Tria Ocktarizka
Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

DIDONG SEBAGAI INTI VOKAL GAYO: STUDI LAPANGAN VOKAL ACEH BERSAMA PENYANYI GAYO WIRATMADINATA DAN PETERIANA KOBAT Erlinda; Tria Ocktarizka; Berlian Denada
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v7i1.16549

Abstract

Seni vokal tradisional Gayo, khususnya didong, merupakan komponen penting dari warisan budaya dan identitas etnis Aceh Tengah. Dalam konteks ini, pemutaran lagu-lagu etnik di Perpustakaan Aceh sangat penting untuk memperoleh pengetahuan komprehensif tentang makna didong dalam warisan vokal Gayo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki dan menganalisis komponen utama didong, basis vokal tradisi Gayo, untuk lebih memahami pengaruhnya terhadap tradisi dan identitas etnis di wilayah tersebut. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan analisis teks. Kolaborasi dengan seniman ternama Gayo Wiratmadinata dan Peteriana Kobat memperkaya teknik studi lapangan dan menyampaikan pandangan langsung dari para praktisi seni. Hasil penelitian ini adalah menambah pemahaman kita mengenai seni vokal tradisional Gayo, khususnya didong, dan juga menyoroti sejarah budaya daerah tersebut yang luas. Temuan penelitian ini dapat digunakan untuk mengarahkan tindakan melestarikan dan mendorong seni vokal tradisional Gayo agar relevan dan dapat diterima di zaman modern. Traditional Gayo vocal arts, particularly didong, are significant components of Central Aceh's cultural legacy and ethnic identity. In this context, field screenings of ethnic songs in the Aceh Library are critical for gaining a comprehensive knowledge of the core significance of Didong in the Gayo vocal legacy. The purpose of this research is to investigate and analyze the primary components of didong, the vocal basis of Gayo tradition, in order to better understand the effect they have on tradition and ethnic identity in the region. This research method employs a qualitative approach, with data collected through direct observation, interviews, and text analysis. Collaboration with well-known artists Gayo Wiratmadinata and Peteriana Kobat enriches the field study technique and delivers firsthand viewpoints from artistic practitioners. As a result, this study adds significantly to our understanding of traditional Gayo vocal arts, particularly Didong, while also highlighting the region's extensive cultural past. The findings of this study can be used to direct actions to preserve and encourage Gayo traditional vocal arts so that they are relevant and acceptable in modern times.
Pembuatan Sulam Payet Kreasi Payung Pengantin Aceh melalui Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Gampong Jantho Makmur Sartika Br Sembiring; Putri Dahlia; Tria Ocktarizka
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 6 No. 01 (2022): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v6i01.1158

Abstract

Abstrak Kerajinan merupakan suatu hasil karya keterampilan tangan yang membutuhkan ketelitian dan kerapian tinggi agar terlihat hasil yang memuaskan. Keindahan hasil karya kerajinan yang indah dan unik akan memberikan kepuasan batin bagi penikmatnya. Karya kerajinan sulam payet merupakan salah satu kerajinan yang banyak diminati oleh kaum ibu-ibu secara khusus. Namun berkaitan dengan kerajinan sulam payet dengan media payung pengantin Aceh, belum banyak dijumpai pelatihan-pelatih terkait. Melihat betapa kurangnya ruang pelatihan untuk sulam payet media payung, maka diadakan pelatihan kreasi payung dengan mengunakan beberapa motif ornamen bernuansa kearifan lokal. Pelatihan diharapkan mampu mengasah kreavitivras ibu PKK Gampong Jantho Makmur dalam membuat karya sulam payet kreasi. Pelatihan ini juga bertujuan memberikan dampak yang signifikan tentang kesejahteraan keluarga ibu PKK. Selain itu diharapkan menambah kegiatan positif untuk mengisi kesibukan yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah Gampong Jantho Makmur. Proses pembuatan sulam payet terdiri dari proses pengenalan bahan, teknik yang digunakan hingga pada tahap finishing. Selain itu diberikan arahan dalam pengelolaan sebuah manajeman usaha agar ibu PKK Gampong Jantho Makmur giat dalam membuka usaha UMKM desa. Kata Kunci: Kata Kunci: Sulam Payet, Payung, Pengantin Aceh.
Eksistensi Tradisi Rapa'i Pulot Geurimpheng Di Desa Iembude Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen Muhammad Mufadhal; Rika Wirandi; Tria Ocktarizka
Jurnal Musik Etnik Nusantara Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v6i1.30929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji eksistensi Rapa'i Pulot Geurimpheng sebagai kesenian Islami sekaligus objek kebudayaan yang khas di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pelaku seni, tokoh masyarakat, dan generasi muda, serta dokumentasi terhadap aktivitas pertunjukan dan proses pelestarian kesenian tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rapa'i Pulot Geurimpheng tidak hanya berfungsi sebagai media ekspresi seni dan hiburan, tetapi juga sebagai sarana dakwah dan penguatan nilai-nilai spiritual dalam masyarakat Bireuen. Kesenian ini menjadi simbol identitas budaya lokal yang terus dipertahankan melalui proses regenerasi dan partisipasi aktif komunitas, meskipun menghadapi tantangan modernisasi dan perubahan sosial. Penelitian ini merekomendasikan perlunya dukungan lebih intensif dari berbagai pihak untuk memastikan keberlanjutan dan pengembangan Rapa'i Pulot Geurimpheng sebagai warisan budaya takbenda yang bernilai strategis bagi masyarakat Aceh.