Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP OBJEK WISATA PANTAI GUMUMAE DI KECAMATAN BULA KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR Nabila Keliobas; Yosevita Theodora Latupapua; C K Pattinasarany
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 3 No 1 (2019): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.211 KB)

Abstract

Visitors 'perceptions of the Gumumae Beach tourist attraction in Bula District, East Seram Regency were research aimed to know visitors' perceptions of Gumumae Beach attractions in Bula District, East Seram District. The selection of research locations was conducted purposively in November-December 2018, in this study the data collection method used was in the form of direct observation in the field, distribution of questionnaires / interviews, documentation, and literature study. Analysis of research data using qualitative descriptive analysis methods to answer research objectives based on information obtained from field observations. From the results of the study, it can be seen that visitors' perceptions of attraction from Gumumae Beach attractions give an assessment that the beach scenery is an interesting with a percentage of 80%. Visitors’ perception of the facility/amenity the attractions provide an assessment officer friendliness associated with a good percentage of 46.67%, mininum meal service is quite good 56.67%, security / safety is not guaranteed 48.33 coast, beach cleanliness less good 51.67%, additional facilities need to be done 100%, satisfaction in making visits is 50% satisfied , and visitors' perceptions of accessibility on Gumumae Beach attractions are valued at 86.67% and smooth object public transportation modes 48.33%.
PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP DAYA TARIK OBJEK EKOWISATADI DESA WAAI KABUPATEN MALUKU TENGAH Jean Tahapary; Yosevita Th. Latupapua; C. K. Pattinasarany
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 4 No 1 (2020): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.076 KB)

Abstract

Waai village is one of the villages in central Maluku district, which has long been known for having beautiful, natural and attractive tourist attractions. The purpose of this study is to analyze visitors' perceptions of the object of ecotourism in Waai Village. The research method used is a qualitative scoring and descriptive method. Data collection techniques are done through observation, interviews, questionnaires, and literature studies. Determination of the sample is done through accidental sampling technique. The results showed that the tourist attraction of Waai Village was Aer Morea uniqueness, mountain beauty, beautiful natural scenery, waterfalls, diversity of flora and fauna as well as climatic conditions of cool temperatures, and the completeness of supporting facilities for tourists. The characteristics of tourist objects are dominated by tourists aged 15-25 years, high school education level, student / student work, gender dominated by men, many visitors from outside the area, sources of information obtained from friends / relatives, tourist destinations for recreation. The perception of visitors to the Waai Village tourist attraction is in the very satisfying category (97%) in terms of the uniqueness of the attraction, accessibility, facilities, and other supporting services as well as the security of the tourist location.
HABITAT RUSA TIMOR (Cervus timorensis) DI DESA ATIAHU KECAMATAN. SIWALALAT, KABUPATEN. SERAM BAGIAN TIMUR Intan. F Ninda Muar; C. K Pattinasarany; L. Latupapua
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 5 No 2 (2021): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v5i2.4593

Abstract

The Habitat of the Timor Deer (Cervus timorensis) In Atiahu Village, Siwalalat District, East Seram Regency. This study aims to determine the habitat conditions of the Timor deer (Cervus timorensis) in Atiahu Village, Siwalalat District, East Seram Regency. This research was conducted using the description analysis method of the habitats found at each observation location, carried out through vegetation analysis, namely data collection which was carried out directly in the field, by observation. Observation, which is a data collection technique by observing things that are the target of research. Documentation, is a data collection technique by documenting data sources in the field related to the problem under study. The results of the study indicate that the forest in Atiahu Village has four types of habitats including, Lowland Forest, Grasslands, River Banks, and Coastal Forests
HABITAT DAN PERILAKU BURUNG JULANG IRIAN (Rhyticeros plicatus) DI RESORT MASIHULAN SEKSI WILAYAH 1 TAMAN NASIONAL MANUSELA Marni Yanti Sia; Cornelis K. Pattinasarany; Andri Tuhumury
Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 2 edisi Juli 2020
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v8i2.9045

Abstract

The purpose of this study was to determine the habitat and daily behavior of hornbills at Masihulan Resort, Manusela National Park. Study was conducted on March 2019. Ad libitum sampling method was used to observe the hornbills behavior, while combination of lines and line terraced was used to obtained vegetation data. Hornbills require a natural habitats that are not affected by human activity, but can also adapt to habitats that have been disturbed with low levels of interference. An important factor of habitat that affects the distribution and daily activities of hornbills are the presence of feeding trees and nesting trees. Diet sources of hornbills in both locations consist of five spesies of plants, namely Ficus benjamina, Octomeles sumatrana, Myristica lancifolia, Pometia pinatta, and Eugenia sp; they were more abundant on Ilie than Hua Hui Jalang. The behaviors that had been identified were feeding, calling, grooming, and beak rubbing behavior. Four behaviors were observed at Hua Hui Jalang, namely: feeding (8%), grooming (32%), beak rubbing (40%), and calling (20%); and threebehaviors were observed at Ilie, namely : feeding (29,17%), grooming (31.25%), and calling (39.58%).
HABITAT DAN POPULASI BURUNG CENDERAWASIH (Paradisaea apoda) DI DESA LAININIR PULAU TRANGAN KECAMATAN ARU SELATAN KABUPATEN KEPULAUAN ARU L. Latupapua L. Latupapua; C. K. Pattinasarany C. K. Pattinasarany; L. Kasanaborbir L. Kasanaborbir
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 2 Edisi Juli 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v10i2.14124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui habitat dan populasi burung cenderawasih  (Paradisaea apoda) di Desa Laininir Pulau Trangan Kecamatan Aru Selatan Kabupaten Kepulauan Aru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kombinasi antara Metode IPA (Index Ponctualle de’Abondance) dengan transek jalur dan hasilnya dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pada areal penelitian di bagian timur terdapat 19 jenis vegetasi tingkat tiang dan 23 jenis tingkat pohon. Areal di bagian utara ditemukan jenis vegetasi tingkat tiang sebanyak 23 jenis dan 27 jenis tingkat pohon. Areal di bagian selatan terdapat 23 jenis  tingkat tiang dan 21 jenis tingkat pohon. Populasi di daerah bagian timur 5 ekor dengan populasi dugaan sebanyak 12 ekor/hektar, bagian utara 13 ekor dengan dugaan populasi sebanyak 28 ekor/hektar dan bagian selatan 11 ekor dengan dugaan populasi sebanyak 24 ekor/hektar. Burung cenderawasih lebih banyak dijumpai di bagian utara dan selatan karena kondisi habitat yang belum mengalami kerusakan akibat penggunaan lahan hutan oleh masyarakat.
KERAGAMAN JENIS SATWA BURUNG PADA VEGETASI MANGROVE DI DESA TAAR KECAMATAN DULLAH SELATAN KOTA TUAL Sophia Sylvana Audryvca Sapulette; Cornelis Katje Pattinasarany; Fanny Soselisa
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i1.15999

Abstract

Desa Taar terletak di kecamatan Dullah Selatan Kota Tual, yang memiliki daya tarik akan kawasan mangrove yang cukup luas sehingga merupakan habitat yang baik bagi beberapa jenis burung. Desa Taar memiliki beberapa jenis burung yang ditemukan antara lain: Cikukua seram  (Philemon moluccensis), Gajahan Timur (Numenius madagascariensis), Kowak Malam Merah (Nycticorax caledonicus), Nuri Maluku (Eos bornea), Pergam Tarut (Ducula concina) dan beberapa jenis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis satwa burung pada vegetasi mangrove dan untuk mengetahui pengaruh kerapatan vegetasi mangrove terhadap keragaman jenis satwa burung di desa Taar. Metode pengamatan satwa burung yang digunakan adalah metode Line Transek dan pengamatan vegetasi dilakukan berdasarkan metode Analisis Garis Berpetak pada jalur – jalur pengamatan yang sudah ditentukan. Keragaman satwa burung yang ditemukan di desa Taar pada jalur 1 sampai dengan jalur 10 sebanyak 14 jenis. Pada jalur 1 nilai H’ = 2,02 dengan jumlah jenis 9 satwa burung; jalur 2 H’ = 2,31 jumlah jenis 11 satwa burung; jalur 3 H’ = 2,07 jumlah jenis 10 satwa burung; jalur 4 H’ = 1,83 jumlah jenis 8 satwa burung; jalur 5 H’ = 2,13 jumlah jenis 10 satwa burung; jalur 6 H’ = 2,14 jumlah jenis 11 satwa burung; jalur 7 H’ = 2,20 jumlah jenis 12 satwa burung; jalur 8 H’ = 2,27 jumlah jenis 11 satwa burung; jalur 9 H’ = 2,36 jumlah jenis 12 satwa burung; jalur 10 H’ = 2,25 jumlah jenis 10 satwa burung. hasil analisa regresi menunjukkan tidak ada pengaruh nyata antara variabel kerapatan terhadap keragaman jenis satwa burung.
INVENTARISASI JENIS KUPU-KUPU DI RESORT MASIHULAN TAMAN NASIONAL MANUSELA Rita Utami Br. Ginting; Lesly Latupapua; C K Pattinasarany
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i4.9026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis serta famili dan dominansi jenis kupu-kupu. Guna pencapaian tujuan tersebut maka metode yang digunakan, yaitu metode IPA (Index Ponctualle de’Abondance) disesuaikan dengan lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 42 jenis kupu-kupu termasuk jantan dan betina yang tersebar dalam 7 famili antara lain: Nymphalidae, Peridae, Papilionidae, Erebidae, Hesperiidae, Lycaenidae, Geometridae. Jenis yang mendominasi yaitu famili Nymphalidae dari 20 jenis kupu-kupu. Indeks keragaman pada jalur 1 yaitu 3.296, jalur 2 2.950, jalur 3.074, jalur 4 3.067, jalur 5 2.898. Indeks dominansi 0.047 pada jalur 1, 0.071 pada jalur 2, 0.059 pada jalur 3, 0.052 pada jalur 4, dan 0.074 pada jalur 5.
KAJIAN PENGGUNAAN HABITAT OLEH SATWA BURUNG PADA KAWASAN MANGROVE TELUK TUHAHA KECAMATAN SAPARUA TIMUR Christosius F. Pattinasarany; C. K. Pattinasarany; A. Tuhumury
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i4.9327

Abstract

Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di rawa berair payau dan dipengaruhi pasang-surut air laut juga merupakan hutan pada wilayah intertidal dimana terjadi interaksi antara air laut, air payau, sungai, dan terestrial. Interaksi ini menjadikan ekosistem mangrove mempunyai keanekaragaman yang tinggi baik berupa flora maupun fauna, serta merupakan tempat tumbuh, berkembang biak, tempat tinggal serta tempat mencari makan.Pulau Saparua berada di provinsi Maluku yang memiliki kawasan hutan mangrove dengan luas 572,04 ha (5,72 Km²) atau 3,49 % dari total luas pulau Saparua. Penelitian dilaksanakan pada kawasan hutan mangrove Teluk Tuhaha dengan luas areal penelitian sebesar 13,16 ha, bertujuan untuk mengetahui keberadaan jenis satwa burung dan penggunaan vegetasi mangrove bagi keberlangsungan hidup satwa burung. Metode penelitian menggunakan Line Transect, data dianalisa dengan Rumus Analisa Vegetasi (habitat) dan Rumus Shannon-Winner untuk keragaman jenis satwa.Hasil penelitian ditemukan 9 jenis mangrove  dari 5 famili yaitu Bruguiera gymnorrhiza, B. parviflora, Ceriops tagal, Heritiera littoralis, Rhizophora apiculata, R. mucronata, Sonneratia alba, Scyphiphora hydrophyllacea dan Xylocarpus granatum. Sementara satwa burung yang ditemukan terdapat 13 jenis yaitu Perling Ungu (Aplonis metalica), Lawa-lawa (Collocalia sp), Kuntul Besar (Egreta alba), Belibis Totol (Dendrocygna guttata), Kipasan Kebun (Rhipidura leucophrys), Elang Bondol (Haliastur indus), Raja Udang Kecil (Alcedo pusilla), Isap Madu Zaitun (Lichmera argentauris), Sikatan Kelabu (Myiagra galeata), Trinil Pantai (Actitis hypoleucos), Layang-layang Batu (Hirundo tahitica), Cangak Laut (Ardea sumatrana), Srigunting Lencana (Dicrurus bracteatus)
KAJIAN HABITAT DAN KELIMPAHAN JENIS BURUNG PADA LINGKUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS PATTIMURA POKA AMBON Setiani Br Ginting; C. K. Pattinasarany; Lesly Latupapua
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.9041

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui habitat dari jenis burung pada Lingkungan Kampus Universitas Pattimura (2) Mengetahui kelimpahan jenis burung yang ada pada Lingkungan Kampus Universitas Pattimura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode  IPA. Burung mandar padi kalung kuning, kareo padi, kuntul besar, cecakak sungai dan bambangan merah dijumpai di habitat yang melimpah air atau berawa. Burung bondol rawa, bondol taruk, burung gereja erassia, kipasan kebun, trinil semak, kicuit kerbau tekukur biasa, perkutuk jawa, cucak kutilang, kangkok rangting,  perling ungu, perling Maluku, gagak hutan, isap madu, sikatan burik dan sikatan kelabu, wallet sapi, layang-layang dijumpai di habitat yang kering, diatas pohon dan rerumputan hijau. Burung gereja erassia, wallet sapi, cucak kutilang, bondol rawa, kipasan kebun, tekukur jawa dan perkutuk jawa adalah jenis burung yang melimpah. Burung kuntul besar, bambangan merah, kangkok ranting dan elang bondol dengan kelimpahan rendah.
KAJIAN HABITAT DAN KELIMPAHAN JENIS BURUNG PADA LINGKUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS PATTIMURA POKA AMBON Setiani Br Ginting; C. K. Pattinasarany; Lesly Latupapua
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.9041

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui habitat dari jenis burung pada Lingkungan Kampus Universitas Pattimura (2) Mengetahui kelimpahan jenis burung yang ada pada Lingkungan Kampus Universitas Pattimura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode  IPA. Burung mandar padi kalung kuning, kareo padi, kuntul besar, cecakak sungai dan bambangan merah dijumpai di habitat yang melimpah air atau berawa. Burung bondol rawa, bondol taruk, burung gereja erassia, kipasan kebun, trinil semak, kicuit kerbau tekukur biasa, perkutuk jawa, cucak kutilang, kangkok rangting,  perling ungu, perling Maluku, gagak hutan, isap madu, sikatan burik dan sikatan kelabu, wallet sapi, layang-layang dijumpai di habitat yang kering, diatas pohon dan rerumputan hijau. Burung gereja erassia, wallet sapi, cucak kutilang, bondol rawa, kipasan kebun, tekukur jawa dan perkutuk jawa adalah jenis burung yang melimpah. Burung kuntul besar, bambangan merah, kangkok ranting dan elang bondol dengan kelimpahan rendah.