Pingkan A. K. Pratasis
Unknown Affiliation

Published : 49 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search
Journal : TEKNO

Metode Pelaksanaan Sloof Dan Kolom Dalam Proyek Konstruksi Mako Brimob Kalasey Kota Manado Stevino F. P. Putra; Deane R. O. Walangitan; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57770

Abstract

Metode pelaksanaan adalah metode yang menggambarkan penguasaan penyelesaiain pekerjaan yang sistematis dari awal sampai akhir pekerjaan , yang meliputi tahapan/urutan pekerjaan , dan juga uraian /cara kerja dari setiap jenis kegiatan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pekerjaan struktur sloof dan kolom pada proyek pembangunan Mako Brimob Kalasey Kota manado. Hasil yang diperoleh bahwa metode pelaksaanan di lakukan berdasarkan Dokumen Teknis.Dapat disimpulkan bahwa pekerjaan pengecoran Sloof dan Kolom sudah sesuai dengan Standar Indonesia dan SOP. Kata kunci: metode, sloof, kolom
Metode Pelaksanaan Konstruksi Pekerjaan Pondasi Bored Pile Pada Proyek Pembangunan Gedung Radioterapi ODSK Provinsi Sulawesi utara Limpele, Millythia C.; Pratasis, Pingkan A. K.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60001

Abstract

Pembangunan gedung radioterapi ODSK di Sulawesi Utara memerlukan stabilitas tinggi untuk menghindari getaran yang dapat mengganggu proses terapi. Penggunaan pondasi bored pile dipilih karena kemampuannya dalam menahan beban besar dan meminimalkan getaran selama konstruksi karena lokasi proyek berada dalam pemukiman padat penduduk serta akses ke lokasi proyek terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membuat metode pelaksanaan pekerjaan pondasi bored pile pada proyek tersebut. Penelitian dilakukan melalui observasi lapangan langsung dengan mengamati dan mendokumentasikan setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan pondasi, mulai dari persiapan lokasi hingga pengecoran. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan dokumentasi untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang prosedur pelaksanaan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pelaksanaan pondasi bored pile pada proyek ini menggunakan metode kering dengan alat Rotary Drilling Rig yang sesuai standar operasional prosedur PT. Nikita Waya Matuari Sakti. Metode ini dipilih karena kondisi tanah yang dominan berbatu dan tidak berlumpur, dengan tahapan meliputi survei titik, pengeboran hingga kedalaman 15 meter, pemasangan tulangan D16 untuk tulangan utama dan D10 untuk spiral, serta pengecoran menggunakan beton K-300 dengan nilai slump 18±2 cm melalui pipe tremie. Kata kunci: metode pelaksanaan, bored pile, metode kering
Analisis Spasial Dan Temporal Tingkat Kebisingan Di Area Bandara Sam Ratulangi Menggunakan Geographic Information System Keintjem, Recky D. M. A.; Rondonuwu, Steeva G.; Pratasis, Pingkan A. K.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60849

Abstract

Kebisingan merupakan salah satu bentuk polusi lingkungan yang dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan dan kenyamanan masyarakat, terutama di area sekitar bandara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan di permukiman sekitar Bandara Internasional Sam Ratulangi, yaitu Kelurahan Lapangan, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, secara spasial dan temporal dengan menggunakan teknologi Geographic Information System (GIS) dan metodologi noise mapping. Pengukuran kebisingan dilakukan pada beberapa titik dengan radius 600 – 1000 meter dari bandara selama lima hari untuk memperoleh data variatif berdasarkan waktu dan lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di beberapa area permukiman melebihi baku mutu kebisingan yang ditetapkan dalam Kepmen LH No. 48 Tahun 1996 yaitu 55 dBA, dengan nilai tertinggi pada pagi hari mencapai 73,27 dBA, kemudian di siang hari nilai tertinggi mencapai 75,97 dBA, dan pada sore hari nilai tertinggi mencapai pada 73,11 dBA. Analisis spasial menunjukkan bahwa tingkat kebisingan tertinggi berada pada area yang berdekatan langsung dengan jalur penerbangan pesawat, sementara analisis temporal mengungkapkan adanya variasi tingkat kebisingan yang signifikan pada jam-jam sibuk penerbangan. Kata kunci: kebisingan, Bandara Sam Ratulangi, GIS, noise mapping, analisis spasial dan temporal
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Proyek Pembangunan Ruang Praktik Nautika SMKS Kema Perintis Tilaar, Melisa F.; Pratasis, Pingkan A. K.; Malingkas, Grace Y.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60952

Abstract

Proyek pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) di SMKS Kema Perintis merupakan upaya yang diusahakan oleh pemerintah dalam pembangunan fasilitas pendidikan yang memadai di Provinsi Sulawesi Utara. Dalam suatu proyek konstruksi perlu diterapkan metode pelaksanaan konstruksi yang tepat agar pelaksanaan pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan dokumen Rencana Kerja dan Syarat – syarat (RKS). Jadi, merancang suatu metode pelaksanaan sangat penting namun yang lebih penting adalah bagaimana metode pelaksanaan tersebut di realisasikan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat metode pelaksanaan pekerjaan untuk proyek tersebut diatas. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode observasi lapangan untuk pengumpulan data. Keakuratan data tersebut ditunjang dengan dokumentasi yang diambil secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan terhadap perencanaan dan realisasi pekerjaan untuk pondasi dan kolom, pondasi di sepanjang as B ditiadakan untuk menekan biaya yang akan dikeluarkan serta terdapat penambahan jumlah kolom utama dari yang sebelumnya 37 titik kolom menjadi 42 titik kolom. Kata kunci: metode pelaksanaan, proyek konstruksi, rencana kerja dan syarat–syarat
Analisis Biaya Dan Material Pembangunan Rumah Tipe 70/105 Pada Perumahan Puri Kelapa Gading, Minahasa Utara Pelealu, Galuh D. W.; Tjakra, Jermias; Pratasis, Pingkan A. K.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60974

Abstract

Proyek konstruksi merupakan serangkaian kegiatan yang memiliki waktu, sasaran, dan sumber daya tertentu, mencakup perencanaan, pelaksanaan, serta pemeliharaan pasca pembangunan. Dalam proses ini, sumber daya proyek diolah menjadi suatu bentuk bangunan atau konstruksi. Rencana Anggaran Biaya (RAB) memberikan gambaran serta panduan mengenai perkiraan biaya yang dibutuhkan dalam penyelesaian proyek. Salah satu komponen utama dalam penyusunan RAB adalah Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), yang digunakan untuk menghitung biaya per satuan pekerjaan. AHSP memiliki peran penting dalam menentukan total biaya proyek, terutama dalam hal penggunaan material, yang merupakan salah satu faktor terbesar dalam penyerapan anggaran proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total biaya proyek pembangunan rumah hunian tipe 70/105 serta mengidentifikasi jumlah dan jenis material yang digunakan dalam proses konstruksi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis harga satuan pekerjaan yang mencakup biaya upah, alat, dan bahan, serta analisis material menggunakan program Microsoft Excel guna memperoleh hasil yang lebih sistematis dan akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya pembangunan rumah tipe 70/105 pada Perumahan Puri Kelapa Gading mencapai Rp. 462.594.000,00 dengan waktu pelaksanaan selama enam bulan. Selain itu, terdapat 67 jenis material yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini. Serta total kebutuhan material pokok secara keseluruhan: 1. Pasir Pasang = 19.46 m3; 2. Pasir Urug = 7.31 m3; 3. Kerikil Kali = 7.19 kg; 4. Batu Kali/Batu Belah = 5.33 m3; 5. Semen Conch (50 Kg) = 11,827.46 kg; 6. Semen Warna/Nat Keramik = 112.61 kg; 7. Bata Merah Lokal = 14,946.13 bh; 8. Beton Ready Mix K225 = 10.72 m3; 9. Beton Ready Mix K300 = 0.34 m3; 10. Besi Beton Polos = 3.20 kg; 11. Besi Wiremesh = 96.59 kg. Kata kunci: analisis biaya, material konstruksi, harga satuan pekerjaan, Perumahan Puri Kelapa Gading
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pelat Lantai, Kolom, Dan Balok Pada Lantai 6 Proyek Pembangunan NDC Resort Manado Rawung, Angela F.; Pratasis, Pingkan A. K.; Mangare, Jantje B.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60996

Abstract

Proyek pembangunan Nusantara Dian Centre (NDC) Resort Manado memerlukan perencanaan dan pelaksanaan konstruksi yang cermat karena kompleksitas struktur dan perannya dalam mendukung beban keseluruhan bangunan. Penelitian ini membahas metode pelaksanaan pekerjaan pelat lantai, kolom, dan balok pada lantai 6, yang mencakup pekerjaan pembesian, pemasangan bekisting, pengecoran, pembongkaran bekisting, serta perawatan beton. Pekerjaan dilakukan menggunakan metode pabrikasi on-site dengan dukungan batching plant di lokasi proyek untuk meningkatkan efisiensi waktu. Hasilnya menunjukkan bahwa metode pelaksanaan yang diterapkan sesuai dengan standar dan prosedur konstruksi, dengan fokus pada ketepatan persiapan, pengukuran, dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Kata kunci: metode pelaksanaan, pelat lantai, kolom, balok, NDC Resort Manado
Analisis Resiko Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Pada Proyek Pembangunan Jalan Sawangan Tanggari Sulawesi Utara Kuhu, Vikaristi G.; Dundu, Ariestides K. T.; Pratasis, Pingkan A. K.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.61122

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) harus selalu diperhatikan karena merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi resiko-resiko di sekitar area kerja dengan focus pada dampaknya terhadap tingkat kecelakaan kerja dan produktifitas karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode HAZOP (Hazard and Operability Study) dengan mengumpulkan data melalui observasi , wawancara dan dokumentasi lalu menetukan risiko dengan tabel kriteria resiko kemungkinan (Likelihood / L) dan konsekuensi (Consequences / C) yang nantinya akan di dapat nilai yang menentuka tingkat resiko dari tabel Risk Maytix yang menjadi tuntunan apakah pekerjaan dapat dikatakan efektif atau tidak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 sangat berpengaruh terhadap resiko kecelakaan kerja dari tingkat resiko terendah hingga yang terekstrim dan kepatuhan terhadap prosedur K3 berpengaruh yang sangat terhadap produktifitas kerja. Dari hasil penelitian diharapkan diperoleh cara agar tidak ada yang dirugikan antara pekerja dan perusahaan, serta merekomendasikan untuk meningkatkan K3 melalui evaluasi berkala. Kata kunci: Kesehatan dan Keselamatan Kerja, HAZOP (Hazard and Operability Study), analisis risiko
Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK3) Pada Pelaksanaan Proyek Pembangunan Overpass Pagedangan BSD Barat Tahap II-3 Sataruno, Vanesha F. R.; Pratasis, Pingkan A. K.; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.61156

Abstract

Abstrak Pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan layang atau overpass, merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan mobilitas dan mengurangi kemacetan di area perkotaan. Overpass yang berfungsi untuk memisahkan arus lalu lintas kendaraan dari jalur lainnya, dapat mempercepat perjalanan dan meningkatkan keselamatan di persimpangan atau area dengan volume lalu lintas yang tinggi. Namun, meskipun memiliki manfaat besar dalam meningkatkan kelancaran lalu lintas, pembangunan overpass juga menghadirkan tantangan signifikan, terutama dalam hal keselamatan kerja bagi para pekerja konstruksi yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pelaksanaan Proyek Pembangunan Overpass Pagedangan BSD Barat Tahap II-3. Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi langsung dilapangan selama kegiatan magang berlangsung, wawancara, pembagian kuesioner, serta pengambilan dokumentasi di lapangan. Hasil dari penelitian bahwa penerapan SOP SMK3 pada proyek Pembangunan Overpass Pagedangan BSD Barat Tahap II-3 telah berjalan dengan baik, yang tercermin dari rata-rata keseluruhan variabel sebesar 89% dan termasuk klasifikasi sangat baik. Kata kunci: SOP, SMK3, overpass
Analisis Rencana Anggaran Biaya Pada Proyek Pembangunan Gedung Rumah Kost Bertingkat Di Sario Manado Salam, Sofyan A.; Pratasis, Pingkan A. K.; Mangare, Jantje B.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66400

Abstract

Perencanaan biaya merupakan salah satu aspek penting dalam keberhasilan pelaksanaan proyek konstruksi. Rencana Anggaran Biaya (RAB) berfungsi sebagai dasar pengendalian biaya agar proyek dapat diselesaikan sesuai dengan anggaran yang direncanakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta membandingkan RAB antara metode kontraktor dan metode Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) Tahun 2025 pada proyek pembangunan gedung rumah kost bertingkat di Sario, Kota Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Data yang digunakan berupa data sekunder, meliputi gambar rencana, volume pekerjaan, Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), serta RAB yang disusun oleh kontraktor. Perhitungan RAB dilakukan dengan menggunakan metode Permen PU 2025 dan metode kontraktor, kemudian dilakukan analisis selisih biaya secara nominal maupun presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai total RAB antara metode Permen PU 2025 dan metode kontraktor. Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan koefisien analisis, harga satuan bahan dan upah, serta penerapan biaya overhead dan keuntungan. Analisis ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan RAB agar lebih akurat, efisien, dan sesuai dengan kondisi lapangan, serta dapat meminimalkan risiko terjadinya pembengkakan biaya pada pelaksanaan proyek konstruksi. Kata kunci: Rencana Anggaran Biaya, AHSP, Permen PU 2025, metode kontraktor, proyek konstruksi
Analisis Pengendalian Mutu Pada Proyek Pembangunan Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP. Dr. R. D. Kandou Manado Sitompul, Listra; Sumanti, Febrina P. Y.; Pratasis, Pingkan A. K.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66293

Abstract

Proyek konstruksi pembangunan sebuah gedung bertingkat khusunya bangunan untuk layanan kesehatan menuntut penerapan manajemen mutu melalui pengendalian mutu secara ketat, mengingat fungsi bangunan sebagai fasilitas kesehatan dengan standar keselamatan dan keandalan struktural yang tinggi. Struktur kolom, balok, dan pelat lantai memiliki peran vital dalam menjamin stabilitas dan keselamatan bangunan, sehingga setiap tahapan pekerjaan pembesian, pemasangan bekisting, dan pengecoran harus memenuhi standar teknis dan prosedur yang berlaku. Dalam pelaksanaan di lapangan masih ditemukan beberapa aspek pekerjaan yang berpotensi penyimpangan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko yang terjadi terhadap pekerjaan pengendalian mutu serta mengevaluasi pelaksanaan pengendalian mutu pada pekerjaan pembesian, pemasangan bekisting, dan pengecoran pada proyek tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis risiko berdasarkan standar AS/NZS 4360:2004 mengenai manajemen risiko dengan data yang diperoleh melalui kuesioner, observasi lapangan, dan wawancara terhadap pihak terkait proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan pembesian memiliki tingkat risiko tertinggi terhadap mutu. Nilai tingkat risiko rata-rata pada pekerjaan struktur kolom sebesar 8,29, balok sebesar 8,21, dan pelat lantai sebesar 8,85, yang seluruhnya termasuk dalam kategori risiko sedang. Berdasarkan hasil analisis dan observasi di lapangan, pelaksanaan pengendalian mutu pada proyek telah dilakukan sesuai Rencana Kerja dan Syarat (RKS), spesifikasi teknis, serta prosedur pengendalian mutu yang ditetapkan, seperti pengujian material, inspeksi pekerjaan, dan rapat internal progress. Setiap penyimpangan mutu yang terjadi dapat dikendalikan dan diperbaiki langsung di lapangan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem pengendalian mutu pada proyek ini telah berjalan efektif dan mampu menjaga mutu pekerjaan struktur sesuai standar yang dipersyaratkan. Kata kunci: proyek konstruksi, manajemen konstruksi, pengendalian mutu, AS/NZS 4360, risiko, beton, baja tulangan