Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna Rani Ananda Pratama; Mani Festati Broto; Razaki Persada
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.857 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.7362

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program pengentasan kemiskinan yang digulirkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia dengan melibatkan unsur Pemerintah Daerah sebagai pelaksana di daerah. Sasaran PKH adalah keluarga dan/atau seseorang yang miskin dan rentan serta terdapat dalam data terpadu program penanganan fakir miskin dengan kriteria peserta PKH adalah keluarga miskin yang memenuhi minimal salah satu dari komponen kesehatan, komponen pendidikan, komponen kesejahteraan sosial untuk penyandang disabilitas berat dan lanjut usia. PKH di Kecamatan Bunguran Timur telah diimplementasikan lebih dari tiga tahun namun penurunan angka kemiskinan belum signifikan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna termasuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi serta menganalisis faktor-faktor yang dapat menghambat keberhasilan implementasi dan untuk memberikan beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam proses implementasi program tersebut. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi menggunakan Model George C. Edwards III untuk faktor internal yaitu faktor komunikasi, faktor sumberdaya, faktor disposisi dan faktor struktur birokrasi serta Model Van Meter Van Horn untuk faktor eksternal yaitu lingkungan sosial, ekonomi dan politik. Penelitian menggunakan metode kualitatif yang akan dideskripsikan melalui kata-kata dan kalimat yang rinci dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan penelaahan dokumen. Instrumen penelitian menggunakan Peneliti sebagai instrumen utama dan pedoman wawancara dilengkapi dengan alat perekam sebagai instrumen tambahan. Pemilihan informan dalam penelitian ini ditetapkan secara purposive sampling yang terdiri dari pelaksana PKH, keluarga penerima manfaat (KPM), masyarakat serta lembaga legislatif daerah (DPRD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi PKH di Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna sudah terlaksana dengan baik namun belum optimal. Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi yaitu faktor komunikasi, faktor sumber daya, faktor disposisi, faktor struktur birokrasi dan lingkungan sosial, ekonomi dan politik. Adapun faktor penghambat implementasi antara lain faktor komunikasi yang belum tersampaikan secara jelas, faktor sumber daya yang terlihat dari kurangnya tenaga sumberdaya manusia serta sumberdaya peralatan penunjang pelaksanaan pekerjaan, faktor struktur birokrasi yang terlihat dari belum optimalnya pelaksanaan koordinasi antar pelaksana terutama antar perangkat daerah yang terlibat dalam PKH.
Analisis Kualitas Pelayanan Kesehatan Pada Masa Pandemi Covid-19 di Puskesmas Ranai Kabupaten Natuna Sarita Opianti; Razaki Persada; Djoko Raharjo
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.026 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.11029

Abstract

Pandemi COVID-19 berdampak pada berbagai macam aspek. Salah satu dampak besar pandemi Covid-19 adalah pada aspek pelayanan publik bidang kesehatan. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu yang memuaskan bagi pasien sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Studi pendahuluan di Puskesmas Ranai menunjukan bahwa adanya penurunan angka kunjungan pasien ke Puskesmas Ranai selama masa Pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan kesehatan pada masa pandemic covid-19 di Puskesmas Ranai Kabupaten Natuna. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi, karena informan yang dipilih adalah pasien yang datang berkunjung ke Puskesmas Ranai pada masa Pandemi Covid-19. Teknik pengambilan informan adalah dengan teknik purposive sampling, Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Proses analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan metode analisis Collaizi. Kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Ranai sudah baik namun dari 5 dimensi yang digunakan untuk mengetahui kualitas pelayanan masih terdapat 2 dimensi kurang berjalan dengan optimal yaitu responsiveness dan tampilan fisik (tagibel). Faktor – Faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Ranai adalah SDM, insentif, sarana prasarana, waktu tunggu pelayanan, dan alur pelayanan yang berbelit.Dampak dari pandemic covid-19 terhadap pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan terganggu, psikososial, jumlah kunjungan menurun. Upaya yang dapat dilakukan untuk peningkatan pelayanan kesehatan adalah peningkatan kapasitas sarana prasarana dan sumber daya manusia, memaksimalkan upaya promotif preventif dan penerapan sistem pelayanan secara online.
Implementasi Kebijakan Pengelolaan Dana Desa pada Kecamatan Bunguran Tengah Kabupaten Natuna Wahyu Saputro; Razaki Persada; Mani Festati Broto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i11.13914

Abstract

The Village Fund policy is intended for villages to finance the implementation of village governance. For more than three years, the priority use of the Village Fund has been directed towards stunting prevention. However, it was identified that stunting prevention in three villages in Bunguran Tengah sub-district is still high. The assumption is that with the management of the Village Fund for stunting prevention in the three villages, it will decrease, if this continues, it will risk decreasing the level of productivity in the three villages. The purpose of this study is to analyze the implementation of the Village Fund Management Policy in Bunguran Tengah Sub-district, Natuna Regency, including an analysis of the factors that influence policy implementation, factors that hinder policy implementation, and efforts to overcome factors that hinder policy implementation. The theory used as a basis for examining the focus of research, namely Policy Implementation Theory using the Donald P. Warwick Model, includes Enabling Factors consisting of Organizational Commitment, Organizational Capability, Information Quality, and Potential. The inhibiting factors consist of the number of actors involved in policy implementation, low commitment or dual loyalty, the inherent complexity of the policy (instrinsic complexity), too long decision-making levels, time and leadership changes. This research was conducted using qualitative methods. The determination of informants in this study was carried out by purposive sampling, including the Head of Service, Sub-District Head, Village Head, Community Empowerment Expert, Village Facilitator, Community Development Cadre (KPM), Community Leaders. Data analysis will be carried out with descriptive analysis using the stages of data analysis according to Miles and Huberman. The results of this study indicate that the Village Fund Management Policy Implementation Process in Bunguran Tengah District, Natuna Regency, Riau Islands Province is running quite well, but not yet optimal. Influenced by factors of organizational commitment, organizational capability, quality of information, potential. Factors that hinder implementation include the low ability of human resources, Standard Operating Procedures in stunting prevention efforts in three villages have not been compiled as guidelines for the flow of work procedures, low commitment that occurs in leaders and implementers, decision-making levels that are too long, changes in leadership mean there is also the possibility of policy changes and the unavailability of supporting equipment, this results in less effective management of the Village Fund.
Pengaruh Kompetensi Petugas dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Puskesmas Tanjung Kecamatan Bunguran Timur Laut Kabupaten Natuna Husna, Maryatul; Persada , Razaki; Rahardjo , Djoko
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.17377

Abstract

Puskesmas Tanjung, yang terletak di Kecamatan Bunguran Timur Laut Kabupaten Natuna, merupakan puskesmas non rawat inap. Dibandingkan dengan Puskesmas Ranai di Kecamatan Bunguran Timur, Puskesmas Tanjung memiliki kekurangan dalam hal jumlah dokter, kelengkapan peralatan medis, dan fasilitas pendukung. Beberapa pasien juga mengeluhkan kurang sigapnya petugas serta ruang tunggu yang tidak nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi petugas dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Tanjung. Penelitian ini bersifat survei eksplanatori, dengan populasi seluruh pasien Puskesmas Tanjung dari Januari hingga November 2022 sebanyak 3.540 orang. Sampel penelitian berjumlah 370 orang. Data dianalisis menggunakan Uji Normalitas, Koefisien Determinasi, Uji Simultan, dan Uji Parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kompetensi petugas (sig=0,047) dan kualitas pelayanan (sig=0,027) berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pasien. Variabel kualitas pelayanan (t=3,441) memiliki pengaruh lebih dominan terhadap kepuasan pasien dibandingkan dengan kompetensi petugas (t=0,992). Secara simultan, kompetensi petugas dan kualitas pelayanan (Fhitung=23,978) berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pasien. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kompetensi petugas dan kualitas pelayanan, baik secara parsial maupun simultan, berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pasien Puskesmas Tanjung. Direkomendasikan agar kompetensi petugas dan kualitas pelayanan dipertahankan serta ditingkatkan, melalui pelatihan khusus bagi petugas kesehatan serta pemeliharaan rutin bangunan dan fasilitas pendukung.