Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Lingua Susastra

Struktur dan Fungsi Sosial Pantun Pernikahan di Pasaman Barat Adilla Hawari; Muhammad Adek
Lingua Susastra Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.001 KB) | DOI: 10.24036/ls.v3i1.88

Abstract

Minangkabau-language pantuns are rare to find in today's modern times. Therefore, preservation efforts are needed through cultural documentation and research on oral literature. This study aims to describe the structure and social functions of pantun in Minangkabau language. This research belongs to literary research, especially oral literature. The data of this study are the utterances of Minangkabau pantuns contained in Minangkabau cultural wedding ceremonies which were collected through structured interviews with pantuns’ speakers. The results of this study are: (1) the structure of the pantun in wedding ceremonies in West Pasaman Regency, divided into physical and mental structures and; (2) the social function of pantuns in Minangkabau weddings includes (a) a means of communication, (b) identity of the Minangkabau people, (c) decoration of the oral tradition of the Minangkabau people, (d) a means of preaching, (e) a means of educating.
Yang Terampas dan Yang Terputus: Guru dan Menulis Ilmiah Muhammad Adek; Nesa Riska Pangesti; Jeihan Nabila; Zulfikarni Zulfikarni
Lingua Susastra Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.052 KB) | DOI: 10.24036/ls.v3i2.96

Abstract

Profesi Guru sudah ada semenjak Indonesia merdeka. Selama itu, guru identik dengan pendidik yang berfokus pada pengajaran, pembimbingan, motivasi dan evaluasi kepada siswa. Saat ini, seorang guru profesional diwajibkan untuk menghasilkan publikasi ilmiah baik dalam bentuk buku, artikel maupun makalah yang didiseminasikan dalam forum ilmiah. Tidak sedikit dari guru menghindari dan menyepelekan kegiatan menulis ilmiah ini sehingga kuantitas dan kualitas tulisan ilmiah yang dihasilkan guru masih jauh dari harapan. Hal ini secara tidak langsung menggangu proses perbaikan kualitas guru, kualitas sekolah hingga kesejahteraan dari guru itu sendiri. Makalah ini bertujuan untuk mendiskusikan keengganan guru sekolah dasar dalam menulis ilmiah berdasarkan data yang dikumpulkan selama kegiatan pengabdian masyarakat di kota Solok. Hal ini diharapkan menjadi catatan penting bagi perguruan tinggi, pemerintah daerah dan kementerian untuk bersama-sama mengevaluasi kesulitan yang dialami guru untuk didapatkan solusi di masa mendatang.