Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa melalui Pelatihan Kader Kesehatan Jiwa dan Deteksi Dini Mariyati Mariyati; Menik Kustriyani; Priharyanti Wulandari; Dwi Nur Aini; Arifianto Arifianto; Livana PH
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i1.423

Abstract

Masalah kesehatan jiwa tidak lagi dilihat secara individual, namun membutuhkan penanganan secara sistem. Pelayanan kesehatan jiwa berbasis komunitas merupakan salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan akses masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan. Puskesmas adalah ujung tombak dalam mengimplementasikan pelayanan kesehatan jiwa yang dapat dengan mudah dijangkau masyarakat karena jarak dekat, murah dan meminimalisir stigma di masyarakat. Mengingat hal itu, tim melakukan kegiatan pelatihan kader dan deteksi dini kesehatan jiwa di Puskesmas Lebdosari. Tujuan program ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mendeteksi masalah kesehatan jiwa secara dini. Pelaksanaan kegiatan ini selama 2 hari pada 26 – 27 November 2019. Peserta terdiri dari 8 tenaga kesehatan Puskesmas Lebdosari dan 26 kader kesehatan dari 4 kelurahan di bawah wilayah kerja Puskemas. Pada hari pertama disampaikan 8 materi terdiri dari kesehatan jiwa di indonesia dan jawa tengah, konsep kelurahan siaga sehat jiwa, pelayanan kesehatan jiwa, kegiatan deteksi dini kesehatan jiwa, kunjungan rumah, kegiatan rujukan. Dilanjutkan pada hari kedua simulasi dan demonstrasi deteksi dini kesehatan jiwa dengan Self Reporting Questionnaire- 20 (SRQ 20). Hasil deteksi dini mendapat 112 orang, terdapat 48 orang (42,8%) orang yang memiliki resiko gangguan jiwa atau gangguan emosional. Upaya pelayanan kesehatan jiwa perlu dilakukan secara terintegrasi sehingga terbentuk layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas.
Peningkatan Kemampuan Kader melalui Pelatihan Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet untuk Ibu Menyusui Menik Kustriyani; Heny Prasetyorini; Arifianto Arifianto; Dwi Nur Aini; Mariyati Mariyati; Priharyanti Wulandari
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i4.1300

Abstract

Pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini berfokus pada upaya pengembangan peran serta kader dalam memotivasi ibu memberikan ASI Ekslusif. Program ASI Ekslusif sangat penting dilaksanakan, bayi yang tidak diberikan ASI Eklsusif lebih rentan sakit. Program Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan agar kader mengetahui dan memahami pentingnya mengetahui cara meningkatkan produksi ASI ibu menyusui, dan dapat mempraktikkan cara meningkatkan produksi ASI dengan Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet sehingga kader dapat memotivasi ibu untuk menyusui bayinya minimal sampai dengan enam bulan. Kegiatan dalam Program PKM ini antara lain: 1) Mengajarkan prosedur Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet pada Kader, dan 2) melakukan pendampingan dalam pelaksanaan Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet, 3) monitoring dan evaluasi program. Hasil dalam kegiatan- kegiatan tersebut adalah terdapat 21 kader di RW IX Kelurahan Tambak Aji, yang mengikuti kegiatan 13 kader dari 5 RT. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat didapatkan 92% kader mampu menjelaskan tentang manfaat pemberian ASI Ekslusif, 82% kader mampu melakukan prosedur Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet (POTM) sesuai prosedur. Kegiatan monitoring dan evaluasi juga dilakukan untuk memastikan kader kesehatan dapat melakukan sesuai prosedur yang sudah diberikan. Outcome kegiatan PKM ini adalah kader kesehatan mengetahui manfaat pemberian ASI ekslusif, kader dapat melakukan Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet.
Hubungan Pelaksanaan Discharge Planning dengan Dukungan Psikososial Keluarga Merawat Pasien Diabetes Mellitus Lia Lestiani; Niken Sukesi; Candra Hadi Prasetyo; Menik Kustriyani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 3 (2023): Agustus 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i3.1746

Abstract

Perawatan untuk diabetes termasuk konseling atau edukasi, pengobatan, latihan atau aktivitas fisik, dan diet. Peran pengawasan keluarga diperlukan dalam mengatur program pengobatan, pola makan, gaya hidup, dan olahraga yang harus dipertahankan sepanjang hidup. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui hubungan pelaksanaan discharge planning dengan dukungan psikososial keluarga dalam merawat pasien diabetes mellitus. Perencanaan pemulangan penting untuk mempersiapkan keluarga merawat pasien di rumah. Penelitian ini berbentuk kuantitatif dengan cross sectional guna mengidentifikasi korelasi antara pelaksanaan discharge planning dengan dukungan psikososial keluarga dalam merawat pasien diabetes di RS Mitra Keluarga Bintaro. Pengambilan sampel menggunkan tehnik purposive sampling sejumlah 63 orang. Uji analisis dengan uji Spearman rho dengan hasil p sebesar 0,007 (p ≤ 0,05) dan H0 ditolak, artinya ada hubungan yang bermakna dengan kekuatan korelasi lemah (r=0,336) dan arah korelasi positif. Kesimpulannya adalah ada hubungan pelaksanaan discharge planning dengan dukungan psikososial pada keluarga yang merawat pasien diabetes di RS Mitra Keluarga Bintaro.
PKM Pemberdayaan pada Keluarga Tentang Asupan Nutrisi dan Cairan pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa Menik Kustriyani; Endang Supriyanti; Dwi Nur Aini; Mariyati Mariyati; Arifianto Arifianto
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v2i2.307

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan Indonesian Renal Registry (IRR) tahun 2016, sebanyak 98% penderita gagal Ginjal menjalani terapi Hemodialisis dan 2% menjalani terapi Peritoneal Dialisis (PD). Kejadian penyakit ginjal kronik terus mengalami peningkatan, demikian juga pasien gagal ginjal kronik yang menjalani dialysis. Pasien gagal ginjal kronik harus selalu memperhatikan asupan nutrisi dan cairan yang seimbang. Dalam menjaga asupan nutrisi keluarga dukungan dari keluarga sangat diperlukan, agar pasien mampu menjaga nutrisi dan cairan dengan baik. Permasalahan pada Mitra yaitu pasien dan keluarga masih kesulitan dalam menentukan asupan nutrisi pada pasien gagal ginjal kronik. Tujuan : dari kegiatan PKM ini Mengajarkan pasien dan keluarga dalam menjaga nutrisi pada pasien gagal ginjal. Metode : Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian yakni dengan memberikan kuesioner sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang pengetahuan asupan nutrisi pada keluarga. Memberikan edukasi, diskusi dan tanya jawab. Hasil : sebanyak 95% peserta terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi. Peserta antusias saat diberikan edukasi mengenai asupan nutrisi dan cairan Kesimpulan: Pemberian edukasi pada keluarga pasien gagal ginjal kronik dapat meningkatkan pengetahuan keluarga pasien.
Implementasi Self Healing Untuk Mengatasi Kecemasan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa di Rs Permata Medika Semarang Dwi Nur Aini; Maulidta Karunianingtyas Wirawati; Menik Kustriyani; Arifianto Arifianto; Mariyati Mariyati; Mohammad Arifin Noor; Desi Ramadhani; Muhammad Azkanni’am
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 3 (2023): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v3i3.1951

Abstract

HD room nurses are health workers who play an active role in managing nursing care starting from assessment, both physically and psychologically. Determine nursing problems that arise in patients based on the results of the assessment, determine interventions, carry out implementation according to the plans that have been determined and evaluate the actions / implementations that have been carried out. In accordance with the problems experienced by these partners, the efforts made include implementing self-healing in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis therapy who experience anxiety. The specific target of this PKM activity is to teach self-healing therapy in the prevention and treatment of anxiety, especially in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis therapy at Permata Medika Hospital, Semarang. Teaching chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis therapy how to do self-healing. Demonstration of self-healing therapy according to SOP. The result of this service activity is that the level of knowledge of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis therapy at Permata Medika Hospital in Semarang increases after being given material on self-healing management with five finger hypnosis, besides that the patient is able to carry out a simulation on how to reduce anxiety with five finger hypnosis.
Implementasi Self Healing Untuk Mengatasi Kecemasan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa di Rs Permata Medika Semarang Dwi Nur Aini; Maulidta Karunianingtyas Wirawati; Menik Kustriyani; Arifianto Arifianto; Mariyati Mariyati; Mohammad Arifin Noor; Desi Ramadhani; Muhammad Azkanni’am
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 3 (2023): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v3i3.1951

Abstract

HD room nurses are health workers who play an active role in managing nursing care starting from assessment, both physically and psychologically. Determine nursing problems that arise in patients based on the results of the assessment, determine interventions, carry out implementation according to the plans that have been determined and evaluate the actions / implementations that have been carried out. In accordance with the problems experienced by these partners, the efforts made include implementing self-healing in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis therapy who experience anxiety. The specific target of this PKM activity is to teach self-healing therapy in the prevention and treatment of anxiety, especially in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis therapy at Permata Medika Hospital, Semarang. Teaching chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis therapy how to do self-healing. Demonstration of self-healing therapy according to SOP. The result of this service activity is that the level of knowledge of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis therapy at Permata Medika Hospital in Semarang increases after being given material on self-healing management with five finger hypnosis, besides that the patient is able to carry out a simulation on how to reduce anxiety with five finger hypnosis.