Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agropet

Penilaian Petani Terhadap Multifungsi Pertanian Padi Sawah Anorganik Dan Organik Di Desa Tonusu Kecamatan Pamona Puselemba Marianne Reynelda Mamondol; Silvany Annatje Taariwuan
Agropet Vol 12, No 2 (2015): Volume 12 No 02 Tahun 2015
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.129 KB)

Abstract

The purposes of this research are to find out the differences of the knowledge and assessment owned and given by inorganic and organic rice field farmers on the functions of rice field farming in terms of economic, social-cultural, and environmental aspects. Primary data is collected from rice field farmers in Tonusu Village through survey, using questionnaire and interview. 20 farmers determined as respondents through quota sampling, consist respectively of 10 farmers who applying inorganic and organic rice farming. Study is conducted by identifying the agriculture multifunctionality  on the aspects of economic, social-cultural, and environment.  Data is analyzed descriptively and tested with t test for 2 independent samples. Result demonstrates that there is difference of the knowledge between inorganic and organic farmers on the functions of rice field farming.  The average number of functions known by inorganic respondents is  71,56 %, less than that of organic respondents with the value of 91,67 %, particularly on the functions of farm women’s role, soil quality, biodiversity, environment pollution indicator, and food security. Besides, there is difference of the assessment made by both groups on the application of the rice field functions.  The average of functions given high assessment by inorganic respondents is 27,08 %, less than that of organic respondents with the value of 46,04 %, on the functions of farmer solidarity, soil quality, biodiversity, environment pollution indicator, farming attraction, and food security. Therefore, the agriculture multifunctionality in organic rice field farming is better than that of the inorganic system. 
Analisis Margin Pemasaran Biji Kakao Kering di Desa Bancea Kecamatan Pamona Selatan Silvany Annatje Taariwuan
Agropet Vol 12, No 2 (2015): Volume 12 No 02 Tahun 2015
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.621 KB)

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran     dan   besarnya margin pemasaran  biji kakao kering. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan survey. Penelitian deskriptif dapat diartikan sebagai proses pemecahan masalah yang diselidiki dengan melukiskan keadaan obyek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau bagaimana adanya. Jumlah sampel petani 10 orang dan pedagang pengumpul 2 orang, sedangkan  pedagang besar  2 orang  dan eksportir 1 orang  yang ada di Kabupaten. Dengan seluruh responden berjumlah  15 orang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan saluran pemasaran yang ada di desa bancea ada tiga saluran pemasaran biji kakao kering dengan Margin pemasaran biji kakao kering yang terbesar   Rp.6.500, ada pada pedagang pengumpul dan margin terkecil Rp.1.500, ada pada pedagang besar.  untuk memperpendek saluran pemasaran biji kakao kering dan  memperkecil margin pemasaran biji kakao kering,adalah membangun/menghidupkan kembali kelompok tani kakao,Gapoktan dan koperasi  yang mewadai petani kakao guna menampung hasil panen kakao serta meningkatkan posisi tawar petani kakao terhadap pedagang. Diharapkan adanya intervensi Pemerintah daerah Kabupaten Poso dalam hal perbaikan infrastruktur transportasi guna memudahkan akses langsung ke eksportir.