Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pelatihan PELATIHAN PEMBUATAN BUBUK JAHE PREMIUM DAN PESTISIDA NABATI DI KELURAHAN MOENGKO LAMA KABUPATEN POSO ENDANG SRI DEWI HS
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.478 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i2.4612

Abstract

Wanita tani pada umumnya merupakan masyarakat yang memiliki tingkat pendapatan yang relatif rendah. tingkat pendapatan yang relatif rendah tersebut disebabkan karena minimnya pengetahuan dan juga rendahnya kompetensi petani dalam mengembangkan berbagai produk pertanian yang mereka geluti. Berdasarkan siklus tersebut maka perlu adanya suatu upaya untuk memberikan solusi alternatif yang mampu meningkatkan kompetensi wanita tani dalam menciptakan dan mengembangkan peluang usaha taninya.  Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas petani dalam mengolah jahe merah menjadi produk yang bernilai ekonomis. Kegiatan ini Akan dilaksanakan Pada Bulan Juni tahun 2021 sampai bulan Desember tahun 2021, Kegiatan dilaksanakan di Kelompok wanita tani Citra Bersatu yang berdomisili di Kelurahan Moengko Lama. Kecamatan poso Kota. Kabupaten Poso. Propinsi Sulawesi Tengah. Tahapan kegiatan meliputi tahapan tahapan penyuluhan dan tahapan Pelatihan, Setiap tahan memiliki target masing masing. Tahapan penyuluhan dilakukan untuk menyampaian materi dasar terkait manfaat dan peranan jahe serta potensi ekonomi yang dimiliki tanaman tersebut. Tahapan Pelatihan ditujukan untuk melatih skill/keterampilan wanita tani dalam mengolah tanaman jahe menjadi bubuk jahe premium dan pestisida nabati. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan pembuatanbubuk jahe premium dan pestisida nabati memberikan nilai tambah keterampilan bagi kelompok wanita tani citra bersatu.
The Effect Various of Kinds Organic Fertilizer On Gaharu Seedling (Aquilariamalaccesis LAMK) In The Field Annadira; Ridwan; Muslimin
Agricultural Science Vol. 6 No. 2 (2023): March
Publisher : Faculty of Agriculture, Merdeka University Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/agriscience.v6i2.101

Abstract

This research aims to determine the effect of various types of organic fertilizer on the growth of agarwood seedlings (aquilaria malaccensis lamk). This research was conducted in August to November 2022. This study was conducted at Arboretum of the Faculty of Forestry. Tadulako University Palu. This research uses a complete random design (RAL) consisting of 3 treatments namely K1 (Control) K2 (DOAMI Organic Fertilizer) K3 (Gresik Organic Fertilizer). The results showed that the administration of various types of organic fertilizer had a significant effect on high increase and seedling diameter, but did not significantly affect the increase in the number of leaves. K2 treatment gives better results than other treatment. Average of seed height K1 = 4.5, K2 = 7.75 k3 = 6.75, the average increase in the diameter of the seedlings is K1 = 0.37 K2 = 0.72 k3 = 0.45. The average increase in the number of leaves of K1 = 6, K2 = 10.25, K3 = 7.75.
PENGARUH PEMBERIAN BOKASHI BATANG PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TERUNG UNGU Kamelia Dwi Jayantia; Ridwan Ridwan; Sudirman Sudirman
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal BioIndustri: VOL. 1 NO. 1 (2018)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v1i1.96

Abstract

Terung merupakan salah satu jenis sayuran yang digemari oleh masyarakat karena rasanya yang enak dan mengandung gizi yang cukup tinggi. Pertumbuhan dan produksi terung selain dipengaruhi oleh varietas, keadaan iklim dan cara budidaya, juga dipengaruhi oleh ketersediaan hara di dalam tanah. Unsur hara dapat diperoleh dari pupuk organik, seperti bokashi batang pisang. Pemanfaatan batang pisang sebagai bahan baku pembuatan bokashi dapat mengurangi limbah hasil pertanian sekaligus mengurangi penggunaan pupuk kimia oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk bokashi batang pisang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu serta dosis pupuk bokashi yang menghasilkan respon terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kayamanya, Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok 5 x 5. Perlakuan terdiri dari 5 taraf dosis bokashi (P0 = tanpa; P1 = 5 ton/ha, P2 = 10 ton/ha; P3 = 15 ton/ha; P4 = 20 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi batang pisang berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap parameter pertumbuhan dan produksi, kecuali pada parameter bobot buah.Kata kunci: Bokashi, pertumbuhan dan produksi terung ungu
The Effect of Gamal Leaf Liquid Organic Fertilizer on the Growth of Arabica Coffee (Coffea Arabica L.) Seedlings in Polybags Asgar; Ridwan; Rahmawati; Annadira
Agricultural Science Vol. 7 No. 2 (2024): March
Publisher : Faculty of Agriculture, Merdeka University Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/agriscience.v7i2.126

Abstract

This research was carried out for 3 months, namely from March 2023 to June 2023, located at the BPDAS-HL Palu-Poso Permanent Nursery, this study used the Complete Randomized Design method consisting of 4 treatments, namely P0 = 0%, P1 = 20%, P2 = 30% and P3 = 30%. The four treatments were repeated seven times, bringing the total sample to 28 experimental units. The parameters observed are the increase in seedling height, stem diameter and number of leaves. The data analysis used is fingerprint analysis (F test) fingerprint analysis shows that the best treatment, it will be continued with further tests, namely the BNJ test level of 5%. The results showed that the concentration treatment of liquid organic fertilizer made from gamal leaves had a real influence on the increase in height, stem diameter and number of leaves in arabica coffee seedlings. The best treatment in this study was 40% concentration treatment (P3) with an average seedling height of 15.27 cm, an average seedling stem diameter of 3.17 mm and an average number of seedling leaves of 12.28 strands and the results of BNJ fingerprint analysis with an average height of 5.59 cm, number of leaves of 1.2 strands and stem diameter of 0.88 mm.
PENGARUH KARAKTERISTIK PETANI DAN FAKTOR PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH Hafni. L, Nur; Managanta, Andri Amaliel; ., Ridwan; Pangli, Marten
Agropet Vol 20, No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.642

Abstract

ABSTRAK                                                          Sektor pertanian memiliki peran penting sebagai sumber utama bagi pendapatan petani. Padi adalah salah satu komoditas pertanian utama, karena merupakan kebutuhan pokok bagi penduduk, terutama di Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, di mana mayoritas penduduknya adalah petani padi sawah. Penelitian dilakukan dari April hingga September 2019 di Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso. Populasi penelitian mencakup 68 petani padi sawah di desa tersebut. Data diperoleh melalui wawancara dengan semua petani yang menjadi responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata petani padi sawah di Desa Kilo adalah Rp. 3.612.217 per bulan, dengan nilai R/C-ratio sebesar 4,15, yang menunjukkan bahwa usahatani padi sawah di desa layak untuk dijalankan. Faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas meliputi luas lahan, penggunaan pupuk, dan teknik penggunaan peralatan yang tepat, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan pendapatan petani padi sawah di Desa Kilo. ABSTRACTThe agricultural sector plays an important role as the main source of income for farmers. Rice is one of the main agricultural commodities, because it is a staple food for the population, especially in Kilo Village, Poso Pesisir Utara District, Poso Regency, where the majority of the population are rice farmers. The study was conducted from April to September 2019 in Kilo Village, Poso Pesisir Utara District, Poso Regency. The study population included 68 rice farmers in the village. Data were obtained through interviews with all farmers who were respondents. The results of the study showed that the average income of rice farmers in Kilo Village was IDR 3,612,217 per month, with an R/C-ratio value of 4.15, indicating that rice farming in the village is feasible to run. Factors that influence productivity include land area, fertilizer use, and proper equipment use techniques, all of which contribute to increasing the productivity and income of rice farmers in Kilo Village.. 
PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ARABIKA PADA TANAH INCEPTISOL YANG DIAPLIKASIKAN KOMPOS JOHAR ., Ridwan; Mowidu, Ita; ., Gusstiawan
Agropet Vol 20, No 2 (2023): Volume 20 No 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.652

Abstract

ABSTRAK: Pembibitan tanaman menjadi salah satu faktor penting yang harus di perhatikan dalam membudidayakan tanaman kopi. Pemberian kompos johar dapat membantu mencukupi kebutuhan unsur hara yang diperlukan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kopi arabika pada tanah inceptisol. Aplikasi berbagai dosis kompos johar (0, 9, 11, 13 dan 15 g/tanaman) diatur menurut rancangan acak kelompok (RAK) dan diulang empat kali, telah dilaksanakan di Desa Lape Kecamatan Poso Pesisir pada bulan Februari sampai Juli 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kompos johar berpengaruh nyata terhadap lilit batang umur 6, 8, 10 dan 12 minggu setelah tanam (MST), berat kering akar dan panjang akar, berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 14 dan 16 MST, lilit batang umur 14 dan 16 MST serta bobot basah tajuk, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap waktu berkecambah, jumlah daun, bobot kering tajuk dan laju pertumbuhan relatif. Aplikasi kompos johar 13 g/tanaman memberikan pertumbuhan bibit yang lebih baik dan berbeda nyata dengan tanpa aplikasi kompos (kontrol). ABSTRACT: Plant nursery is one of the important factors that must be considered in cultivating coffee plants. The provision of johar compost can help meet the nutrient needs of plants. This study aims to determine the growth response of Arabica coffee seedlings on inceptisol soil. The application of various doses of johar compost (0, 9, 11, 13 and 15 g/plant) arranged according to a randomized block design (RAK) and repeated four times, has been carried out in Lape Village, Poso Pesisir District from February to July 2023. The results showed that the application of johar compost had a significant effect on stem circumference at ages 6, 8, 10 and 12 weeks after planting (WAP), root dry weight and root length, had a very significant effect on plant height at ages 14 and 16 WAP, stem circumference at ages 14 and 16 WAP and wet weight of the crown, but had no significant effect on germination time, number of leaves, dry weight of the crown and relative growth rate. Application of 13 g/plant of Johar compost provided better seedling growth and was significantly different from no compost application (control). 
STUDY OF SOIL CHEMICAL PROPERTIES OF MANGOSTEEN PLANTATION IN KAMBA VILLAGE, PAMONA TIMUR DISTRICT, POSO REGENCY Tanari, Yulinda; Ridwan, Ridwan
Agropet Vol 22, No 1 (2025): Volume 22 No 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.719

Abstract

Growth, production and fruit quality of mangosteen are determined by the nutrient content of the soil in their plantations. Analysis of soil chemical properties, such as pH and organic matter content, as well as other nutrients content in mangosteen plantations is very important to determine the level of soil fertility. The soil analysis result should be the base to calculate fertilizer recommendations to improve soil fertility and increase mangosteen yields. This research was conducted in Kamba village, Pamona Timur district, Poso regency, from Sept  2024 to March 2025. The objective of this study was to identify the chemical properties of soil in mangosteen plantations in Kamba Village and to obtain recommendations for fertilization to increase the quantity and quality of mangosteen fruit in the future. This study used a qualitative descriptive method with a land survey and supported by laboratory analysis. Soil samples were taken from 10 mangosteen trees located in the north, east, west, south and center. The soil was taken from four different points under each tree and then combined. After that, the samples were prepared and then analyzed in the laboratory. Based on the results of soil analysis, the content of macronutrients and CEC in mangosteen plantations in Kamba Village were categorized as very low - medium category, so additional nutrients are needed to increase plant production. The recommended fertilizer dose for P is 500-1200 g/plant, for K is 621 - 921 g/plant and for Ca is 988 g/plant  
Effects of Organic Matter from Paitan (Tithonia diversifolia) on the Growth Performance of Arabica Coffee (Coffea arabica) Seedlings in Ultisols Ridwan; Fathurrahman; Bunga Elim Somba; Muslimin; Abdul Rahim Saleh
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.13049

Abstract

Arabica coffee seedlings grown on Ultisols often experience limited growth due to low levels of organic matter and nutrient deficiencies, presenting a major challenge for nursery productivity in Central Sulawesi. This study aimed to evaluate the effectiveness of organic matter derived from Paitan (Tithonia diversifolia) in improving the growth performance of Coffea arabica seedlings. A Completely Randomized Design (CRD) was employed using five compost dosages (0, 5, 10, 15, and 20 tons/ha equivalent) with four replications. Growth parameters—including germination time, plant height, stem girth, leaf number, leaf area, biomass accumulation, and relative growth rate—were observed over 17 weeks. Soil chemical properties were analyzed to assess changes in fertility. Data were processed using ANOVA followed by an HSD test at the 5% significance level. The results showed that compost substantially improved plant height, stem diameter, leaf number, shoot and root dry weight, and relative growth rate, while germination time, leaf area, and root length remained unaffected. Soil analysis indicated increases in organic carbon, nitrogen, potassium, and cation exchange capacity, demonstrating enhanced nutrient availability. The study concludes that Paitan compost, particularly at 13–15 g per polybag, is an effective organic amendment that improves seedling vigor and offers a sustainable alternative to chemical fertilizers for nursery management on Ultisols.
PENGUATAN EKONOMI PEDESAAN MELALUI REPLANTING KAKAO UNTUK PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN BERKELANJUTAN Abdul Rahim Saleh; Toyip Toyip; Ichzar Haiqal; Ridwan Ridwan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 7 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i7.%p

Abstract

Tanaman kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan penting yang menopang perekonomian masyarakat pedesaan di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Namun, produktivitas kebun kakao mengalami penurunan akibat umur tanaman yang sudah tua, rendahnya kesuburan tanah, serangan hama dan penyakit, serta dampak perubahan iklim. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan program replanting kakao, meningkatkan kesuburan lahan melalui teknologi konservasi tanah, mengembangkan strategi penanaman kembali pada kebun  tanpa mengurangi pendapatan petani, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan kebun kakao berkelanjutan. Metode yang diterapkan meliputi pendampingan teknis penanaman kakao dan penerapan sistem agroforestri dengan tanaman jagung/nilam dan tanaman kayu gamal (Gliricidia sepium) yang nantinya berperan pohon pelindung. Tanaman jagung dan nilam adaalah tanaman jangka pendek yang tetap memberikan pendapatan kepada petani sebagai pengganti biji kakao sekaligus naungan awal bagi bibit kakao yang baru tanam. Pohon gamal akan tumbuh cepat menjadi pohon pelindung jangka panjang serta menyumbang  bahan organic ke dalam tanah. Hasil kegiatan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kebun kakao, memperbaiki kualitas lahan, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta mempertahankan pendapatan masyarakat pedesaan secara menerapkan system pertanian yang berkelanjutan melalui budidaya kakao dalam system agroforestri
Interval Waktu Penyambungan Terhadap Keberhasilan Sambung Pucuk Pada Tanaman Kakao Ridwan Ridwan; Abdul Rahim Saleh
Agropet Vol 12 No 1 (2015): Volume 12 No 01 Tahun 2015
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan pertumbuhan tunas sambung pucuk dari setiap klon kakao yang dicobakan dengan interval waktu yang berbeda. Penelitian dilakukan di Desa Nggawia Kecamatan Tojo Barat Kabupaten Tojo Una - Una, pada bulan februari sampai april tahun 2013. Bahan yang digunakan berupa bibit kakao lokal umur 3 bulan (batang bawah), mata entres klon Sul 01 (Sulawesi 01). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan sambung pucuk pada klon kakao yang terdiri dari:  W1 ;  waktu penyambungan pagi hari jam 8-9 pagi pada suhu 260C; W2 adalah waktu penyambungan siang hari jam 11-13 siang pada suhu 320C;  dan W3 adalah waktu penyambungan sore hari jam 15-17 sore pada suhu 300C. Setiap perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 9 satuan penelitian dan tiap satuan penelitian menggunakan sepuluh bibit tanaman (batang bawah), sehingga jumlah total bibit tanaman yang digunakan adalah 90 bibit tanaman. Pengamatan variabel berupa Pertumbuhan tinggi tanaman, Jumlah daun, Diameter batang, Persentase entres yang mati (PEM), Persentase entres dorman (PED), dan Persentase  bibit jadi (PBJ). Hasil penelitian menunjukkan Perlakuan waktu penyambungan pada waktu sore hari dengan tingkat suhu 300C memberikan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang yang paling tinggi dibandingkan waktu penyambungan pada waktu pagi dan siang hari. Penyambungan yang dilakukan pada waktu sore hari mempunyai persentase entres mati dan entres dorman lebih rendah dan kemampuan tumbuh bibit yang lebih tinggi dibandingkan penyambungan yang dilakukan pada waktu pagi dengan suhu 260C dan siang hari dengan suhu 320C.Â