbal dan nonverbal. Selain itu,bentuk-bentuk implikatur yang ditemukan memiliki berbagai macamfungsi, yaitu fungsi ekspresif (menyindir dan mengingatkan), fungsidirektif (memerintah), dan fungsi asertif (menyatakan, menunjukkan, danmemberikan kejelasan). Kemunculan meme bermuatan Islam dalam akunInstagram berkaitan dengan dakwah pada era digital disebabkan olehbeberapa hal yaitu karakter dan fitur Instagram, generasi muda sebagaipengguna instagram, serta popularitas gaya bahasa dan meme.
Efektivitas Kemampuan Berbicara Mahasiswa pada Vlog Youtube: Perspektif Linguistik Rini Indah Sulistyowati; Enggar Dhian Pratamanti; Ganda Januarta; Linda Novasari
Simpati Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa
Publisher : CV. Alim's Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/simpati.v4i3.2047

Abstract

Speaking ability is a productive language skill that emphasizes accurate pronunciation, appropriate language structures, meaningful expression, and the suitability of language use in communication contexts. It involves mastery of phonological, morphological, syntactic, semantic, and pragmatic aspects in oral communication. This study aims to: (1) describe students’ speaking ability in YouTube vlogs from a linguistic perspective; and (2) examine the effectiveness of the findings for learning, particularly in the development of digital media-based speaking instruction. The study employed a descriptive qualitative method because it focused on understanding the characteristics of students’ speaking ability in digital communication rather than conducting quantitative measurement. Data were collected through observation and note-taking techniques by carefully and repeatedly examining students’ YouTube vlog videos to identify utterances reflecting speaking ability. The identified utterances were transcribed and recorded in coding sheets to facilitate systematic data organization. The data consisted of words, phrases, clauses, sentences, and oral discourse representing the use of phonological, morphological, syntactic, semantic, and pragmatic aspects. Data analysis followed the Miles and Huberman model, including data reduction, data classification, and interpretation. Relevant data were selected and categorized according to linguistic aspects, then interpreted to explain how students’ speaking ability was demonstrated through digital communication in vlogs. The findings are expected to provide a clear description of students’ speaking ability in YouTube vlogs and to highlight the effectiveness of vlogs as a digital medium for supporting speaking instruction and enhancing students’ oral communication skills in contemporary learning environments.
Green Skill Training:Meningkatkan Ketrampilan Warga Mengelola Manajemen Bank Sampah Masine Slahanti; Nisa Novia Avien Christy; Enggar Dhian Pratamanti; Soegihartono Soegihartono
Literasi Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang Jl. Rangga Sentap, Dalong Sukaharja, Ketapang 78813. Telp. (0534) 3030686 Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/5jwyn648

Abstract

The problem of waste is one of the problems that has become a concern for various parties, it cannot be denied that every day there must be waste that must be disposed of, both from industry and from households in the form of solid or liquid waste plastic or in the form of other waste. Discussion of waste processing has been around for years, in line with the increasingly developing industry and increasingly dense housing. Population growth accompanied by the high flow of urbanization to cities as a result of modernization, has led to an increasing volume of waste that must be managed every day Purwodinatan sub-district is part of the sub-districts that participate in the management of waste banks, however, it is felt that waste banks still need to be given an understanding of improving management maximally within the management system. On this occasion, activities for the community focused on providing insight and knowledge of waste bank management with Green Skill Training management that regulates administration with the aim of administratively managing waste banks better. The activity was carried out by providing material in a seminar forum attended by waste bank managers from the RW001 management consisting of five RTs, each represented by three people: the Chairperson, Treasurer, and Secretary. This community service activity can increase insight and knowledge not only for waste bank managers but also encourage community participation in waste bank activities.