Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Abdiraja

PENDAMPINGAN IBU NIFAS DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Sri Yunita Suraida Salat; Arisda Candra Satriaawati
Jurnal ABDIRAJA Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v5i1.1523

Abstract

Pemerintah memiliki kebijakan nasional tentang program terkiait pemberian ASI eksklusif yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 33 Tahun 2012. Cakupan bayi diberi ASI Eksklusif di Kabupaten Sumenep Tahun 2017 sebesar 82,30 %. Namun data ini bukanlah data murni melaikan data dimana pada saat pendataan jika ada seorang bayi yang berumur 0 bulan atau 1 bulan dan bayi usia 5 bulan masih diberi ASI saja, maka pada saat itu bayi tersebut dicatat sebagai bayi yang diberikan ASI Eksklusif. Oleh karena itu angka cakupan pemberian ASI Ekslusif lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian ASI pada usia 6 bulan murni. Rendahnya cakupan ASI Eksklusif di Kabupaten Sumenep di sebabkan oleh banyak faktor, salah satunya karena karena masih adanya kebiasaan dimasyarakat yang kurang mendukung pemberian ASI ekslusi seperti pemberian nasi atau pisang sebelum berumur 6 bulan ataupun karena ibu bekerja di luar rumah. Tujuan dari pelaksanaan pendampingan ibu nifas dalam pemberian ASI Eksklusif ini untuk membantu ibu nifas dalam memberikan ASI saja pada bayinya saat usia 0-6 bulan. Metode pelaksanaan PKM ini yaitu dengan melakukan pendampingan langsung pada ibu nifas yang masih memberikan ASI saja pada bayinya secara door to door sehingga dapat membantu ibu dalam mengatasi kesulitan yang dialami selama ibu memberikan ASI Ekslusif. Hasil dari pendampingan yang dilakukan selama 3 bulan ini yaitu 85% dari 13 ibu nifas yang dilakukan pendampingan, masih tetap memberikan ASI saja pada bayinya tanpa makanan tambahan lainnya. Hal ini menjukkan bahwa pelaksanaan pengabdian ini berjalan cukup
Pemeriksaan SDIDTK sebagai Skrining Kejadian Stunting Sri Yunita Suraida Salat; Maulana Widi Andrian
Jurnal ABDIRAJA Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v5i2.1093

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan jika dibandingkan dengan ukuran normal berdasarkan usianya. Kejadian stunting saat ini di Indonesia masih cukup tinggi. Prevalensi di Jawa Timur sampai pada April 2018, sebanyak 26,7 % kejadian stunting. Angka tersebut dapat memberikan arti bahwa di jawa timur masih cuukup banyak balita yang mengalami stunting. Dan wilayah kabupaten Sumenep memiliki peringkat ke-dua tertinngi di jawa timur dengan jumlah prevalensi kejadian stuntingnya adalah 52,44 %. Selanjutnya Belum ada data terbaru tentang kejadian stunting di Kabupaten Sumenep sampai di akhir tahun 2018. Oleh karena itu, perlu adanya pencegahan serta skrinig terhadap kejdian stunting. Tujuan dilakukannya kegiatan pemeriksaan ini sebagai salah satu bentuk skrining pendeteksian kejadian stunting di Kabupaten Sumenep. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini yaitu melakukan pemeriksaan SDIDTK secara langsung kepada anak-anak TAUD SAQU cabang Sumenep sejumlah 71 anak. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan anak yang mengalami stunting, namun ada 3 orang anak dalam katagori sangat kurus sehingga diperlukan adanya perhatian khusus dari wali murid terhadap asupan nutrisi anak tersebut agar tidak mengarah pada stunting. Hasil pemeriksaan dapat dijadikan refrensi tentang status tumbuh kembang anak-anak TAUD SAQU cabang Sumenep.
Pemeriksaan SDIDTK sebagai Skrining Kejadian Stunting Suraida Salat, Sri Yunita; Andrian, Maulana Widi
Jurnal ABDIRAJA Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v5i2.1093

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan jika dibandingkan dengan ukuran normal berdasarkan usianya. Kejadian stunting saat ini di Indonesia masih cukup tinggi. Prevalensi di Jawa Timur sampai pada April 2018, sebanyak 26,7 % kejadian stunting. Angka tersebut dapat memberikan arti bahwa di jawa timur masih cuukup banyak balita yang mengalami stunting. Dan wilayah kabupaten Sumenep memiliki peringkat ke-dua tertinngi di jawa timur dengan jumlah prevalensi kejadian stuntingnya adalah 52,44 %. Selanjutnya Belum ada data terbaru tentang kejadian stunting di Kabupaten Sumenep sampai di akhir tahun 2018. Oleh karena itu, perlu adanya pencegahan serta skrinig terhadap kejdian stunting. Tujuan dilakukannya kegiatan pemeriksaan ini sebagai salah satu bentuk skrining pendeteksian kejadian stunting di Kabupaten Sumenep. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini yaitu melakukan pemeriksaan SDIDTK secara langsung kepada anak-anak TAUD SAQU cabang Sumenep sejumlah 71 anak. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan anak yang mengalami stunting, namun ada 3 orang anak dalam katagori sangat kurus sehingga diperlukan adanya perhatian khusus dari wali murid terhadap asupan nutrisi anak tersebut agar tidak mengarah pada stunting. Hasil pemeriksaan dapat dijadikan refrensi tentang status tumbuh kembang anak-anak TAUD SAQU cabang Sumenep.
Pendampingan Remaja Dalam Pemberian sosialisasi Tentang HIV/AIDS Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Di Daerah Pesisir Camalia, Hadina Eka; Permatasari, Dian; Salat, Sri Yunita Suraida
Jurnal ABDIRAJA Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v6i2.1489

Abstract

Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV dan AIDS) telah menjadi epidemi yang sangat serius mengancam kesehatan masyarakat dunia. Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan jumlah penderita HIV/AIDS terbanyak di Indonesia. Hingga September 2018, jumlah Orang Dengan HIV/AIDS sebanyak 47.396 orang. Data yang diperoleh di lapangan menunjukkan jumlah ODHA di Jatim mencapai 47.396 pasien per September 2018. Angka kejadian HIV/AIDS terus meningkat setiap tahunnya. Di Indonesia, data dari KPA pada Februari 2013 untuk rentang umur 15-19 tahun terdapat 33 penderita HIV dan AIDS. Tujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang HIV/AIDS terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja di Desa Bangkal.
PENDAMPINGAN IBU NIFAS DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Suraida Salat, Sri Yunita; Satriaawati, Arisda Candra
Jurnal ABDIRAJA Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v5i1.1523

Abstract

Pemerintah memiliki kebijakan nasional tentang program terkiait pemberian ASI eksklusif yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 33 Tahun 2012. Cakupan bayi diberi ASI Eksklusif di Kabupaten Sumenep Tahun 2017 sebesar 82,30 %. Namun data ini bukanlah data murni melaikan data dimana pada saat pendataan jika ada seorang bayi yang berumur 0 bulan atau 1 bulan dan bayi usia 5 bulan masih diberi ASI saja, maka pada saat itu bayi tersebut dicatat sebagai bayi yang diberikan ASI Eksklusif. Oleh karena itu angka cakupan pemberian ASI Ekslusif lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian ASI pada usia 6 bulan murni. Rendahnya cakupan ASI Eksklusif di Kabupaten Sumenep di sebabkan oleh banyak faktor, salah satunya karena karena masih adanya kebiasaan dimasyarakat yang kurang mendukung pemberian ASI ekslusi seperti pemberian nasi atau pisang sebelum berumur 6 bulan ataupun karena ibu bekerja di luar rumah. Tujuan dari pelaksanaan pendampingan ibu nifas dalam pemberian ASI Eksklusif ini untuk membantu ibu nifas dalam memberikan ASI saja pada bayinya saat usia 0-6 bulan. Metode pelaksanaan PKM ini yaitu dengan melakukan pendampingan langsung pada ibu nifas yang masih memberikan ASI saja pada bayinya secara door to door sehingga dapat membantu ibu dalam mengatasi kesulitan yang dialami selama ibu memberikan ASI Ekslusif. Hasil dari pendampingan yang dilakukan selama 3 bulan ini yaitu 85% dari 13 ibu nifas yang dilakukan pendampingan, masih tetap memberikan ASI saja pada bayinya tanpa makanan tambahan lainnya. Hal ini menjukkan bahwa pelaksanaan pengabdian ini berjalan cukup
Edukasi Phbs Dalam Tatanan Rumah Tangga Di Desa Errabu Suraida Salat, Sri Yunita; Hasanah, Laylatul
Jurnal ABDIRAJA Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v7i1.3107

Abstract

Pemeliharaan kesehatan dalam lingkungan masyarakat akan meningkatkan sebuah produktivitas kinerja masyarakat yang dapat memacu peningkatan kesesejahteraan masyarakat itu sendiri. perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman. PHBS dapat dimulai dari lingkup rumah tangga, karena rumah tangga yang sehat merupakan dasar pembangunan di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan, dan dilindungi kesehatannya. Namun kenyataannya saat ini masih terlihat minimnya kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Kondisi ini masih terlihat di Desa Errabu kecamatan Bluto. Saat melakukan kunjungan ke desa tampak terlihat banyaknya sampah di sungai dan jalan. Hal ini menunjukkan bahwa masih kurangnya kesadaran masyarakat desa Errabu untuk berperilaku hidup bersih sehat. Adapun tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah meingkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang PHBS dalam tatanan rumah tangga. Metode yang digunakan dalam pengabdian yaitu dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat tentang PHBS dalam tataanan rumah tangga serta pemberian tempat sampah rumah tangga. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini dapat dikatakan berhasil karena ada perubahan pemahaman, pengatahuan serta perilaku masyarakat tentang PHBS.