Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Menulis Referensi dengan Menggunakan Sistem ‘APA’ Edisi ke-7 pada Mahasiswa STKIP YPUP Makassar Muhammad Tahir; Andi Sahtiani Jahrir; Andi Sahrul Jahrir
Madaniya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1110

Abstract

Hasil karya tulis yang baik harus sesuai dengan kaidah penulisan referensi standar agar kualitas karya tulis ilmiah mahasiswa dapat ditingkatkan. Tujuan pelatihan ini adalah memberikan pemahaman mahsiswa bagaimana menulis referensi dengan menggunakan APA edisi ke-7. Pelaksnaan kegiatan dilaksnakan dengan ceramah, tanya jawab, diskusi serta tugas kelompok. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa dalam menulis referensi sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Data hasil pelatihan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman dalam hal menulis referensi dari buku, jurnal, sitasi sumber media online maupun kutipan langsung dan tidak langsung. Dari pelaksanaan pelatihan ini kita dapat menyimpulkan bahwa pealtihan ini memberikan pemahaman penulisan referensi yang baik bagi mahasiswa STKIP YPUP Makassar.
Penguatan Kapasitas Siswa SMA Negeri 7 Kab. Wajo Dalam Menghadapi SNBT PTN Melalui Pelatihan Literasi Andi Sahtiani Jahrir; Muhammad Tahir; Andi Sahrul Jahril
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i2.1582

Abstract

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap rendahnya kesiapan siswa dalam menghadapi ujian Seleksi Nasional Berdasarkan Tes untuk masuk perguruan tinggi negeri, khususnya di wilayah Kabupaten Wajo. Tujuan kegiatan adalah untuk memperkuat kapasitas siswa SMA Negeri 7 Kabupaten Wajo melalui pelatihan literasi yang difokuskan pada kemampuan membaca, menalar, dan memahami teks secara kritis. Metode kegiatan PKM ini dengan melakukan kegiatan selama tiga hari dengan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, pelatihan soal, dan pendampingan intensif. Sebanyak 30 siswa kelas XII berpartisipasi sebagai sasaran kegiatan, yang ditetapkan berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak sekolah. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan skor dari rata-rata pre-test sebesar 52,3 menjadi 70,5 pada post-test. Peningkatan ini menunjukkan bahwa siswa mengalami penguatan pemahaman terhadap materi berbasis literasi dan meningkatnya kesiapan mereka menghadapi ujian seleksi masuk perguruan tinggi. Kegiatan ini menegaskan pentingnya intervensi berbasis literasi yang kontekstual dalam mendukung akses pendidikan tinggi bagi siswa di daerah
Pelatihan Analisis Wacana Kritis dalam Menghadapi Pro Kontra Politik bagi Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Andi Sahtiani Jahrir; Muhammad Tahir; Andi Sahrul Jahrir; Idawati Garim; Bungatang Bungatang
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pelatihan Analisis Wacana Kritis (AWK) dalam menghadapi pro-kontra politik bagi mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Metode yang digunakan adalah mixed-methods dengan memadukan tes tertulis, observasi, kuesioner, dan refleksi mahasiswa sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan analisis kritis mahasiswa setelah mengikuti pelatihan, yang ditunjukkan melalui perbedaan skor pre-test dan post-test. Observasi memperlihatkan bahwa 80,7% mahasiswa aktif terlibat dalam diskusi, sementara kuesioner menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi: 88,5% menilai materi relevan, 84,6% menilai metode interaktif, dan 92,3% mengakui kompetensi fasilitator. Selain data kuantitatif, refleksi mahasiswa memberikan gambaran perubahan sikap terhadap isu politik aktual, seperti pemberitaan anggota DPR dan kasus pembakaran gedung DPRD di Kota Makassar. Mahasiswa menyadari bahwa teks politik tidak netral karena sarat dengan ideologi, sehingga mereka lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi di media sosial. Lebih jauh, mahasiswa juga mengungkapkan pentingnya bersikap rasional dan objektif dalam menghadapi perbedaan pandangan politik. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan AWK tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga membentuk sikap sosial yang lebih bijak, toleran, dan reflektif. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan relevansi model analisis wacana kritis Fairclough dan van Dijk dalam pembelajaran bahasa dan politik. Secara praktis, pelatihan ini dapat menjadi strategi penguatan literasi kritis bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam membangun iklim demokrasi yang sehat di Indonesia.