Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Synthesis and Characterization of Hydroxypropylcellulose from Oil Palm Empty Fruit Bunches (Elaeis guineensis Jacq) Djagal W. Marseno; Pepita Haryanti; Binardo Adiseno; Haryadi Haryadi
Indonesian Food and Nutrition Progress Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Indonesian Association of Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jifnp.112

Abstract

Indonesia has a lot of oil palm empty fruit bunches (EFB) and usually discarded as agricultural waste. The major component of this oil palm EFB is cellulose, which is useful for food industry in the form of cellulose derivatives such as hydroxypropylcellulose (HPC). This paper reported about a method to prepare HPC from oil palm EFB as cellulose source. Oil palm EFB was dried, cut and milled to obtain EFB powder passed from 60 mesh screen. Cellulose in the EFB powder was extracted using 4% NaOH at 100ºC for 3.5 h, and then bleached using 5% NaOCl at 30ºC for 3 h.  HPC was synthesized from cellulose using NaOH at 5-25% at 25ºC for 1 h, then propylene oxide (PO) at 0.6-1.4 mL per g cellulose was added to the slurry and the temperature was adjusted to 55ºC for 3 h.  HPC from EFB cellulose had more less characters than its commercial especially in purity level. Alkalization using 10% NaOH and its etherification using 1.4% (v/w) PO gave HPC with the highest molar substitution (MS), viscosity, purity and crystallinity i.e. 0.1049; 76.88 cps; 76.91% and 24.39%, respectively.
Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Zat Penstabil terhadap Karakteristik Kimiawi dan Sensoris Susu Kacang Mete (Anacardium occidentale) fransisca harumi pardamean; Binardo Adi Seno Mawarno; Yulia Shara Br Sembiring
JITIPARI Vol 7 No 2 (2022): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.006 KB) | DOI: 10.33061/jitipari.v7i2.6822

Abstract

Susu kacang-kacangan merupakan alternatif pengganti susu sapi yang saat ini banyak dikonsumsi masyarakat. Kacang kedelai dan kacang almond merupakan dua jenis kacang yang banyak digunakan sebagai bahan baku susu kacang yang banyak dijumpai di pasaran. Diantara jenis kacang-kacangan di Indonesia, kacang mete merupakan salah satu jenis yang banyak dibudidayakan di daerah Wonogiri Jawa Tengah. Salah satu kelemahan susu nabati yang berasal dari kacang-kacangan adalah ketidakstabilannya selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh jenis dan konsentrasi zat penstabil terhadap sifat fisik, kimia dan sensori kualitas susu meteberdasarkan jenis dan variasi konsentrasi penambahan zat penstabilxanthan gum, guar gum dan arabicgum dengan variasi konsentrasi 1% dan 0,5%. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas penambahan variasi konsentrasi zat penstabil 0,5% dan 1% serta datadianalisis menggunakan uji Duncan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa susu kacang mete yang paling banyak disukai secara keseluruhan secara sensoris adalah susu kacang mete dengan penambahan penstabil berupa Arabic gum sebanyak 0,5%. Berdasarkan hasil analisis kimia adalah kadar air sebesar 1,023%, kadar abu sebesar 1,06%, kadar protein kasar sebesar 1,78% dan kadar lemak sebesar 2,7%. Kata kunci : fisikokimia, penstabil, sensoris, susu kacang mete
INOVASI ES KRIM BERBASIS JAMUR TIRAM DI UMKM “HAIDAR” (KELOMPOK WANITA TANI JAYA MAKMUR) KABUPATEN SEMARANG Binardo Adi Seno Mawarno; Christiana Noviani; Roostian Moordiani
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 1 (2023): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i1.185

Abstract

Kelompok Wanita Tani Jaya Makmur yang berada di Desa Susukan, Ungaran, Kabupaten Semarang merupakan kelompok di bawah binaan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah yang berfokus pada budidaya jamur tiram. Salah satu anggota kelompok telah mengolah jamur tiram menjadi berbagai produk olahan pangan dengan nama UMKM “HAIDAR”. Untuk terus meningkatkan inovasi produk, dalam kegitan ini, dilakukan pelatihan pembuatan produk es krim jamur tiram dalam bentuk cup dan juga stick, pengemasan serta uji nilai gizi. Hasil uji kesukaan menunjukkan produk ini memiliki tingkat penerimaan yang baik terhadap tekstur, rasa dan daya terima secara keseluruhan. Untuk nilai gizi, produk es krim jamur tiram dalam bentuk cup memiliki nilai kadar air sebesar 71,95%, kadar abu sebesar 0,98%, kadar lemak sebesar 1,09%, kadar protein sebesar 7,98% serta kadar karbohidrat sebesar 18,00%. Sedangkan es krim dalam bentuk stick memiliki nilai yang sedikit lebih rendah yaitu 7,82% untuk protein, 1,07% untuk kadar lemak serta 15,98% untuk kadar karbohidrat. Produk inovasi ini diharapkan tidak hanya untuk menambah keragaman produk olahan pangan UMKM “HAIDAR” tetapi juga meningkatkan tingkat produksi budidaya jamur tiram bagi Kelompok Wanita Tani Jaya Makmur.
Kajian Proporsi Air Kelapa-Sari Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Konjac Powder Terhadap Kualitas Fisikokimia dan Sensoris Jelly Drink Kelor Binardo Adi Seno Mawarno; Karina Bianca Lewerissa
Journal of Food and Culinary Vol. 5 No. 2 [Desember 2022]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v5i2.6811

Abstract

Masalah stunting (kerdil) telah menjadi persoalan global termasuk di negara Indonesia. Perlunya pemenuhan zat gizi baik gizi makro maupun mikro di fase awal pertumbuhan akan mengurangi risiko terjadinya stunting pada anak. Daun kelor merupakan salah satu komoditas pangan kaya gizi berupa protein, serat, serta berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin C, betakaroten, zat besi, dan kalsium. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan inovasi pangan tinggi zat gizi untuk anak dalam bentuk jelly drink. Metode penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktorial untuk formulasi jelly drink yaitu rasio air kelapa dan sari daun kelor sebanyak 1:1 dan 1:2 dan konsentrasi konjac powder sebanyak 0,1 %, 0,2% dan 0,3%. Berdasarkan analisis kualitas secara fisik,  jelly drink dengan rasio 1:1 dan konsentrasi konjac powder 0,3% memiliki nilai sineresis yang paling baik. Sedangkan secara sensoris, jelly drink dengan perlakuan rasio 1:2 memiliki tingkat penerimaan yang lebih baik secara warna dan penerimaan secara keseluruhan (overall). Berdasarkan total nilai skor keseluruhan parameter fisik dan sensoris, jelly drink dengan proporsi air kelapa: sari daun kelor 1:1 dan konsentrasi konjac powder 0,2% merupakan perlakuan terbaik. Hasil analisis kimia menunjukkan jelly drink daun kelor terbaik memiliki kandungan protein sebesar 2,06% dan vitamin C sebesar 0,77% 
Pendampingan Perijinan Produk Pangan Beku dan Informasi Nilai Gizi UMKM Salatiga Karina Bianca Lewerissa; Sarlina Palimbong; Binardo Adi Seno Mawarno
Madaniya Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.506

Abstract

Pengolahan pangan beku dan informasi nilai gizi produk pangan merupakan salah satu cara memperluas pangsa pasar produk produk usaha mikro menengah. Makanan beku dengan masa simpan 7 hari atau lebih memerlukan ijin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Sementara itu, informasi nilai gizi pada produk merupakan salah satu prasyarat yang harus tercantum di dalam kemasan untuk menembus pasar supermarket. Kegiatan ini dilakukan untuk memfasilitasi pelaku UMKM Salatiga untuk mendapatkan informasi yang tepat mengenai praktik pengolahan pangan beku yang baik, dan cara pencantuman informasi nilai gizi. Hasil kegiatan menyatakan bahwa 20 pelaku usaha yang hadir dalam kegiatan ini memahami materi yang disampaikan dan merasakan manfaatnya. Pendampingan dilanjutkan dengan komunikasi melalui grup WhatsUp untuk memfasilitasi pertanyaan terkait produk masing-masing pelaku usaha.
KREASI MENU PANGAN LOKAL MELALUI KEGIATAN LOMBA CIPTA MENU DI DSN II DESA PURBAYAN, BAKI, SUKOHARJO Laela Nur Rokhmah; Yudha Samodra; Binardo Adiseno Mawarno
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Februari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.736 KB) | DOI: 10.55606/nusantara.v2i1.277

Abstract

Pangan lokal merupakan pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat sesuai dengan potensi daerah. Potensi setiap daerah berbeda-beda sehingga pangan lokal yang dihasilkan di tiap daerah berbeda pula. Pangan lokal tersebut masih terpinggirkan karena keterbatasan jenis olahan pangan yang bisa dikreasikan. Selain itu juga karena masyarakat sekarang terbiasa dengan fast food yang mudah untuk dinikmati. Kreasi pangan lokal sangat dibutuhkan supaya tingkat konsumsi pangan lokal meningkat. Bahan pangan lokal yang digunakan adalah bahan yang sudah dan bisa dibudidayakan di halaman rumah yaitu lidah buaya, gembrot, kelor, singkong, telang dan katuk. Tujuan dari kegiatan ini, masyarakat bisa memanfaatan pangan lokal yang mereka budidayakan menjadi menu makanan keluarga. Kegiatan ini menyajikan 26 menu baik menu camilan, snack, minuman, dessert, maupun menu utama (main course). Kegiatan ini diikuti oleh warga dusun II, desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Dalam lomba ini, diambil 6 pemenang, masing-masing juara 1,2, 3 dan harapan 1, 2, 3. Pemenang lomba ini adalah menu Kue Putri Selendang Pelangi berbahan gembrot dan telang
Efektivitas Jenis Stabilizer yang Berbeda Terhadap Kualitas Fisikokimiawi dan Sensoris Es Lilin Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) Seno, Binardo Adi; Lewerissa, Karina Bianca
Journal of Food and Culinary Vol. 6 No. 2 [Desember 2023]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Es lilin merupakan salah satu jenis dessert beku rendah lemak yang terbuat dari susu, santan, gula, dan bahan pengganti lemak berbasis pati (starch-based fat replacer). Dalam perkembangannya, berbagai modifikasi bahan penyusun es lilin banyak dikembangkan antara lain menggunakan bahan nabati seperti sari buah, kacang-kacangan dan serealia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula es lilin berbasis jamur tiram terbaik ditinjau dari kualitas fisik (overrun, viskositas, laju  pelelehan) dan kualitas sensoris (tekstur, rasa dan daya terima keseluruhan) dengan penggunaan stabilizer yang berbeda (CMC, sodium alginat dan guar gum). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan masing-masing dilakukan tiga kali ulangan. Analisa statistik menggunakan One Way ANOVA dilanjutkan dengan uji beda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan CMC sebagai bahan penstabil menghasilkan karakteristik sensoris yang paling disukai konsumen dari segi tekstur, rasa dan daya terima secara keseluruhan (overall). Selain itu, es lilin jamur tiram dengan penambahan CMC juga memiliki laju pelelehan yang paling lama. Bila dilihat dari nilai overrun, penggunaan sodium alginat menghasilkan nilai pengembangan es lilin jamur tiram yang paling tinggi yaitu sebesar 32,67%. Berdasarkan parameter fisik dan sensoris, es lilin dengan penambahan CMC sebagai stabilizer merupakan perlakuan terbaik yang memiliki kandungan protein sebesar 7,82% dan kadar lemak sebesar 1,07%.
Effect of Maceration Time on Color Intensity, Bioactive Compounds and Antioxidant Activity of Purple Corn Extract (Zea mays var. Black Aztec): Pengaruh Lama Maserasi Terhadap Intensitas Warna, Senyawa Bioaktif dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Jagung Ungu (Zea mays var. Black Aztec) Mawarno, Binardo Adi Seno; Putri, Aldila Sagitaning; Fitriana, Ika
JITIPARI Vol 9 No 2 (2024): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jitipari.v9i2.10219

Abstract

Purple corn is one of the corn varieties that is being developed by Indonesia as a form of food diversification. The purple color of corn is produced by the high presence of anthocyanins so it can provide health benefits such as antioxidant, anti-inflammatory, mutagenic, anti-cancer and anti-angiogenesis. To ensure that the bioactive components are not damaged, extraction is carried out in stages by applying the maceration method using a polar solvent with the correct ethanol content of 96%. Apart from using the appropriate solvent, the length of maceration time will determine the results of the extract obtained. This research aims to find out how long maceration affects the content of bioactive compounds found in purple corn. The research used a completely randomized design with one treatment, namely maceration times of 12, 24 and 48 hours. The tests carried out included color intensity, total phenol and anthocyanin content and antioxidant activity. The research findings explain that the length of maceration has a significant effect on color intensity, total phenols and antioxidant activity of purple corn extract. 2 hour maceration was the best treatment in extracting bioactive compounds, namely total phenols of 206.29 g/100 g, total anthocyanins of 0.19 g/100 g and antioxidant activity of 58.80%.
PENGENALAN METODE TANPA ULEN DALAM PEMBUATAN ADONAN ROTI DI UMKM VARIA BAKERY SALATIGA Binardo Adi Seno; Bintara Wahyu Prasojo
Asawika : Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya Vol 9 No 02 (2024): Desember: Asawika
Publisher : LPPM Unika Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/asawika.v9i02.152

Abstract

Varia Bakery adalah home industry yang berdomisili di Salatiga dengan produk utama berupa produk roti, cookies dan pastry. Untuk mempertahankan eksistensi bisnis di tengah ketatnya persaingan produk bakery, Varia terus mengembangkan produk kekinian khususnya aneka produk roti baik roti tawar maupun roti manis. Salah satu tahap terpenting dalam pembuatan roti adalah proses pengulenan hingga kalis elastis yang membutuhkan waktu cukup lama. Pengabdian masyarakat di Varia Bakery Salatiga ini berupa pengenalan metode pembuatan adonan tanpa ulen dilanjutkan dengan praktik pembuatan roti tawar dan pizza dengan tiga metode yang berbeda yaitu metode langsung tanpa ulen, metode Thangzong dan metode Yudane. Metode pelatihan diawali dengan memberikan penyuluhan serta diskusi kepada pemilik dan karyawan Varia bakery tentang tiga metode pembuatan adonan tanpa ulen yang praktis beserta kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tahap berikutnya dilakukan penerapan ketiga metode dalam pembuatan roti tawar dan pizza serta analisis sensoris untuk mengetahui tingkat penerimaan produk dengan parameter tekstur, tingkat pengembangan serta tingkat kesukaan secara keseluruhan (overall). Ketiga metode menghasilkan pengembangan roti yang baik, tekstur yang halus serta memiliki tingkat penerimaan yang disukai panelis. Hasil evaluasi pelaksanaan pengabdian melalui kuesioner didapatkan persentase pemahaman yang tinggi serta perlunya keberlanjutan program yang dapat diterapkan untuk skala rumah tangga. Kata Kunci : autolysis, roti, thangzong, yudane
Karakteristik dan Potensi Pangan Fungsional Snack Bar Berbasis Sorgum dengan Perbedaan Jenis Binder Lewerissa, Karina; Mawarno, Binardo Adi Seno
Jurnal Teknologi dan Industri Pangan Vol. 35 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Industri Pangan
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia bekerjasama dengan Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB University Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6066/jtip.2024.35.2.237

Abstract

Currently, sorghum has been considered an important local food crop and specifically developed by the Ministry of Agriculture with the aims to support national food security. There are five centers for cultivating and processing sorghum-based products in Central Java. Besides ease of cultivation and versatility of its plant parts, sorghum has complete nutrition and potential as a functional food because it contains dietary fiber, antioxidants, and low glycemic index. This research investigated the quality of sorghum-based functional snack bars, including physical parameters (hardness) and sensory charactersitics (taste, aroma, color, texture, and acceptability). A Completely Randomized Design (CRD) was used to find the best formulation with different low-sugar binders (egg white, dark chocolate, and arenga sugar). The most satisfied formulation was further tested for nutritional content and functional food potential (dietary fiber, antioxidant activity, and total phenols). Statistical analysis using one-way ANOVA with Duncan and Kruskal-Wallis tests. The results showed that the sorghum snack bars incorporated with egg white was the best with a water content of 1.89% wb, protein 15.09% wb, fat 2.90% wb, carbohydrate 69% wb and total calories per 100 g product of 362.6 kcal. In terms of functional activity, it had a total dietary fiber of 8.2% wb and antioxidant activity by DPPH (2,2-diphynyl-1-picylhydrazyl) method of 57.69%. Overall, the nutrition content of the sorghum snack bar is comparable to the commercial ones and shows functional properties. Moreover, it also complies with quality requirement of granola snack bars according to the USDA.