Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP EMPLOYEE RELATIONS DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA KARYAWAN PT. BANK X CABANG AREA Y Permatasari, Suci; Nurtjahjanti, Harlina
Empati Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.936 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap employee relations dengan work engagement pada karyawan PT. Bank X Cabang Area Y. Work engagement dapat membentuk sumber daya manusia yang handal dan memiliki sikap kerja yang positif. Peran Persepsi terhadap Employee Relations dapat menciptakan suasana kerja yang kondusif sangat penting karena kinerja karyawan dipertaruhkan untuk mencitakan image positif di mata nasabah. Persepsi terhadap employee relations adalah suatu penilaian karyawan secara kognitif dan afektif terhadap pengelolaan dan pemeliharaan hubungan kerja antara karyawan dengan atasan, karyawan dengan manajemen perusahaan serta karyawan dengan rekan sekerjanya. Work engagement merupakan kondisi psikologis positif yang dimiliki oleh karyawan terhadap pekerjaannya yang ditandai dengan curahan energi dan mental dalam bekerja, bertahan dalam kesulitan, perasaan terlibat yang kuat, penuh konsentrasi, merasa bangga dan tertantang dengan pekerjaannya, serta kesulitan untuk memisahkan diri dengan pekerjaanya. Jumlah populasi penelitian ini adalah 164 dengan sampel penelitian 66 karyawan tetap dan masa kerja minimal 1 tahun hingga 10 tahun di PT. Bank X Cabang Area Y yang terdistribusi pada 10 kantor cabang dengan menggunakan propotional sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua skala psikologi model Likert, yaitu skala work engagement (32 aitem, α = 0,870) dan skala persepsi terhadap employee relations (32 aitem, α = 0,888). Analisis data yang digunakan yaitu analisis regeresi sederhana yang dibantu dengan program komputer SPSS version 21.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara persepsi terhadap employee relations dengan work engagement pada karyawan PT. Bank X Cabang Area Y dengan koefisien korelasi 0,737 dengan p = 0,000 (p
PEMBUATAN ISOLAT PAPAIN DARI GETAH BUAH PEPAYA UNTUK HIDROLISIS PROTEIN PADA PENGEMBANGAN METODE PENAMBAHAN MATERI PRAKTIKUM BIOKIMIA Rini Yana; Suci Permatasari
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I2.16806

Abstract

Buah pepaya merupakan  buah yang tumbuh didaerah tropis yang rasanya enak dan banyak mengandung vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Hampir semua bagian tanaman  pepaya ini dapat dimanfaatkan seperti daun, bunga, batang dan getahnya. Getah buah pepaya berwarna putih cukup banyak mengandung enzim pemecah protein (proteolitik) yang disebut papain, dimana enzim ini dapat mengkatalis ikatan protein menjadi senyawa-senyawa yang sederhana seperti asam amino.  Papain sebagai salah enzim  yang mempunyai beberapa kelebihan antara lain lebih stabil terhadap faktor suhu dan pH. mudah didapat, tersedia dalam jumlah yang banyak dan harganya murah. Pembuatan isolat papain dari getah buah pepaya dengan metode pengeringan kabinet menghasilkan bubuk putih enzim papain, dimana uji aktivitas menggunakan metode Walter diperoleh 1,018 U/mL. Papain kering yang diperoleh sebanyak 56 g atau rendemen sebesar 46,7 %, berukuran 100 mesh. berwarna putih dan berbau khas pepaya. Aktivitas enzim papain terjadi pada pH optimum 8,0 dan suhu optimum pada 55 oC, dengan hasil hidrolisis yang  memiliki kadar protein tertinggi pada konsentrasi enzim papain 8 %. Penggunaan papain isolat kadar protein tertinggi dicapai sebesar 3,600 mg/ml untuk sampel BSA dan untuk protein serum  sebesar 1,178 mg/ml, sedangkan jika digunakan papain pabrikan diperoleh kadar protein tertinggi adalah 2.431 mg/ml untuk sampel BSA dan untuk protein serum  sebesar 1.125  mg/ml.Kata kunci : Isolat papain, getah buah pepaya, hidolisis protein.
PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI LILIN AROMATERAPI . Suhartono; Alsafina Maratus S; Chika Setyorini; Fathia Sangadah; Intan Permatasari; May Linda P; Muhammad Fikriy F; Rimba Nadi P; Suci Permatasari; Nur Khotimatun F; Zahara Nur O
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 5, No 1 (2023): Fifth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) Membangun Desa Kelompok 146 Periode Juli-Agustus 2023 bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota PKK Desa Klapasawit dalam memanfaatkan minyak jelantah menjadi barang yang memiliki nilai guna.  Kegiatan dilakukan pada tanggal 7 Agustus 2023. Sebelum memulai kegiatn kelompok melalui beberapa tahapan, antara lain studi Pustaka, mencari bahan, kemudian praktik sosialisasi. Gagasan proyek ini adalah untuk mengolah minyak minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai jual. Minyak jelanyah adalah minyak yang sudah digubakan lebih dari 3 kali untuk memasak
Effects of Young Coconut Water Consumption on Blood Pressure in Menopausal Women with Hypertension: A Non-randomized Controlled Trial Study Permatasari, Suci; Riyanto, Riyanto
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 6 (2024): Juni 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr801

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease that is a global problem in both developed and developing countries and is the cause of stroke as the second death and third disability. Efforts are needed to reduce and control the prevalence of hypertension by utilizing nonpharmacological therapies, such as consuming young coconut water consumption. Therefore, this study aims to evaluate the effect of young coconut water consumption on reducing high blood pressure in menopausal women. A nonrandomized controlled trial study with a pretest-posttest control group design was chosen as the design of this study, which was conducted at the Community Health Center of Pekalongan, East Lampung Regency. A consecutive sampling technique was used to select eligible participants among menopausal women diagnosed with mild and moderate hypertension by medical personnel, totalling 16 treatment groups and 16 control groups.  The treatment group was given the intervention of consuming young coconut water 300 ml morning and evening for seven days and taking standard hypertension medication. Meanwhile, the control group took standard hypertension medication. Participants had their blood pressure checked using an aneroid tensimeter before and after treatment. Data were analysed using a paired t-test with a confidence level (α) of 0.05 to prove the treatment effect on blood pressure reduction. The results found that the treatment of drinking young coconut water affected reducing systole blood pressure (p-value 0.016) and diastole (p-value 0.007).  The average decrease in systolic and diastolic blood pressure pre and post-treatment was 11.25 mmHg and 9.87 mmHg after participants were controlled by taking standard hypertension medications. Drinking young coconut water can be used as a companion option for hypertension treatment by the community.
ENHANCING PRONUNCIATION SKILLS IN EFL STUDENTS THROUGH THE ELSA SPEAK APPLICATION Suci Permatasari; Yani Lubis
Indonesian EFL Journal Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ieflj.v10i2.10137

Abstract

 This study investigates the effectiveness of the ELSA Speak application in improving the pronunciation skills of EFL students. Utilizing a quasi-experimental design, the study compared the pronunciation skills of students using ELSA Speak with those using the U-Dictionary application. Data were collected through pre-tests and post-tests, and analyzed using paired sample t-tests. The researcher employed a paired sample t-test to determine if there was a statistically significant disparity between the pre-test and post-test scores of students' pronunciation abilities following the utilization of the ELSA Speak App in the experimental class and u-dictionary in the control class. The results indicate that students using ELSA Speak showed significant improvement in pronunciation skills compared to those using U-Dictionary. These findings suggest that ELSA Speak is an effective tool for enhancing pronunciation skills in EFL contexts, providing valuable insights for educators and curriculum developers.Keywords: graphic novels; comprehension; reading; values  
Analisis Faktor Minat Kunjungan Siswa ke Perpustakaan SMAN 24 Bandung: Studi Kuantitatif Permatasari, Suci; Firdza Rahmania Zahra; Rizkia Ramadhani; Mohamad Alfan Zidan; Wisnu Uriawan; Falih Ijal Septian
Education Library Vol. 3 No. 1 (2026): Education and Library Journal
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Student interest in visiting the school library is an important indicator in supporting a culture of literacy and the effectiveness of the library's function as a learning resource center. At SMAN 24 Bandung, the low level of visits indicates certain factors that influence student behavior in utilizing library services, so it needs to be analyzed systematically. This study used a descriptive quantitative method by distributing closed questionnaires to 117 students selected through a simple random sampling technique. The instrument was tested using validity and reliability tests before being used for data collection. Data were analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation, and ANOVA tests using SPSS to determine the relationship between variables and differences in interest in visiting by grade group. Data were analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation, and ANOVA tests using SPSS to determine the relationship between variables and differences in interest in visiting by grade group. The findings showed that collection quality, librarian services, facilities, and school support contributed to student interest in visiting. The ANOVA results indicated significant differences between levels, with 10th-grade students having the highest interest in visiting. In addition, there was a positive relationship between reading interest and the intensity of student visits. Student interest in visiting is formed through a combination of mutually supportive internal and external factors, especially the relevance of the collection and librarian services. Libraries need to strengthen their services, facilities, and literacy programs to increase student participation.
Traditional Games in Character Education Strengthening Programs in Elementary Schools Mukhlisina, Mukhlisina; Putri, Shela Nonda; Permatasari, Suci; Oktaviani, Zahara Nur; Salimi, Moh
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.799 KB) | DOI: 10.20961/shes.v6i1.71068

Abstract

Permainan tradisional sebagai salah satu aset budaya bangsa menyimpan nilai-nilai pendidikan karakter yang bisa dibentuk sejak usia dini. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi permainan tradisional dan menganalisis nilai-nilai Penguatan Pendidikan Karakter pada siswa kelas V SD Negeri Arjosari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian terdiri dari guru dan siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa wawancara, dan observasi, kemudian data dianalisis menggunakan teknik analisis naratif. Hasil penelitian menunjukkan Penguatan Pendidikan Karakter dapat dibentuk melalui permainan tradisional gobak sodor dan boi-boian yang diimplementasikan dalam pembelajaran PJOK dan ekstrakurikuler kepramukaan. Permainan gobak sodor dan boi-boian terdapat 5 nilai karakter utama yaitu, religius, nasionalis, gotong royong, integritas, dan mandiri dengan 2 nilai yang paling menonjol yaitu gotong royong dan integritas. Kesimpulannya bahwa permainan gobak sodor dan boi-boian dapat membentuk 5 nilai karakter. Rekomendasi penelitian ini sebaiknya permainan tradisional diimplementasikan dalam proses pembelajaran, dikarenakan permainan tradisional memiliki nilai luhur dan pesan moral yang dapat membangun karakter siswa.
Problematika Implementasi Pembelajaran Digital di Sekolah Dasar Dzuriansyah, Desma; Permatasari, Suci; Dewi, Tira Sari; Suhartono, Suhartono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107472

Abstract

Education is the spearhead in building a better future. Through education, it is hoped that the quality of human resources can be improved, character building can be enhanced, and the nation can be advanced, so that it is able to compete in the global arena. The development of technology in this era of globalization is very rapid because human needs are also increasing. The use of technology in education can be seen in the facilities and infrastructure used in learning, learning systems, learning resources, learning methods used, education management systems, and assessment results. However, in its implementation, digital-based learning still faces challenges in terms of teachers, students, and facilities and infrastructure. This study uses a qualitative approach through a literature review method. The purpose of this method is to conduct an in-depth analysis of various scientific literature related to the challenges of implementing digital learning in elementary schools. The data sources consist of national and international scientific journals, academic reference books, policy documents, and relevant research reports. Data collection techniques were conducted through systematic searches using online databases. The research findings indicate that digital-based learning has a positive impact in terms of broad access to information; however, its implementation faces several challenges in education, such as: technological access gaps; digital divides; teacher readiness; and low digital literacy and digital competencies. Solutions that can be implemented include providing equitable access to technology, improving digital literacy, involving parents in supervision, limiting technology in a healthy manner, and providing digital security education for students, teachers, and parents.Pendidikan adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik, meningkatkan kualitasbsumber daya manusia, dan karakter bangsa. Teknologi berperan penting dalam pendidikan, tetapi masih ada problematika dalam penerapan pembelajaran digital terkait guru, siswa, dan fasilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi literatur. Tujuan dari metode ini adalah untuk mengkaji secara mendalam berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan problematika implementasi pembelajaran digital di Sekolah Dasar. Sumber data terdiri dari jurnal ilmiah nasional dan internasional, buku referensi akademik, dokumen kebijakan, dan laporan penelitian yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran sistematis menggunakan pendekatan yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyintesis literatur atau sumber yang relevan lainnya. Kriteria subjek dalam penelitian ini fokusnya adalah guru yang mengalami problematika dalam menerapkan pembelajaran digital di SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis digital memberikan dampak positif dalam hal akses informasi yang luas, namun dalam penerapannya terdapat beberapa problematika yang menjadi tantangan dalam pendidikan seperti: kesenjangan akses teknologi; kesenjangan digital; kesiapan guru, serta rendahnya literasi digital dan kompetensi digital. Solusi yang dapat diterapkan meliputi penyediaan akses teknologi yang merata, peningkatan literasi digital, keterlibatan orang tua dalam pengawasan, pembatasan teknologi secara sehat, serta edukasi keamanan digital untuk siswa, guru, dan orang tua.
Persepsi Guru di Sekolah Dasar terhadap Pembelajaran Deep Learning Permatasari, Suci; Rokhmaniyah, Rokhmaniyah; Hidayah, Ratna
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107464

Abstract

Deep Learning is a learning approach that emphasizes meaningful, mindful learning experiences and focuses on deep understanding, thus enabling learners not only to memorize, but to internalize knowledge meaningfully. This study involved class teachers at SD Muhammadiyah Bugel, Panjatan District, Kulon Progo Regency, Yogyakarta Special Region, which aims to explore teachers' perceptions of the implementation of Deep Learning. The type of research used is qualitative research with observation and interview methods. The subjects of this research are class teachers at SD Muhammadiyah Bugel. The instruments used were observation and interview guidelines designed to explore the perceptions, experiences, and challenges faced by teachers in implementing Deep Learning. Data analysis used thematic analysis with the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that teachers of SD Muhammadiyah Bugel have a positive view of the Deep Learning approach that can improve the quality of education and know and can implement the Deep Learning approach in learning. However, in its implementation, there are still challenges, including teachers who have not participated in Deep Learning training, limited digital literacy, and limited facilities to support Deep Learning. This study concludes that teachers at SD Muhammadiyah Bugel have a positive perception of Deep Learning in improving the quality of learning in the era of digital transformation supported by continuous training, increasing digital literacy, and strengthening a conducive learning ecosystem. This study recommends the need for intensive and continuous training for teachers on the implementation of Deep Learning in elementary schools and the development of digital facilities and infrastructure in schools.Deep Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pengalaman belajar bermakna, penuh kesadaran dan berfokus pada pemahaman mendalam, sehingga memungkinkan peserta didik tidak hanya menghafal, tetapi mampu menginternalisasikan pengetahuan secara bermakna. Penelitian ini melibatkan guru kelas di SD Muhammadiyah Bugel, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru terhadap implementasi pembelajaran Deep Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah guru kelas di SD Muhammadiyah Bugel. Istrumen yang digunakan berupa dedoman observasi dan pedoman wawancara yang dirancang untuk menggali persepsi, pengalaman, serta tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran Deep Learning. Analisis data menggunakan analisis tematik dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru SD Muhammadiyah Bugel memiliki pandangan positif terhadap pendekatan Deep Learning yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan serta mengetahui dan dapat mengimplementasikan pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran. Namun, pada pengimplementasiannya masih terdapat tantangan, diantaranya terdapat guru yang belum mengikuti pelatihan pembelajaran Deep Learning, keterbatasan literasi digital, serta keterbatasan fasilitas untuk mendukung pembelajaran Deep Learning. Kajian ini menyimpulkan bahwa guru di SD Muhammadiyah Bugel memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran Deep Learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era transformasi digital dengan didukung oleh pelatihan yang berkelanjutan, peningkatan literasi digital, serta penguatan ekosistem pembelajaran yang kondusif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan intensif dan berkelanjutan bagi guru tentang implementasi pembelajaran Deep Learning di sekolah dasar dan pengembangan sarana dan prasarana digital di sekolah.