Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

A Study of Social Engineering in the Productive Economic Sector Based on Gender Mainstreaming in Realizing a Sense of Justice for Women in Yogyakarta City Harahap, Dewi Handayani; Rakhman, Arif Kurniar; Aco, Faizal
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 1 (2025): Volume 13, Issue 1, Maret 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v13i1.17273

Abstract

Women's economic empowerment is one of the indicators of an increasing development index. Three actual problems faced by women MSMEs include patriarchal social construction, infrastructure, women's access and ability to access technology, and low financial literacy and inclusion for women. The number of women MSMEs reached 60 per cent of the 519 MSMEs studied in the Yogyakarta area, but MSMEs managed by women are still subsistence in nature. The research objectives are to analyse the strengthening of access to links and networks for women in the productive economic sector based on gender strengthening, analyse the strengthening of women's roles in gaining experience and challenges in the productive economic sector based on gender strengthening and analyse the independence of women's roles in decision making in strengthening in the productive economic sector based on gender strengthening in Yogyakarta. The research method uses exploratory sequential researchers first start with the quantitative research phase. The results of this study are 1) The trend of workers in Yogyakarta City has decreased between August 2021 and August 2022; 2) Strengthening access to wider links/networks or relationships still needs to be facilitated; 3) Strengthening of gaining experience even though activities have been carried out in the form of training for skill development; 4) Business actors are still not independent in making decisions in developing their business; 5) Strengthening structuration agents who become agents of change so that they can play a role in developing their business groups and 6) The stages in the formation of structuration agents are divided into several phases. Pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi salah satu indikator peningkatan indeks pembangunan. Tiga masalah aktual yang dihadapi oleh UMKM perempuan adalah konstruksi sosial yang patriarkis, infrastruktur, akses dan kemampuan perempuan dalam mengakses teknologi, serta rendahnya literasi dan inklusi keuangan perempuan. Jumlah UMKM perempuan mencapai 60% dari 519 UMKM yang diteliti di wilayah Yogyakarta, namun UMKM yang dikelola perempuan masih bersifat subsisten. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penguatan akses terhadap link dan jaringan bagi perempuan di sektor ekonomi produktif berbasis penguatan gender, menganalisis penguatan peran perempuan dalam memperoleh pengalaman dan tantangan di sektor ekonomi produktif berbasis penguatan gender, dan menganalisis kemandirian peran perempuan dalam pengambilan keputusan dalam penguatan di sektor ekonomi produktif berbasis penguatan gender di Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan eksploratori sekuensial yang diawali dengan tahap penelitian kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Tren tenaga kerja di Kota Yogyakarta mengalami penurunan pada periode Agustus 2021 hingga Agustus 2022; 2) Penguatan akses link/jaringan atau relasi yang lebih luas masih perlu difasilitasi; 3) Penguatan untuk mendapatkan pengalaman meskipun sudah dilakukan kegiatan berupa pelatihan untuk pengembangan skill; 4) Pelaku usaha masih belum mandiri dalam mengambil keputusan dalam mengembangkan usahanya; 5) Penguatan structuration agent yang menjadi agen perubahan sehingga dapat berperan dalam mengembangkan kelompok usahanya dan 6) Tahapan dalam pembentukan structuration agent dibagi menjadi beberapa fase.
The Role Of Job Crafting Towards Readiness For Change Among Millennial Employees Dewi, Ros Patriani; Harahap, Dewi Handayani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9180

Abstract

Dampak dari globalisasi dan pandemi terlihat pada sejumlah sektor, termasuk industri. Organisasi diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi dengan cepat. Karyawan, sebagai aset organisasi, perlu bersiap untuk mengikuti perubahan tersebut. Kesiapan terhadap perubahan akan membawa manfaat positif bagi transformasi organisasi. Ada berbagai faktor yang dapat mempengaruhi readiness for change pada karyawan, salah satu diantaranya job crafting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara job crafting dengan readiness for change pada karyawan milenial. Metode pengambilan data menggunakan purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 150 orang yang memiliki karakteristik berusia 23-39 tahun, yang telah bekerja minimal selama satu tahun. Pengambilan data penelitian ini menggunakan skala job crafting dan skala readiness for change. Hasil analisis data penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0, 638 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0.01). Hasil korelasi tersebut dapat diartikan bahwa hipotesis penelitian ini diterima yaitu ada hubungan yang positif dan signifikan antara job crafting dengan readiness for change. Implikasi dari penelitian ini, karyawan dapat meningkatkan kreativitas dan berperilaku proaktif melalui job crafting agar lebih siap terhadap perubahan yang terjadi dalam organisasi.