Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERENCANAAN BIAYA DAN WAKTU UNTUK PEKERJAAN STRUKTUR PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG Pramono, Didiek; Furuhitho, X; Sulardi, Sulardi; Arifiyanti, Nabilla
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i2.1435

Abstract

Planning is one of the vital functions in project management activities. One of the plans is to make a Budget Plan (RAB). In the writing process, the author uses 2 methods, namely RAB which refers to the PUPR Ministerial Regulation No. 1 of 2022 and RAB which refers to field conditions (contractors). The author conducts an basically the RAB contractor is made as economical as possible. If it is too low, it will pose a risk to the contractor. If it is too high, the contractor is less likely to win the tender. The author conducts a planning analysis because in reality the contractor's RAB with PUPR no. 1 Year 2022 will be different in cost and time because it is influenced by factors such as wages, material prices, equipment prices, worker coefficients and components in AHSP. This analysis was conducted with the aim of knowing the comparison of the contractor's RAB with PUPR No. 1 Year 2022. Based on the case study conducted on the Rectorate Building Project of the Indonesian International Islamic University (UIII), the author will calculate the cost and time of the Ministerial Regulation No. 1 Year 2022 with contractors. This research was conducted only to review the structure of the rectorate building. Planning is done by calculating the volume, AHSP, RAB, weight and duration of work. The cost of the contractor structure work is Rp. 52,081,676,945.61 with a duration of 346 days. The results of the planning with the guidelines for the PUPR regulation No. 1 of 2022 obtained a cost of Rp. 53,022,244,952.58 with a duration of 275 days and the difference in costs is Rp. 940,568,006.96 and a duration of 7 days.
Percepatan Biaya dan Waktu dengan Metode Crashing pada Proyek Rumah Susun dan Prasarana Mabesad Jakarta Pusat Pramono, Didiek
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7937

Abstract

Keterlambatan dalam pelaksanaan proyek konstruksi dapat memberikan dampak signifikan terhadap pembengkakan biaya dan perpanjangan waktu penyelesaian. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengendalian yang efektif, salah satunya melalui penerapan metode crashing. Metode ini dipilih karena memiliki keunggulan berupa fleksibilitas dalam pelaksanaan percepatan secara bertahap, sehingga memungkinkan penyesuaian terhadap biaya dan hasil yang diperoleh tanpa memerlukan investasi besar di awal seperti metode percepatan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas pada lintasan kritis, menganalisis perubahan biaya dan durasi proyek sebelum dan sesudah percepatan, serta menentukan kombinasi waktu dan biaya yang paling optimal. Data penelitian diperoleh melalui data sekunder dan studi literatur yang relevan dengan lokasi proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas pada lintasan kritis meliputi pekerjaan persiapan dan pekerjaan struktur lantai 1 hingga lantai 8. Alternatif percepatan yang paling efisien adalah penambahan waktu kerja lembur selama 1 jam pada aktivitas kritis. Penerapan strategi ini menyebabkan peningkatan biaya proyek dari Rp66.044.958.000 menjadi Rp66.517.764.847, namun mampu mengurangi durasi pelaksanaan dari 329 hari menjadi 278 hari. Dengan demikian, terjadi percepatan waktu sebesar 51 hari dibandingkan kondisi aktual, serta 32 hari lebih cepat dari rencana awal selama 310 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode crashing melalui penambahan jam kerja lembur efektif dalam mengoptimalkan waktu pelaksanaan proyek dengan peningkatan biaya yang masih dapat dikendalikan.