Claim Missing Document
Check
Articles

Found 46 Documents
Search
Journal : REKA INTEGRA

Model Optimisasi Lot Produksi Pada Sistem Produksi yang Mengalami Deteriorasi dengan Kriteria Minimisasi Total Ongkos IRAWAN, DICKY; Prassetiyo, Hendro; Desrianty, Arie
REKA INTEGRA Vol 1, No 4 (2013): Edisi Keempat
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.709 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai proses produksi yang tidak terkendali sehingga menghasilkan produk dengan kualitas di bawah standar. Kondisi yang tidak sempurna dapat terjadi karena adanya kesalahan inspeksi/pemeriksaan. Selain itu, sistem produksi yang tidak sempurna juga dapat diakibatkan oleh deteriorasi mesin. Deteriorasi terjadi akibat penurunan kinerja mesin sehingga menghasilkan produk nonconforming. Semua produk yang dihasilkan akan mengalami proses inspeksi. Produk yang baik akan langsung diterima sedangkan produk nonconforming akan dilakukan proses rework, dan setelah proses rework produk tersebut akan diterima. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan model optimisasi lot produksi dengan mempertimbangkan sistem produksi yang mengalami deteriorasi dengan kriteria minimisasi total ongkos yang terdiri atas ongkos set-up, ongkos produksi, ongkos pengendalian kualitas, dan biaya penalti. Kata Kunci: deteriorasi, rework, produk nonconforming, lot produksi   ABSTRACT This research discuss concerning the production of uncontrolled so as to produce products with the qualities of substandard. Condition of being imperfect can occur because of error inspeksi/examination. Besides, production system imperfect can also caused by deterioration machine. All products resulting will undergo a inspection. Products well be were accepted by the product nonconforming will be done process rework, and after the rework that product will be welcome. On the study is done development model optimisasi lot production with consider production system which had deterioration with criteria minimisasi total cost consisting of fare set-up, the production costs, fare control quality, and charge penalty. Keywords: deterioration, rework, nonconforming product, production lot
Model Economic Manufacturing Quantity (EMQ) dengan Perbaikan Proses Produksi dan Proses Burn-In Fadlilah, Rizal Wahyu; Prassetiyo, Hendro; Mustofa, Fifi Herni
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.57 KB)

Abstract

Proses produksi bila dipakai secara seterus-menerus akan mengalami penurunan kinerja atau deteriorasi, sehingga dengan adanya penurunan kinerja tersebut proses produksi akan mengalami perubahan status mesin. Perubahan status yang terjadi yaitu dari kondisi in-control menjadi out-of-control. Pada kondisi in-control probabilitas sistem menghasilkan conforming item lebih besar dibandingkan dengan non-conforming item, tetapi berbeda dengan kondisi out-of-control probabilitas non-conforming item lebih besar dibandingkan dengan conforming item. Apabila jumlah non-conforming item yang terlalu besar, tentunya biaya produksi akan meningkat dan mempengaruhi ekspektasi total biaya per produk. Quantity yang dihasilkan tidak optimum, dikarenakan terlalu banyak dihasilkannya non-conforming item pada sistem. Untuk mengatasi permasalahan penurunan kinerja pada proses produksi diperlukan perbaikan pada sistem produksi, yaitu perbaikan proses produksi dengan penambahan biaya investasi dan proses burn-in.Kata kunci: deteriorasi, in-control, out-of-control, perbaikan proses produksi, burn-in.
Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Antenna Transmisi TV Di Jawa Barat Yudhistira, Yudhistira; Prassetiyo, Hendro; Bakar, Abu
REKA INTEGRA Vol 2, No 3 (2014): Edisi Ketujuh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.889 KB)

Abstract

Peningkatan jumlah stasiun televisi dan program perluasan jangkauan siaran menjadikan permintaan kebutuhan antenna akan semakin bertambah. Peningkatan permintaan akan antenna tidak diimbangi dengan kurangnya supply yang ada saat ini. Hal tersebut menjadi sebuah peluang untuk mendirikan usaha pembuatan antenna transmisi tv. Dalam mendirikan suatu usaha diperlukan analisis kelayakan usaha, hal yang perlu dianalisis yaitu mengenai aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen sumber daya manusia, aspek legal dan lingkungan, serta aspek finansial. Dengan kapasitas rata-rata 190 unit antenna per tahun menghasilkan Payback Period selama 4 tahun 3 bulan, Net Present Value sebesar Rp. 129.726.531,-, dan Internal Rate of Return sebesar 22,24%. Analisis sensitivitas dilakukan terhadap dua parameter, yaitu penurunan target penjualan dan kenaikan gaji operator mesin untuk menghasilkan nilai Net Present Value sebesar 0. Kata Kunci: Antenna Transmisi TV , Analisis Kelayakan, Investasi Abstract An increase in the number of television stations and broadcast coverage expansion program makes requests for antenna needs to be increased. Increased demand for antenna is not offset by the lack of current supply. It became an opportunity to establish the business of making antenna tv transmission. In setting up an undertaking necessary business, eligibility analysis thing to be analyzed market aspects, namely regarding the technical aspects, the aspect of human resources management environmental aspects, legal and and financial aspects.With capacity average 190 unit antenna per year generating payback period 4 years 3 months, net present value of RP.129.726.531-,and internal rate of return of 22,24%. Sensitive analyze conducted on two paramenter,,that are decrease in sales targets and salary increase machine operators to generate a value Net Present Value of 0. Keywords: Antenna TV Transmission , Feasibility Study, Investment
Penentuan Jumlah Pemesanan Optimal Bahan Baku Kain Dengan Kendala Anggaran BUDIAWATI, SILMA; Prassetiyo, Hendro; Rispianda, Rispianda
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.225 KB)

Abstract

Persediaan bahan baku merupakan faktor yang berpengaruh dalam penanaman modal perusahaan, sehingga diperlukan pengelolaan yang optimal agar persediaan bahan baku menjadi efektif dan efisien. PT. X adalah perusahaan garment yang memproduksi baju muslim. Permintaan konsumen yang bersifat probabilistik dan keterbatasan anggaran menyulitkan perusahaan dalam menentukan jumlah persediaan optimum. Model persediaan multi item dengan kendala anggaran dapat digunakan pada PT. X, model yang dipilih adalah Model Q. Model ini dapat menentukan jumlah pesanan yang optimal berdasarkan anggaran yang sudah ditetapkan perusahaan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan baku kritis dengan menggunakan metode ABC adalah kelas A yaitu katun, kpc, dan ksm, dengan jumlah pemesanan optimal untuk masing-masing item kelas A adalah 3253,02 yard, 3151,37 yard, dan 2902,12 yard. Kata kunci: Persediaan bahan baku, jumlah pemesanan optimal, Model Q dengan kendala anggaran Abstract Raw material inventory is a factor that in influence the company in investment, so that the best management is needed in order make raw material inventory to be effective and efficient. PT. X, a garment company, manufactures moslem clothes. The probabilistic demand of consumer and the limited budget of company are difficult for company to determine the optimum amount of inventory. Multi item inventory model with limited can be be used on a PT. X, the chosen model is a Model Q. The model can determine the optimal order quantities based on the budget that has been set by the company. The result showed that the critical raw materials by using the ABC method of class A is cotton, kfc, and ksm. The optimal order quantity for each item in class A is 3253,02 yards, 3151,37 yards, and 2902,12 yards. Keywords: Inventory of raw materials, the optimum order quantity, Model Q with limitied budget
MODEL PENINGKATAN RELIABILITAS PRODUK KENDARAAN BERMOTOR YANG DIJUAL DENGAN GARANSI AYUNINGTYAS, GEA WINNA DWI; Prassetiyo, Hendro; Rispianda, Rispianda
REKA INTEGRA Vol 1, No 4 (2013): Edisi Keempat
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.638 KB)

Abstract

Memberikan garansi pada produk yang dijual berarti akan ada ongkos tambahan yang akan dikeluarkan oleh produsen untuk memperbaiki produk yang rusak selama masa garansi. Pada penelitian ini akan dilakukan pengaplikasian model keandalan produk untuk komponen kendaraan bermotor yang dijual dengan garansi. Produk yang di pertimbangkan adalah multi komponen yang disusun seri yang diambil dari bagian Mobil Avanza yaitu axle shaft dan propelar shaft. Pengaplikasian ini akan merepresentasikan parameter desain (α) sebagai safety factor (N). Peningkatan keandalan dalam penelitian ini dapat dilakukan dengan menaikkan nilai diameter axle shaft dan propelar shaft. Dengan dilakukannya reliability improvement menyebabkan tambahan ongkos bagi produsen yaitu ongkos produksi, dan ongkos reliability improvement, yang diimbangi dengan juga dengan berkurangnya ongkos garansi. Oleh karena itu, diaplikasikanlah model keandalan untuk total dengan kriteria maksimasi ongkos total yang merupakan selisih antara ekspektasi penghematan ongkos garansi, ongkos reliability improvement, dan ongkos produksi. Kata kunci: garansi, safety factor, reliabilty improvement.   ABSTRACT Providing warranty on products sold means there will be additional costs that will be incurred by the manufacturer to repair the defective product during the warranty period. This research will be conducted on the application of the reliability model of component products for motor vehicles are sold with warranty. Consider the product in a multi component is in series taken from the Avanza Car parts axle shafts and shaft propelar. This application represents a design parameter (α) as a safety factor (N). Increase the reliability of this research can be done by increasing axle shaft diameter and shaft propelar. With reliability improvement does cause additional costs for manufacturers is the cost of production, and the cost of reliability improvement, which is offset by the reduced cost of the warranty as well. Therefore, the reliability of the model applied to the criteria of maximizing the total cost of the difference between the total expected warranty cost savings, reliability improvement costs, and production costs. Keyword: Warranty, safety factor, reliabilty improvement.
MODEL OPTIMISASI LOT PRODUKSI PADA SISTEM PRODUKSI YANG TERDETERIORASI DENGAN INSPEKSI SAMPLING DENGAN MEMPERTIMBANGKAN BIAYA KUALITAS UNTUK MEMINIMUMKAN TOTAL BIAYA Fitriani, Rr Anisha E.; Desrianty, Arie; Prassetiyo, Hendro
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.115 KB)

Abstract

Makalah ini membahas mengenai pengembangan model dari metode Economic Order Quantity (EPQ) yang memiliki kekurangan karena mengasumsikan sistem produksi berjalan dengan sempurna dan produk yang dikirim pasti diterima dengan baik. Berdasarkan kekurangan dari metode EPQ kemudian penelitian ini melakukan pengembangkan model yang membahas sistem produksi yang tidak sempurna akibat kesalahan inspeksi sampling dan masalah deteriorasi mesin dengan ketentuan pada inspeksi sensus akan menghasilkan tiga kemungkinan yaitu produk baik, produk rework dan produk reject. Pada perhitungan dipertimbangkan komponen biaya kegagalan internal dengan kriteria minimasi ongkos. Kata kunci: deteriorasi, kesalahan inspeksi sampling, komponen biaya kualitas   ABSTRACT This paper discuss about developing of a model from Economic Production Quantity (EPQ) method which has the shortage, because of assume the production system is running perfectly and products delivered definitely accepted. Based on the shortage of EPQ method, this research develops a model which discusses the imperfect production system due to the deterioration problems and the errors of sampling inspection with rules at census inspections will have three output that good product, rework produck and reject product . On the calculation consider the internal failure costs and external failure costs which are part of the quality component costs, with criteria minimizing total cost. Keywords: deterioration, errors of sampling inspections, component of quality cost
USULAN TATA LETAK FASILITAS MENGGUNAKAN AUTOMATED LAYOUT DESIGN PROGRAM DI INDUSTRI HILIR TEH PT. PERKEBUNAN NUSANTARA VIII Fauzan, Hariz; Mustofa, Fifi Herni; Prassetiyo, Hendro
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.091 KB)

Abstract

Tata letak mesin dan fasilitas yang ada di industri hilir teh PT. Perkebunan Nusantara VIII pada lantai produksi untuk produk teh celup walini hitam, masih belum efektif dan efisien. Hal ini dapat dilihat dari peletakkan mesin dan fasilitas masih belum sesuai dengan aliran proses produksinya sehingga menimbulkan masalah. Hal tersebut mengakibatkan pemanfaatan jarak yang kurang optimal karena posisi antar mesin/fasilitas cenderung berjauhan. Masalah tersebut akan mengakibatkan terhambatnya aliran material dimana ongkos material handling juga akan menjadi tinggi. Dengan demikian dibutuhkan perancangan ulang (re-design) tata letak pada departemen yang berkaitan dengan proses produksi teh celup walini hitam tersebut dengan menggunakan algoritma Automated Layout Design Program (ALDEP) dengan kriteria meminimumkan total ongkos material handling (OMH). Kata Kunci: tata letak fasilitas, ALDEP, ongkos material handling (OMH)
PENENTUAN RUTE DISTRIBUSI PRODUK OBAT MENGGUNAKAN METODE SEQUENTIAL INSERTION DAN CLARKE & WRIGHT SAVINGS (STUDI KASUS DI PT X BANDUNG) ROHANDI, SATRIA MEGANTARA; Imran, Arif; Prassetiyo, Hendro
REKA INTEGRA Vol 2, No 2 (2014): Edisi Keenam
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.333 KB)

Abstract

PT X merupakan perusahaan distributor farmasi di Kota Bandung. Permasalahan yang diteliti yaitu penentuan rute distribusi produk obat dari distributor kepada pelanggan. Sering terjadi keterlambatan pada saat pendistribusian produk dan terdapat beberapa pelanggan tidak terlayani dalam waktu seminggu pendistribusian. Pendistribusian dilakukan berdasarkan pengalaman atau intuisi supir perusahaan yang mengakibatkan rute pendistribusian kurang efektif dan efisien. Masalah ini akan diselesaikan dengan metode Sequential Insertion dan Clarke & Wright Savings dengan harapan dapat meminimasi waktu pendistribusian produk obat kepada pelanggan. Cara kerja metode Sequential Insertion dan Clarke & Wright Savings adalah pemilihan lokasi pelanggan berdasarkan waktu total tersingkat saat pendistribusian dan penentuan pelanggan berdasarkan nilai penghematan waktu terbesar sehingga dihasilkan rute pendistribusian yang efektif dan efisien. Kata kunci: Vehicle Routing Problem, Sequential Insertion, Clarke & Wright Savings Abstract PT X is a distributor of pharmaceutical companies in Bandung. It has problem in determining the optimal route of medical products distribution, from distributor to customer. Delays often occur during the distribution of products and there are some customers are not served within a week of distribution. The route used to be done is based on experience and intuition of the driver which is why it is less effective and efficient. This problem will be solved by two methods, the Sequential Insertion and the Clarke and Wright Savings. Both methods selecting the customer site based on the shortest total time and selecting customers based on the value of time savings that generated the most effective and efficient distribution. Keywords: Vehicle Routing Problem, Sequential Insertion, Clarke & Wright Savings
Penjadwalan Kelompok Buku Cerita Menggunakan Algoritma Modrak (2010) dengan Kriteria Minimisasi Makespan AZIZA, SASHA; Prassetiyo, Hendro; Imran, Arif
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.794 KB)

Abstract

PT. X merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri percetakan dan bersifat job order. Perusahaan mencetak buku cerita, Al-Quran, soal untuk ujian nasional dan kertas untuk pemilihan umum. Kertas digunakan sebagai bahan baku utama dari produk-produk tersebut. Penelitian ini difokuskan kepada produk buku cerita, dimana buku cerita memiliki berbagai jenis kertas yang digunakan. Pada penelitian ini akan dibuat jadwal urutan job yang baru dengan tujuan untuk meminimisasi makespan. Penjadwalan urutan job dibuat dengan menggunakan Algoritma Modrak (2010) dengan kriteria minimisasi waktu penyelesaian (makespan) pada n-jobs m-machine. Hasil penjadwalan menggunakan Algoritma Modrak memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan sistem penjadwalan yang dilakukan perusahaan saat ini. Kata kunci: Flowshop, minimisasi makespan, Algoritma Modrak.   ABSTRACT PT. X is a printing company, the characteristic is job order. The company print books, Al-Quran, national exams papers and papers for the general election. Papers are being used as a raw material for those products. This research focused on the storybook product, that it have variety paper used. In this research we use Modrak’s Algorithm to schedule the job order. The aim is to minimize the makespan on n-jobs m-machine. The results using Modrak’s Algorithm produces a better results than the current scheduling system. Keywords: Flowshop, makespan minimization, Modrak’s Algorithm.
Usulan Prioritas Peringkat dalam Pemilihan Supplier Produk Yamato dengan Metode Promethee Studi Kasus PT. Chitose Mfg RAHMATULLAH, DZIKRI ARBAWAN; Prassetiyo, Hendro; Imran, Arif
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.41 KB)

Abstract

Kursi Yamato adalah salah satu produk di PT. Chitose. Bahan baku untuk kursi Yamato di supply oleh beberapa supplier. Pemilihan supplier untuk kondisi ideal yakni memilih salah satu supplier terbaik, tetapi kapasitas supply dengan satu supplier tidak dapat memenuhi permintaan perusahaan ini. Maka pemenuhan bahan baku diperlukan dari beberapa supplier. Melihat kondisi yang terjadi maka perusahaan perlu melakukan evaluasi kembali untuk menentukan urutan prioritas dalam penentuan supplier. Oleh karena itu dibutuhkan suatu metode untuk menetukan urutan dalam penentuan supplier dengan metode Promethee. Tahapan penelitian metoda Promethee dimulai dengan penentuan tipe fungsi preferensi, perhitungan nilai preferensi, indeks preferensi, leaving, entering dan net flow. Hasil dari penelitian ini adalah prioritas alternatif supplier terbaik. Kata kunci: supplier, Promethee, tipe fungsi preferensi, indeks preferensi leaving, entering, net flow.
Co-Authors Adhisty Damayantie, Adhisty Adik Satria Permadi, Adik Satria Afif Yunaldi Alex Saleh Ali Djamhuri Alrizka Valent R. Putra, Alrizka Valent R. Anisa Renggayanti Ari Bagus Wibisono ARI KURNIAWAN Ari Wibowo Arie Desrianty Arie Desrianty Arie Desrianty Arif Imran Azka Nur Aufar Berliana Annisa Dery Cahyadi Nugraha Cepty Nur Falah, Cepty Nur Dianra Alvira, Dianra DICKY IRAWAN Dini Maisarah, Dini Dwi Kurniawan, Dwi DZIKRI ARBAWAN RAHMATULLAH Edo Prasetyo Eflin Oktavia Rusli Egi Febriansyah Emsosfi Zaini Erlangga Praharsa Fadhli Nishfi Fajar Fitra Syahda Ferdi Prabowo Fifi Herni Mustofa Fithri Hidayani Megantari, Fithri Hidayani GEA WINNA DWI AYUNINGTYAS Hari Adianto Haris Adanda Hariz Fauzan Indri Prastiani Irma Yolanda Irwan Yulianto Kusmaningrum Leksananto Ladzwina Mahardini Lakrisman S Mardika, Lakrisman S Lauditta Irianti Lisye Fitria Lisye Fitria Luthfi Abdul Aziz, Luthfi Abdul Meisya Nur Iryanti Muhamad Gilang Saputra, Muhamad Gilang Muhammad Abell Amanda Muhammad Atras Paradhyo MUHAMMAD BARIED YULIAR Muhammad Ryan Wirakusuma, Muhammad Ryan NISSA MARDIANI Pagitha Permatasari, Pagitha Puspita Dewi Puspita Dewi, Puspita Rispianda Rispianda Rispianda Rispianda Rizal Wahyu Fadlilah Rommy Hudallah Ramadlan, Rommy Hudallah Rr Anisha E. Fitriani, Rr Anisha E. SASHA AZIZA SATRIA MEGANTARA ROHANDI SILMA BUDIAWATI Sugih Arijanto Susy Susanty Taziri Noor Fadli, Taziri Noor Tria Nur Azizah Ulfi Nurfaizah Wisw Ellhasya Yanti - Yanti Helianty Yudhistira Yudhistira Yulia Indah Pratiwi, Yulia Indah Yuniar Yuniar ~ Rispianda ~ Rispianda, ~