Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANGTUA TENTANG PERAWATAN LUKA SEDERHANA DIKOMUNITAS ABK SIDOREJO KEDIRI Erva Elli Kristanti; Dyah Ayu Kartika Wulan Sari; Putu Indraswari
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 1 No. 1 (2023): January-June 2023
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ez-sci-bin.v1i1.12

Abstract

Anak berkebutuhan khusus cenderung memiliki tingkat aktivitas berlebih dan sangat rentan mengalami cidera. Cidera atau luka yang tidak dirawat dengan baik dapat menyebabkan perlambatan penyembuhan luka sehingga menimbulkan munculnya infeksi. Untuk mencegah luka menjadi terinfeksi maka diperlukan perawatan luka yang efektif. Perawatan luka bergantung pada kondisi luka begitupula bervariasi dalam cara perawatan dan penyembuhan yang berbeda. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan perawatan luka pada orang tua dikomunitas ABK Sidorejo Kediri. Kegiatan Pengabdian dilakukan selama dua kali diawali dengan memberikan kuesioner untuk melihat sejauh mana pemahaman orang tua tentang perawatan luka dilanjutkan dengan edukasi Kesehatan metode demontrasi tentang langkah perawatan luka. Hasil pengabdian didapatkan pengetahuan orang tua meningkat setelah diberikan edukasi Kesehatan metode demonstrasi tentang langkah perawatan luka dikomunitas ABK Sidorejo Kediri
KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIV/AIDS DITINJAU DARI INTERAKSI PROFESIONAL KESEHATAN DI PUSKESMAS PESANTREN 1 KEDIRI Dyah Ayu Kartika Wulan Sari; Vitaria Wahyu Astuti; Erva Elli Kristanti; Maria Anita Yusiana
Jurnal Keperawatan Malang Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Malang (JKM)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v9i1.280

Abstract

Background : HIV/AIDS patients require ongoing treatment but the compliance is still low. Non-compliance for taking medication can cause resistance in patients with HIV/AIDS Purpose: The aim of this research is to analyze the relationship between health worker interactions and medication adherence at HIV/AIDS patient Methods: The design of this research is cross sectional. The population is patients with HIV/AIDS at Pesantren 1 Kediri Health Center. The research sample was 66 people using consecutive sampling. Data collection uses a questionnaire. Measurement of patient adherence levels based on the Follow-up Overview of HIV Patient Care and Antiretroviral Therapy at the Pesantren 1 Kediri Health Center. Data analysis used was the Spearman Rho test Result: The research results showed that the Health Professional Interaction of HIV/AIDS patients at Pesantren 1 Kediri Health Center had a Health Professional Interaction with a Positive score of 64 respondents (97.0%). Compliance of taking medication by HIV/AIDS patients obtained level 1 compliance of more than 50% for 40 respondents (60.6%) and the results of the Spearman Rho test were ρ=0.254, which means that there was no correlation between the two variables. Implication:In conclusion, there is no relationship between health workers interaction and medication adherence in HIV/AIDS patients. The findings of this study, further research is expected to explore other factors related to medication adherence in HIV/AIDS patients, so hopefully can obtain the best solution to increase patient medication adherence, especially in HIV-AIDS patients.
TRANSFORMASI 360° PEMUDA DAN REMAJA GEREJA GPPS KEDIRI: GERAKAN DIGITAL DETOX UNTUK MENGATASI TINGGINYA SCREEN TIME Mariana Puspita; Dyah Ayu Kartika Wulan Sari
Indonesian Health Literacy Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 Number 2 2026
Publisher : Suluh Adiluhung Publisher (SAPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70574/6yb6j883

Abstract

Tingginya durasi penggunaan gawai (screen time) pada remaja berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan fisik, mental, interaksi sosial, dan kehidupan spiritual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pemuda serta remaja Gereja GPPS Kediri melalui gerakan Digital Detox agar mampu mengelola penggunaan teknologi secara lebih bijak. Metode yang digunakan meliputi edukasi melalui ceramah dan diskusi interaktif, pelaksanaan aktivitas digital detox, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test pada 15 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai dampak screen time dan perubahan perilaku dalam penggunaan gawai. Sebelum intervensi, 93,3% peserta menggunakan gawai lebih dari lima jam per hari, sedangkan setelah program 46,7% peserta mampu menurunkan durasi penggunaan menjadi kurang dari tiga jam per hari. Program ini terbukti efektif meningkatkan kesadaran, memperbaiki interaksi sosial, serta mendorong keterlibatan peserta dalam kegiatan positif dan kerohanian.
PENCEGAHAN STRES PADA PENDERITA HIPERTENSI MELALUI RELAKSASI BENSON DI GBI SAHABAT KEDIRI Dyah Ayu Kartika Wulan Sari; Erva Elli Kristanti
Indonesian Health Literacy Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 Number 2 2026
Publisher : Suluh Adiluhung Publisher (SAPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70574/1aa7k222

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang banyak dialami oleh lanjut usia dan menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Selain menyebabkan komplikasi fisik, hipertensi juga berdampak terhadap kondisi psikologis berupa stres yang dapat memperburuk kontrol tekanan darah. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang mudah diterapkan untuk mengurangi stres adalah Relaksasi Benson. Edukasi mengenai teknik tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan penderita hipertensi dalam mengendalikan stres secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman penderita hipertensi mengenai pencegahan stres melalui penerapan Relaksasi Benson di GBI Sahabat Kediri. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan edukatif melalui ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi Relaksasi Benson, dan praktik mandiri. Sebanyak 22 jemaat penderita hipertensi mengikuti kegiatan. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner tingkat pemahaman setelah pemberian edukasi serta observasi kemampuan peserta dalam mempraktikkan teknik Relaksasi Benson.Sebagian besar peserta berjenis kelamin perempuan (54,54%) dan berusia lebih dari 60 tahun (90,90%). Setelah pelaksanaan edukasi, sebanyak 18 peserta (81,81%) memiliki tingkat pemahaman yang baik mengenai pencegahan stres pada hipertensi melalui Relaksasi Benson, 3 peserta (13,63%) memiliki pemahaman sedang, dan hanya 1 peserta (4,54%) memiliki pemahaman kurang. Peserta juga mampu mempraktikkan teknik Relaksasi Benson secara mandiri dengan pendampingan fasilitator. Edukasi kesehatan yang disertai demonstrasi Relaksasi Benson efektif meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan stres pada penderita hipertensi. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam pengendalian hipertensi di masyarakat.
KARAKTERISTIK INDEKS MASA TUBUH PADA KELOMPOK RISIKO DEWASA-LANSIA DI GBI SAHABAT KOTA KEDIRI Erva Elli Kristanti; Dyah Ayu Kartika Wulan Sari; Puguh Santoso
Indonesian Health Literacy Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 Number 2 2026
Publisher : Suluh Adiluhung Publisher (SAPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70574/yb7gmr45

Abstract

Peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat berisiko menyebabkan gangguan metabolik, termasuk peningkatan kadar gula darah. Fenomena ini menjadi perhatian global karena peningkatan prevalensi berat berlebih dan obesitas pada remaja berkorelasi dengan meningkatnya risiko Diabetes Mellitus tipe 2 di usia muda. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa individu dengan IMT tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami peningkatan kadar gula. Perubahan pola hidup remaja modern dimulai dari meningkatnya konsumsi makanan cepat saji, minuman tinggi gula, serta menurunnya aktivitas fisik. Hal ini menyebabkan peningkatan berat badan yang tidak terkontrol. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berkontribusi terhadap resistensi insulin dan peningkatan kadar gula darah yang dapat berkembang menjadi penyakit kronis. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif untuk mendeskripsikan Indeks Massa Tubuh pada kelompok risiko. Pengambilan data melalui serangkaian pemeriksaan secara langsung kepada responden  menggunakan alat ukur timbangan, tensimeter, stetoskop serta meteran dengan alat yang telah terstandar SNI. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar kelompok risiko tinggi GBI Sahabat memiliki rentang usia pertengahan yaitu 45-49 tahun sebanyak 58 responden (63,7%). Kurang dari 50%. Karakteristik tekanan darah pada kelompok risiko tinggi di GBI Sahabat paling banyak pada kategori  Hipertensi I sebanyak 32 responden (35,2%). Sedangkan Karakteristik IMT pada kelompok risiko tinggi di GBI Sahabat Kediri didapatkan paling banyak berada pada kategori Obesitas yaitu 31 responden (34,1%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyaknya Indeks Masa Tubuh berlebihan atau obesitas maka perlu upaya promotif dan preventif pada kelompok risiko tinggi sebagai upaya pengurangan risiko gangguan kesehatan. Sehingga rekomendasi yang diharapkan sesuai dengan hasil yaitu pemberian intervensi berupa edukasi Kesehatan peningkatan program aktivitas fisik, skrining kesehatan, serta pengembangan program gaya hidup sehat pada kelompok risiko tinggi.