Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Problem-Based Learning Assisted By Cre-ASI (Creative Assessment With Solving Instrument) to Improve Students' Creativity Thinking Skills Dwikoranto; Dzulkiflih; Lintangesukmanjaya, Rahmatta Thoriq; Putra, Dedy Aufansyah; Bergsma, Lindsay N.
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol. 14 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v14i3.25606

Abstract

This study aims to analyze the validity of the Cre-ASI instrument and its practicality and effectiveness when applied to PBL in improving creative thinking skills. The research design used the ADDIE model. The Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages were used. The results of the Cre-ASI (Creative Assessment with Solving Instrument) instrument, which aims to improve creative thinking skills, have met the validity criteria and, when applied in PBL, meet the practical and effective criteria. The results of the Cre-ASI instrument development obtained a validity percentage value of 96.1%, which is a very valid category. When applying the instrument in PBL, a N-Gain score of 0.68 was obtained, and an increase in student answers was observed between the pre-test and post-test. The findings from the development of Cre-ASI in the PBL model revealed a positive correlation between indicators of problem-solving skills and creative thinking skills; students with low problem-solving skills tend to have low creativity. The integration of PBL and Cre-ASI has been shown to encourage knowledge construction, thinking strategies, learning motivation, and the development of students' cognitive abilities. This confirms that physics learning is not only focused on mastering concepts, but also on developing creativity and problem-solving skills. In the future, utilizing sophisticated technology to produce more efficient products with alternative costs and improved time and material efficiency is crucial, as this will enable the results of this study to serve as both an innovation and a benchmark in the selection and development of innovative assessment instruments in physics learning.  
Analisis Kinerja Sistem LiDAR (Light Detection and Ranging) dalam Pengukuran Jarak dengan Pendekatan Simulasi: Evaluasi Ketepatan dan Keandalan Pengukuran: Analysis of LiDAR (Light Detection and Ranging) System Performance in Distance Measurement using Simulation Approach: Evaluation of Measurement Accuracy and Reliability Nikmah, Afiyah; Riski Ramadani; Dzulkiflih; Muhimmatul Khoiro; Firdaus, Rohim Aminullah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.5250

Abstract

Studi ini menyajikan analisis kinerja sistem LiDAR dalam pengukuran jarak dengan memanfaatkan pendekatan berbasis simulasi. Sistem LiDAR banyak digunakan dalam berbagai bidang karena kemampuannya untuk mengukur jarak secara akurat. Namun, menilai akurasi dan keandalan pengukuran LiDAR dalam berbagai kondisi sangat penting untuk memastikan efektivitasnya dalam aplikasi praktis. Dalam penelitian ini, sebuah kerangka kerja simulasi dikembangkan untuk meniru operasi sistem LiDAR dan menghasilkan pengukuran jarak dengan mempertimbangkan faktor lingkungan dan noise pengukuran. Pengukuran yang disimulasikan kemudian dianalisis untuk mengevaluasi akurasi dan keandalan sistem LiDAR dalam pengukuran jarak. Melalui analisis perbandingan dan evaluasi statistik, wawasan tentang kinerja sistem LiDAR diperoleh, yang menyoroti kelebihan dan keterbatasannya. Temuan dari penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang teknologi LiDAR dan memberikan panduan untuk mengoptimalkan kinerjanya dalam aplikasi berbagai bidang. Penelitian ini menegaskan pentingnya penilaian berbasis simulasi dalam menilai kemampuan sistem LiDAR dan memberikan informasi bagi proses pengambilan keputusan dalam berbagai bidang yang bergantung pada pengukuran jarak yang akurat.
ANALISIS PENGARUH VARIASI PANJANG KOPLING TERHADAP EFISIENSI TRANSFER CAHAYA PADA SENSOR FIBER OPTIK DIRECTIONAL COUPLER Waluyo, Febbrya Eka Dewi; Muhimmatul Khoiro; Dzulkiflih
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 14 No. 3 (2025): Vol 14 No 3
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v14n3.p349-360

Abstract

Abstrak Industri air minum dalam kemasan yang berkembang pesat memicu peningkatan permintaan akan kualitas air yang lebih baik. Namun, kontaminasi logam berat, terutama kadmium (Cd²⁺), berisiko membahayakan kesehatan manusia. Kadmium dapat merusak organ dan sistem tubuh, sehingga diperlukan metode deteksi yang efisien dan sensitif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sensor fiber optik berbasis Directional Coupler untuk mendeteksi kadmium dalam air minum. Sistem deteksi menggunakan Laser BF4R (660 nm) sebagai pemancar cahaya dan Sensor BF5R sebagai penerima. Variabel penelitian meliputi suhu larutan (25±0,5°C), panjang coupling (2,8 cm, 2,9 cm, dan 3,0 cm), konsentrasi larutan Cd (0,05 ppm, 0,10 ppm, dan 0,15 ppm), serta variasi konfigurasi nyala laser (ON-OFF, OFF-ON, ON-ON). Kalibrasi dilakukan dengan memeriksa perbandingan antara fiber optik dengan cladding dan tanpa core, memastikan kedua core fiber optik menempel dengan tepat. Teknik pengambilan data dilakukan dengan mengukur intensitas cahaya yang terkopel pada fiber optik. Hasil penelitian menunjukkan panjang coupling 3,0 cm memberikan intensitas output tertinggi pada konfigurasi laser ON-OFF, dengan sensitivitas yang optimal untuk deteksi kadmium. Pembahasan menunjukkan bahwa panjang coupling yang lebih besar meningkatkan perpindahan cahaya antar fiber, dengan mode ganjil memperkuat gelombang evanescent yang meningkatkan efisiensi transfer energi. Penelitian ini membuktikan bahwa metode Directional Coupler pada fiber optik dapat diterapkan secara efisien untuk deteksi logam berat dalam air secara real-time dan dengan biaya rendah.   Abstract The rapidly growing bottled drinking water industry has led to increased demand for higher water quality. However, contamination by heavy metals, particularly cadmium (Cd²⁺), poses significant health risks. Cadmium can damage organs and body systems, necessitating efficient and sensitive detection methods. This study aims to develop an optical fiber sensor based on the Directional Coupler method for detecting cadmium in drinking water. The detection system employs a BF4R laser (660 nm) as the light emitter and a BF5R sensor as the receiver. Research variables include solution temperature (25±0.5°C), coupling lengths (2.8 cm, 2.9 cm, and 3.0 cm), cadmium solution concentrations (0.05 ppm, 0.10 ppm, and 0.15 ppm), and laser activation configurations (ON-OFF, OFF-ON, ON-ON). Calibration was performed by comparing fiber optics with and without cladding, ensuring the precise alignment of the cores. Data collection was done by measuring the coupled light intensity on the optical fibers. Results showed that a coupling length of 3.0 cm provided the highest output intensity in the ON-OFF laser configuration, demonstrating optimal sensitivity for cadmium detection. The discussion revealed that longer coupling lengths enhance light transfer between fibers, with the odd mode strengthening the evanescent wave, thus increasing energy transfer efficiency. This research demonstrates that the Directional Coupler method in optical fibers can effectively detect heavy metals in water in real-time and at a low cost.