Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Optimalisasi Peran Public Area Attendant Terhadap Tingkat Produktivitas Kerja Pada Housekeping Department di Hotel Santika Premier Semarang Sugiman; Dwi Maryanto
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 7 No 1 (2011): Jurnal Pariwisata Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.356 KB)

Abstract

Penulis melakukan penelitian ini (1) Untuk mengetahui sejauh mana faktor tanggung jawab berpengaruh terhadap tingkat produktivitas kerja, (2) Untuk mengetahui sejauh mana faktor kerja sama antar housekeeping department berpengaruh terhadap tingkat produktivitas kerja, (3) Untuk mengetahui sejauh mana faktor kemampuan kerja berpengaruh terhadap tingkat produktivitas kerja, (4) Untuk mengetahui sejauh mana faktor disiplin kerja berpengaruh terhadap tingkat produktivitas kerja pelayanan Public Area Attendant di Hotel Santika Premiere Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah Public Area Attendant Hotel Santika Premiere Semarang. Cara pengambilan sampel dilakukan dengan sampel bertujuan (purposive sampling) yang berjumlah 15 orang Public Area Attendant Hotel Santika Premiere Semarang. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menyebutkan bahwa semakin baik Public Area Attendant semakin baik tingkat kepuasan tamu hotel. Berdasarkan kuesioner penelitian, sebanyak 100% responden menjawab ya, tentang tanggung jawab karyawan atau trainee selalu baik, sebanyak 93% responden menjawab ya, tentang kerja sama antar karyawan terhadap tingkat produktivitas kerja, sebanyak 66,6% responden menjawab ya, tentang kemampuan kerja terhadap tingkat produktivitas kerja, 66,6% responden menjawab ya, tentang disiplin kerja terhadap tingkat produktivitas kerja, 53,3 % responden menjawab ya, tentang luas area yang dikerjakan terhadap tingkat produktivitas kerja, 40 % reponden menjawab ya, tentang hasil kerja terhadap tingkat produktivitas kerja. Kesimpulan penelitian ini bahwa peran dari Public Area Attendant berpengaruh terhadap tingkat produktivitas kerja di Housekeeping Department Hotel Santika Premiere melalui peningkatan tanggung jawab, kerja sama antar karyawan Public Area Attendant, kemampuan kerja dan disiplin kerja.
Analisis Peran Kinerja Room Attendant Terhadap Tingkat Kepuasan Tamu di Agas Internasional Hotel Surakarta E Sri Purwanti; Sugiman Sugiman; B Teguh Irawan
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 6 No 2 (2011): Jurnal Pariwisata Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.732 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Agas Internasional Hotel Surakarta dengan analisis deskriptif kualitatif ditunjang dengan studi pustaka. Metode atau teknik pengumpulan data menggunakan populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, sumber data, dan teknik analisis data. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui sejauh mana faktor kedisiplinan kerja berpengaruh terhadap tingkat kepuasan tamu di Agas Internasional Hotel Surakarta, (2) untuk mengetahui sejauh mana faktor kecepatan kerja berpengaruh terhadap tingkat kepuasan tamu di Agas Internasional Hotel Surakarta, (3) untuk mengetahui sejauh mana faktor ketepatan kerja berpengaruh terhadap tingkat kepuasan tamu di Agas Internasional Hotel Surakarta, dan (4) untuk mengetahui sejauh mana faktor tanggung jawab berpengaruh terhadap tingkat kepuasan tamu di Agas Internasional Hotel Surakarta. Hasil penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa: kinerja room attendant berpengaruh terhadap tingkat kepuasan tamu di Housekeeping Department Agas International Surakarta melalui kedisiplinan kerja, kecepatan kerja, ketepatan kerja dan tanggung jawab. Berdasarkan kuesioner penelitian, sebanyak 38% responden menjawab ya tentang pengaruh kedisiplinan kerja terhadap kepuasan tamu, 29% responden menjawab ya tentang pengaruh kecepatan kerja terhadap kepuasan tamu, 45% responden menjawab ya tentang pengaruh ketepatan kerja terhadap kepuasan tamu, dan 33% responden menjawab ya tentang pengaruh tanggung jawab terhadap kepuasan tamu.
EFEKTIVITAS MAKING BED DENGAN TEKNIK THREE SHEETS UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KENYAMANAN KAMAR DI HOTEL PRAMESTHI SUKOHARJO Sugiman Sugiman
Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol. 16 No. 1 (2020): Januari : Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.098 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas making bed dengan teknik three sheets untuk meningkatkan kualitas kenyamanan kamar di Hotel Pramesthi Sukoharjo. Keefektifan three sheets making bed dapat dinilai dari keterampilan dan ketekunan roomboy yang melakukan pekerjaan dengan baik dan tepat untuk mencapai kualitas kenyamanan di dalam kamar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan datanya meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian, triangulasi digunakan sebagai teknik menganalisis data, yang meliputi pengumpulan, penyajian, dan penarikan data serta kesimpulan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas (X), efektivitas penataan tempat tidur, dan variabel terikat (Y) adalah kualitas kenyamanan kamar. Dari hasil penelitian dan kajian diperoleh informasi bahwa efektivitas bed making dengan teknik three sheets dapat meningkatkan kualitas kenyamanan kamar di Hotel Pamesthi Sukoharjo.
PENGARUH KINERJA ROOMBOY TERHADAP KUALITAS PELAYANAN HOUSE KEEPING DEPARTMENT DI HARRIS HOTEL BATAM CENTER Sugiman Sugiman
Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol. 17 No. 3 (2021): September : Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.275 KB) | DOI: 10.56910/gemawisata.v17i3.240

Abstract

Tujuan penulisan  ini adalah untuk mendeskripsikan “Pengaruh Kinerja Roomboy Terhadap Kualitas Pelayanan Pada Bagian Housekeeping Hotel Harris Batam Center”. Teknik pengumpulan data ini menggunakan wawancara, angket dan observasi. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memperoleh informasi terkait kualitas pelayanan Roomboy Hotel Harris Batam Center. Tujuan penulis adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja room boy bagian housekeeping terhadap kualitas pelayanan roomboy di Harris Hotel Batam center. Sampel dalam penelitian ini adalah 5 orang yang diambil dari accidental sampling. Dengan menggunakan kuesioner sebagai alat ukur. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari kualitas pelayanan roomboy seperti keterampilan kerja mendapatkan nilai 100%, disiplin kerja 94% dan tanggung jawab kerja mendapatkan nilai 95% di Hotel Harris Batam Center dapat dikatakan baik.
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA NDAYU PARK DALAM MENINGKATKAN DAYA TARIK WISATA DI KABUPATEK SRAGEN Yuni Dwi Lestari; Kris Cahyani Ermawati; Sugiman Sugiman; Suharto Suharto
Jurnal Perhotelan dan Pariwisata Vol 4 No 1 (2025): JURNAL PERHOTELAN DAN PARIWISATA (TELPAR)
Publisher : LPPM Politeknik Pajajaran ICB Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59820/telpar.v4i1.412

Abstract

This study aims to determine the development strategies of Ndayu Park in enhancing the tourist appeal of Sragen Regency and the roles of stakeholders involved in the development process. The research questions are: (1) What are the development strategies of Ndayu Park as a tourist attraction? (2) What are the roles of stakeholders in the development of Ndayu Park as a tourist attraction? Research objectives: (1) To identify the development strategies for Ndayu Park. (2) To identify the role of stakeholders in the development of Ndayu Park. The research method used in this study is qualitative descriptive, employing data collection techniques such as observation, in-depth interviews, documentation, and literature review. The research findings indicate that Ndayu Park has significant potential as an educational and family tourist destination through the 4A strategy (Attraction, Accessibility, Amenities, Ancillary) and the concept of “Something to See, Something to Do, Something to Buy,” along with a SWOT analysis to outline the Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats of Ndayu Park. This study recommends enhancing digital promotion, adding indoor attractions, and strengthening cross-sector collaboration to position Ndayu Park as a premier destination in Sragen Regency.
Dampak Event MotoGP terhadap Penyewaan Transportasi dan Penjualan Paket Tour pada PT Lombok Trans Henderi Yadi Dorak; Darmaesti Darmaesti; Sugiman Sugiman
Jurnal Perhotelan dan Pariwisata Vol 4 No 2 (2026): JURNAL PERHOTELAN DAN PARIWISATA (TELPAR)
Publisher : LPPM Politeknik Pajajaran ICB Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59820/telpar.v4i2.515

Abstract

International tourism events play an important role in stimulating regional tourism development and supporting the local tourism industry. One of the most significant international events held in Indonesia is the MotoGP Mandalika event in Lombok, West Nusa Tenggara. The event attracts a large number of domestic and international tourists, creating opportunities for tourism businesses such as transportation services and tour packages. This study aims to analyze the impact of the MotoGP event on transportation rentals and tour package sales at PT Lombok Trans. The research employed a descriptive qualitative approach with data collection methods including observation, interviews, documentation, and literature review. The results show that the MotoGP Mandalika event significantly increased tourist arrivals, which directly influenced the demand for transportation rentals and tour packages offered by PT Lombok Trans. Data from the company indicates that during the MotoGP event period in 2024, transportation rentals and tour package sales experienced a significant increase compared to regular tourism periods. The findings also reveal that international events such as MotoGP create multiplier effects on tourism businesses by increasing tourist mobility, economic activity, and service demand. Therefore, tourism stakeholders need to develop strategic planning and service readiness to maximize opportunities from international events in the future.
Perceived Impacts of Solo International Performing Arts 2025 on Hotel Occupancy: A Stakeholder Perspective Dicky Tinton Hermanto; Agus Solikhin; Darmaesti; Sugiman
Jurnal Pariwisata Nusantara (JUWITA) Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pariwisata Nusantara
Publisher : PROGRAM STUDI PARIWISATA SYARAH, FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/juwita.v5i2.16140

Abstract

Purpose: This study aims to develop a stakeholder collaboration framework for optimizing the contribution of cultural events to hotel occupancy, using the 2025 edition of Solo International Performing Arts (SIPA) — a cultural event consistently held in Surakarta City and part of the Karisma Event Nusantara programme — as the case. Method: A qualitative case study approach was applied through in-depth interviews with five stakeholder groups, namely the SIPA Foundation, Kusuma Sahid Prince Hotel, Hotel FIM by Zigna Yosodipuro, a travel agent, and the Surakarta City Culture and Tourism Office; data were analyzed using thematic analysis. Result: All stakeholders regard SIPA as a strategically important cultural event, yet its contribution to hotel occupancy could not be directly substantiated because of the absence of integrated daily occupancy-monitoring data and the lack of formal regional budget regulation for independently funded events. Contribution: This study extends Stakeholder Theory by proposing a stakeholder collaboration framework that integrates tourism package development, event-experience innovation, and real-time hotel occupancy monitoring. The framework offers a practical governance model for reducing data asymmetry, strengthening cross-sector collaboration, and translating the potential of cultural events into measurable improvements in hotel occupancy and destination competitiveness.