Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

TANTANGAN ERA GLOBALISASI TERHADAP MANAJEMEN PERGURUAN TINGGI Maturbongs, Yoseph Hendrik
Jurnal Administrasi dan Kesekretarisan Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Administrasi dan Kesekretarisan
Publisher : STIKS Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.542 KB) | DOI: 10.36914/jak.v4i2.254

Abstract

Education as a basic milestone in the development of human resources in the current era of globalization, must be a mainstay to produce competitive intellectuals. Compared to other countries in ASEAN, Indonesia still has a high unemployment rate and a low level of work productivity. Globalization, which is supported by accelerating rapid technological development, has eliminated the limits of the economy, trade, and displacement of human resources. How higher education faces the challenges of globalization is important to anticipate. This study will examine this through the literature review by reviewing the facts, describing the theories involved, analyzing and then concluding. Management of tertiary education as a major component of management of educational institutions must be carried out in an integrated manner towards the institution and its activities. Planned, organized, directed, and measurable management must always be aligned with the acceleration and challenges of globalization from all aspects. Generation characteristics, organizational performance and culture, flexibility and innovation, as well as information technology adaptability are critical factors that must always be developed and harmonized. The challenges identified for higher education management in facing the globalization era are, renewal, organizational communication, strategy, innovation and investment in physical and non-physical assets. In facing these challenges, the issue of globalization must always be aligned with the vision and mission, a clear and focused future orientation, developing people as a whole, consistently, serving the community as a whole, and aligning technology to human resources and business processes.Pendidikan sebagai tonggak dasar pengembangan sumber daya  manusia dalam era globalisasi saat ini, haruslah menjadi andalan untuk menghasilkan insan-insan cendikia yang kompetitif. Dibandingkan dengan beberapa negara di ASEAN, Indonesia masih memiliki tingkat pengangguran yang cukup tinggi, serta tingkat produktivitas kerja yang rendah. Globalisasi yang didukung dengan percepatan perkembangan teknologi yang sedemikian cepat telah meniadakan batas-batas ekonomi, perdagangan, dan perpindahan sumber baya manusia. Bagaimana pendidikan tinggi menghadapi tantangan globalisasi tersebut menjadi hal yang penting untuk diantisipasi. Telaah ini akan mengkaji hal tersebut melalui literatur review dengan mengkaji fakta yang ada, memaparkan teori yang berkaitan, menganalisa dan kemudian menyimpulkan. Manajemen pendidikan tinggi sebagai komponen utama pengelolaan institusi pendidikan, harus dilakukan secara terintegrasi terhadap kelembagaan maupun aktivitasnya. Pengelolaan secara terencana, terorganisir, terarahkan, dan terukur, harus selalu diselaraskan dengan percepatan dan tantangan globalisasi dari segala aspek. Karakteristik generasi, kinerja dan budaya organisasi, fleksibilitas dan inovasi, serta adaptibilitas teknologi informasi menjadi faktor-faktor kritis yang harus selalu dikembangkan dan diselaraskan. Tantangan yang teridentifikasi bagi manajemen pendidikan tinggi dalam menghadapi era globalisasi adalah, pembaharuan, komunikasi organisasi, strategi, inovasi dan investasi terhadap aset fisik maupun non-fisik. Dalam menghadapi tantangan tersebut maka isu globalisasi harus selalu diselaraskan dengan visi misi, orientasi masa depan jelas dan terarah, mengembangkan manusia secara utuh, konsisten, melayani masyarakat secara menyeluruh, serta penyelarasan teknologi terhadap sumber daya manusia dan proses bisnis.
PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI PADA INSTITUSI PENDIDIKAN TINGGI STUDI KASUS SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI DAN SEKRETARI TARAKANITA Yoseph Hendrik Maturbongs; Riri Satria
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2011
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SekolahTinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita merupakan salah satu lembaga pendidikan yangsudah berdiri sejak tahun 1968. Selama 41 tahun berdiri lembaga ini telah menghasilkan sekretaris yangprofesional dibidangnya. Belakangan ini mulai dirasakan adanya beberapa masalah seperti misalnyaperumusan strategi bisnis yang kurang didukung oleh analisis data yang handal, pelayanan terhadappelanggan, kurang optimalnya penggunaan sumber daya, serta jumlah lulusan yang juga semakin menurun.Dengan dibukanya Program Studi Komunikasi Bisnis pada tahun 2008 yang secara otomatis akanmengakibatkan aktivitas lembaga semakin bertambah, maka permasalahan itu perlu dibenahi secepatnya agarsasaran bisnis tetap dapat tercapai.Perencanaan strategis SI/TI merupakan aktivitas yang sangat penting bagi sebuah organisasi untuk mencapaisasaran bisnisnya(Ziyad, 2007) (Titthasiri, 2000). Penelitian ini mencoba untuk menelusuri masalah yangdihadapi oleh STIKS Tarakanita dan memberikan alternatif pemecahannya. Metodologi yang digunakanmerupakan modifikasi dari metodologi Price Waterhouse dengan masukan dari beberapa metodologi yang lainseperti Ward & Peppard, Tozer, James Martin, serta Titthasiri. Untuk mempertajam hasil analisis digunakantools, seperti: PEST, Matriks Pangsa Pasar, Five forces, Activity Chain, serta Critical Success Factor (CFS’S).Hasil perencanaan strategis ini dalam bentuk identifikasi kebutuhan SI/TI yang tergambarkan dalam portfolioaplikasi mendatang. Perencanaan strategis ini diharapkan dapat menjadi jawaban terbaik atas permasalahanyang dihadapi saat ini.
PENGARUH MOTIF PENGGUNAAN MEDIA INSTAGRAM TERHADAP CITRA DIRI PADA DIREKTORAT HUMAN CAPITAL MANAGEMENT PT XYZ LOKASI KERJA KANTOR PUSAT Innes Irene Rarasingtyas; Yoseph Hendrik Maturbongs
Jurnal Komunikasi dan Bisnis Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jikb.v5i1.258

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan media baru yaitu media sosial instagram. Media baru merupakan hasil dari perkembangan kemajuan teknologi sejak diawali dengan lahirnya internet. Sejalan dengan perkembangan teknologi, media baru melahirkan situs jejaring sosial yang disebut media sosial. Instagram memiliki 22 juta pengguna aktif yang sebagian penggunanya berasal dari kalangan karyawan. Maka dari itu karyawan merupakan responden dalam penelitian ini. Instagram merupakan salah satu media sosial yang digunakan yang sifatnya online untuk mengakses informasi jarak jauh, melakukan hubungan pertemanan hingga mencari hiburan. Penelitian ini menerangkan bahwa masyarakat membuat instagram seperti kebutuhan sosialnya. Kebutuhan sosial berupa kebutuhan berinteraksi dengan orang lain secara tidak langsung untuk menampilkan dirinya kepada orang lain yaitu pembentukan citra diri seseorang. Hal tersebut membuat kebutuhan tersebut menjadi sebuah alasan atau motif mengapa mereka menggunakan media tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif penggunaan instagram bagi karyawan dan bagaimana citra diri didapatkan serta mengetahui adakah pengaruh motif penggunaan media instagram terhadap citra diri karyawan khusunya di lingkungan karyawan Direktorat Human Capital Management PT XYZ lokasi kerja kantor pusat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik probabilty sampling menggunakan simple random sampling sebanyak 65 (enam puluh lima) responden. hasil penelitian responden ini menunjukkan motif paling tinggi penggunaan instagram adalah hiburan dengan nilai 66% terhadap citra diri yaitu Ideal Social Self Image sebesar 72%. Hal ini juga didukung dengan hasil statistik dengan menghasilkan t hitung (9,080) > t tabel (2,001) sehingga dapat dikatakan bahwa motif penggunaan media instagram berpengaruh terhadap citra diri.This survey is motivated by new media usage which is instagram as a social media. New media is a result of progress and technological development started from internet appearance. In line with technological development, new media comes with social networking site which are called social media. Instagram has twenty two millions active user partly came from employees. Therefore they are selected in this survey as a respondent. Instagram is one of social media used by online to access long range information, doing friendship relationship and looking for diversion. This survey explain that community makes instagram a social needs. It is a needs to interact with other people indirectly to show themself turning a self image. This case makes social needs turns to reasons or motives why they use it. This survey also intend to know instagram motive usage and self image for employee and more knowing there is a influence of instagram media usage to self image for employee especially in Directorate Human Capital Management, Head Office,  PT XYZ. In this survey it used quantitative method with probabilty sampling technique using simple random sampling for sixty five respondents. From respondents's result show highest motive comes to diversion they agreed as much sixty six percents and for self image they agreed as much as seventy two percents. This case is supporting by statistic result with t count (9,080) > t tabel (2,001) so it proved that instagram media usage react to self image. 
PELATIHAN PEMBUATAN PORTOFOLIO PRIBADI MENARIK DALAM MEMPERSIAPKAN DIRI MELAMAR PEKERJAAN BAGI ORANG MUDA BINAAN MARGA SEJAHTERA Petrus Dwi Ananto Pamungkas; Yoseph Hendrik Maturbongs; R. Koesmaryanto Oetomo
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Portofolio menjadi salah satu persyaratan administrasi utama apabila seseorang ingin melamar suatu pekerjaan. Dalam sebuah portofolio dapat dilihat apa dan bagaimana pribadi sesorang. Dalam pelatihan ini, para peserta diajak langsung mempraktikkan mengenai pembuatan portofolio yang menarik sehingga memiliki peluang diterima oleh pihak perusahaan. Walaupun menggunakan media zoom meeting para peserta tetap dapat berlatih secara langsung sesuai instruksi dari tim dosen sebagai pembimbing pelatihan. Dengan adanya keterbatasan waktu dan beberapa peserta mengalami masalah terkait koneksi internet maka tim dosen pembimbing pelatihan memberikan materi pembuatan portofolio dengan memanfaatkan template yang tersedia dalam aplikasi pengelolaan dokumen. Antusias yang besar dari para peserta membuat tim pembimbing pelatihan menjadi tambah semangat, terutama kelanjutan pembimbingan melalui media email tim pembimbing pelatihan. Waktu yang singkat tetap mampu menghasilkan beberapa contoh portofolio peserta yang bersumber dari dokumen-dokumen pendukung, seperti ijazah dan sertifikat serta pengalaman-pengalaman.
Membuat Portofolio Pribadi Menarik dalam Mempersiapkan Diri Melamar Pekerjaan bagi Orang Muda Binaan Marga Sejahtera Petrus Dwi Ananto Pamungkas; Yoseph Hendrik Maturbongs; R. Koesmaryanto Oetomo
Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.488 KB) | DOI: 10.58466/literasi.v1i2.144

Abstract

Portfolio is one of the main administrative requirements if someone wants to apply for a job. In a portfolio you can see what and how a person is. In this training, participants are invited to directly practice on making attractive portfolios so that they have the opportunity to be accepted by the company. Even though using the zoom meeting media, participants can still practice directly according to the instructions from the lecturer team as a training supervisor. With time constraints and some participants experiencing problems related to internet connection, the training supervisor team provided portfolio creation materials by utilizing the templates available in the document management application. The great enthusiasm of the participants made the training supervisor team even more enthusiastic, especially the continuation of mentoring through the email media of the training supervisor team. In a short time, we were able to produce several examples of participant portfolios sourced from supporting documents, such as diplomas and certificates as well as experiences.
Artificial Intelligence and the Fragile Fortress: Addressing the Security and Data Privacy Gaps in Indonesia’s Financial Sector Resilience Maturbongs, Yoseph Hendrik
The International Journal of Financial Systems Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Otoritas Jasa Keuangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61459/ijfs.v3i2.89

Abstract

Indonesia’s financial sector embodies a paradox of a “fragile fortress”: while Artificial Intelligence (AI) accelerates innovation and strengthens external facades, it simultaneously embeds systemic vulnerabilities within its digital architecture. To address this dichotomy, this article introduces the Algorithmic Digital Integrity Fault Lines Syndrome (ADIFL Syndrome) as a novel theoretical framework. ADIFL conceptualises six interlinked algorithmic risks, cyber-privacy vulnerability, data abuse by design, erosion of social legitimacy, infrastructure fragility, regulatory asymmetry, and AI service unreliability that collectively erode digital integrity. Using a qualitative-constructive methodology grounded in systemic theories and strategic case studies, the study demonstrates that these risks are not isolated incidents but manifestations of deeper structural fault lines. Findings reveal how compounding vulnerabilities undermine resilience and legitimacy, offering actionable policy recommendations to strengthen adaptive governance. Furthermore, the article proposes the Digital Integrity Risk Index (DIRI) as a future evaluative tool, complete with measurable indicators for each ADIFL subset. By framing AI risks as emergent and interconnected phenomena, this research provides a conceptual foundation for building anticipatory digital resilience, relevant not only to finance but also to critical domains such as public services, healthcare, and education.
Pengaruh Motif Penggunaan Media Instagram Terhadap Citra Diri di PT XYZ Innes Irene Rarasingtyas; Yoseph Hendrik Maturbongs
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 5 No 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/h5a7p993

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan media baru yaitu media sosial instagram. Media baru merupakan hasil dari perkembangan kemajuan teknologi sejak diawali dengan lahirnya internet. Sejalan dengan perkembangan teknologi, media baru melahirkan situs jejaring sosial yang disebut media sosial. Instagram memiliki 22 juta pengguna aktif yang sebagian penggunanya berasal dari kalangan karyawan. Maka dari itu karyawan merupakan responden dalam penelitian ini. Instagram merupakan salah satu media sosial yang digunakan yang sifatnya online untuk mengakses informasi jarak jauh, melakukan hubungan pertemanan hingga mencari hiburan. Penelitian ini menerangkan bahwa masyarakat membuat instagram seperti kebutuhan sosialnya. Kebutuhan sosial berupa kebutuhan berinteraksi dengan orang lain secara tidak langsung untuk menampilkan dirinya kepada orang lain yaitu pembentukan citra diri seseorang. Hal tersebut membuat kebutuhan tersebut menjadi sebuah alasan atau motif mengapa mereka menggunakan media tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif penggunaan instagram bagi karyawan dan bagaimana citra diri didapatkan serta mengetahui adakah pengaruh motif penggunaan media instagram terhadap citra diri karyawan khusunya di lingkungan karyawan Direktorat Human Capital Management PT XYZ lokasi kerja kantor pusat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik probabilty sampling menggunakan simple random sampling sebanyak 65 (enam puluh lima) responden. hasil penelitian responden ini menunjukkan motif paling tinggi penggunaan instagram adalah hiburan dengan nilai 66% terhadap citra diri yaitu Ideal Social Self Image sebesar 72%. Hal ini juga didukung dengan hasil statistik dengan menghasilkan t hitung (9,080) > t tabel (2,001) sehingga dapat dikatakan bahwa motif penggunaan media instagram berpengaruh terhadap citra diri.
Penguatan Keterampilan Komunikasi Digital Melalui Program Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa di SMA Budhaya II Santo Agustinus Yoseph Hendrik Maturbongs
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 6 No 1: JANUARI 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/11kwfj29

Abstract

Abstract The digital era presents challenges and opportunities in developing communication skills, particularly among the younger generation. This study aims to enhance students' digital communication skills by integrating elements of effective communication into the Leadership Training Program (LDKS) at SMA Budhaya II Santo Agustinus. The implementation methods included interactive lectures, digital communication simulations, and participatory discussions to teach the basics of effective communication, such as message clarity, media selection, and empathy in online communication. Survey results revealed that 90.3% of participants were satisfied with the program, 85.5% were satisfied  with  the  enthusiasm  during  activities,  and  95.2%  stated  the  program  strengthened interpersonal relationships. The evaluation also indicated improved understanding of digital communication skills. Limitations such as physical facilities and training duration were noted for future improvement. This program demonstrates that effective communication theories can be practically applied in digital-based leadership training, positively impacting students’ interpersonal skills.   Abstrak Era digital memberikan tantangan dan peluang dalam pengembangan keterampilan komunikasi, terutama bagi generasi muda. Penelitian Pengabdian Masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan komunikasi digital siswa melalui integrasi elemen komunikasi efektif dalam program Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di SMA Budhaya II Santo Agustinus. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, simulasi komunikasi digital, dan diskusi partisipatif untuk mengajarkan dasar komunikasi efektif, seperti kejelasan pesan, pemilihan media, dan empati dalam komunikasi daring Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di SMA Budhaya II Santo Agustinus memberikan gambaran nyata tentang pentingnya komunikasi efektif di era digital. Tujuan utama   dari   penelitian   pengabdian   masyarakat   dan   kegiatan   ini   adalah   untuk   meningkatkan keterampilan komunikasi digital siswa melalui pendekatan yang terintegrasi dalam program pelatihan kepemimpinan. Berdasarkan hasil kegiatan, dapat disimpulkan bahwa peserta mengalami peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan kemampuan mereka terkait komunikasi digital, sebagaimana dibuktikan oleh tingkat kepuasan yang tinggi terhadap acara ini. Evaluasi juga menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap komunikasi digital. Kendala seperti keterbatasan fasilitas fisik dan waktu  pelatihan  menjadi  perhatian  untuk  perbaikan.  Program  ini  membuktikan  bahwa  teori komunikasi efektif dapat diterapkan secara praktis dalam pelatihan kepemimpinan berbasis digital, memberikan dampak positif pada keterampilan interpersonal siswa.    
Pemahaman Literasi Digital bagi Remaja Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculata (KAMI) Bekasi Yoseph Hendrik Maturbongs; Yakin Bakhtiar Siregar; Robertus Koesmaryanto Oetomo; Linus Kali Palindangan; Petrus Dwi Ananto Pamungkas
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 4 No 1: JANUARI 2023
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/p4823z79

Abstract

Literasi digital menjadi hal yang harus ditingkatkan oleh generasi muda guna menghadapi era globalisasi. Kemudahan memperoleh informasi dengan dukungan ketersediaan peralatan dan teknologi membuat informasi menjadi berlimpah. Tanpa pengawasan dari orang yang lebih tua maka para remaja Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculata (KAMI) Bekasi menjadi rentan terpapar informasi negatif yang merusak. Untuk itu, para dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita melakukan Pelatihan Pemahaman Literasi Digital dengan tujuan membekali para peserta dengan pengetahuan dan wawasan sehingga lebih bijak dalam mengelola informasi yang diterimanya. Adapun metode yang digunakan adalah pemberian materi dan pelatihan mengenai bagaimana memperoleh informasi dan mengelolanya secara bijak sehingga menghasilkan informasi yang bermanfaat. Pelatihan singkat ini memang tidak sepenuhnya merubah pola pikir semua peserta terhadap informasi yang diterima tetapi sebagian besar peserta mulai memahami pentingnya literasi digital bagi mereka. Klarifikasi informasi dengan membandingkan informasi yang diterima terhadap informasi sejenis lainnya menjadi salah satu hal meningkatnya pemahaman literasi digital.