Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN KOLABORASI SISWA DALAM BELAJAR DI SEKOLAH DASAR Muammar Muammar
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 8 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v8i2.3431

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan kolaborasi siswa dalam belajar di Kelas Tinggi (IV, V, VI) MIN 1 Kota Mataram. Kemampuan kolaborasi siswa dalam belajar ini merupakan kemampuan yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan pendidikan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan kolaborasi siswa dalam belajar di Kelas Tinggi MIN 1 Kota Mataram; dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan kolaborasi siswa dalam belajar di Kelas Tinggi MIN 1 Kota Mataram. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di MIN 1 Kota Mataram. Kehadiran peneliti sebagai instrumen kunci. Sumber data berupa data primer dan data sekunder. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Keabsahan data melalui triangulasi, perpanjangan waktu penelitian, dan kecukupan referensi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) kemampuan kolaborasi siswa dalam belajar di Kelas Tinggi MIN 1 Kota Mataram menunjukkan bahwa (a) siswa mampu menunjukkan kemampuannya dalam bekerja secara efisien dan saling menghormati dengan anggota kelompok; (b) siswa mampu mempraktikkan fleksibilitas dan kemauan untuk menjadi bermanfaat dalam melaksanakan berbagai kompromi untuk mencapai tujuan bersama; (c) siswa mampu membagi tanggung jawab untuk berkolaborasi dan menghargai, serta kontribusi dari setiap anggota; dan (d) siswa mampu berkolaborasi secara primer dan sekunder; dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan kolaborasi siswa dalam belajar di Kelas Tinggi MIN 1 Kota Mataram, meliputi: (a) faktor internal, seperti: adanya rasa ingin tahu, memiliki tanggung jawab, kemauan menjadi bermanfaat, kemudian (b) faktor eksternal, seperti: dorongan/motivasi dari guru, kondisi dan situasi kelas, anggota kelompok, dan sumber belajar.
Limitations in the Use of Formal Indonesian and Socio-Cultural Influences on Academic Participation: A Case Study of Eastern Indonesian Students Deana Indah Haimima; Agung Hastomo; Muhammad Fikruzzaman Makarim; Rooselina Ayu Setyaningrum; Muammar Muammar
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v15i1.18346

Abstract

This study examines barriers to formal Indonesian language use and sociocultural influences on academic participation among Eastern Indonesian students in the Elementary School Teacher Education Program at Sanata Dharma University. A qualitative case study with purposive sampling involved five Eastern Indonesian students and one lecturer through in-depth interviews, classroom observations, and academic document analysis, subsequently analyzed thematically. Three primary barriers were identified: linguistic interference from regional accents undermining self-confidence, limited formal vocabulary hindering academic expression, and social isolation stemming from stereotyping. Linguistic and psychosocial barriers mutually reinforced one another, creating a cycle that impeded academic participation. Grounded in linguistic insecurity theory, BICS/CALP, and sociocultural theory, students developed cognitive, social-collaborative, and metacognitive adaptation strategies, yet continued requiring systematic institutional support. Integrating formal Indonesian language training programs, establishing inclusive academic environments, and enhancing lecturer sensitivity toward linguistic diversity are critical to ensuring equitable access and academic success for students from diverse linguistic backgrounds in Indonesian higher education.