Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Strategi NAFASIN & SAPA PEDULI: Transformasi Media Promosi Kesehatan dalam Pencegahan ISPA di Puskesmas Baqa Arya Yuliansyah Putra; Rahmi Susanti; Puja Nur Nur Wahidah; Nahara Isnaini Tri Uljanah; Azlia Xaveria; Jeane Trifani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2 (2026): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i2.6941

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu masalah kesehatan dengan angka kunjungan tinggi di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, termasuk di Puskesmas Baqa. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan upaya promotif dan preventif melalui strategi promosi kesehatan yang mudah diakses dan sesuai dengan karakteristik sasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan media audiovisual dan media cetak sebagai strategi penguatan promosi kesehatan pencegahan ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Baqa. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Januari 2026 dengan sasaran pengunjung puskesmas. Metode pelaksanaan meliputi analisis situasi, penentuan prioritas dan akar masalah, perencanaan media promosi kesehatan, pelaksanaan kegiatan, serta monitoring dan evaluasi. Media yang digunakan berupa video edukasi ISPA “NAFASIN (Nafas Sehat Cegah Infeksi)” yang ditayangkan secara berulang di ruang tunggu puskesmas dan media cetak x-banner “SAPA PEDULI” yang dipasang di area strategis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan media audiovisual dan media cetak mampu meningkatkan keterpaparan informasi serta menarik perhatian sasaran terhadap pesan pencegahan ISPA tanpa mengganggu alur pelayanan kesehatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi media audiovisual dan media cetak dapat menjadi strategi promosi kesehatan yang aplikatif dan berkelanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, khususnya dalam upaya pencegahan penyakit berbasis perilaku seperti ISPA.
Membangun Generasi Berencana Melalui Genre Talks Berbasis Peer Educator di Desa Loa Ulung: Building A Planned Generation Through Peer Educator-Based Genre Talks in Loa Ulung Village Hazizah Tausia Abdania; Nurfadilla; Rahmi Susanti; Arya Yuliansyah Putra; Diva Nabilah Anggraeni; Nadya Zahira Shafa; Yerita Adellia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Remaja adalah kelompok usia yang sangat mudah terpengaruh oleh berbagai masalah sosial seperti pernikahan di usia muda, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, dan infeksi menular seksual. Program “Genre Talks: Aku Masa Depanku” yang diadakan oleh mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman memiliki tujuan untuk meningkatkan wawasan remaja di Desa Loa Ulung tentang pentingnya merencanakan masa depan yang terencana dan kesehatan reproduksi, meliputi pemutaran film edukasi, penyampaian materi terkait narkoba dan perancangan masa depan, serta lomba interaktif “Ranking 1” yang dirancang untuk menciptakan pendidik sebaya. Evaluasi dilaksanakan melalui pre-test dan post-test dengan menggunakan uji Wilcoxon.  Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta (Z = -6.280, p < 0.001), mengindikasikan efektivitas program dalam peningkatan kesadaran remaja. Pendekatan yang interaktif dan menyenangkan menjadikan kegiatan ini efektif sebagai media edukasi kesehatan berbasis komunitas yang telah didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual sebagai luaran.   Abstract: Adolescents are an age group that is highly susceptible to various social issues such as early marriage, drug abuse, and sexually transmitted infections. The "Genre Talks: My Future“ program held by students from the Faculty of Public Health, Mulawarman University, aims to increase the awareness of adolescents in Loa Ulung Village about the importance of planning for the future and reproductive health, including educational film screenings, presentations on drugs and future planning, and an interactive ”Ranking 1" competition designed to create peer educators. The evaluation was conducted through pre-tests and post-tests using the Wilcoxon test. The results showed a significant increase in participants' knowledge (Z = -6.280, p < 0.001), indicating the effectiveness of the program in raising awareness among teenagers. The interactive and fun approach made this activity effective as a community-based health education medium, which has been registered as an intellectual property output.
Educational Movement Against Hypertension and Diabetes (Gemes) in Prolanis Members: Gerakan Edukasi Mencegah Hipertensi dan Diabetes (Gemes) pada Anggota Prolanis Rahmi Susanti; rania nasywa azzahra; Valendira Nuraini Putri; Dilla Camara Indriani; Siti Choirul Jannah Dewi Wijayanti; Senia Putri Yunita; Yuliana Pasha; Nabilla Nabilla
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 5 No. 2 (2025): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/consen.v5i2.2256

Abstract

Coverage of the Minimum Service Standards (MSS) for hypertension and diabetes in Puskesmas Air Putih is still low, reaching only 11.31% and 26%, respectively, while the fulfillment of the quality of service for each type of basic service in the health MSS must reach 100%. The GEMES (Educational Movement to Prevent Hypertension and Diabetes) program is a public health intervention that aims to increase public knowledge, especially prolanis members, about hypertension and diabetes mellitus. The method used is counseling with a series of pre-test activities, distribution of leaflet media, presentation of material and questions and answers, post-test, and reaction. Based on the results of the program evaluation through the pre-test and post-test tested using the Wilcoxon Test, the p.value was (0.002 <0.05), then H0 was rejected so it was concluded that there was an increase in knowledge in participants before and after receiving material on hypertension and diabetes mellitus. To support the sustainability of the program, it is recommended that health counseling be carried out regularly with more interesting material so that information is broader and the program is more effective.