Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

WASTE BANKS OPTIMIZATION IN THE FRAMEWORK OF REALIZING IT ECO-GREEN IN PACIRAN LAMONGAN VILLAGE Nurus Safaatilllah; Ruswaji Ruswaji; Ratna Handayati
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 6, No 3 (2022): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v6i3.6489

Abstract

Garbage is one of the social problems faced by everyone, both in villages and cities. According to Slamet (2002) waste is the residue of human daily activities or it can also be natural processes in the form of solid, or semi-solid in the form of organic or inorganic substances that can be decomposed and cannot be decomposed which are considered useless and disposed of into the environment. Indonesian Ministry of Environment. issued data on the average population living and living in Indonesia which generates 0.8 kg of waste or the equivalent of 200 million kg/day of the total population. The main source of waste in Indonesia is households, which nationally account for 44% of the total waste generation. Poor waste management in the form of garbage disposal on riverbanks, coasts and waterways is the main cause of flooding in Paciran village and its surroundings. Like the recent incident, the water discharge increased and overflowed during heavy rains. This was caused by piles of garbage that blocked the flow of river water. To overcome all this, it is necessary to strive to provide supporting facilities for waste handling so that people do not throw garbage into rivers and onto beaches, so a Garbage Bank was established. A waste bank is a place for collecting waste that has been sorted where the results of the collection will be deposited in a garbage collector. The purpose of the garbage bank is not only to overcome flooding and to maintain the beauty of the beach which is a tourist spot in Paciran village, but also to increase the income of the local community in the midst of a pandemic that has affected the community's economy. every customer account registered in the Garbage Bank. In addition to being deposited in collectors, some trash is also recycled into handicrafts with economic value such as bags, pots, piggy banks etc.. Utilizers of waste are turned into handicrafts and become regional souvenir icons for tourists.
PENERAPAN STRATEGI KEKUATAN DAN PELUANG USAHA DALAM UPAYA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN BERAS MEDIUM: (STUDI KASUS PENGGILINGAN PADI UD. LANCAR) Ratna Handayati; Ike Susanti
Media Mahardhika Vol. 17 No. 3 (2019): May 2019
Publisher : STIE Mahardhika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/mahardika.v17i3.100

Abstract

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia mendorong tumbuh kembangnya sektor industri dan perdagangan. Hal ini menimbulkan dampak persaingan yang ketat bagi perusahaan dalam kegiatan pemasaran. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pemenuhan kebutuhan pokok di lingkungan masyarakat, perusahaan mempunyai tujuan ingin meningkatkan volume penjualannyan. Hasil yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menganalisisa dan menerapkan faktor kekuatan dan peluang yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk menetapkan strategi pemasaran tepat guna dengan mempertahankan mutu atau kualitas produk agar konsumen tetap memilih beras medium dibandingkan beras premium Serta metode pendekatan Antara pemasok (petani) dengan pengusaha penggilingan padi.
ANALISIS PENGARUH PEOPLE, PHYSICAL EVIDENCE, DAN PRODUCT TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA MITRA JAYA OPTIK LAMONGAN Ratna Handayati; Henny Mahmudah
Media Mahardhika Vol. 18 No. 3 (2020): May 2020
Publisher : STIE Mahardhika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/mahardika.v18i3.182

Abstract

Glasses are a mandatory requirement for someone with problems with their eyes. Glasses are a tool so that someone has no difficulty in seeing their views both at close range and at a distance. This study uses quantitative methods and SPSS 24 data processing tools. Obtained a tcount for people of 3.338> ttable 1.679, tcount for physical evidence of 3.222> ttable 1.679 and tcount for product of 5.784> ttable 1.679 which means people variable (X1 ), physical evidence (X2) and product (X3) partially have a significant effect on the purchase decision (Y) of Mitra Jaya Optik Lamongan. From the F test, the results of Fcount (15,544)> Ftable (2.81) which means that the people variable (X1), physical evidence (X2) and product (X3) have a simultaneous and significant effect on purchasing decisions (Y) Mitra Jaya Optik Lamongan . While the results of multiple linear regression results Y = 1.324 + 0.365 X1 + 0.338 X2 + 0.563 X3, product (X3) has a greater influence than people (X1) and physical evidence (X2). From the above results it can be concluded that people (X1), physical evidence (X2) and product (X3) have a significant influence on purchasing decisions (Y) partially or simultaneously, and it can be seen that product (X3) is the most dominant variable influence purchasing decisions (Y).
Community Service and Green Economy-Based MSME Strengthening in Supporting Sustainable Poverty Alleviation Lilik Nurcholidah; Ratna Handayati; Moh. Muklis Sulaeman
Tirakat: Jurnal Terobosan Peduli Masyarakat Vol 3 No 2 (2026): May 2026
Publisher : PT. LITERASI SAINS NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61100/j.tirakat.v3i2.333

Abstract

This study aims to enrich the literature on community service in the context of strengthening Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) based on the green economy to support sustainable poverty alleviation. The research employs a qualitative approach using a literature review method, analyzed descriptively. Data were obtained from Google Scholar and various credible websites with a publication range from 1991 to 2026. Out of 50 articles identified in the initial stage, a rigorous selection process was conducted based on relevance, quality, and methodological suitability, resulting in 36 articles for further analysis. The findings indicate that community service plays a strategic role in enhancing MSME capacity through knowledge transfer, mentoring, and participatory empowerment. The integration of green economy principles, such as resource efficiency, waste management, and renewable energy utilization, has proven to improve operational efficiency, product value, and MSME competitiveness. Furthermore, this approach contributes to improving community welfare and reducing poverty in a sustainable manner. However, its implementation still faces various challenges, including limited environmental literacy, technological access, and policy support. Therefore, synergy among government, academia, and the private sector is required to develop integrated and sustainable community service programs.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA DI DESA RANDUBENER, KECAMATAN KEMBANGBAHU, KABUPATEN LAMONGAN Ruswaji Ruswaji; Mohammad Yaskun; Muhamad Imam Syairozi; Titin Titin; Ratna Handayati; Puguh Cahyono
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37293

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang tinggi menimbulkan masalah salah satu masalah kesehatan yaitu stunting. Stunting menjadi masalah gizi untuk anak bawah lima tahun (balita). Dampak stunting tidak hanya pada individu tetapi juga terhadap negara. Dampak stunting pada individu mencakup peningkatan biaya kesehatan, penurunan kognitif, penurunan prestasi kapasitas belajar dan kapasitas kerja, yang akhirnya berdampak pada pembangunan negara. Lebih lanjut, dampak stunting juga dapat bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Dampak jangka pendek berupa kerentanan anak terhadap infeksi dan perkembangan kognitif yang kurang maksimal. Sedangkan dampak jangka panjang lebih kepada meningkatnya risiko pada saat dewasa terhadap penyakit kronis seperti diabetes atau penyakit kardiovaskuler. Salah satu program kegiatan yang dapat mencegah stunting adalah dengan melakukan kegiatan pemberdayaan ekonomi keluarga. Masalah ekonomi keluarga kemudian menjadi salah satu pemicu dari terbatasnya ketersediaan pangan dirumah tangga, kurangnya kualitas pengasuhan dan pemberian makan pada anak, hingga kondisi lingkungan rumah yang kurang sehat dan kurangnya akses kepada layanan kesehatan. Sehingga dengan pendekatan untuk memberdayakan ekonomi keluarga, maka diawali dari penataan polapiker untuk bisa mengelola keuangan dengan baik. Pada program pengabdian masyarakat ini, tim dosen diberi kesempatan oleh mitra untuk membantu mensosialisasi tentang permasalahan ini untuk disampaikan kepada orang tua Ibu-ibu dan Karang Taruna Randubener. Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini adalah memberikan informasi tentang pentingnya pencegahan stunting pada anak melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi keluarga, dimana seorang ibu sebagai anggota keluarga memiliki kesempatan untuk mendapatkan penghasilan atau pendapatan lebih. Sehingga dengan adanya kemandirian ekonomi, ibu-ibu akan memiliki peluang dalam meng-upgrade pengetahuannya terhadap gizi, pendapatan tambahan, pendidikan serta kesehatan yang memadai.
KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI EKONOMI KREATIF BERBASIS SUMBERDAYA LOKAL Ike Susanti; Ratna Handayati; Ruswaji Ruswaji; Silvi Retno Setyawati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.50497

Abstract

Desa Puter memiliki potensi hasil pertanian dan peternakan yang cukup tinggi. Dalam sektor pertanian mampu menghasilkan padi, jagung, singkong, ubi dan berbagai jenis tanaman palawija. Dari hasil pertanian tersebut mereka menjual langsung produk hasil pertanianya ke tengkulak tanpa berfikir panjang untuk mengolah sebagian hasil taninya. Padahal dari hasil pertanian tersebut bisa diolah menjadi makanan berupa kue yang nantinya dapat dijual dengan harga yang ekonomis sehingga mampu meningkatkan pendapatan dalam keluarga. Saat dilakukan survey lapangan ternyata banyak masyarakat yang belum mengerti kalau dari hasil produk pertanian berupa jagung, singkong dan ubi bisa di jadikan makanan berupa kue yang bisa dijual lagi. Tujuan dari kegiata PKM ini adalah memberikan pengetahuan serta cara bagaimana mengolah produk pertanian berupa jagung, singkong dan ubi jalar dijadikan makanan berupa kue. Kegiatan ini dibagi menjadi beberapa tahap yaitu tahap survey, tahap sosialisasi,pelatihan pembuatan makanan berupa kue dari bahan baku jagung, singkong dan ubi jalar serta dilakukan pendampingan. Kegiatan ini dapat memberikan dampak yang positif yaitu mampu meningkatkan perekonomian keluarga masyarakat di Desa Puter