Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

STRATEGI ADAPTASI TENTANG EFISIENSI ANGGARAN PEMERINTAH PADA DIVISI SALES & MARKETING THE SUNAN HOTEL SOLO Saptanti Widjaningrum; Agus Solikhin; Titik Akiriningsih
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 7 No 1 (2026): SABBHATA YATRA: Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v7i1.2865

Abstract

Kebijakan efisiensi anggaran yang ditetapkan dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 memberikan pengaruh besar kepada sektor perhotelan di Indonesia. Tujuan penelitian ini diantaranya: 1) untuk mengetahui dampak nyata dan spesifik dari implementasi Inpres No. 1 Tahun 2025 tentang kebijakan efesiensi anggaran Pemerintah terhadap kinerja bisnis divisi Sales & Marketing The Sunan Hotel Solo, 2) untuk mengetahui strategi adaptasi yang dilakukan dari sisi pasar, operasional, maupun sumber daya manusia oleh divisi The Sunan Hotel Solo, dan 3) untuk mengetahui evaluasi strategi yang efektif yang telah dilakukan divisi Sales & Marketing The Sunan Hotel Solo untuk memitigasi terjadinya penurunan permintaan dari segmen pemerintah akibat Inpres No. 1 Tahun 2025. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan analisis fenomenologi. Hasil penelitian ini antara lain: 1) adanya penurunan tingkat hunian hotel dan kegiatan MICE dari segmen pemerintahan sebagai dampak dari implementasi Inpres No. 1 Tahun 2025; 2) Divisi Sales & Marketing The Sunan Hotel Solo telah melakukan strategi adaptasi: diversifikasi pasar, pemetaan ulang segmen pasar dengan mengubah fokus dari ketergantungan sektor pemerintah ke pasar korporasi dan individu; 3) evaluasi strategi yang efektif yang telah dilakukan divisi Sales & Marketing The Sunan Hotel Solo untuk memitigasi terjadinya penurunan permintaan dari segmen pemerintah antara lain: mitigasi finansial melalui efisiensi internal yang signifikan dan penilaian ketat terhadap pengeluaran aset (CAPEX) dan operasional (OPEX), respons cepat pada operasional melalui pelatihan lintas fungsi bagi staf (cross-training) dan penyesuaian pola kerja untuk melayani karakter tamu baru yang lebih aktif.
Perceived Impacts of Solo International Performing Arts 2025 on Hotel Occupancy: A Stakeholder Perspective Dicky Tinton Hermanto; Agus Solikhin; Darmaesti; Sugiman
Jurnal Pariwisata Nusantara (JUWITA) Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pariwisata Nusantara
Publisher : PROGRAM STUDI PARIWISATA SYARAH, FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/juwita.v5i2.16140

Abstract

Purpose: This study aims to develop a stakeholder collaboration framework for optimizing the contribution of cultural events to hotel occupancy, using the 2025 edition of Solo International Performing Arts (SIPA) — a cultural event consistently held in Surakarta City and part of the Karisma Event Nusantara programme — as the case. Method: A qualitative case study approach was applied through in-depth interviews with five stakeholder groups, namely the SIPA Foundation, Kusuma Sahid Prince Hotel, Hotel FIM by Zigna Yosodipuro, a travel agent, and the Surakarta City Culture and Tourism Office; data were analyzed using thematic analysis. Result: All stakeholders regard SIPA as a strategically important cultural event, yet its contribution to hotel occupancy could not be directly substantiated because of the absence of integrated daily occupancy-monitoring data and the lack of formal regional budget regulation for independently funded events. Contribution: This study extends Stakeholder Theory by proposing a stakeholder collaboration framework that integrates tourism package development, event-experience innovation, and real-time hotel occupancy monitoring. The framework offers a practical governance model for reducing data asymmetry, strengthening cross-sector collaboration, and translating the potential of cultural events into measurable improvements in hotel occupancy and destination competitiveness.