Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS SPASIAL KEJADIAN STUNTING BERDASARKAN FAKTOR RISIKO RUMAH SEHAT DI KOTA KENDARI TAHUN 2022 Athisa Dwi Junisa Rizkijanti; Jumakil Jumakil; Fifi Nirmala G
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i1.43099

Abstract

Abstrak Stunting adalah suatu bentuk lain dari kegagalan pertumbuhan. Anak yang mengalami stunting sering terlihat memiliki badan normal yang proporsional namun sebenarnya tinggi badannya lebih pendek dari tinggi badan normal yang di miliki anak seusiannya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan faktor risiko kejadian stunting berdasarkan rumah sehat di Kota Kendari tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan sistem informasi geografi (SIG) menggunakan aplikasi dalam menentukan tingkat risiko kejadian stunting berdasarkan rumah sehat di Kota Kendari dengan model equal count (quantile) dalam aplikasi Quatum GIS. teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah total sampling yaitu teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah analsis spasial kejadian stunting dan variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor risiko rumah sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan yang termasuk dalam risiko sangat tinggi kejadian stunting berdasarkan faktor risiko rumah sehat adalah Kecamatan Mandonga, Baruga dan Kendari Barat. Kecamatan risiko sedang adalah Kecamatan Kambu dan Nambo sedangkan Kecamatan dengan tingkat risiko rendah adalah Kecamatan Kendari, Poasia, Puuwatu, Kadia, Wua-wua, Poasia, dan Abeli. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pemetaan kasus kejadian stunting di Kota Kendari tahun 2022 berdasarkan faktor risiko rumah sehat, kecamatan yang termasuk dalam risiko sangat tinggi adalah Kecamatan Mandonga, Baruga dan Kendari Barat. Kecamatan risiko sedang adalah Kecamatan Kambu dan Nambo sedangkan Kecamatan dengan tingkat risiko rendah adalah Kecamatan Kendari, Poasia, Puuwatu, Kadia, Wua-wua, Poasia, dan Abeli. Kata kunci: gizi dan kesehatan ; analisis spasial ; kejadian stunting ; rumah sehat Abstract Stunting is another form of growth failure. Children who are stunted are often seen to have a proportional normal body but in fact their height is shorter than the normal height that their children have. This study aims to map the risk factors for stunting events based on healthy houses in Kendari City in 2022. This research is a quantitative research with a geographic information system (GIS) approach using an application in determining the level of risk of stunting events based on healthy houses in Kendari City with an equal count (quantile) model in the Quatum GIS application. The sampling technique used in this study is total sampling, which is a sampling technique where the number of samples is equal to the population. The bound variable in this study is spatial analysis of stunting incidence and the free variable in this study is a risk factor for healthy homes. The results showed that the sub-districts that are included in the risk of stunting based on the risk factors of healthy homes are Mandonga, Baruga and West Kendari Districts. Medium risk districts are Kambu and Nambo districts while low-risk districts are Kendari, Poasia, Puuwatu, Kadia, Wua-wua, Poasia, and Abeli. The conclusion of this study is mapping stunting cases in Kendari City in 2022 based on risk factors for healthy houses, the districts that are included in the very high risk are Mandonga, Baruga and West Kendari Districts. Medium risk districts are Kambu and Nambo districts while low-risk districts are Kendari, Poasia, Puuwatu, Kadia, Wua-wua, Poasia, and Abeli. Keywords: nutrition and health ; spatial analysis ; the incidence of stunting ; healthy homes
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU, POLA MAKAN DAN POLA ASUH TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NAMBO TAHUN 2022 Melisa Melisa; Fifi Nirmala G; Harleli Harleli
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i2.43109

Abstract

Abstrak Stunting (kerdil) adalah suatu kondisi yang terjadi dimana balita terlihat lebih pendek untuk usianya. Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang dialami balita akibat gizi yang kurang dalam waktu lama karena gizi yang dibutuhkan tidak sesuai dengan makanan yang diberikan. Di masa depan, anak-anak yang mengalami stunting akan sulit dalam hal pencapaian tumbuh kembang yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pegetahuan ibu, pola makan, dan pola asuh terhadap kejadian stuntung pada balita di wilayah kerja Puskesmas Nambo tahun 2022. Kualitatif adalah jenis yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode analitik observasional dan desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Dalam pengambilan sampel teknik yang digunakan, yaitu proportional random sampling dengan total responden sebanyak 88. Hasil uji fisher exact test menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu (p value= 0,013) dan pola makan (p value=0,018) dengan kejadian stunting pada balita, serta tidak ada hubungan antara pola asuh (p value=1,000) dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan pada penelitian ini, yaitu terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dan pola makan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Nambo Tahun 2022 dan tidak terdapat hubungan antara pola asuh dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Nambo Tahun 2022. Kata kunci : Kejadian Stunting, Tingkat Pengetahuan, Pola Makan dan Pola Asuh Abstract Stunting (dwarf) is a condition where a toddler looks shorter for his age. Stunting is a chronic nutritional problem experienced by toddlers due to not being good at fulfilling nutrition for quite a long time because the nutrition needed is not in accordance with the food given. In the future, stunted children will find it difficult to promote optimal growth and development. This study aims to determine the relationship between the level of mother's knowledge, diet, and parenting style on the incidence of stunting in toddlers in the working area of the Nambo Health Center in 2022. Qualitative is a type of research using an analytic observational method and the research design applied is cross sectional. The sampling technique used was proportional random sampling and a total of 88 respondents. The results of the Fisher's exact test showed that there was a relationship between the mother's level of knowledge (p value=0.013) and eating patterns (p value=0.018) with the incidence of stunting in toddlers. , and there is no relationship between parenting style (p value=1,000) and the incidence of stunting in toddlers. The conclusion in this study is that there is a relationship between the level of mother's knowledge and eating patterns with the incidence of stunting in toddlers in the Nambo Health Center work area in 2022 and there is no relationship between parenting style and the incidence of stunting in toddlers in the Nambo Health Center work area in 2022. Keywords : Stunting Incident; Level of Knowledge, Dietary Habita and Parenting Style
GAMBARAN PENETAPAN KEBIJAKAN DAN PERENCANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI RSUD BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2020 Pitrah Asfian; Nurhadisa Nurhadisa; Fifi Nirmala G
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3-uho.v2i2.19608

Abstract

The hospital is a workplace where there are many potential hazards. To minimize potential hazards that will impact health workers, visitors and patients, it is necessary to establish HOHS policies and plans. The purpose of this study was to find out how the description of OHS policy making and planning at the Bahteramas Hospital. This type of study was a qualitative descriptive study with a phenomenological approach. Determination of informants used purposive sampling technique. Informants included Chairperson of the HOHS Committee, Head of the OHS Division, Head of the ICU Room Installation and Head of the Inpatient Room. Primary data obtained by triangulation techniques, namely interviews, observation and documentation. Variables consist of policy setting, organization, support for facilities and infrastructure, risk management and control of potential hazards. The results shows that there is no written policy, but an organization was formed which was marked by the issuance of Director Decree number 725 in 2019 concerning the HOHS organizational guidelines and there is a determination of funding support such as fees from BLUDs, activity proposals and RKA, support for facilities and infrastructure such as APAR, hydrants, evacuation routes, fire alarm systems. OHS planning is to carry out risk management by using checklists and priority problems and controlling potential hazards to health workers by setting work shifts and using PPE, while visitors and patients are given safety such as cleaning wet floors. Conclusion, at Bahteramas Hospital, there is no written policy establishment but there is risk management and control of potential hazards
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MSDs PADA PENGEMUDI BECAK DI KELURAHAN SODOHA, KECAMATAN KENDARI BARAT, KOTA KENDARI TAHUN 2022 Agustang Agustang; Arum Dian Pratiwi; Fifi Nirmala G
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3-uho.v4i2.43131

Abstract

Abstrak Keluhan MSDs merupakan keluhan bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan ringan sampai dengan keluhan berat, yang umumnya terjadi karena peregangan otot yang terlalu berat dan durasi pembebanan yang terlalu lama, sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada sendi, ligament dan tendon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan MSDs pada pengemudi becak di Kelurahan Sodoha Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study (potong lintang). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari tahun 2022 sampai selesai. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kebiasaan merokok, masa kerja, Indeks Masa Tubuh, durasi kerja dan beban kerja, sedangkan variabel terikat adalah keluhan MSDs. Sampel penelitian ini berjumlah 70 pengemudi becak yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa untuk variabel kebiasaan merokok diperoleh nilai p 0,828, variabel masa kerja diperoleh nilai p 0,000, variabel Indeks Massa Tubuh diperoleh nilai p 0,186, variabel durasi kerja diperoleh nilai p 0,800 dan variabel beban kerja diperoleh nilai p 0,031. Maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara masa kerja dan beban kerja terhadap keluhan MSDs, dan tidak ada hubungan antara kebiasaan merokok, Indeks Massa Tubuh, dan durasi kerja terhadap keluhan MSDs. Kata kunci: beban kerja, durasi kerja, Indeks Massa Tubuh, kebiasaan merokok, keluhan MSDs