Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN Mohammad Basit; Sinyo Rifani; Sukarlan Sukarlan
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.185 KB)

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah suatu penyakit yang terbanyak diderita oleh anak-anak, sampai saat ini ISPA masih menjadi masalah kesehatan dunia. World Health Organization (WHO) 2011 memperkirakan kejadian ISPA di negara berkembang lebih tinggi 30-70 kali dari negara maju dan 25-30% dari kematian anak disebabkan oleh ISPA.Tujuan: Menganalisis hubungan kebiasaan merokok anggota keluarga dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian ISPA pada Balita di puskesmas pekauman Banjarmasin.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Teknik sampling menggunakan quota sampling dengan jumlah sampel 325 balita. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan rekam medik responden. Penelitian ini menggunakan analisis statistic uji chi square dengan signifikan p0,05. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa 162 balita (79%) dengan ISPA memiliki keluarga yang merokok dan 22 balita (18,3%) tidak memiliki keluarga yang merokok. Untuk pemberian ASI eksklusif didapatkan bahwa 119 balita (95,2%) dengan ISPA tidak diberi ASI eksklusif dan 65 balita (32,5%) diberi ASI eksklusif. Adanya hubungan kebiasaan merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA (p = 0,000) dengan nilai odds ratio 16,782 hal ini berarti balita yang memiliki keluarga merokok mempunyai resiko terjadinya ISPA 16,782 kali dibanding dengan balita yang tidak memiliki keluarga merokok dan adanya hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian ISPA (p=0,000) dengan nilai odds ratio 41,192 hal ini berarti ASI eksklusif dapat mencegahterjadinya ISPA pada balita 41,192 kali daripada balita yang tidak ASI Eksklusif. Simpulan: Ada hubungan antara kebiasaan merokok anggota keluarga dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Pekauman Banjarmasin.Kata kunci: kebiasaan merokok, ASI eksklusif, ISPA
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG POST PARTUM BLUES DI RSUD. DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Anggrita Sari; Mohammad Basit; Rabiatul Adawiyah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1537.045 KB)

Abstract

Latar Belakang: Post partum blues adalah sebagai sindrom gangguan mental yang ringan.Masyarakat umumnya tidak sadar penyakit tersebut sehingga tidak terdiangnosis dan tidaktertatalaksana dengan baik. Akhirnya menimbulkan masalah yang cukup menyulitkan, dimana bisaberkembang menjadi keadaan yang lebih berat yakni depresi Post partum dan psikosis Post partum.RSUD. DR. H. Moch Ansari Saleh adalah salah satu rumah sakit rujukan pertama di wilayah profensiKalimantan Selatan, dengan beberapa layanan salah satunya yaitu ruang mutiara yang mefasilitasikhusus untuk ibu nifas.Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas, tentang Post partum blues di Ruang Nifas RSUD. DR. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Jenis pengambilan secara non random (non probability) sampling, yaitu menggunakan teknik Accidental Sampling. Dengan jumlah sampel 57 ibu nifas.Hasil: Hasil penelitian terhadap 57 orang responden terbanyak berpengetahuan cukup yaitu 35 orang (61,4%) dan responden paling sedikit berpengetahuan baik yaitu 3 orang (5.26%).Kesimpulan: Pengetahuan responden dalam pengetahuan Post partum blues dikatagorikan cukup.Kata Kunci: ibu nifas, pengetahuan, post partum blues.
Cegah Dini Stunting Pada Anak Dengan Pemeriksaan Rutin Antropometri Dan Pemberian Nutrisi Di Desa Manarap Baru Agustria Vista Dewi; Paul Joae Brett Nito; Erna Sari; Hilma Aulia; Husnul Khotimah; Ilhamsyah; Imro Atussholikha; Jihan Fahira; Karen Ardana Putri; Laila Kotdriah Fitriani; Mohammad Basit; Rian Tasalim
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v6i2.658

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that is often found in children in Indonesia. The prevalence of stunting in Indonesia is still quite high, namely reaching 32.8% in clowns. Even though there was a decrease in the prevalence of stunting in 2018 for both toddlers and toddlers, it still has not reached the expected target. Stunting can affect a child's physical and mental development, including intelligence and learning ability. To prevent stunting, comprehensive treatment is needed for all parties related to children's growth, namely parents, especially mothers, families, the environment and health workers in monitoring children's growth. Therefore, early prevention of stunting is very important to prevent and overcome this problem. One way to prevent early stunting is through anthropometric measurements. Body weight is an important anthropometric measure and is used in infants and young children. In babies and early childhood, body weight can be used to see the rate of physical growth and nutritional status. Common anthropometric indices used to assess nutritional status are weight for age (WW/U), height for age (TB/U), and weight for height (WW/TB). The aim of the community service is to provide outreach to mothers of children in Manarap Baru village regarding early prevention of stunting in children with anthropometric examinations such as the child's weight and height according to age.