Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENINGKATAN KAPASITAS LITERASI MEDIA DIGITAL BAGI GENERASI BABY BOOMER DAN GENERASI MILENIAL DALAM MEMINIMALKAN BERITA HOAKS DAN KEJAHATAN SIBER DI RUKUN WARGA 06 DESA LENGKONG KECAMATAN BOJONGSOANG KABUPATEN BANDUN Ramdan, Deden; Hidayatullah, Taufik; Purnama Sari, Irma
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 7 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i7.2025.3063-3071

Abstract

                Desa Lengkong merupakan salah satu desa yang tidak jauh dari pintu tol buah batu berada di tengah -tengah antara Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Berbagai macam pertokoan, perumahan elit, pusat perbelanjaan, sekolah, kampus, rumah sakit tersedia di Desa Lengkong, selain di huni oleh penduduk asli setempat Desa Lengkong juga banyak di huni oleh para mahasiswa, karyawan dan para pedagang yang datang dari berbagai pelosok daerah.  Dengan adanya keanekaragaman tersebut ada berbagai dampak yang dirasakan baik itu dampak positif maupun negatif. Dampak positif yang dirasakan diantaranya adalah terbukanya lahan usaha bagi warga sekitar maupun pendatang namun dampak lain yang dirasakan dikawasan Desa Lengkong sangat rentan terjadi kejahatan baik kejahatan konvensional maupun kejahatan siber (berbasis media digital), misalnya pencurian motor, laptop/tablet, bahkan akhir-akhir ini banyak terjadi penipuan online kepada para pemilik kost. Penyebaran informasi yang keliru pun masing sering terjadi dan terkadang sering menimbulkan konflik.               Adapun solusi atas permasalahan tersebut adalah dengan Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengenali dan mengidentifikasi ciri-ciri berita palsu, dampak dari berita hoaks juga meningkatkan skill serta keamanan digital.Sedangkan target luaran dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarkaat ini adalah Meningkatnya kapasitas masyarakat di RW 06 Desa Lengkong dalam hal mengenali dan mengidentifikasi ciri-ciri berita palsu (hoaks) juga meminimalkan kejahata Siber yang sering terjadi.            Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode pelatihan dan pendampingan (bimbingan secara teknis) dalam hal mengidentifikasi berita hoaks (palsu) dan peningkatan  keamanan media digital . Dalam Kegiatan ini kami memberikan materi pelatihan kepada perwakilan masyarakat terutama generasi baby boomers dan generasi milenial  di RW 06 Desa Lengkog terkait Literasi, Informasi, Dampak Berita Hoaks, mengidentfikasi berita palsu ( Hoaks), Cara menelusuri sumber Berita, dan pengetahuan terhadap kejahatan siber dan cara menanggulanginya.Selain itu kegiatan yang kami lakukan diantaranya adalah pendampingan/bimbingan teknis terhadap peserta pelatihan dalam hal cara mengidentifikasi dan membedakan antara berita fakta berita palsu dengan cara membagi peserta menjadi beberapa kelompok, juga meningkatkan keamanan media digital.
CAPACITY BUILDING FOR TEACHERS IN DIGITAL LITERACY AND CONTENT CREATION TO PREVENT CYBERBULLYING AT MADRASAH ALIYAH KARYA MADANI IN CIROYOM VILLAGE, CIPEUNDEUY SUBDISTRICT, WEST BANDUNG REGENCY Deden Ramdan; Vera Hermawan; Irma Purnama Sari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.2181-2185

Abstract

Madrasah Aliyah Karya Madani adalah salah satu lembaga pendidikan yang terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, para siswa semakin aktif menggunakan media sosial dan berbagai platform digital untuk berinteraksi. Namun, aktivitas digital yang tinggi ini tidak selalu berdampak positif. Belakangan ini fenomena cyberbullying mulai sering muncul disekolah, seperti ejekan, komentar negartif hingga penyebaran konten yang merugikan teman sebaya.  Saat ini, kemampuan guru dalam membuat konten digital yang edukatif masih terbatas, sehingga informasi yang disampaikan kepada siswa kurang menarik atau kurang efektif untuk mencegah perilaku negatif di dunia maya. Adapun solusi atas permasalahan tersebut adalah dengan meningkatkan kapasitas guru dalam literasi digital terutama dalam pembuatan konten edukatif yang dapat digunakan untuk mencegah cyberbullying. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode pelatihan dan pendampingan (bimbingan secara teknis) dalam hal pembuatan konten edukatif terkait pencegahan cyberbullying.Adapun target luaran dari PKM ini adalah artikel yang diterbitkan di media massa regional Jawa Barat,jurnal nasional sinta 4 yaitu jurnal Martabe community development Universitas Muhamadiyah Tapanuli Utara dan posting video di akun youtube prodi Ilmu komunikasi Fisip Unpas
Exploring Consumer Motivations and Perceptions in Thrifting as a Lifestyle Choice Deden Ramdan; Shofira Pertiwi
Buana Komunikasi (Jurnal Penelitian dan Studi Ilmu Komunikasi) Vol 6 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USB YPKP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/buanakomunikasi.2025.6.2.4600

Abstract

Thrifting, or buying second-hand fashion items, is becoming increasingly popular among Indonesian Generation Z as a response to sustainability concerns and criticisms of the fast fashion industry. This study explores the motivations and perceptions of Gen Z consumers in adopting thrifting as a sustainable lifestyle. Using a qualitative case study method, in-depth interviews were conducted with nine young urban thrifting consumers. The findings indicate that economic and aesthetic motives are dominant, while environmental awareness emerges later, shaped by digital content and social campaigns. Social stigma and limited environmental education remain barriers. This research provides insight into sustainable consumer behavior and strategic recommendations for fashion industry players and public communication campaigns.
THE INFLUENCE OF RESOURCE EMPOWERMENT MANAGEMENT HUMAN TO EMPLOYEE PERFORMANCE AT BANDUNG REGENCY PUBLIC WORKS OFFICE Deden Ramdan
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol. 16 No. 2 (2023): August Edition
Publisher : Faculty of Economic and Business, University of Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jrbm.v16i2.8369

Abstract

This research is based on the existence of a problem of low employee performance in the Public Works Office of Bandung City. The purpose of this study is to find, develop and apply data and information about the influence of Human Resources Empowerment on Employee Performance in the Public Works Office of Bandung City. Researchers used a quantitative approach using associative research type. Data collection techniques using the method of observation, interviews and distributing questionnaires using saturated sampling techniques which were distributed to 31 respondents and literature studies. The results show that Empowerment of Human Resources had an effect on the performance of the employees of the Bandung Public Works Office, while 51.3% came from other variables. undefined. The results of interviews and observations show that there is an adequate influence between the empowerment of human resources on performance
GREEN MARKETING COMMUNICATION IN BUILDING AN ENVIRONMENTALLY FRIENDLY BRAND IMAGE IN THE LOCAL FASHION INDUSTRY Deden Ramdan; Yogi Muhammad Yusuf; Calvin Pangaritan; Tri Wagi Rasmianto
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 8 (2026): NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i8.2026.2372-2389

Abstract

The growing global concern for sustainability has encouraged the fashion industry to integrate environmental values into its marketing communication strategies. This study aims to analyze how green marketing communication is constructed by local fashion brands in building a green brand image through digital media. This study employs a qualitative approach with a constructivist perspective. Data were collected through observation and documentation of digital communication activities of local fashion brands, particularly on Instagram and TikTok. The research focuses on Sejauh Mata Memandang, Cottonink, Buttonscarves, and Kana Goods. The analysis focuses on the representation of sustainability messages, the use of digital symbols and narratives, communication consistency, and the formation of an environmentally responsible brand image. The findings indicate that green marketing communication functions not only as a promotional strategy but also as an instrument for constructing brand identity. Each brand develops a distinctive sustainability communication strategy according to its positioning. Sejauh Mata Memandang emphasizes environmental sustainability, Cottonink associates sustainability with product quality and durability, Buttonscarves integrates sustainability with social responsibility and product quality, while Kana Goods emphasizes natural materials and local production. The formation of a green brand image occurs through consistent messages, visual symbols, narratives, and product information that are subsequently interpreted by audiences. The study also finds that communication credibility is essential in preventing greenwashing. The findings propose a communication model linking brand sustainability values, green marketing communication, symbolic representation and digital narratives, audience interpretation, green brand image, and long-term brand–consumer relationships.