Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Partisipasi Masyarakat Dalam Pembayaran Pajak Bumi Dan Bangunan di Desa Maranda Kecamatan Poso Pesisir Utara Lahada, Galip
Jurnal Ilmiah Administratie Vol 23, No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Administratie Vol. 23 No. 2 Edisi September 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2722-8185.724

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat partisipasi masyarakat dalam pembayaran PBB di Desa Maranda,  mengidentifikasi faktor-faktor sosial, ekonomi, dan administratif yang memengaruhi partisipasi tersebut, dan  mengevaluasi upaya pemerintah desa dalam meningkatkan partisipasi warga. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan aparat desa, ketua RT, dan warga; observasi langsung proses penagihan; serta analisis dokumen desa terkait target dan realisasi PBB. Proses analisis memakai Model Interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014) – mulai dari reduksi data, penyajian, hingga penarikan simpulan. Hasil menunjukkan realisasi PBB tahun 2023–2024 rata‑rata hanya mencapai 64 % dari target tahunan, dengan pembayaran sering terlambat. Rendahnya partisipasi disebabkan oleh: (a) kesadaran pajak yang minim; (b) beban ekonomi warga mayoritas petani berpenghasilan tidak tetap; (c) ketidakcocokan data objek pajak (luas tanah/SPPT); (d) komunikasi dan distribusi blangko masih manual; (e) keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan pajak masih sangat terbatas. Meskipun demikian, kerjasama antara kepala desa, dusun, dan RT dalam pendistribusian blangko serta pelaksanaan sosialisasi rutin telah memberikan dorongan positif meski belum optimal. Partisipasi masyarakat dalam pembayaran PBB di Desa Maranda masih tergolong rendah. Diperlukan strategi yang lebih intensif, antara lain: peningkatan kesadaran dan pemahaman warga; perbaikan akurasi data objek pajak; digitalisasi komunikasi; dan pemberdayaan warga dalam proses kebijakan. Dengan begitu, pembayaran PBB dapat meningkat secara signifikan, mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.Abstract:  This study aims to measure the level of community participation in PBB payments in Maranda Village, identify social, economic, and administrative factors that influence such participation, and evaluate the efforts of the village government in increasing community participation. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with village officials, RT heads, and residents; direct observation of the collection process; and analysis of village documents related to PBB targets and realization. The analysis process uses the Miles, Huberman, and Saldana (2014) Interactive Model - starting from data reduction, presentation, to drawing conclusions. The results show that the realization of PBB in 2023-2024 on average only reached 64% of the annual target, with payments often late. Low participation is caused by: (a) minimal tax awareness; (b) the economic burden of residents is mostly farmers with irregular incomes; (c) mismatch of tax object data (land area/SPPT); (d) communication and distribution of forms are still manual; (e) community involvement in tax decision-making is still very limited. Nevertheless, cooperation between village heads, hamlets, and  RTs in distributing forms and implementing routine socialization has provided positive encouragement, although not yet optimal. Community participation in PBB payments in Maranda Village is still relatively low. More intensive strategies are needed, including: increasing community awareness and understanding; improving the accuracy of tax object data; digitalizing communication; and empowering residents in the policy process. That way, PBB payments can increase significantly, supporting sustainable village development.
Kualitas Pelayanan Kesehatan Jiwa pada Penderita Depresi di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sangurara Kelurahan Duyu Kota Palu Riyatno Riyatno; La Samudia Dalili; Priyatna Prasetyawati; Galip Lahada
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): Maret : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v5i1.6221

Abstract

This study aims to describe the Quality of Mental Health Services for Depression Patients at the Sangurara Health Center, Duyu Village, Palu City. The type of research is Descriptive with a qualitative approach. The technique of determining informants is done purposively; Data collection through observation, interviews, and documentation; Data analysis used is an interactive model including data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that the quality of mental health services for depression patients is optimal. Based on the Reliability dimension, that the services provided by health workers are timely; Assurance, that the service procedure is in accordance with the Standard Operating Procedure (SOP); Physical evidence, in the form of examination rooms and medical equipment is sufficient and the available room meets the minimum requirements; Empathy, that continuity of service is not carried out by health workers; and the Responsiveness dimension, that depression patients have been served quickly by health workers. It is expected that health workers will pay attention to and carry out continuity of service, namely by conducting supporting examinations to determine the development of the physical condition of depression patients.
Kesesuaian Perangkat Ajar Biologi dengan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka Kelas XI Aras, Muhamad; Eliaumra, Eliaumra; Lahada, Galip; Yana, Yana
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6495

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut adanya keselarasan antara perangkat ajar dengan Capaian Pembelajaran (CP), namun dalam praktiknya masih ditemukan ketidaksesuaian antara modul ajar, tujuan pembelajaran, dan asesmen dengan indikator CP, khususnya pada mata pelajaran Biologi kelas XI. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keselarasan antara CP, Tujuan Pembelajaran (TP), modul ajar, dan instrumen asesmen Biologi kelas XI, mengidentifikasi komponen yang belum sepenuhnya selaras dengan prinsip constructive alignment, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMA Negeri 3 Poso. Subjek penelitian adalah guru Biologi kelas XI dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dengan objek berupa CP, TP, modul ajar, dan instrumen asesmen. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, wawancara semi-terstruktur, dan observasi pembelajaran, menggunakan instrumen human instrument yang dilengkapi lembar analisis kesesuaian berbasis indikator constructive alignment, pedoman wawancara, dan lembar observasi; keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tujuan Pembelajaran, materi, dan kegiatan pembelajaran berada pada kategori Sangat Sesuai dengan CP, sedangkan instrumen asesmen berada pada kategori Sesuai namun belum konsisten mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Faktor kelembagaan (sosialisasi, supervisi, komunitas belajar) dan faktor individual guru turut memengaruhi tingkat kesesuaian. Penelitian ini merekomendasikan penguatan asesmen berbasis HOTS dan pelatihan berkelanjutan bagi guru mengenai constructive alignment. Alignment of Biology Teaching Materials with the Curriculum Merdeka Learning Outcomes for Grade XI Abstract The implementation of the Merdeka Curriculum requires alignment between teaching materials and Learning Outcomes (Capaian Pembelajaran/CP); however, in practice, misalignments are still found among teaching modules, learning objectives, and assessments against CP indicators, particularly in eleventh-grade Biology. This study aims to evaluate the alignment between CP, Learning Objectives (Tujuan Pembelajaran/TP), teaching modules, and assessment instruments for eleventh-grade Biology, to identify components not yet fully aligned with the principle of constructive alignment, and to examine the factors influencing alignment. This study used a qualitative approach with a case study design at SMA Negeri 3 Poso. The subjects were the eleventh-grade Biology teacher and the vice principal for curriculum affairs, with the object comprising CP, TP, teaching modules, and assessment instruments. Data were collected through document study, semi-structured interviews, and classroom observation, using the researcher as the main instrument supported by an alignment analysis sheet based on constructive alignment indicators, an interview guide, and an observation sheet; data validity was maintained through source and technique triangulation and member checking. Data were analyzed descriptively and qualitatively through data reduction, data display, and conclusion drawing. Results showed that learning objectives, materials, and learning activities were in the Very Aligned category with CP, while assessment instruments were in the Aligned category but had not yet consistently measured higher-order thinking skills (HOTS). Institutional factors (socialization, supervision, learning communities) and individual teacher factors also influenced the level of alignment. This study recommends strengthening HOTS-based assessment and providing continuous teacher training on constructive alignment.