Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Ethnographic Study: Personal Conflicts in Companies between Javanese and Non-Javanese Ethnic Workers (Case Study of PT. A, PT. B and PT. C) Elja Salwa; Erwan Hendrawan; Dzaki Zakaria; Jerry Heikal
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6040

Abstract

Setiap individu memiliki rangkaian karakteristik unik yang berbeda-beda. Keragaman hubungan sosial dalam suatu masyarakat bisa terjadi karena masing-masing suku bangsa memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, bahkan dalam satu suku bangsa pun memiliki perbedaan. Dalam kehidupan sebuah organisasi, konflik di antara karyawan juga sesuatu yang tidak dapat dihindari terutama perbedaan etnis. Hal ini dikarenakan setiap karyawan memiliki etnis berbeda beda yang menyebabkan tujuan dan cara bekerja sesuai dengan karakteristik unik yang melekat pada dirinya. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif berevolusi dari desain etnografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan konflik personal dan saran yang ingin diberikan berdasarkan pengamatan dari Etnis Jawa dan Non Jawa yang ada di Perusahaan dengan studi kasus yang dilakukan pada 3 (tiga) Perusahaan yaitu PT A yang bergerak dibidang Asuransi, PT B bergerak dibidang perdagangan besar & jasa, dan PT C bergerak dibidang shipping logistic. Pemilihan responden menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil dan pembahasan disimpulkan bahwa konflik personal disebabkan karena adanya perbedaan share value antara etnis Jawa dan non Jawa, Perbedaan latar belakang kebudayaan menciptakan pribadi yang berbeda, beberapa orang mungkin akan terpengaruh dengan pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda-beda itu pada akhirnya yang dapat memicu konflik personal.
Analisis Faktor Penyebab Masyarakat Jabodetabek Menonton Film “Agak Laen” Sebagai Film Terlaris Menggunakan Grounded Theory Dewi Anggini; Susan Ratna Salim; Dewi Lisdayanti; Jerry Heikal
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.7442

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor yang memotivasi masyarakat Jabodetabek menonton film komedi Indonesia "Agak Laen," yang sukses meraih lebih dari 9 juta penonton dan diputar di empat negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan Grounded Theory. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling yaitu teknik snowball sampling, penelitian ini melibatkan wawancara dengan sembilan informan berusia 20-50 tahun. Data dianalisis menggunakan teknik coding, menghasilkan 46 kode dari 12 kategori yang dirangkum menjadi lima tema utama: karakter pemain, karya film, hiburan/entertainment, kesehatan mental, dan promosi. Faktor utama yang mempengaruhi keputusan menonton adalah hiburan/entertainment dengan frekuensi tertinggi (19). Film ini dinilai menyajikan humor yang ringan, topik unik, serta cerita yang menarik, sehingga menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang mencari hiburan berkualitas. Selain itu, faktor-faktor seperti kualitas aktor, pesan sosial, dan promosi kreatif melalui media sosial turut memperkuat daya tariknya. Hasil ini memberikan wawasan penting bagi industri perfilman Indonesia dalam memahami preferensi penonton dan strategi promosi film.
Analysis of Factors Influencing Repurchase Decisions for Mie Sedaap Products Using Binary Logistic Regression Method Abhiyoga Deyandra Putra; Samsul Arifin; Muhammad Feyzel Khalfani Putra Ardanesworo; Jerry Heikal
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.7525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian kembali produk Mie Sedaap dengan metode regresi logistik biner. Di tengah persaingan ketat industri mi instan di Indonesia, penelitian ini mengevaluasi pengaruh 27 variabel independen terhadap kepuasan pelanggan dan niat beli ulang. Variabel tersebut meliputi Harga Terjangkau, Harga Kompetitif, Harga Sesuai Kualitas, Harga Sesuai Manfaat, Kemasan Baik dan Mudah Dibaca, Varian Cukup Banyak, Produk Tahan Lama, Kualitas Diandalkan, Merek Terkenal, Merek Bergengsi, Mudah Diingat, Reputasi Baik, Mudah Dijangkau, Selalu Tersedia, Produk Baru Inovatif, Variasi Rasa Baru, Layanan Pelanggan (CS), Testimoni Baik, Rekomendasi Teman, Rekomendasi Keluarga, Rekomendasi Influencer, Promosi Facebook, Promosi Twitter, Promosi YouTube, Promosi Website Resmi, Promosi Iklan, dan Puas Secara Keseluruhan. Data diperoleh melalui survei online kepada 105 responden di wilayah Jabodetabek. Hasil analisis menunjukkan bahwa "harga terjangkau" dan "kepuasan secara keseluruhan" merupakan dua variabel utama yang signifikan dengan tingkat signifikansi di bawah 0,05. Model regresi memiliki akurasi sebesar 85,7%, dengan 87 pelanggan terprediksi melakukan pembelian kembali. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi harga kompetitif dan peningkatan kepuasan pelanggan dalam mendorong kepuasan konsumen dan retensi pelanggan. Selain berkontribusi pada literatur perilaku konsumen, temuan ini menawarkan panduan praktis bagi perusahaan dalam merancang strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan penjualan dan daya saing.
Segmentation Analysis Using K-Means Clustering Model with SPSS Case Study of Backpacker Jakarta Community Members Asti Apriani; Jerry Heikal
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 5 No. 03 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v5i03.1031

Abstract

The development of the world of tourism is currently experiencing high growth. With repairs and increasing the quality of tourist spots, it has succeeded in encouraging and increasing public interest in visiting. Traveling at this time has also been carried out in various ways both by individuals and groups. One of the quite existing tourist groups in Jakarta is the Backpacker Jakarta Community (BPJ), which offers low-cost travel packages with the Backpacker pattern. In this study, the authors conducted a survey of BPJ’s members/members by distributing questionnaires containing personal data and also regarding the interest of the members in the trips or trips they had participated in so far. From this process the researcher obtained feedback and analyzed the answers from 96 respondents, using the clustering method with K-means clustering analysis, and then determined 7 clusters to get an overview of the variations in the interest of BPJ’s members. Of the 7 clusters, the researcher chose one of the potential clusters to develop travel tour package products, namely BPJ’s Member Mountaineering Lover Cluster which contains quite young groups between 22-35 years old. Furthermore, the researcher determines the Value Proposition of the cluster to determine the strategic steps for the marketing mix strategy with the 8P.  
Used Car Customer Segmentation Using K-Means Clustering Model With SPSS Program: Case Study Caroline.Id Muhammad Farhan; Jerry Heikal
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 5 No. 03 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v5i03.1042

Abstract

This study discusses the use of K-Means clustering algorithm to determine market segmentation and prepare targeted marketing strategies. The process involves grouping customer data based on various factors such as transmission type, customer satisfaction, payment method, and branches. After grouping the data, the initialization stage is carried out by providing an initial number, and then the clustering process is carried out. The resulting clusters are analyzed to identify different customer profiles and needs. With an in-depth understanding of each segmentation, companies can develop specific and targeted marketing strategies for each customer group. Additionally, this study discusses the construction of a brand persona by identifying the target audience, understanding their needs and wants, creating a character profile, and compiling a brand persona document that includes all the important information. The customized brand persona can then be used in the development of online value proposition and marketing strategies.
THE IMPACT OF OVERSEAS CSR IMPLEMENTATION ON LIFTING PERFORMANCE AND CORPORATE PROFITABILITY AT PERTAMINA INTERNATIONAL EP: A SEM-PLS APPROACH Nurul Intan Permanasari; Andi Mardhotilla; Jerry Heikal
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 6 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i6.4439

Abstract

This study investigates the effect of overseas Corporate Social Responsibility (CSR) on two performance outcomes of Pertamina International EP (PIEP): lifting (Y1) and corporate profit (Y2). Using a quantitative, explanatory design, we compiled 32 observations from four operating areas (Malaysia, Iraq, Algeria, HQ-International) across 2018–2025. CSR is modeled as a latent construct (X) with three reflective indicators CSR_Education, CSR_Environment, and CSR_Overseas while Y1 is measured by lifting_bpd and lifting efficiency, and Y2 by revenue and net profit. Data were analyzed with SEM-PLS (SmartPLS 4). The measurement model meets all thresholds (outer loadings ≥0.70; AVE ≥0.50; CR and Cronbach’s alpha ≥0.70), with particularly strong reliability for CSR (CR=0.986; AVE=0.973) and Profit (CR=0.978; AVE=0.978). The structural model shows CSR has a positive and significant effect on both outcomes: CSR → Lifting (β=0.92; t=59.816; p<0.001; R²=0.847; Q²=0.515) and CSR → Profit (β=0.961; t=80.605; p<0.001; R²=0.924; Q²=0.898). Among indicators, CSR_Overseas (λ=0.988) is the strongest signal within the CSR construct; lifting_bpd (λ=0.935) dominates Y1; and revenue and net profit (both λ=0.989) equally anchor Y2. The findings imply that targeted, context-sensitive overseas CSR can simultaneously stabilize operations and strengthen financial outcomes in international upstream oil and gas.
Business Development Strategy of Rumah Makan Minang Sepakat Cibinong Based On Segmenting, Targeting, and Positioning (STP) Using K-Means Clustering Method Antonius Hendri Widiyanta; Gulfi Oktariani; Fanjili Gratia Mamonto; Jerry Heikal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1987

Abstract

Industri makanan dan minuman memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk usaha restoran dan rumah makan Padang. Penelitian ini bertujuan mencari segmentasi pasar tepat untuk membantu Rumah Makan Minang Sepakat Cibinong mencapai target penjualan melalui pendekatan Segmenting, Targeting, Positioning (STP) berbasis analisis data menggunakan metode K-Means clustering dengan bahasa pemrogrman Python. Data yang digunakan meliputi informasi demografis, transaksi penjualan, dan wawancara langsung untuk mengetahui preferensi serta perilaku konsumen. Hasil analisis menunjukkan jumlah cluster optimal sebanyak k=4, membentuk empat persona konsumen: cluster1 (Frugal College Student), cluster 2 (Digital Family), cluster 3 (Practical Worker), dan cluster 4 (Premium Family). Cluster 4 (Premium Family) menjadi target pasar utama karena memiliki pembelian tertinggi, pola konsumsi keluarga, dan preferensi menu lengkap serta premium. Cluster 2 (Digital Family) dipilih sebagai target pasar sekunder karena didominasi ASN muda pengguna GrabFood dengan daya beli tinggi dan perilaku konsumsi digital stabil. Strategi yang dibangun meliputi pengembangan menu keluarga premium, penguatan promosi digital melalui TikTok untuk keluarga dan Instagram untuk ASN muda, peningkatan pengalaman makan di tempat yang nyaman dan berkesan, serta optimalisasi layanan takeawaydan pemesanan daring. Strategi ini diharapkan meningkatkan loyalitas pelanggan, memperluas pasar, dan memperkuat posisi bisnis secara berkelanjutan.
Analysis of Expectations, Responses and Expectations of the Audience towards Celebrity Fights in the Boxing Arena at the HG Sport Show Event Using the Grounded Theory Method Imam Yumarsa; Aditya Sutama; Faisal Heswara; Jerry Heikal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4018

Abstract

Tinju adalah salah satu jenis olahraga dan seni beladiri yang dimainkan oleh dua orang peserta yang memiliki berat badan yang serupa dan bertanding satu sama lain dengan menggunakan tinju mereka dalam rangkaian pertandingan yang berdurasi waktu satu atau tiga menit, yang disebut ronde. Perkembangan atlet tinju di Indonesia dimulai sejak era petinju pro Wongso Suseno pada tahun 1975 berlanjut dengan hadirnya Ellyas Pical pada tahun 80-an, Chris John pada akhir 90-an sampai 2010. Tingginya animo penonton tinju di Indonesia di era tersebut ditandai dengan terjual habisnya tiket Chris John melawan petinju asal Argentina Fernando Saucedi di Stadion Tenis Terbuka, Senayan pada 5 Desember 2010. Semenjak saat itu animo masyarakat terhadap olahraga tinju seperti menurun, meski Indonesia saat ini memiliki Daud Jordan. Kehadiran pertandingan beladiri Mixed Martial Art (MMA) semakin membuat olah raga tinju kehilangan penonton. Pada tahun 2022 HG bekerja sama dengan promotor tinju untuk mengadakan gelaran tinju professional dan amatir Indonesia dengan menampilkan konsep sportstainment yang menampilkan partai tinju professional dan menampilkan tinju amatir antar selebritas dengan nama HW Sport Show (HSS). Pada periode 2022 sampai dengan saat ini telah dilaksanakan 5 seri gelaran HSS, dengan menghadirkan 62 partai tinju dimana 18 partai merupakan tinju antar selebritas. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif dengan pendekatan Grounded theory, dengan melakukan wawancara langsung kepada penonton yang mengikuti perkembangan tinju di Indonesia saat ini untuk mengetahui ekspektasi, tanggapan dan harapan penonton terhadap pertarungan selebritas pada Event HSS. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 59 kode yang membentuk 21 kategori dan menimbulkan total 9 tema pada masing-masing pertanyaan. Analisa terhadap ekspektasi saat akan menonton adalah adanya hiburan disela-sela melihat gelaran tinju pro, dengan tanggapan setelah menonton bahwa mereka terhibur secara positif terhadap kehadiran pertarungan selebritas dan berharap kedepannya HSS dapat menampilkan sajian pertarungan selebritas yang berbeda dari seri-seri sebelumnya agar animo terhadap Tinju kembali naik.