Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : tematik

SOSIALISASI DIVERSIFIKASI OLAHAN BERBASIS WORTEL BAGI SISWA SISWI SMK NEGERI 6, KENDAL. Iswoyo USM; Aldila Sagitaning Putri
TEMATIK Vol 1, No 2: Desember 2019
Publisher : TEMATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v1i2.1823

Abstract

Wortel  (Daucus  carota)  kaya  Beta  karoten  (Vitamin  A)  yang   baik  untuk kesehatan mata. Selain vitamin A, wortel juga mengandung vitamin B1, B2, B3, B6, B9, dan C, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, dan sodium. Wortel dapat dimakan dengan berbagai cara, salah satunya dengan cara di buat jus wortel dan kandungan vitamin yang terdapat di dalam jus wortel hampir sama dengan wortel yang dimakan begitu saja. Namun dengan adanya diversifikasi pangan, wortel dapat diolah menjadi produk pangan yang memiliki nilai gizi yang tinggi salah satunya adalah nugget wortel.Luaran    kegiatan    ini    berupa     produk    olahan    wortel    yaitu    nugget    wortel. Diharapakan semua kelompok sasaran (SMK Negeri 6, Kendal) mampu memahami kegiatan ini dan dapat menggunakannya sebagai bekal pengetahuan tentang tahapan proses pembuatan diversifikasi olahan wortel sehingga selanjutnya dapat diterapkan di masyarakat dan sebagai bekal berwirausaha. Setelah pelaksanaan kegiatan, terdapat perubahan jumlah hasil dari kuesioner yang diperoleh yaitu sebagian siswa mengetahui cara budidaya wortel (70%) dan mengetahui bahwa wortel mempunyai nilai gizi yang tinggi (97%). Selain itu, hanya beberapa siswa mengetaui tentang cara mengolah wortel (75%), jenis makanan berbahan baku wortel (90%) dan mengetahui wortel mempunyai nilai ekonomis yang tinggi (62%). Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi    dan demonstrasi diversifikasi olahan wortel dapat meningkatkan pemahaman kepada siswa siswi SMK Negeri 6, Kendal tentang olahan wortel.
PENINGKATAN PEMAHAMAN GOOD MANUFACTURING PRACTICE BAGI SISWA SMK NEGERI H. MOENADI UNGARAN KABUPATEN SEMARANG Bambang Kunarto; Iswoyo Iswoyo; Aldila Sagitaning Putri; Soraya Kusuma Putri
TEMATIK Vol. 1 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v1i2.3019

Abstract

ABSTRACT  Knowledge of good manufacturing practice is very important to be known by food industry players to provide protection to the community with the aim of improving food safety, quality and preventing economic losses. Counseling on good manufacturing practice is very appropriate to add insight to students of SMK Negeri H. Moenadi Ungaran Semarang Regency, because one of the competency standards for SMK graduates is that students have the ability to carry out their expertise by applying the principles of safety, health and environmental security. SMK Negeri H. Moenadi Ungaran Semarang Regency is a Vocational High School that has expertise in agribusiness processing of agricultural products (APHP), where the food industry is in line with the fields of work of its graduates. This activity aims to provide information in the form of counseling to improve understanding of good manufacturing practices for students of SMK Negeri H. Moenadi Ungaran, Semarang Regency. The activities carried out include an explanation of food safety, good manufacturing practices, chemical contamination in food and the application of good manufacturing practices in meat processing. Based on the activities that have been carried out, it can be concluded that this extension activity can improve students' understanding of and good manufacturing practices  Keywords:  food safety, good manufacturing practice, SMK Negeri H. Moenadi
Pasca Panen Ubi Jalar Ungu dan Olahannya bagi Siswa siswi Negeri 1 Bawen, Kabupaten Semarang Aldila Sagitaning putri
TEMATIK Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v3i2.7097

Abstract

Siswa SMK Negeri 1 Bawen dalam mendapatkan pengetahuan tentang penanganan pascapanen dan olahan hortikultura hanya diberikan secara umum untuk tanaman hortikultura dan praktikum yang diberikan hanya buah tertentu saja, sehingga penanganan pascapanen dan olahan ubi jalar ungu belum diberikan secara khusus. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk : Memberikan informasi kepada masyarakat khususnya di SMK Negeri 1 Bawen Kabupaten Semarang, tentang pentingnya penanganan pascapanen ubi jalar ungu serta cara pengolahannya dan memberikan keterampilan pengolahan ubi jalar ungu menjadi nasi ungu dan ice cream ubi jalar ungu. Khalayak sasaran dalam pengabdian kepada masyarakat adalah siswa siswi SMK Negeri 1 Bawen Kabupaten Semarang yang sesuai dengang jurusan Teknologi Hasil Pertanian.  Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa sasaran yaitu siswa dan siswi SMK Negeri 1 Bawen bertambah ilmu pengetahuannya dan faham tentang pentingnya pengangan pascapanen dan pengolahan tomat dengan prakteknya. Hal ini berdasarkan tanya jawab, wawancara dan quisioner yang dibagikan sebelum dan setelah kegiatan. Evaluasi dilakukan dengan menggunkan kuisioner pada waktu sebelum dan sesudah pelaksanaan yang diberikan kepada 70 peserta yang mengikuti. Hasil evaluasi menujukkan bahwa : a. Sebelum pelaksanaan kegiatan 80 % peserta belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang penanganan pascapanen, b. Sebelum pelaksanaan 75 % tidak tahu tentang pengolahan ubi jalar ungu dan 25 % tahu, setelah pelaksanaan 85% tahu dan 20,67 % sangat tahu tentang pengolahan ubi jalar ungu, c. 100 % peserta tidak tahu mengolah ubi jalar ungu menjadi nasi ungu dan setelah penyuluhan 3,33 % tidak tahu, 96,67 % tahu dan 10 % sangattahu, d. 100 % peserta penyuluhan tidak tahu cara mengolah ubi jalar ungu menjadi ice cream dan setelah penyuluhan 86,67 % tahu dan 13,33 % sangat tahu cara mengolah ubi jalar ungu menjadi ice cream, e. Pengetahuan tentang manfaat ubi jalar ungu peserta penyuluhan sebelum kegiatan 66,7 % tidak tahu, 33,33 % tahu dan 6,67 % sangat tahu, dan setelah kegiatan 73,33 % tahu dan 26,66 % sangat tahu, dan f. Pengetahuan olahan ubi jalar ungu selain menjadi nasi ungu dan icream ubi jalar ungu menyatakan 100 % tahu. 
Penyuluhan Pembuatan Nata dan Diversifikasi Produk Olahannya sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Pengolahan Pangan di SMK N 1 Bawen Erwin Nofiyanto; Haslina Haslina; Aldila Sagitaning Putri
TEMATIK Vol. 6 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tematik.v6i1.13204

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMK N 1 Bawen dalam pengolahan pangan melalui penyuluhan pembuatan nata dan diversifikasi produk olahannya. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan observasi kebutuhan mitra dan koordinasi penyusunan program pelatihan serta penyediaan bahan edukatif berupa leaflet proses produksi nata. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, demonstrasi, dan diskusi interaktif, serta evaluasi pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan awal siswa masih rendah terkait bahan baku pembuatan nata, kandungan gizi, proses pembuatan, serta diversifikasi produk. Sebanyak 75% siswa belum mengetahui bahwa nata dapat dibuat dari berbagai bahan selain air kelapa, 80% belum mengetahui kandungan gizi nata, 82% belum memahami proses pembuatannya, dan 85% belum mengenal diversifikasi produk berbasis nata. Setelah kegiatan penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan pengetahuan siswa dengan persentase pemahaman menjadi 92% pada aspek bahan baku, 90% kandungan gizi, 94% proses pembuatan, dan 91% diversifikasi produk. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan berhasil meningkatkan kompetensi siswa dalam pengolahan pangan, khususnya pemanfaatan nata sebagai produk bernilai tambah dan berpotensi dikembangkan sebagai peluang inovasi kewirausahaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal penguatan keterampilan vokasional dan inovasi produk pangan di lingkungan sekolah kejuruan