Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Lama Pencelupan Pada Larutan Ozon Terhadap Sifat Fisik dan Biokimia Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata) Selama Penyimpanan Ika Fitriana; Anisa Rachma Sari
Cannarium Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.828 KB) | DOI: 10.33387/cannarium.v19i2.4224

Abstract

Cincau hijau merupakan salah satu komoditi yang banyak dimanfaatkan daunnya karena mengandung banyak nilai gizi, tetapi mudah mengalami kerusakan. Air yang mengandung gas ozon dapat digunakan untuk memperpanjang umur simpan tanaman karena tidak meninggalkan residu, tidak mengubah warna, aroma serta tidak menguraikan senyawa organik dalam bahan pangan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh lama pencelupan larutan ozon terhadap sifat fisik dan biokimia daun cincau hijau selama penyimpanan. Bahan utama dalam penelitian ini adalah daun cincau hijau kultivar arthaloka dan air minum merk BIRU, sedangkan alat yang digunakan adalah mesin ozon tipe DTM Sterilizer tipe KX919. Tahapan penelitan terdiri: persiapan daun cincau dan larutan ozon, pencelupan kedalam larutan ozon dan pengujian sifat fisik (warna dan tekstur) serta sifat biokimiawi (total padatan terlarut dan total asam). Metode penelitian adalah RAL sederhana dengan perlakuan berupa waktu pencelupan pada larutan ozon dengan pengulangan sebanyak 4 kali. Hasil penelitan menunjukkan waktu pencelupan pada larutan ozon selama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap sifat fisik warna, akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tekstur dari daun cincau hijau. Sifat biokimiawi berupa total padatan terlarut dan total asam dari daun cincau hijau berpengaruh nyata akibat waktu pencelupan pada larutan ozon selama penyimpanan. Keywords: larutan ozon, tekstur, total asam, total padatan terlarut, warna
Supplemental Porang Glucomannan Flour (Amorphophallus muelleri Blume) on Green Grass Jelly (Cyclea barbata L. Miers) Texture, Syneresis, and Moisture Content Chandra Wira Aryawan; Ika Fitriana
Indonesian Journal of Food Technology Vol 1 No 2 (2022): Indonesian Journal of Food Technology
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.899 KB) | DOI: 10.20884/1.ijft.2022.1.2.7547

Abstract

This study aims to determine the effect of adding porang glucomannan flour as a hydrocolloid on the texture, syneresis, and moisture content of green grass jelly gel (Cyclea barbata L. Miers). This research was conducted at Food & Agricultural Products Engineering Laboratory, and Chemistry & Biochemistry Laboratory of Semarang University in August 2022. Research experimental design that is used is one factor with completely randomized design and 4 replications. The treatment was adding porang glucomannan flour in a solution of green grass jelly extract consisting of: P0 = 0%, P1 = 0.5%, P2 = 1%, P3 = 1.5%, and P4 = 2% (percentage of porang flour in the solution of green grass jelly extract (w/v)). The observed parameters are texture, syneresis and moisture content. If there is a significant difference among the treatments, it will be tested with DMRT (Duncan Multiple Range Test). Based on the results of the study, it can be concluded that the addition of porang flour had a significant effect on the green grass jelly gel. In the texture aspect, the trend of increasing gel strength expressed in bloom load (g) in each treatment ranged from P0 = 6.63 gf to P4 = 31.13 gf, decreasing syneresis trend ranged from P0 = 38.35% to P4 = 0.0745%, and moisture content decreasing trend starting from P0 = 89.15% to P4 = 72.59% as the concentration of porang flour was added.
PELATIHAN PEMBUATAN JELLY DRINK RAMBUT JAGUNG BAGI KELOMPOK TANI MELATI, KARANGAYU, KECAMATAN CEPIRING, KABUPATEN KENDAL Haslina Haslina; Rohadi Rohadi; Ika Fitriana; Zulhaq Dahri Siqhny
TEMATIK Vol 1, No 1: July 2019
Publisher : TEMATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v1i1.1591

Abstract

Kegiatan pengabdian di Kelompok Tani Melati, tim pengabdian berasal dari Jurusan Teknologi Hasil Pertanian memberikan pengetahuan sesuai bidang keilmuan yakni aplikasi dari pangan fungsional. Kegiatan ini memberikan tambahan pengetahuan bagi Kelompok Tani Melati agar dapat membuat olahan dari rambut jagung, yakni jelly drink.Adapun tahapan persiapan yang berupa pra survey dengan mengidentifikasi masalah kebutuhan dan persetujuan penyelenggaraan acara pengabdian dari Kelompok Tani Melati. Pada tahap pelaksanaan, tim pengabdi menyiapkan materi pelatihan berupa leaflet dan bahan-bahan pelatihan. Bahan pelatihan berupa, pelatihan teori rambut jagung sebagai oangan fungsional yang bermanfaat untuk kesehatan dan yang terakhir berupa pemberian pelatihan pembuatan jelly drink rambut jagung.Setelah mengikuti pelatihan, lebih dari 50% anggota kelompok tani jadi mengerti potensi rambut jagung sebagai antioksidan alami yang bermanfaat untuk kesehatan dan dapat diolah menjadi jelly drink. Selain itu, respon berupa pertanyaan dan kesungguhan kelompok tani dalam menerima semua materi yang diberikan dan mengikuti praktek sampai selesai. Evaluasi secara umum menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, direspon dengan baik (Gambar 5). Hal ini terlihat dari minat kelompok tani yang cukup memuaskan dan ada keinginan untuk mencoba praktek dan memasarkan jelly drink.
Pemberdayaan Kelompok Usaha Jajan Pasar Melalui Inovasi dan Pengawetan Produk Putu Mayang Anwar Mansyur; Ika Fitriana; Suhana Suhana
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 1 (2026): February
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i1.18090

Abstract

This community service program aims to enhance the understanding and skills of members of the Jajan Pasar Bugen Utara business group regarding the importance of innovation and preservation techniques for Putu Mayang as an effort to revitalize a traditional culinary heritage of Semarang City. The activities were implemented through socialization, training, technology application, and intensive mentoring. Evaluation was conducted using pre- and post-test questionnaires and analyzed descriptively. The results of the program indicate a significant improvement in participants’ knowledge related to innovation and preservation of Putu Mayang, as reflected in increased test scores at both individual and group levels. The development and implementation of an electrically powered Putu Mayang molding device were also successfully achieved, enabling faster and more efficient production. Product preservation was further improved, with shelf life increasing from approximately four hours to about 5.5–6 hours through appropriate cooking techniques, as well as the application of vacuum packaging and chiller storage for extended durability.
Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Jagung (Corn Processing) bagi Siswa SMA Muhammadiyah 4 Kendal dalam Meningkatkan Kecakapan Hidup dan Jiwa Kewirausahaan Devy Angga Gunantar; Ika Fitriana; Anisa Rachma Sari
TEMATIK Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tematik.v6i2.13839

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMA Muhammadiyah 4 Kendal khususnya kelas XI dalam mengolah jagung sebagai bahan pangan lokal yang bernilai tambah. Permasalahan utama yang dihadapi siswa SMA Muhammadiyah 4 Kendal selaku mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah rendahnya pemahaman mereka terhadap diversifikasi produk berbasis jagung serta minimnya kesadaran siswa terhadap potensi ekonominya yang dihasilkan dari olahan jagung. Program dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu sosialisasi potensi jagung lokal, pelatihan pembuatan produk inovatif berbahan dasar jagung (susu dan yoghurt jagung), serta pengenalan konsep dasar kewirausahaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan learning by doing. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan siswa terkait pengolahan jagung, serta ketertarikan siswa terhadap peluang usaha berbasis pangan lokal khususnya pada olahan jagung.