Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemberdayaan Teman Sebaya “Seni Pesan Pepsi” dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Perawatan Prakonsepsi Megayana Yessy Maretta; Wijayanti Wijayanti; Tresia Umarianti; Arista Apriani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12175

Abstract

ABSTRAK Remaja mengalami masa transisi dari kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan yang berlangsung lebih cepat dibandingkan periode sebelum atau setelahnya. Hal ini seringkali menyebabkan mayoritas remaja mengarah pada perilaku kenakalan remaja termasuk perilaku seksual pra nikah karena adanya rasa penasaran ingin mencoba hal baru. Perilaku seksual pranikah yang dilakukan remaja mengarahkan remaja pada risiko kehamilan yang tidak diinginkan dan penularan penyakit menular seksual (PMS). Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 menyebutkan bahwa perilaku pranikah remaja bervariasi dari 3%-66% dari perilaku pernah meraba/ diraba  sampai perilaku berpegangan tangan saat berpacaran. Selain itu konsekuensi dari pertumbuhan dan perkembangan remaja yang pesat juga berdampak pada kebutuhan aktualisasi diri remaja menjadi sangat tinggi. Hal ini menyebabkan remaja banyak menghabiskan waktu dengan teman sebaya. Karang taruna merupakan organisasi di masyarakat yang dibentuk untuk mewadahi dan menyalurkan kreativitas remaja termasuk memfasilitasi kebutuhan pergaulan remaja dengan teman sebayanya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang kesehatan prakonsepsi pada remaja melalui pemberdayaan teman sebaya di karang taruna. Kegiatan ini dilakukan melalui 2 tahap yaitu pelatihan teman sebaya dan pendampingan edukasi teman sebaya. Hasil kegiatan ini yaitu mayoitas pengetahuan dan sikap anggota karang taruna berada pada kategori baik (60% dan 60%) setelah dilakukan kegiatan edukasi teman sebaya. Simpulan kegiatan ini yaitu pemberdayaan teman sebaya Seni Pesan Pepsi (Sejak Dini Peduli Kesehatan Prakonsepsi) dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap perawatan prakonsepsi anggota Karang Taruna Kartika Chandra Utama, Dusun Selorejo, Desa Wonorejo, Karanganyar. Kata Kunci: Edukasi, Sebaya, Remaja, Prakonsepsi  ABSTRACT Adolescents experience a transition period from childhood to adulthood which is characterized by growth and development that occurs more rapidly than the period before or after. It causes the majority of teenagers to lead to juvenile delinquent behavior, including premarital sexual behavior, because they are curious about trying new things. Premarital sexual behavior by teenagers puts them at risk of unwanted pregnancy and transmission of sexually transmitted diseases (STDs). The 2017 Indonesian Health Demographic Survey (SDKI) stated that teenagers' premarital behavior varied from 3%-66%, from the behavior of having touched/groped to the behavior of holding hands when dating. Apart from that, the consequences of rapid growth and development of teenagers also have an impact on teenagers' need for self-actualization to be very high. This causes teenagers to spend a lot of time with peers. Karang Taruna is an organization in society that was formed to accommodate and channel youth creativity, including facilitating the social needs of teenagers with their peers. This service activity aims to provide knowledge about preconception health to adolescents through empowering peers in youth organizations. This activity was carried out in 2 stages, namely peer training and peer educational assistance. The results of this activity are that the majority of youth organization members' knowledge and attitudes are in the good category (60% and 60%) after peer education activities were carried out. The conclusion of this activity is that empowering peers with Seni Pesan Pepsi (Sejak Dini Peduli Kesehatan Prakonsepsi) can improve the knowledge and attitudes of preconception care members of the Kartika Chandra Utama Youth Organization, Selorejo Hamlet, Wonorejo Village, Karanganyar. Keywords: Education, Peers, Adolescents, Preconception
THE RELATIONSHIP BETWEEN YOGA EXERCISE AND MOTHER'S WEIGHT GAIN DURING PREGNANCY AT PMB RUFINA SURAKARTA Rahajeng Putriningrum; Tresia Umarianti; Agnes Sri Harti; Megayana Yessy Maretta
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 16 No. 1, Januari 2025
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v16i1.1659

Abstract

Pregnant women are people who really need attention, where this attention is needed to look after small creatures who are a gift from Allah SWT. During this period, pregnant women experience many changes. Physical and psychological changes. Physical changes include the increase in body composition of pregnant women due to the presence of the fetus and hormonal changes, so the mother's weight also increases during pregnancy. This activity aims to provide community service to empower pregnant women to reduce anxiety levels through yoga. . The method used is Participatory Action Research where community service aims to provide learning in overcoming problems. This is done by practicing together with pregnant women and detecting the anxiety level of pregnant women through questionnaires. Community service implementation was carried out in Grogol Village in April-May 2024 for 28 pregnant women with a decrease in anxiety in pregnant women after giving Yoga. The results of community service by providing yoga to pregnant women showed an anxiety score from an average of 32.68 to 12.07
Pengaruh Pregma (Pregnancy Massage) Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Di PMB Kartasura Juwita Eka Pradani; Deny Eka Widyastuti; Megayana Yessy Maretta
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v17i1.1445

Abstract

AbstrakLatar belakang: Pregnancy Massage merupakan teknik pemijatan dengan metode efflurage yang dilakukan dalam titik tertentu pada tubuh ibu hamil. Dalam hal ini ibu hamil trimester III mengeluhkan takut dalam menghadapi persalinan. Salah satu upaya untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil yaitu menggunakan terapi non-farmakologi berupa Pregnancy Massage. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian pregma (pregnancy massage) terhadap penurunan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III di PMB Kartasura. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi-Eksperimental Design dengan model One Group Pretest-Posttest Design. Populasi yang diambil dalam penelitian ini berdasarkan rata-rata pada bulan Agustus-Oktober 2024 sebanyak 35 responden. Teknik pengambilan data dengan purposive sampling. Diperoleh sampel sejumlah 37 responden. Alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Terdapat pengaruh yang bermakna pada Pregma (pregnancy massage) terhadap penurunan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III di PMB Kartasura (p-value 0,05). Kesimpulan: Teknik Pregma (pregnancy massage) dapat berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III.Kata Kunci:  Pregnancy Massage, Kecemasan, Ibu Hamil Trimester III AbstractBackground: Pregnancy Massage is a massage technique with an efflurage method that is carried out at a certain point on the body of pregnant women. In this case, pregnant women in the third trimester complained of fear in facing childbirth. One of the efforts to reduce anxiety in pregnant women is to use non-pharmacological therapy in the form of Pregnancy Massage. Objective: To determine the effect of giving pregma (pregnancy massage) on reducing anxiety levels in pregnant women in the third trimester at PMB Kartasura. Methods: This type of research uses quantitative research with a Quasi-Experimental Design research design with the One Group Pretest-Posttest Design model. The population taken in this study is based on an average of 35 respondents in August-October 2024. Data collection technique with purposive sampling. A sample of 37 respondents was obtained. The data collection tool in this study used the Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS) questionnaire. Data analysis was carried out using the Wilcoxon Signed Ranks Test. Results: There was a significant effect of Pregma (pregnancy massage) on reducing anxiety levels in pregnant women in the third trimester at PMB Kartasura (p-value 0.05). Conclusion: The Pregma (pregnancy massage) technique can have an effect on reducing the level of anxiety of pregnant women in the third trimester.Keywords: Pregnancy Massage, Anxiety, Pregnant Women in the Third Trimester
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN WUS TENTANG KONTASEPSI IUD DI COLOMADU Yunia Renny Andhikatias; Arista Apriani; Enyk Yunanto; Megayana Yessy Maretta
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v5i2.496

Abstract

Rendahnya penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada wanita usia subur (WUS) masih menjadi masalah besar dalam upaya meningkatkan kesehatan reproduksi dan mendukung program Keluarga Berencana. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan WUS tentang MKJP melalui penyuluhan kesehatan di Desa Malangjiwan. Penyuluhan ini menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, video edukatif, pembagian leaflet, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Kegiatan ini diikuti oleh 30 WUS. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Sebelum penyuluhan, rata-rata skor pengetahuan mereka adalah 45%, namun setelah penyuluhan, skor tersebut meningkat menjadi 82%. Peserta dapat menjelaskan jenis, manfaat, dan efektivitas MKJP. Mereka juga menunjukkan minat untuk mencari informasi lebih lanjut dan mempertimbangkan penggunaan MKJP. Penyuluhan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan meluruskan mitos tentang MKJP. Dengan demikian, peserta dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam memilih metode kontrasepsi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan penggunaan MKJP dan kualitas kesehatan reproduksi masyarakat. Kata kunci: IUD; kontrasepsi; pengetahuan; usia subur; wanita The low use of long-acting contraceptive methods (LACMs) among women of reproductive age (WRA) remains a major challenge in efforts to improve reproductive health and support family planning programs. The objective of this community service activity was to improve WUS’s knowledge of LARC through health education sessions in Malangjiwan Village. The sessions utilized interactive lectures, discussions, educational videos, the distribution of leaflets, and evaluation via pre- and post-tests. Thirty women of reproductive age participated in this activity. The evaluation results showed a significant increase in knowledge. Before the session, their average knowledge score was 45%, but after the session, it increased to 82%. Participants were able to explain the types, benefits, and effectiveness of long-acting contraceptives. They also expressed interest in seeking further information and considering the use of long-acting contraceptives. This educational session proved effective in improving understanding and dispelling myths about IUDs. As a result, participants were able to make more informed decisions when choosing a contraceptive method. This activity is expected to increase IUD use and improve the community’s reproductive health. Keywords: contraception; educational session; IUD; reproductive age; women
Pemberdayaan Kader Posyandu melalui Digitalisasi Deteksi Dini Stunting untuk Mengatasi Underreporting di Desa Wonosari Anggi Putri Aria Gita; Megayana Yessy Maretta; Kresno Ario Tri Wibowo; Yoni Aprilia; Rio Adi Mulyono
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27648

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi permasalahan gizi yang membutuhkan deteksi dini dan pemantauan pertumbuhan secara berkelanjutan. Keterbatasan pencatatan dan pemantauan dapat menyebabkan informasi mengenai kondisi pertumbuhan balita belum sepenuhnya terdokumentasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam deteksi dini, pencatatan, dan pemantauan stunting melalui pemanfaatan aplikasi Gosting (Get Information of Immunization and Stunting) serta meminimalkan potensi underreporting di Desa Wonosari. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Juli 2026 di Aula Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, dengan melibatkan 9 kader Posyandu dan 1 bidan desa. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, penyampaian materi, diskusi, pelatihan penggunaan aplikasi Gosting, pre-test, post-test, implementasi pendataan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan kader dari 4,80 pada pre-test menjadi 9,10 pada post-test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,004, yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader yang signifikan setelah kegiatan. Implementasi aplikasi Gosting membantu kader melakukan deteksi dini dan pencatatan hasil pengukuran balita secara lebih sistematis. Hasil pendataan selanjutnya dibahas dalam kegiatan monitoring dan evaluasi sebagai dasar untuk mengidentifikasi balita yang memerlukan perhatian, pemantauan, dan edukasi. Pemanfaatan aplikasi Gosting diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan oleh kader untuk mendukung pemantauan pertumbuhan balita, meningkatkan ketepatan sasaran edukasi, memperkuat pencatatan data, serta meminimalkan potensi underreportingdi Desa Wonosari. Kata Kunci: Kader Posyandu, Stunting, Gosting, Underreporting. ABSTRACT Stunting remains a nutritional problem that requires early detection and continuous growth monitoring. Limited recording and monitoring may result in incomplete documentation of children’s growth conditions. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of Posyandu cadres in early detection, recording, and monitoring of stunting through the use of the Gosting application (Get Information of Immunization and Stunting) and to minimize potential underreporting in Wonosari Village. The activity was conducted on July 14, 2026, at the Wonosari Village Hall, Gondangrejo District, Karanganyar Regency, involving nine Posyandu cadres and one village midwife. The methods included socialization, material presentation, discussion, training on the use of the Gosting application, pre-test, post-test, data collection implementation, and monitoring and evaluation. The evaluation results showed an increase in the mean knowledge score from 4.80 in the pre-test to 9.10 in the post-test. The Wilcoxon test resulted in a p-value of 0.004, indicating a significant increase in cadres’ knowledge after the activity. The implementation of the Gosting application supported cadres in conducting early detection and recording children’s anthropometric measurement results more systematically. The collected data were subsequently discussed during monitoring and evaluation as a basis for identifying children requiring attention, growth monitoring, and education. The continued use of the Gosting application by cadres is expected to support child growth monitoring, improve the targeting of health education, strengthen data recording, and minimize potential underreporting in Wonosari Village. Keywords: Posyandu Cadres, Stunting, Gosting, Underreporting.