Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

EFFECT OF CUTTING PARAMETERS ON LOW CARBON STEEL SURFACE ROUGHNESS IN THE CONVENTIONAL TURNING PROCESS Fahrizal Fahrizal; Priyono Priyono; Sealtial Mau; Anastasia De Delia Dos Santos
JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN Vol 9, No 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v9i1.17256

Abstract

In the turning process, the surface roughness is affected by cutting parameters  such as cutting speed, depth of cut, feed rate, and so on. However, there is not much information about the relationship or interaction between cutting parameters and the resulting surface roughness. This study aimed to examine the effect of cutting parameters on the surface roughness value of low carbon steel. This research was conducted experimentally using a conventional lathe with a HSS insert without the use of cutting fluids. It was concluded that the cutting parameters had a significant effect on the surface roughness. The lowest surface roughness value was obtained at 280 rpm spindle speed, 0.5 mm depth of cut and 0.2 mm/rev. feed rate with a roughness value of 2.968 µm. The contribution of each parameter to the surface roughness were 42.2% of spindle speed, 10% of depth of cut and 20.3% of feed rate respectively.
PELATIHAN PENGELASAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIFITAS BAGI PEMUDA USIA KERJA DESA OETETA KABUPATEN KUPANG Mau, Sealtial; Fahrizal, Fahrizal; Suprapto, Edy; Priyono, Priyono; K, Basri; Bianome, Wofrid E; Passu, Ahas Weros; Dima, Adid Balle
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.52389

Abstract

Pengembangan pemukiman penduduk telah merampas sebagian besar lahan yang biasa dikelola untuk pertanian dan peternakan tidak terkecuali Desa Oeteta, Kabupaten Kupang-Nusa Tenggara Timur. Hal ini mengakibatkan perlu adanya keahlian baru bagi pemuda usia kerja agar terciptanya lapangan kerja baru dibidang jasa. Tujuan dilakukan kajian ini adalah untuk membekali pemuda usia kerja dengan keahlian las untuk menghindari kesenjangan sosial yang rentan terjadi. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah sosialisasi dan pelatihan terkait skill dasar pengelasan dan pengenalan peralatan serta praktek pengelasan. Sejalan dengan itu, peserta juga dibekali dengan pemahaman tentang kesehatan dan keselamatan kerja sebagai pedoman dalam bekerja. Dari pelatihan yang berlangsung diperoleh beberapa informasi bahwa masyarakat yang merupakan pemuda usia kerja cukup antusias untuk dibekali dengan skill pengelasan serta berkomitmen untuk berinovasi dan dikembangkan.
Pengembangan Usaha Keripik Pisang UMKM Bernad Di Kelurahan Buraen Melalui Pemanfaatan Webside Dan Toko Online Priyono, Priyono; Suprapto, Edy; Fahrizal, Fahrizal; K, Basri; Bianome, Wolfrid; Mau, Sealtiel
Abdi Masyarakat Vol 5, No 1 (2023): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v5i1.5585

Abstract

This article discusses the development of Bernard's banana chips small and medium-sized enterprise (UMKM) in Buraen Village through the utilization of a website, online store, and social media. This is based on the situation and role of UMKM as the backbone of the national economy. While UMKM has made significant contributions, many still struggle to compete globally in modern marketing. This integrated business development is aimed at one of the UMKM actors, specifically Bernard's UMKM in Amarasi Village, to optimize the production of chips and various pastries. The methods used include product development, trials, socialization, and training. The results of the community engagement show that the UMKM Bernard community is very enthusiastic, and even the village government participated in this training activity. The engagement team successfully developed a website integrated with an online store and social media to expand the marketing network of UMKM Bernard's products. The community's response to the website product was 83.8%, to the online store product was 91.9%, and to the social media promoting UMKM Bernard's products was 93.3%. The training results indicate that the managers of UMKM Bernard are capable of customizing and managing the website, online store, and social media. It is hoped that continuous training, monitoring, and mentoring will be conducted until the UMKM community becomes independent and capable of managing such technology themselves
Disain dan Evaluasi Kinerja Mesin Pengiris Ubi Kayu pada Berbagai Kecepatan dan Tebal Pengirisan: Design and Performance Evaluation of Cassava Slicing Machine at Various Slicing Speed and Slicing Thickness Fahrizal; Sealtial Mau; Priyono; Basri K; Edy Suprapto; Wofrid E. Bianome
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v12i1.75425

Abstract

Kinerja mesin pengiris ubi kayu dapat diukur berdasarkan indikator efisiensi dan kapasitas pengirisan. Kedua indikator ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor diantaranya kecepatan pengirisan dan tebal irisan. Namun demikian, informasi tentang penentuan kecepatan pengirisan dan tebal irisan optimum belum banyak tersedia, hal ini menjadi kendala bagi pelaku usaha khususnya industri rumah tangga keripik singkong. Untuk alasan ini, sebuah mesin pengiris ubi kayu didesain, dibuat, dan dievaluasi kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat, dan menguji kinerja mesin pengiris ubi kayu sehingga dihasilkan mesin dengan tingkat efisiensi dan kapasitas optimal. Penelitian ini menggunakan design of experiment rancangan faktorial untuk mengetahui kinerja efisiensi dan kapasitas pengirisan optimal. Faktor yang dikaji adalah kecepatan pengirisan dan tebal irisan. Kecepatan pengirisan dibagi kedalam empat level yaitu 308, 392, 485 dan 595 rpm, sedangkan tebal irisan terdiri dari  1,5 dan 2,0 mm. Jumlah eksperimen sebanyak 8 kali sesuai kombinasi faktor dan level.  Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengukur secara langsung tingkat efisiensi dan kapasitas pada setiap kombinasi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa kapasitas berbanding lurus dengan peningkatan kecepatan pengirisan, namun demikian tidak terjadi pada efisiensi. Efisiensi tertinggi sebesar 88.5% diperoleh pada kecepatan pengirisan 485 rpm dan tebal irisan 2,0 mm, dengan kapasitas pengirisan sebesar 33,63 gram/detik. Mesin ini mudah digunakan dan perawatan untuk industri skala rumah tangga. Kata kunci: design of experiment, efisiensi, kapasitas, kecepatan pengirisan, tebal pengirisan The performance of a cassava slicing machine can be measured based on indicators of efficiency and slicing capacity. These two indicators are influenced by a number of factors including slicing speed and slicing thickness. However, information about determining the optimum slicing speed and slicing thickness is not yet widely available, this is an obstacle for business actors, especially the cassava chips home industry. For this reason, a cassava slicing machine was designed, built, and evaluated for its performance. This research aims to design, manufacture and test the performance of a cassava slicing machine so that a machine with optimal levels of efficiency and capacity is produced. This research used a factorial design of experiment to determine efficiency performance and optimal slicing capacity. The factors studied are slicing speed and slicing thickness. The slicing speed was divided into four levels, namely 308, 392, 485 and 595 rpm, while the slicing thickness consists of 1.5 and 2.0 mm. The number of experiments was 8 times according to the combination of factors and levels. Data collection was carried out by directly measuring the level of efficiency and capacity in each combination. The research results concluded that capacity was directly proportional to the increase in slicing speed, however this did not occur with efficiency. The highest efficiency of 88.5% was obtained at a slicing speed of 485 rpm and a slicing thickness of 2.0 mm, with a slicing capacity of 33.63 grams/second. This machine is easy to use and maintain for household scale industries. Keywords: capacity, efficiency, design of experiment, slicing speed, slicing thickness
Produksi Bioetanol dari Nira Lontar dan Pengaruh Campurannya Dengan Premium Terhadap Torsi dan Daya Pada Sepeda Motor Fahrizal, Fahrizal; K, Basri; Suprapto, Edy; Manesi, Damianus; Priyono, Priyono; Jasman, Jasman
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3472

Abstract

Kebutuhan bahan bakar minyak fosil terus mengalami peningkatan seiring pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor. Oleh karena itu perlu diupayakan pencarian sumber bahan bakar alternatif terutama yang berasal dari biomassa karena sifatnya dapat diperbarui dan lebih ramah terhadap lingkungan. Bioetanol yang berasal dari tanaman lontar (Borassus flabellifer) merupakan salah satu solusi untuk menjawab kebutuhan bahan bakar alternatif tersebut. Tujuan penelitian ini adalah membuat bioetanol dari nira lontar sesuai grade untuk bahan bakar, mendapatkan data hasil pengukuran torsi dan daya sepeda motor 4 langkah menggunakan bahan bakar campuran premium-bioetanol dalam berbagai perbandingan konsentrasi dan mendapatkan perbandingan konsentrasi optimal yang menghasilkan torsi dan daya mesin maksimal. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pendidikan Kimia dan Laboratorium Pendidikan Teknik Mesin FKIP Undana. Instrumen penelitian berupa pedoman pembuatan bioetanol, pedoman pengujian kinerja mesin, dan lembar hasil pengujian. Pengumpulan data menggunakan eksperimen atau pengujian di laboratorium guna diperoleh angka putaran mesin, torsi dan daya mesin. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian didapatkan bahwa torsi dan daya mesin meningkat seiring peningkatan angka putaran mesin serta perbandingan konsentrasi 30% menghasilkan torsi dan daya maksimal.
Impact of Engine Downsizing on Fuel Economy and Carbon Footprint : A Simplified Modeling Approach Priyono Priyono; Damianus Manesi; Edy Suprapto; Fahrizal Fahrizal; Wofrid E. Bianome
International Journal of Industrial Innovation and Mechanical Engineering Vol. 2 No. 2 (2025): May : International Journal of Industrial Innovation and Mechanical Engineering
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ijiime.v2i2.269

Abstract

Global climate change demands immediate technological advancements, particularly in the transport industry that continues to use fossil fuels. One viable solution is to reduce the size of vehicle engines to make them more fuel-efficient and lower carbon emissions. The purpose of this research is to assess the effect of reducing engine size on fuel consumption and CO₂ emissions in low-cost green car hatchbacks in Indonesia. The technique employed is straightforward analytical modeling, employing Pearson correlation analysis and linear regression among three significant variables: engine capacity, fuel economy, and CO₂ emission. The data are obtained from the technical specifications of four hatchback automobile models, all of which have an engine capacity of less than 1,200 cc. Findings indicate that smaller engine capacity is accompanied by greater fuel economy and lower carbon emissions. The lowest engine size of 998 cc is used in the Toyota Agya, which demonstrates the most efficient fuel and lowest emissions. The statistical analysis shows that there is an inverse relationship between engine size and fuel efficiency, but a positive relationship between engine size and CO₂ emissions. The limitation of sample size causes reduced statistical power of the model. In conclusion, engine downsizing can prove to be a productive approach in promoting green schemes, but additional research with a larger data set and other determinants must be undertaken to establish a more advanced and precise model.
MENINGKATKAN EFISIENSI DAN KUALITAS PRODUKSI JAGUNG RASA UDANG PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA SIMA INDAH KOTA KUPANG MELALUI DISEMINASI MESIN PENIRIS MINYAK Fahrizal, Fahrizal; Mau, Sealtial; Suprapto, Edy; Priyono, Priyono; Bianome, Wofrid; Putra, Tri Mandala; Manesi, Damianus
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.60903

Abstract

Shrimp-flavored corn is a fried snack produced through a deep-frying process in which the product is fully immersed in oil, resulting in a high oil content. To ensure that shrimp-flavored corn can be stored for a longer period and has an appealing appearance for consumers, its oil content must be reduced. To lower the oil content, the Sima Indah Household Industry in Kupang City, as the partner, has been using the deposit-gravity method. However, this method is ineffective, as it requires a long processing time and does not maximize oil reduction. To address this problem, the empowerment program aimed to assist the partner in reducing the oil content of shrimp-flavored corn through training in the use of an oil spinner machine. The program consisted of three stages: the preparation stage (coordination and mapping of partner needs), the training stage (delivery of theoretical materials and simulation of oil spinner machine usage), and the evaluation stage (pre-test, post-test, measurement of spinning capacity and processing time, as well as observation of the product’s appearance). The training results showed a significant increase in the partner’s knowledge of the oil spinner machine, with the average pre-test score of 10% rising to 100% in the post-test. In addition, spinning capacity increased from 2 kg/hour to 10 kg/hour, while spinning time was reduced from 20 minutes to 5 minutes. Furthermore, the oil spinner machine was proven effective in significantly reducing the oil content of shrimp-flavored corn, as indicated by the product’s brighter and drier appearance.Jagung rasa udang merupakan makanan olahan gorengan yang dihasilkan melalui proses deep frying dimana produk terendam minyak dalam pengolahannya menyebabkan produk mengandung minyak yang tinggi. Agar jagung rasa udang dapat disimpan dalam jangka waktu lama dan tampilan menarik bagi konsumen, maka jagung rasa udang harus dikurangi kandungan minyaknya. Untuk mengurangi kandungan minyak tersebut, IRT Sima Indah Kota Kupang sebagai mitra melakukan dengan metode deposit-gravitasi, namun metode tersebut tidak efektif karena membutuhkan waktu yang lama serta jumlah minyak yang lepas tidak maksimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pemberdayaan bertujuan untuk membantu mitra mengurangi kandungan minyak pada produk jagung rasa udang melalui pelatihan penggunaan mesin peniris minyak. Metode kegiatan terdiri dari tahap persiapan berupa koordinasi dan pemetaan kebutuhan mitra, tahap pelatihan berupa penyampaian materi teori dan simulasi penggunaan mesin peniris minyak, serta tahap evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi kapasitas dan waktu penirisan, serta tampilan produk jagung rasa udang sebelum dan sesudah penirisan menggunakan mesin peniris minyak. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan mitra tentang mesin peniris minyak, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 10% meningkat menjadi 100% pada post-test. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas penirisan dari 2 kg/jam menjadi 10 kg/jam, serta penghematan waktu penirisan dari 20 menit menjadi 5 menit. Selanjutnya dihasilkan bahwa mesin peniris minyak terbukti mampu mengurangi kandungan minyak pada jagung rasa udang secara signifikan yang diindikasikan melalui tampilan produk yang cerah dan kering.
Analisis Efektivitas Penempatan AC Split Terhadap Kenyamanan Termal Ruang Kuliah Moi, Bernadeta Lorensa; Manesi, Damianus; Fahrizal, Fahrizal
Majamecha Vol. 7 No. 2 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i2.4379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penempatan unit AC Split terhadap kenyamanan termal ruang kuliah di lingkungan tropis lembap. Kajian dilakukan di ruang kuliah Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Universitas Nusa Cendana, dengan pendekatan mixed methods yang menggabungkan pengukuran fisik termal dan survei persepsi pengguna. Parameter termal yang diukur meliputi suhu udara, kelembapan relatif, dan kecepatan udara, sedangkan kenyamanan termal dianalisis menggunakan indeks PMV (Predicted Mean Vote) dan PPD (Predicted Percentage of Dissatisfied) sesuai standar ASHRAE 55 dan ISO 7730. Hasil pengukuran menunjukkan suhu rata-rata ruang sebesar 22 °C, kelembapan relatif 54%, dan kecepatan udara maksimum 0,75 m/s. Nilai PMV berkisar antara -0,65 hingga -0,20 dengan PPD 6-13%, menandakan kondisi termal masih dalam kategori nyaman. Namun, ditemukan adanya ketidakhomogenan distribusi udara, terutama pada area dekat unit AC yang mengalami sensasi slightly cool akibat hembusan langsung, sedangkan area tengah dan kanan ruang berada dalam kondisi termal yang lebih seimbang. Hasil persepsi mahasiswa memperkuat temuan tersebut, di mana sebagian besar responden menyatakan nyaman, tetapi muncul ketidaknyamanan lokal di area dekat AC. Penelitian ini menegaskan bahwa penempatan unit AC Split secara simetris pada satu sisi ruangan dapat menyebabkan gradien suhu horizontal yang signifikan. Implikasi praktisnya, penyesuaian posisi dan sudut hembusan udara serta peningkatan set-point suhu menjadi 23-24 °C berpotensi meningkatkan kenyamanan sekaligus efisiensi energi pendinginan ruang kuliah.