Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Menulis Referensi dengan Menggunakan Sistem ‘APA’ Edisi ke-7 pada Mahasiswa STKIP YPUP Makassar Muhammad Tahir; Andi Sahtiani Jahrir; Andi Sahrul Jahrir
Madaniya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1110

Abstract

Hasil karya tulis yang baik harus sesuai dengan kaidah penulisan referensi standar agar kualitas karya tulis ilmiah mahasiswa dapat ditingkatkan. Tujuan pelatihan ini adalah memberikan pemahaman mahsiswa bagaimana menulis referensi dengan menggunakan APA edisi ke-7. Pelaksnaan kegiatan dilaksnakan dengan ceramah, tanya jawab, diskusi serta tugas kelompok. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa dalam menulis referensi sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Data hasil pelatihan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman dalam hal menulis referensi dari buku, jurnal, sitasi sumber media online maupun kutipan langsung dan tidak langsung. Dari pelaksanaan pelatihan ini kita dapat menyimpulkan bahwa pealtihan ini memberikan pemahaman penulisan referensi yang baik bagi mahasiswa STKIP YPUP Makassar.
Penguatan Kapasitas Siswa SMA Negeri 7 Kab. Wajo Dalam Menghadapi SNBT PTN Melalui Pelatihan Literasi Andi Sahtiani Jahrir; Muhammad Tahir; Andi Sahrul Jahril
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i2.1582

Abstract

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap rendahnya kesiapan siswa dalam menghadapi ujian Seleksi Nasional Berdasarkan Tes untuk masuk perguruan tinggi negeri, khususnya di wilayah Kabupaten Wajo. Tujuan kegiatan adalah untuk memperkuat kapasitas siswa SMA Negeri 7 Kabupaten Wajo melalui pelatihan literasi yang difokuskan pada kemampuan membaca, menalar, dan memahami teks secara kritis. Metode kegiatan PKM ini dengan melakukan kegiatan selama tiga hari dengan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, pelatihan soal, dan pendampingan intensif. Sebanyak 30 siswa kelas XII berpartisipasi sebagai sasaran kegiatan, yang ditetapkan berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak sekolah. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan skor dari rata-rata pre-test sebesar 52,3 menjadi 70,5 pada post-test. Peningkatan ini menunjukkan bahwa siswa mengalami penguatan pemahaman terhadap materi berbasis literasi dan meningkatnya kesiapan mereka menghadapi ujian seleksi masuk perguruan tinggi. Kegiatan ini menegaskan pentingnya intervensi berbasis literasi yang kontekstual dalam mendukung akses pendidikan tinggi bagi siswa di daerah
Pelatihan Analisis Wacana Kritis dalam Menghadapi Pro Kontra Politik bagi Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Andi Sahtiani Jahrir; Muhammad Tahir; Andi Sahrul Jahrir; Idawati Garim; Bungatang Bungatang
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pelatihan Analisis Wacana Kritis (AWK) dalam menghadapi pro-kontra politik bagi mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Metode yang digunakan adalah mixed-methods dengan memadukan tes tertulis, observasi, kuesioner, dan refleksi mahasiswa sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan analisis kritis mahasiswa setelah mengikuti pelatihan, yang ditunjukkan melalui perbedaan skor pre-test dan post-test. Observasi memperlihatkan bahwa 80,7% mahasiswa aktif terlibat dalam diskusi, sementara kuesioner menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi: 88,5% menilai materi relevan, 84,6% menilai metode interaktif, dan 92,3% mengakui kompetensi fasilitator. Selain data kuantitatif, refleksi mahasiswa memberikan gambaran perubahan sikap terhadap isu politik aktual, seperti pemberitaan anggota DPR dan kasus pembakaran gedung DPRD di Kota Makassar. Mahasiswa menyadari bahwa teks politik tidak netral karena sarat dengan ideologi, sehingga mereka lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi di media sosial. Lebih jauh, mahasiswa juga mengungkapkan pentingnya bersikap rasional dan objektif dalam menghadapi perbedaan pandangan politik. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan AWK tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga membentuk sikap sosial yang lebih bijak, toleran, dan reflektif. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan relevansi model analisis wacana kritis Fairclough dan van Dijk dalam pembelajaran bahasa dan politik. Secara praktis, pelatihan ini dapat menjadi strategi penguatan literasi kritis bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam membangun iklim demokrasi yang sehat di Indonesia.
Konstruksi Berpikir Kritis dan Pembelajaran Mendalam dalam Buku Teks Bahasa Indonesia: Kajian Linguistik Sistemik Fungsional Andi Sahtiani Jahrir; Muhammad Tahir
ISOLEK: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, Bahasa, dan Sastra Vol. 4 No. 1 (2026): Isolek: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, Bahasa, dan Sastra (Maret 2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/isolek.v4i1.893

Abstract

The development of critical thinking and deep learning has become one of the primary demands of twenty-first-century education and an essential component of the implementation of the Merdeka Curriculum in Indonesia. In this context, textbooks play a strategic role as pedagogical instruments that shape students’ ways of thinking and learning experiences. This study aims to examine how the textbook Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia for Grade VI represents critical thinking skills and deep learning dimensions through the perspective of Systemic Functional Linguistics (SFL). Employing a qualitative descriptive approach, the study used document analysis to investigate learning activities, instructions, questions, and tasks presented in the textbook. Data were analyzed through SFL transitivity analysis and the mapping of critical thinking indicators and deep learning competencies. The findings reveal that the textbook consistently provides learning activities that promote interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, and self-reflection. From an SFL perspective, the instructional discourse is dominated by mental and verbal processes that position students as active meaning-makers through reflection, discussion, argumentation, and problem-solving activities. Furthermore, the textbook integrates the six core competencies of deep learning critical thinking, communication, collaboration, creativity, character, and citizenship across a variety of contextual themes. These findings indicate that the textbook functions not only as a language learning resource but also as a pedagogical tool for fostering twenty-first-century competencies aligned with the goals of the Merdeka Curriculum.
Dua Sisi Akulturasi Bahasa: Dampak Budaya Yogyakarta-Korea pada Novel Langit Goryeo Teori John W. Berry Indah Baso; Andi Sahtiani Jahrir; Salam Salam
Cakrawala Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v11i1.2217

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak akulturasi bahasa dalam novel Langit Goryeo karya Berliana Kimberly, yang merepresentasikan perpaduan budaya Yogyakarta dan Korea. Dengan menerapkan teori akulturasi dari John W. Berry, fokus penelitian diarahkan pada identifikasi dampak positif dan dampak negatif. Adapun dampak positif, meliputi bilingualisme, multibahasa, penyesuaian psikologis dan sosial, serta keuntungan kognitif, lalu pada dampak negatif, seperti kehilangan bahasa, isolasi dan hambatan, serta kehilangan bahasa ganda. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data bersumber dari narasi dan dialog dalam novel. Hasil penelitian tersebut menunjukkan dominasi dampak positif, mengindikasikan bahwa akulturasi bahasa dalam konteks ini cenderung menghasilkan outcome yang konstruktif. Selain itu, adanya data non-dominan pada dampak negatif menunjukkan bahwa novel ini relevan dengan strategi integrasi Berry. Hal ini menyiratkan pesan, adaptasi antarbudaya, ketika dijalani dengan tepat dan didukung oleh lingkungan yang positif, tidak harus berujung pada penderitaan atau kehilangan identitas, melainkan dapat menjadi katalisator bagi pengayaan diri dan pemahaman lintas budaya.
Peningkatan Budaya Literasi Masyarakat Melalui Kegiatan Literasi Sejak Dini Di Rumah Belajar Kita Gowa (Rakit) Andi Sahtiani Jahrir; Latifa Turohma; Arianti Talib; Intan Marjan; Muh. Raya Fahreza
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2025): NOVEMBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/a3sehe34

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada upaya meningkatkan budaya literasi sejak dini di Rumah Belajar Kita (RAKIT) Gowa, sebagai respons atas rendahnya minat baca dan kesadaran literasi dalam lingkungan keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode partisipatif yang melibatkan 20 peserta yang terdiri dari orang tua dan anak-anak usia 5-10 tahun. Pelaksanaan program mencakup serangkaian kegiatan terstruktur berupa seminar dan sesi motivasi dengan pemateri ahli, yang membahas topik “Menumbuhkan Minat Baca Anak dari Kacamata Psikologi” dan “Pentingnya Literasi Sejak Dini”. Selain itu, dilakukan pula pendampingan langsung serta aktivitas membaca bersama yang dirancang secara kontekstual dan menyenangkan untuk menciptakan pengalaman literasi yang positif. Hasil dari pelaksanaan kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada minat baca anak-anak serta tumbuhnya kesadaran orang tua mengenai peran krusial mereka sebagai teladan dan garda terdepan dalam membangun kebiasaan literasi di rumah. Program ini berhasil menciptakan ekosistem belajar yang inklusif dan kolaboratif antara relawan, orang tua, dan anak. Sebagai implikasi, kegiatan semacam ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan rutin dengan variasi aktivitas yang lebih kreatif. 
Pemberdayaan Masyarakat Batangkaluku Melalui Festival Literasi: Sinergi Talkshow, Pentas Seni, dan Pengenalan Literasi Digital di Rumah Belajar Kita Gowa Andi Sahtiani Jahrir; Arianti Talib; Latifa Turohma; Intan Marjan; Muh. Raya Fahreza
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2025): NOVEMBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/mgsd5e10

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Batangkaluku melalui penyelenggaraan Festival Literasi yang diadakan oleh TBM Rakit Gowa yang meliputi talkshow interaktif, pelatihan literasi digital, pertunjukan seni, dan lokakarya mendongeng. Metode pelaksanaan mengikuti empat tahapan: analisis kebutuhan, perencanaan program yang matang, implementasi kegiatan dalam format festival selama satu hari penuh, serta evaluasi menyeluruh. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan pencapaian yang signifikan dalam peningkatan kompetensi digital masyarakat, yang tercermin dari kemampuan praktis peserta dalam mengakses berbagai platform pembelajaran daring dan kemampuan menyaring informasi hoaks. Melalui pentas seni dan lokakarya yang diselenggarakan, terjadi peningkatan kepercayaan diri dan keberanian berekspresi pada peserta dari berbagai kelompok usia. Fenomena praktik literasi spontan lintas generasi, dimana orang tua secara aktif membacakan cerita kepada anak-anak, mengindikasikan tumbuhnya kesadaran kolektif tentang urgensi literasi dalam masyarakat. Evaluasi program secara konsisten menunjukkan peningkatan yang bermakna dalam hal partisipasi aktif masyarakat. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Festival Literasi terbukti efektif sebagai model inovatif dalam pemberdayaan masyarakat yang bersifat integratif dan berkelanjutan. Sebagai rekomendasi untuk keberlanjutan, program ini perlu dikembangkan menjadi agenda tahunan yang tetap dan diperkuat melalui pembentukan kemitraan strategis dengan seluruh pemangku kepentingan terkait, sehingga dampaknya dapat meluas dan Batangkaluku menjadi ekosistem literasi yang mandiri dan berkelanjutan.
The Influence of the Inquiry Method on Critical Thinking Skills in Learning to Write Explanatory Texts for Grade XI Students at Senior High School Nur Aisyah; Andi Sahtiani Jahrir; Sultan
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 13 No. 2 (2025): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v13i2.5684

Abstract

This study aims to describe students' ability to write explanatory texts before using the inquiry method, describe students' ability to write explanatory texts after using the inquiry method, and test the effect of applying the inquiry method on the ability to write explanatory texts of eleventh-grade students at SMAN 19 Gowa. This research uses a quantitative research method. Data collection techniques were carried out using essay tests, and the data were analyzed using descriptive and inferential statistics (SPSS 29.0.10). The results of this study show an improvement in students' critical and creative thinking skills in writing explanatory texts after using the inquiry-based learning method. The analysis of the pretest and posttest results shows that before the inquiry method was applied, the majority of students were in the fair and very good categories, with some students in the poor and good categories. After implementation, the majority of students moved to the good and very good categories, showing a significant improvement in their abilities. This improvement is evident in the distribution of student scores, where the average score increased from 58.23 in the pretest to 77.30 in the posttest. Statistical tests using the Paired Sample T-Test showed a t-value of 7.018 with a significance level (p-value < 0.001). Since the p-value is less than 0.05, the null hypothesis (H0) is rejected, and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. This indicates a significant difference between the pretest and posttest scores, supporting the hypothesis that the inquiry method has a meaningful impact on students' critical and creative thinking abilities. Thus, this research proves that the application of the inquiry method is effective in improving students' abilities in writing explanatory texts, both in terms of quality and variation in critical and creative thinking skills.
Exploring English Education Post Graduated Students’ Perfections of ChatGPT as Subtitute for Traditional Reading: A Case of Universitas Negeri Makassar Muhammad Tahir; Andi Sahtiani Jahrir
FOSTER: Journal of English Language Teaching Vol. 6 No. 4 (2025): FOSTER JELT
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/foster-jelt.v6i4.310

Abstract

The rapid integration of artificial intelligence into higher education has reshaped how postgraduate students approach academic reading and learning. This study explores postgraduate English Education students’ perceptions of ChatGPT as a substitute for traditional reading, focusing on how the tool influences their cognitive engagement and reading behaviour. Anchored in the Technology Acceptance Model (TAM), Cognitive Offloading Theory, and Reading Literacy Theory, the research employs a quantitative survey design involving 108 master’s students from the Graduate Program of Universitas Negeri Makassar. A structured questionnaire measured four constructs: Perceived Usefulness (PU), Perceived Ease of Use (PEOU), Cognitive Offloading (COG), and Reading Habits Impact (RHI). Data were analysed using descriptive statistics, correlation, and reliability testing. The findings reveal that students perceive ChatGPT as highly useful (M = 4.23) and easy to use (M = 4.35). These positive perceptions correlate strongly with cognitive offloading (r = 0.61), indicating frequent reliance on ChatGPT to simplify learning tasks. However, a significant negative correlation between cognitive offloading and reading habits (r = –0.54) suggests that increased dependence on ChatGPT reduces students’ motivation for traditional reading. Overall, the study highlights a dual outcome, while ChatGPT enhances learning efficiency and accessibility, it simultaneously contributes to the decline of deep reading practices. The results underscore the need for balanced AI integration that promotes critical reading, reflective thinking, and responsible technology use in postgraduate education.
INTERTEKSTUAL DALAM CERITA AKU TIDAK MAU MARAH SERIAL BUKU CERITA PEMBANGUN KARAKTER ANAK KAJIAN INTERTEKSTUAL : JULIA KRISTEVA Indriani Indah; Suarni Syam Saguni; Andi Sahtiani Jahrir
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14524

Abstract

This study aims to describe the form of opposition and transformation, in the children’s story Aku Tidak Mau Marah by Yudi based on Julia Kristeva’s Intertextuality theory. The study uses a qualitative descriptive method with library study and documentation techniques. Data in the form of dialogue, narrative, and events that show conflicting values and character changes. The results of the study show that opposition arises through the conflict between anger and patience, damage and repair, which forms the structure of the story’s conflict and Transformation is seen in the change in the character of the main character from an emotional attitude to moral awareness and responsibility. These two elements are interrelated and build a network of meaning that emphasizes the moral message of self-control and empathy. This study shows that Julia Kristeva’s Intertextuality theory is relevant to analyzing the formation of meaning in children’s literature.