Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Geocivic

PEMBELAJARAN KEARIFAN LOKAL DI SMP NEGERI 2 KOTA TERNATE Jainudin Abdullah; Irwan Djumat; La Fandi
Jurnal Geocivic Vol 3, No 2 (2020): Issue Oktober
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i2.2671

Abstract

Abstrak. Latar belakang dalam penelitian ini adalah menggali nilai-nilai kearifan lokal yang diajarkan dalam pembelajran muatan  lokal  di SMP Negeri 2 Kota Ternate.Tujuan penelitian:(1).mengetahui bentuk-bentuk kearifan lokal di SMP Negeri 2 Kota Ternate.(2).mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pembelajaran kearifan lokal di SMP Negeri 2 Kota Ternate (3). mengetahuiupaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala-kendala  pembelajaran kearifan lokal di SMPNegeri 2 Kota Ternate. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan pendekatan deskriptif Teknik pengumpulan data yakni, observasi, wawancara dan analisis dokumen.Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.Sedangkan subjek penelitian adalah guru kesenian, guru prakarya, kepsek, wakasek kurikulum,dan peserta didik di SMP Negeri 2 Kota Ternate. Selanjutnya peneliti dapat mendeskripsikanhasil penelitian ini sebagai berikut:(1). bentuk–bentuk penerapan pembelajaran kearifan lokal di SMPNegeri 2 Kota Ternate biasa dilakukan dalam bentuk kata-kata bijak seperti nasehat,pepatah, dan folklore yang dilakukan pada awal pembelajaran di samping itu juga di lakukan salam penguatan pendidikan karakter (PPKn) salah satu harus ada lagu-lagu nasional dan lagu-lagu daerah sehingga nilai-nilai yang diterapkan dalam  pembelajaran kearifan lokal yaitu nilai religius, nilai nasionalis, integritas, mandiri dan  gotong royong. Kemudian ciri pembelajaran kearifan lokal itu ada secara lisan atau praktek secara langsung tentang kearifan lokal.(2) Faktor- faktor yang mendukung dan menghambat penerapan  pembelajaran kearifan lokal di SMPNegeri 2 Kota Ternate  adalah sikap antusias Guru dan peserta didik maupun dukungn dari Kepala sekolah. Sedangkan faktor yang menghambat pembelajaran kearifan lokal di SMP 2 kota Ternate adalah kurangnya fasilitas yakni belum adanya gedung teater. (3). Upaya yang dilakukan oleh Guru dalam mengatasi kendala-kendala pada pembelajaran kearaifan lokal di SMPNegeri 2 Kota Ternate adalah Guru harus menyediakan fasilitas ruang belajar yang dan alat-alat peraga dalam  pembelajaran kearifan lokal supaya peserta didik mudah memahami dan mengerti  proses pelaksananaan pembelajaran maupun pada saat praktek tentang kearifan lokal  yang ada di sekolah.Kata Kunci : Pembelajaran, Kearifan Lokal
TOLERANSI MASYARAKAT MULTIETNIK DESA WAYABULA KECAMATAN MOROTOI SELATAN BARAT Irwan Abbas; Jainudin Abdullah; Waliyulah Mahmud Waliyulah Mahmud
Jurnal GeoCivic Vol 6, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v6i1.6190

Abstract

The background of this research is that the rampant conflicts that occur can cause changes in attitudes of tolerance in the life of a multiethnic society. The purpose of this study is (1) to describe the tolerance of multiethnic communities in Wayabula Kecematan Village, South West Morotai, (2) To find out the models of tolerance of multiethnic communities in Wayabula Kecematan  Village, South West Morotai, and (3) To find out the factors that support and hinder the tolerance of multiethnic communities in Wayabula Kecematan Morotai Selatan Barat Village.  The research method is a  type of case study research with a qualitative approach.   Observational  data collection techniques, interviews, and documentation.  Data analysis techniques are data  reduction, data presentation, and drawing conclusions.Based on the results of the study, it was concluded that (1) The tolerance of multiethnic communities in Wayabula village is carried out by forming mutual respect, mutual respect and not disturbing the differences shared by other individuals. In the sense that an attitude of tolerance can foster peace, prosperity in the life of a plural society, especially the people in Wayabula village who have plurality in a society that forms a multiethnic society. Wayabula Village is one of the villages in the South West Morotai district inhabited by multiethnic communities including Gorontalo, Galela, Javanese, Sanger, and Bugis. In the daily life of this multiethnic society leads a fairly safe, peaceful, peaceful life and there is never any conflict between ethnicities in people's lives, (2) Models of tolerance in a multiethnic society can start from a simple understanding that tolerating is the same as understanding and respecting the attitudes and behaviors of others. Understanding and respecting the behavior of others who have the same religious background as us is not easy, let alone applied to different people in everything. (3) In forming tolerance in multiethnic societies does not always work well, every process carried out sometimes has supporting factors and inhibiting factors in fostering community tolerance. The factor supporting the tolerance of multiethnic communities is an attitude of mutual acceptance, mutual respect, mutual respect, and mutual help to help the community. The inhibiting factor is the lack of awareness in people's lives in accepting differences and the lack of understanding of the importance of tolerance in society.