Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Sambung Pucuk Dini Pada 5 Jenis Klon Kakao (Theobroma cacao L.) Dengan Umur Batang Bawah Yang Berbeda Ridwan Ridwan
Agropet Vol 13 No 1 (2016): Volume 13 No 01 Tahun 2016
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui umur batang bawah yang tepat untuk setiap klon pada sambung pucuk dini tanaman kakao, mengetahui jenis klon yang baik terhadap keberhasilan sambung pucuk dini tanaman kakao dan mendapat umur batang bawah yang lebih baik terhadap sambung pucuk dini tanaman kakao.  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu-Ilmu kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Tadulako, Palu, dimulai dari bulan Januari sampai April 2015.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan yang disusun secara faktorial.  Perlakuan yang dicoba terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama adalah klon unggul sebagai batang atas (entries) dan faktor kedua adalah umur batang bawah yang berbeda.  Data diolah dengan analisis sidik ragam dan untuk mengetahui adanya perbedaan antar perlakuan, maka dilakukan uji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT) pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat umur batang bawah yang tepat untuk setiap klon pada sambung pucuk dini tanaman kakao.  Klon MO1 memberikan tingkat keberhasilan yang lebih baik terhadap semua variabel pengamatan, dimana rata-rata kecepatan tumbuhnya yaitu 10,44 hari setelah penyambungan, persentase sambungan tumbuh yaitu 100%, jumlah tunas yaitu 6,22,  jumlah daun yaitu 11,33 helai dan diameter tunas yaitu 0,40 mm dan batang bawah umur 2 minggu memberikan tingkat keberhasilan yang lebih baik terhadap semua variabel pengamatan, dimana rata-rata kecepatan tumbuhnya yaitu 10,40 hari setelah penyambungan, persentase sambungan tumbuh yaitu 100%, jumlah tunas yaitu 5,20,  jumlah daun yaitu 10,67 helai dan diameter tunas yaitu 0,33 mm. 
Pengaruh Dosis Pupuk Kalium Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai Pada Lahan Kering Ridwan Ridwan; Hanifa Hanifa
Agropet Vol 13 No 1 (2016): Volume 13 No 01 Tahun 2016
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Dosis Pupuk Kalium Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai Pada Lahan Kering. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lape, kecamatan Poso pesisir kabupaten Poso, di mulai dari bulan januari sampai apri 2016Penelitian ini disusun dengan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan yang dicobakan terdiri atas 5 perlakuan yaitu K0: tanpa pupuk, K1: dosis 50 kg/ha, K2: dosis 100 kg/ha, K3: dosis 150 kg/ha dan K4: dosis 200 kg/ha. Pengamatan dilakukan terhadap beberapa variable aktivitas pertumbuhan kedelai dan komponen hasil kedelai yang dihasilkan. Data yang telah diperoleh selanjutnya di analisis varian (ANOVA), dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ).Berdasarkan hasil analisis sidik ragam yang berpengaruh tidak nyata pada tanaman kedelai yaitu tinggi tanaman umur 3 MST, 4 MST, 5 MST, 6 MST. Jumlah daun tanaman umur 3 MST, 4 MST, 5 MST, 6 MST. Berat kering akar tanaman umur 8 MST, 9 MST. Berat kering batang tanaman umur 7 MST, 8 MST, 9 MST. Berat kering daun tanaman umur 7 MST, 8 MST, 9 MST. Jumlah polong isi, bobot 100 butir, bobot biji perpetak dan bobot biji per hektar. Selanjutnya yang berpengaruh nyata yaitu berat kering akar 7 MST dan jumlah polong hampa.Hasil uji BNJ menunjukkan bahwa perlakuan dengan dosis 100 kg/ha menunjukkan hasil terbaik pada pertumbuhan dan hasil kedelai dibandingkan dengan perlakuan lainnya. 
Pengaruh Zpt Alami Terhadap Perkecambahan Dan Pertumbuhan Benih Kakao (Theobroma cacao L.) Ridwan Ridwan; Abdul Rahim Saleh
Agropet Vol 13 No 2 (2016): Volume 13 No 02 Tahun 2016
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai kosentrasi urine sapi terhadap perkecambahan dan pertumbuhan  benih kakao dengan metode perendaman. Penelitian disusun berdasarkan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perakuan yaitu U0: 0 tanpa perendaman (Kontrol), U1: Perendaman Kosentrasi 25 % Urin Sapi, U2: Perendaman Kosentrasi 50 % Urin Sapi, dan U3: Perendaman Kosentrasi 75 % Urin sapi dan diulang 4 kali. dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan perendaman urin sapi konsentrasi 25% memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman pada umur 4 MST dan 6 MST, dan  75%  pada umur 8 MST, jumlah daun dan lingkar batang pada umur 4 MST, 8 MST, dan 10 MST, volume akar dan bobot basah pada umur 2 MST.
Pengaruh Berbagai Dosis Asam Humat Terhadap Hasil Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L.) Nurul Afifah Lapatoro; Toyip Toyip; Ridwan Ridwan
Agropet Vol 19 No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.498

Abstract

Kedelai merupakan salah satu produk pangan berprotein nabati tinggi, harga jual kedelai yang relatif baik di pasaran yang membuat pecinta kedelai terus meningkat dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asam humat terhadap pertumbuhan tanaman, pengaruh berbagai varietas terhadap pertumbuhan dan interkasi antara pemberian dosis asam humat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 sampai Mei 2022 di Desa Bega Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 10 kombinasi perlakuan. Faktor 1 yang yaitu Varietas V1 = Grobogan dan V2= Dega 1 dan Faktor 2 Asam Humat AH1 = 500 ppm, AH2 = 1000 ppm, AH3 = 1500 ppm, AH4 = 2000 ppm dan AH5 = 2500 ppm. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga dibutuhkan 30 plot percobaan. Pengamatan yang dilakukan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, panjang akar, bobot kering akar, bobot kering batang, bobot kering daun, jumlah polong hampa, jumlah polong penuh dan bobot 100 butir biji kering. Perlakuan asam humat tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kedelai.  Perbedaan varietas berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 2, 5 dan 8 MST dan tidak berpengaruh terhadap variabel pengamatan lainnya.  Tidak terdapat interaksi antara pemberian dosis asam humat dengan varietas kedelai.
Pengaruh Perbandingan Media Tanam terhadap Pertumbuhan Sambung Pucuk Tanaman Kakao (Theobroma Kakao L.) Yoel Bobi Fitra Lambaniga; Ridwan Ridwan; Marten Pangli
Agropet Vol 16 No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.520

Abstract

Indonesia merupakan produsen kakao terbesar ketiga setelah pantai gading dan Ghana. Hasil kakao indonesia tahun 2011 sebesar 0.12 ton/ha, Sulawesi tengah tahun 2013 0,52 ton/ha dan kabupaten poso tahun 2013 0,76 ton/ha. Hasil tersebut jauh lebih rendah dari target nasional sebesar 2 ton/ha. Salah satu penyebab rendahnya hasil kakao adalah rendahnya kualitas bibit yang disebabkan oleh media tanam yang kurang sesuai. Oleh karena itu telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan awal bibit sambung pucuk di desa Didiri kabupaten Poso pada bulan Maret sampai Juli 2017. Perlakuan media campuran tanah, pasir dan pupuk kandang kambing (1:1:1; 2:1:1; 1:2:1; 1:1:2) diulang 6 kali diatur menurut pola rancangan acak kelompok (RAK). Parameter yang diamati adalah persentasi tumbuh, jumlah tunas, jumlah daun dan panjang tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap jumlah tunas, jumlah daun, dan panjang tunas pada 38 hari setelah penyambungan. Komposisi media tanam campuran tanah, pasir dan pupuk kandang kambing dengan perbandingan 1:1:2 memberikan pertumbuhan awal bibit yang palingbaik.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Minat Pemuda Pedesaan dalam Melakukan Usahatani Padi Sawah Wahyuni Wahyuni; Andri Amaliel Managanta; Ridwan Ridwan
Agropet Vol 16 No 2 (2019): Volume 16 No 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.523

Abstract

Pemuda pedesaan merupakan sumber daya manusia terbaik dalam pembangunan sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pemuda pedesaan, usahatani padi sawah, pemenuhan kebutuhan informasi, minat dan Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi minat pemuda pedesaan dalam melakukan usahatani padi sawah. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini Minat pemuda di Desa Buyumpondoli untuk melakukan usahatani padi sawah berada dalam kategori sedang. Hal ini dikarenakan pemuda pedesaan lebih memilih bekerja di luar usahatani padi sawah. Tingkat kekosmopolitan yang tinggi cenderung mendorong pemuda untuk beralih dari bekerja di sektor pertanian ke sektor usaha lain yang lebih menguntungkan.
Kajian Penggunaan Pupuk Kandang Kambing pada Lahan Sawah Bukaan Baru terhadap Produksi Padi Sawah (Oryza Sativa L.) di Desa Lape Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso Ridwan Ridwan; Dolfie DD Tinggogoy
Agropet Vol 16 No 2 (2019): Volume 16 No 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pertumbuhan dan hasil produksi terhadap tanaman padi sawah dengan menggunakan pupuk kandang kambing pada lahan sawah bukaan baru di Desa Lape kecamatan poso peisir Kab.Poso. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Yaitu dengan mengacak posisi tanaman berdasarkan perlakuan yang diberikan. Hasil penelitian ini menujukan bahwa Perlakuan pupuk kandang kambing pada lahan sawah bukaan Baru di Desa Lape Kecamatan Poso Pesisir, berpengaruh nyata terhadap bobot basah gabah dan produksi beras per petak padi sawah. Perlakuan pupuk kandang kambing dengan dosis 10 ton/hektar (P2) merupakan perlakuan terbaik dengan memberikan hasil 52.435 g/petak Padi sawah. Pada penelitian ini dapat diketahui perlakuan yang kurang berpengaruh terhadap proses pertumbuhan dan bahkan sampai pada perolehan hasil yaitu perlakuan (p0) atau tanpa pupuk, hal tersebut dikarenakan perlakuan (p0) menujukan tidak ada dosis pupuk yang diberikan.
Tingkat Layu Pentil pada Berbagai Jenis Klon Kakao Ridwan Ridwan; Meitry Tambingsila
Agropet Vol 17 No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.530

Abstract

Kakao salah satu komunitas ekspor penting Indonesia yang akhir-akhir ini banyak mengalami masalah dalam system budidaya dan salah satunya layu pentil kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat layu pentil pada berbagai jenis klon kakao. Pelaksanaan penelitian pada bulan maret 2018 sampai bulan mei 2018 di Desa Kilo Kecamatan Poso Pesisisr Utara Kabupaten Poso.  Penelitian Ini menggunakan Rancangan acak Kelompok denga 4 perlakuan.  Adapun Perlakuan dalam Penelitian Ini P1 (klon Kakao Lokal hijau) P2 (klon Kakako Lokal merah).P3 KM01 (klon kakao M01),P4 (klon Kakao 45)Hasil Penelitian maka dapat disimpulkan bahwa jenis klon kakao berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah pentil yang terbentuk, jumlah pentil yang layu, presentase pentil layu dan jumlah pentil yang menjadi buah. Rata-rata diameter pentil pada berbagai jenis klon kakao tidak berpengaruh nyata pada umur 3,5,7,9 dan 13, tetapi berpengaruh nyata pada umur 11 minggu.
STRATEGY FOR DEVELOPING COCOA SHELL CRACKER PRODUCTS BASED ON LOCAL POTENTIAL IN POSO REGENCY Porman Musa Wetoy; Andri Amaliel Managanta; Ridwan
Agropet Vol 23 No 1 (2026): Vol 23 No 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Utilization of cocoa pod waste as a raw material for food products is one effort to increase the added value of cocoa commodities while supporting the development of agro-industry based on local resources. This study aims to analyze internal and external factors that influence the development of cocoa pod-based cracker businesses and formulate priority strategies for their development. The study was conducted at the Sukamaju Mohintuwo Group in Kageroa Village, West Lore District, Poso Regency. Research activities were carried out from December 2024 to May 2025. Data analysis was carried out using the Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Internal–External (IE), Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT), and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) matrices. The total IFE score of 3.612 and EFE of 3.859 indicates that the business has strong internal and external conditions. The business's position is in Quadrant I of the SWOT and Cell I of the IE Matrix, indicating a growth and development strategy (grow and build). Key strengths include solid group collaboration, raw material availability, and product quality, while key opportunities include abundant raw material availability and market opportunities. QSPM analysis indicates that the priority strategy is the Strengths-Opportunities (SO) strategy with a Total Attractiveness Score (TAS) of 7.008. This strategy focuses on strengthening institutional collaboration, optimizing the use of local raw materials, and increasing production capacity to meet market demand. Product diversification through the addition of flavor variants, improving product quality and safety, and improving packaging. The use of digital media and strengthening promotions also need to be increased to expand marketing reach. The development of a cocoa pod husk-based cracker business has the potential to increase family income and support the local community's economy in a sustainable manner.